Tentang menjaga semangat keislaman di Rantau (Sedikit berbagi untuk mereka yang akan tiba di Jepang <3)

Artikel ini sebenernya dibuat untuk dimasukkan kedalam salah satu website life style & muslim fashion, tapi karena satu dan lain hal, saya urungkan untuk dimasukkan ke dalam website tersebut dan memilih untuk mempublikasikannya disini dengan editan sana dan sini. Semoga bisa sedikitt mengkayakan jiwa yak!

 

Negara matahari terbit kini makin membuka diri untuk warga asing. Dipengaruhi oleh persiapan Olimpiade Tokyo 2020, setiap elemen wisata di Jepang berlomba untuk memberikan servis yang baik (omotenashi) untuk orang asing, tidak terkecuali terhadap Muslim. Dalam 3 tahun terakhir, makin banyak gerai halal dan bilik sholat yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan Muslim, seperti menandakan bahwa Jepang makin siap untuk menerima masyarakat yang semakin beragam. Semoga ya!

Tidak hanya di sisi wisata, pendidikan tingkat lanjut di jepang pun makin global. Fakultas dan Program Graduate School berbasis bahasa Inggris bukanlah hal yang begitu asing untuk ditemukan, walaupun memang jumlahnya tidak banyak sekali. Perusahaan Jepang pun makin gencar untuk memfasilitasi orang asing untuk bekerja di Negara matahari terbit tersebut. Bahkan mereka melakukan rekruitmen langsung kepada sarjana S1 di negara-negara Asia lho! Dengan Jepang yang makin global, tentunya makin banyak warga asing yang ingin merasakan tinggal disini

Muslimah Indonesia di Jepang hadir dalam berbagai profesi. Mulai dari pelajar, Ibu rumah tangga yang menemani suami, perawat hingga pekerja kantoran atau yang lebih dikenal dengan istilah 社会人 Shakaijin. Berada di tengah masyarakat Jepang sebagai warga minoritas, tidak mendengar adzan langsung kecuali dari smartphone, serta jauh dari keluarga selama Ramadhan dan Hari raya, bagaimanakah cara muslimah di Jepang menjaga semangat keislaman dalam diri? Artikel ini akan menyajikan sedikit banyak cara untuk menyiasatinya:

1.jpg

Camii Mosque:Diambil dari Yhotarafelino IG

Menjaga semangat keislaman dengan mencari lingkungan yang mendukung perkembangan diri

Setiap daerah di Jepang mempunyai pengajian berbasis profesi atau kampus yang diadakan secara rutin. Mengambil contoh di beberapa daerah seperti Tsukuba dan Tokyo Area, tema yang dibahas di pengajian bukan hanya tentang ilmu aqidah & ibadah, tetapi juga dikaitkan dengan keprofesian dan ketrampilan. Pengajian Muslimah juga diselingi dengan kelas memasak dan beauty class. Dengan tema talim yang variatif dan pendekatan yang beragam, maka mengikuti pengajian adalah kegiatan pertama yang dicari muslimah perantau untuk berkenalan dengan sesama warga Indonesia.

Bahkan tak jarang saya temui bahwa ada beberapa kawan yang memulai ikut pengajian / ta`lim ketika di Jepang. Entah mungkin pendekatannya yang lebih cocok untuk mereka dipengaruhi faktor rindu dengan suasana yang men-charge ruhiyah ya 😉

SIPUT5

Kelas Masak dari Pengajian Muslimah di Tsukuba

Adalah Lina, seorang pelajar Indonesia di Osaka yang makin mantap menjadi muallaf di Jepang pasca belajar Islam di masjid kobe dan mendapatkan bimbingan seorang ustadzah melalui pengajian di daerah yang sama.  Di pengajian daerah Kobe yang berlangsung 2-3 minggu sekali itulah salah satu channel untuk Lina belajar tentang islam. Disana jugalah Lina dipertemukan dengan kawan yang membimbingnya ke arah lebih baik, salah satunya  adalah dengan menemaninya beribadah di bulan Ramadhan.

Untuk penulis sendiri, mengikuti pengajian di rantau menjadi pelipur lara untuk mereka yang rindu berkumpul dengan orang indonesia, makan makanan Indonesia dan berbicara dengan bahasa Indonesia.

Menyemangati diri belajar agama Islam secara online dan offline

Untuk mereka yang tinggal jauh dari perkumpulan orang Indonesia sehingga tidak bisa sering datang ta`lim, seperti seorang sahabat bernama Lia yang jauh berada di Kitakyushu, maka cara yang dilakukan agar tetap bisa merasakan suasana Islam adalah dengan rutin mendengarkan ceramah via Youtube. Mulai ustadz dalam negeri hingga Omar Sulaiman ataupun Nouman Ali, insya Allah akan membuat hati kita makin dekat dengan Allah SWT.

Masjid di Jepang memang tidak semuanya besar dan penuh sesak orang untuk sholat, tapi cobalah tengok ke Masjid Camii atau Masjid Okachimachi Tokyo, disana cukup sering diadakan kajian.  Dengan banyaknya informasi yang masuk, mudahnya opini di lontarkan di dunia maya, maka seorang muslimah hendaklah mempertajam filter diri agar tidak mudah terombang-ambing. Sumber belajar sudah banyak tersedia, tinggal kita yang memilih.

Tidak segan untuk menjelaskan kepada kawan asing kita tentang keislaman kita 

Beberapa kawan berpendapat bahwa orang Jepang, apalagi yang hidup di kota besar, punya kecendrungan untuk tidak peduli terhadap urusan pribadi orang lain. Bahkan ada yang berpendapat bahwa itulah kelebihan orang Jepang: tidak mencampuri urusan orang lain. Mayoritas orang Jepang akan menghargai perbedaan agama jika kita tidak malu dan mau menjelaskan dari awal.

Setiap acara welcome party  ataupun piknik di taman yang melibatkan muslim, maka orang Jepang pun akan sangat berhati-hati untuk mempersiapkan makanan. Seperti yang dialami penulis, bahkan seorang professor ragu menawari permen karena disitu ada gambar ayam. Mungkin sang professor salah mengira karena yang tidak dikonsumsi adalah Ayam yang tidak halal bukan kita yang anti-Ayam.

Ketika ada acara minum-minum (Nomikai) yang di adakan cukup sering, ada yang memilih untuk tetap ikut tetapi tanpa memesan minuman beralkohol dan tidak ikut menuangkan bir. Selanjutnya, ada juga yang memilih tidak ikut acara tersebut sama sekali. Walaupun kita memilih untuk tidak ikut, orang Jepang akan menghargai selama kita menjelaskan sedari awal.

Seorang kawan muslimah yang menjadi Engineer di salah satu perusahan besar di Jepang, Dea, mengatakan bahwa kantornya mendukung ibadah Ramadhan. Dea diperbolehkan untuk datang ke kantor lebih siang (karena ada sahur) dan pulang lebih cepat untuk menunaikan ibadah di bulan Ramadhan. Di kantornya pun terdapat musholla permanen dan bisa mendapatkan cuti untuk pergi haji.

Mempercayai bahwa Allah membawa kita ke rantau untuk pengembangan diri yang lebih baik

Melanjutkan kisah Dea di atas, merantau ke Jepang membawanya hijrah menjadi individu yang lebih baik. Memasuki tahun kedua bekerja, Dea memilih untuk berhijab. Keputusan berhijab ini didukung penuh oleh Suami (seorang jepang muallaf) yang memang sudah meminta Dea untuk berhijab sejak menikah. Di saat itulah dia merasa bahwa Allah begitu sayang padanya, meskipun suami nya adalah seorang Jepang yang baru masuk Islam, namun justru suami nya yang balik mengajarkan Islam kepadanya.

Dea mungkin tidak menyangka bahwa perjalanannya ke Jepang membawa dia menjadi individu yang makin mendekatkannya pada Allah SWT. Kita tidak tahu, kemana takdir Allah SWT akan berujung, namun percayalah bahwa Tuhan membawa kita ke Jepang/ suatu tempat untuk suatu maksud. Tidak sedikit kawan yang berhijrah menggunakan hijab selama di rantau, tidak sedikit kawan yang justru karena di rantau lah mulai belajar Islam dengan giat. Mereka yang bertransformasi adalah mereka yang mau membuka diri untuk menjadi lebih baik secara akal dan ruhiyah.

Nikmatilah perjalanan merantau ini..

Cara yang paling ampuh untuk menjaga semangat keislaman ini adalah dengan dengan menikmati perjalanan rantau kita, dan tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mudah. Seorang muslimah tetap bisa berkimono warna-warni tanpa menanggalkan hijabnya, seorang muslimah tetap bisa berwisata keliling  Jepang tanpa meninggalkan sholatnya, seorang muslimah tetap bisa makan makanan halal dan thoyyib tanpa harus kurang gizi dan kelaparan.

Anggaplah diri kita menjadi agen muslimah Indonesia di rantau. Lewat kita lah, orang Jepang atau penduduk lokal mengenal orang Indonesia dan orang Islam. Lewat tutur kata, cara berpakaian, dan berperilaku yang baik, maka mereka mengetahui seberapa indahnya agama kita.

3

Melebur dengan saling menghormati nilai yang dianut- Dokumentasi Pribadi

Asam Manis Kuliah S2 di Jepang (ditulis oleh ibu yang sempat-sempatnya menikah, hamil, melahirkan dan alhamdulillah lulus dalam 2 tahun)

Ini adalah sebuah tulisan penyeimbang untuk cerita menyenangkan kuliah di Jepang. Kisah gue pun sebenernya menyenangkan kok, menyenangkan dan mengkayakan fikiran. Hanya saja dengan cara yang berbeda.

Akhirnya gue memberanikan dan mengumpulkan niat menulis ini agar lebih mudah menjawab pertanyaan orang yang bertanya terkait S2 di Jepang dan bagaimana sih rasanya? hihi

Di postingan ini, tidak ada unsur ingin membuat diri terlihat menyedihkan, walaupun emang kisahnya rada menyedihkan. Ga ada maksud ingin membuat orang simpati, karena Alhamdulillah segala proses itu sudah terlalui dengan sebaik-baiknya seorang Annisa Anindita bisa. Ini murni sebagai bahan pembelajaran kita bersama.

Pos ini akan dibantu alur nya dengan beberapa lontaran pertanyaan.

Mungkin pertanyaannya suka ga nyambung, tapi udah jangan protes baca aja (Ibu-ibu galak)

 Dit, Kenapa lo masuk Tokyo Tech?

Alasan gue saat itu adalah banyak orang Indonesia berkepribadian asik yang kuliah disana, dan saat itu atas ke naifan gue, dan sependek pengetahuan gue adalah ITB membuka sedikit kerjasama dengan universitas Jepang, dan salah satunya adalah TITECH. Titech saat itu memang menjadi salah satu kampus yang dikenal memberikan kurikulum full bahasa Inggris (menurut selebaran promosi).

Apalagi ditambah, ada dua senior asik yang kuliah juga disitu, Kak Febry dan Teh Dani. dua orang yang paling gue repotkan menuju masa-masa kuliah gue. Alhamdulillah, Allah SWT memberikan banyak orang baik di keseluruhan perjalanan S2 gue.

Tokyo dan Kanto Area, sepaham gue punya gerakan mahasiswa yang lebih dinamis, jika boleh gue bandingkan dengan daerah lain. Sehingga gue berfikir, bahwa kegiatan non-akademis gue akan sangat berwarna dan mampu melawan slogan “idealisme itu cuman bertahan di S1”.Dan memang selama gue mengeyam pendidikan S2 di tokyo tech, gue merasa paragraf ini memang cukup benar 😀

 Trus, Dit, gimana caranya lo bisa dapetin seorang Sensei yang mau menampung lo?

Ajaibnya, melawan komentar mayoritas yang berkata bahwa mencari professor itu lama sekali, untuk gue mencari sensei itu cepet banget. Kilat. Harusnya gue merasa ini adalah salah satu tanda yang ga lazim, tapi saat itu gue merasa bahwa mungkin ini yang namanya jodoh.

Gue saat S1 tidak terbiasa membaca jurnal dengan hati-hati, tidak mengerti bagaimana mencari jurnal yang baik. Bagaimana mengetahui sebuah jurnal itu memang ditulis dengan baik atau asal.

Gue juga tidak paham bagaimana mengetahui ilmuwan yang paling berpengaruh di keilmuwan yang kita geluti.

Dulu yang gue tau adalah gue mau jadi dosen, dan berkuliah di Jepang adalah salah satu lompatan terbesar gue agar pola pikir gue menjadi lebih santifik. Naif 2.0

Akhirnya yang gue lakukan adalah gue hanya membaca Keywords dari research specialisation dari daftar Sensei yang ada di Tokyo Tech. Lalu gue menemukan beberapa sensei dan gue urutkan dari yang keyword penelitiannya paling nyambung dan yang paling enggak.

Emang udah takdir Allah, maka gue memutuskan untuk meng-email AsProf X (bukan, dia bukan mutan kawan Prof. X). padahal secara jelas gue paham kalau misalnya banyak publikasi dia yang lebih dominan bahasa Jepang dan website Lab nya tidak di update dengan baik. Dan ini seharusnya menjadi tanda tanda bagi kaum yang berfikir.

Naif 3.0

Padahal kalau gue mau pikir-pikir lagi, Publikasi Asprof X ini yang dalam bahasa Inggris, adalah publikasi murid doktoral nya dan dia sebagai second writer. Tapi gue ga menyadari bahwa hal ini harusnya adalah hal yang harus gue perhatikan sebagai mahasiswa asing. Naif 4.0

Gayung bersambut, mungkin bersambut nya kecepetan. Tiba2 AsProf X ini mau aja gitu loh jadi sensei gue dan membantu gue mendapatkan beasiswa Monbusho atas rekomendasi kepala department yaitu, kita sebut saja, Professor Baik Hati (PBT)

Btw, kalau lo ada yang penasaran. Gue sedari awal sudah mengirimkan proposal riset gue dalam bentuk udah jadi rapih dalam bentuk PDF. Dan gue menyapa sensei gue dengan menerangkan beberapa poin penting:

1. Gue siapa dan gue dapet kontak sensei gue dari mana atau siapa

2. Kenapa menurut gue sensei gue ini pas banget

3. Pengalaman hidup kita yang berhubungan dengan tinggal di luar negeri atau kejepangan (jika ada) untuk mengambil hati bahwa kita memang cukup punya pengetahuan dan bisa bertahan di luar negeri.

Dari awal, lo sudah merasa bahwa ada yang cukup aneh dari AsProf X itu?

Gue terlalu bahagia bisa kuliah ke Jepang lagi (Dulu gue sempet exchange yang menyenangkan ke kanazawa daigaku, kampung halaman beta). Pengalaman tersebut amat sangattt berharga, yang membuat gue begitu menyukai jepang dan budayanya. Kanazawa membuat gue punya banyakk sekali prasangka baik kepada orang Jepang. Gue pun sebenernya merasa pada dasarnya manusia itu baik. Ya kebetulan aja gue nemu yang pencilannya pas kuliah S2 hehe

Harusnya, gue udah bisa merasakan beberapa keanehan sih ya menuju gue berangkat bahkan di hari pertama gue sampai Jepang.

Coba gue utarakan ya poin tersebut:

1) Sensei gue ga begitu banyak membantu gue di proses mencari beasiswa setelah tiba2 Monbusho Scholarship gue di cancel. Tapi sekali lagi, karena gue terlalu naif, jadi gue merasa ini oke2 aja

2) Sensei gue agak kesel karena gue menaro nama dia di guarantor Visa student gue, padahal ini adalah hal yang super lumrah hadirin. Why you put my name??? Kata dia pada sebuah email.

3) Sensei gue acuh terhadap persiapan ketibaan gue di Jepang. Mungkin karena gue udah pernah ke Jepang sebelumnya, dan gue anaknya sok independen, jadi gue merasa mungkin ini adalah hal yang amat wajar. Sebenernya sensei gue udah menyuruh satu-satunya murid S2 yang dia punya saat itu untuk membantu segala berkas gue di awal.

WAW, jadi lo punya senpai yang oke banget dong begitu masuk lab? 

wkwk, tengs ya atas apresiasinya. Sebenernya si senpai lab gue yang kita sebut Si Gagah (SG) ini, adalah salah satu contoh dari betapa orang jepang itu unik & mencengangkan. SG ini, dia mengaku, dia punya gangguan mental di bidang tidak bisa rapih (duh cara bahasa gue kali ini jelek banget).

Maksud gue, dia memang acak-acakan dan ga bisa merapikan barang. Sensei gue sebenernya udah merasa bahwa ini anak didiknya emang agak kurang normal secara kepribadian, sehingga Asprof X alias sensei gue berkata awal-awal kepada gue “Dita-san, sy tau si SG ini bukan contoh baik buat kamu, oleh karena itu saya sudah menunjuk orang lain sebagai tutor kamu selama S2 disini”.

Kalau lo mau tau penampakan lab gue awal-awal, lo bakal sedih deh. kayak tempat penampungan sampah kertas. Serem banget. Maka awal-awal keberadaan gue di lab, yang gue lakukan adalah ngeberesin lab gue sendirian. Btw, anggota lab gue emang cuman bertiga 1 doktoral dan 2 mahasiswa S2. Alhasil sehari-hari gue ama si SG doang di lab.

si SG ini ternyata setelah berkali-kali ngobrol ama gue, dia bilang kalau dia tertekan berada di lab. Dia bilang kalau dia benci banget sama AsProf X, pada suatu momen ngobrol dia bilang “ I bery bery bery bery hate her” dengan aksen jepang kental. Dia keliatan tertekan banget kalau misalnya lagi ngerjain banyak tugas.

si SG ini memang dikenal sebagai individu unik di seantero jurusan gue. Ada mahasiswa asing asal china, se angkatan sama gue, dia bener-bener kesel pas tau si SG ini akan pindah dari lab gue ke lab dia. Dan kalau dia lagi gosip sama gue, isinya ya tentang si SG ini. duh kasian yak..

si SG ini, lucunya, kalau di depan Sensei gue itu nurut banget. ya tipikal orang Jepang lah, ngomongnya “ Ya, Sensei”, “Ya Sensei”, udah ga ada perlawanan apapun. Tapi dia panik nya keliatan banget kalau presentasi. lo pernah ga jadi setres ngeliat orang yang stres presentasi?

Nah itu dah perasaan gue kalau ngeliat si SG ini presentasi. bikin pengen makan udon yang gedeee banget (lah)

Gue merasa kasian sama mental nya si SG ini, gue cuman takut dia akan ada keinginan bunuh diri. Dan yang gue tangkap dari cara komunikasi akademik antara sensei gue dengan si SG ini adalah, si sensei gue rada memaksakan topik yang dia suka ke si SG tanpa bertanya apa sebenernya kesukaan si SG ini.

Sementara SG ini orangnya memang pasrah, tapi ga punya semangat untuk terus lanjut juga dengan topiknya.

Diem-diem, si SG curhat ke gue, kalau sebenernya dia punya minat besar di sejarah Jepang dan berencana pengen pindah lab ke yang lebih mengakomodir kebutuhan dia itu. Di satu sisi gue bakal sedih, bukan, bukan karena perasaan kehilangan, tapi karena kalau si SG ga ada, gue sama siapaa lagi dong kalau lagi kelas seminar? masa kelas seminar berdua doanggg?

Btw, di jepang itu ada kelas seminar yang biasanya dilakukan seminggu sekali, disitu kita dapat giliran presentasi kemajuan riset kita. Berhubung mahasiswa doktoral yang di lab gue adalah seorang pekerja kantoran juga, alhasil dia bisa aja skip kelas seminar sehingga nanti kalau SG ga ada, bakal quality time bangggget antara gue dan sensei gue.

Yah, tapi bagaimanapun, kesehatan mental si SG ini lebih penting. hiks

Alhamdulillah si SG ini akhirnya berhasil keluar dari lab gue dan pindah ke lab lain sampai lulus. Yang gue bingung, meskipun di depan sensei gue inii si SG keliatan baek-baek dan penurut aja, tetapi dia hobi banget menebarkan info ke teman-temen lab lain kalau misalnya Sensei gue itu emang galak nan jahat.

Sampai suatu ketika, ada seseorang anak lab lain menghampiri gue dan bilang “Eh kamu anggota lab ini ya? saya dikasih tau sama si SG kalau di lantai ada nenek jahat”. Wahh bener-bener dah…

 Eh, jadi penasaran nih. Fluktuasi anggota lab di tempat lo gimana sih dit? Suasana lab lo itu normal ga sih?

Wah jadi pemirsa mau tau banget nih?

Beberapa teman sesama orang Indonesia mempertanyakan kenapa gue ga pindah lab aja. Jadi sebelum semester pertama gue selesai, gue udah resmi sendirian di lab pasca si SG mengundurkan diri dengan indah dan pergi ke tempat berkembang yang lebih baik (Alias lab sebrang).

Gue adalah mahasiswa asing sendiri di jurusan gue di program internasional, ada satu lagi mahasiswa asing china yang masuk program reguler. Gue bersama satu sohib mesir adalah dua gadis berhijab orang internasional di graduate school (fakultas) kita. Dan nasib kami 11-12 ehehhe.

Di fakultas ini bisa dibilang jarang yang mengajak gue ngobrol, ya si SG itu lah paling dan tutor gue yang cukup bertanggung jawab. alias baru muncul kalau gue butuh banget hehehe.

Setelah SG ga ada, dan si doktoral yang sambil kerja hampir ga pernah ke lab, bisa dibilang lab itu semacam ruangan VP kantor yang ada di distrik SCBD hahaha. Eksklusif. Gue mau jumpalitan sambil makan nasi padang juga ga akan dikomen. Sensei gue pun jarang datang ke lab, mungkin dia ga akan tau juga ya kalau gue berternak rusa di lab itu.

Lab gue emang jadinya udah bagaikan rumah bagi gue, biar berasa makin rumah, gue suka beli bunga buat gue taro di lab, dan gue hias aja itu lab semau gue.

Pasca si SG pergi, semester selanjutnya ada 3 orang yang masuk ke lab. Duh, kasian mereka, pikir gue. haahhaha. Kita sebut aja pasukan tersebut sebagai: Nobita, Shizuka dan Ms. X,

Shizuka dan Nobita adalah tipe pasrah,sehingga meskipun di belakang Sensei gue suka ngata-ngatain dan berharap bisa segera lulus, toh mereka tetap terlihat tertawa nan bijak selama kelas Zemi.

Untuk kemampuan poker face, orang Jepang memang canggih, dan menurut gue ini keahlian yang penting juga untuk dipelajari.

Shizuka, lebih detailnya, merasa kasian sekali dengan gue karena selain gue harus berhadapan dengan Asprof X yang punya kepribadian unik, gue juga ga punya support system yang memadai di Lab. Kalau mau dipikir-pikir, iya juga ya, mungkin kalau saat itu ga punya sahabat-sahabat orang senegara, gue mungkin ga bisa tahan kuliah di semester pertama :”)

Di antara Nobita, Shizuka dan Ms. X, walaupun suka spik2 bakal pindah lab, yang beneran ternyata pindah karena ga tahan (tapi beralasan resmi karena tema riset yang ga sesuai jadi mau pindah lab hehehe) cuman si Ms. X.

Ms. X ini berani sih, kerenn dan suka membantu gue. Nah, dia membantu gue seperti apa, kita lanjutkan di cerita bawah yang bersambung dengan pertanyaan selanjutnya.

 Terus sebenernya hubungan lo sama sensei lo berarti dari awal udah berantakan apa masih baik-baik aja?

Sori, jalan cerita gue loncat2 nih, lo sih nanya nya ga ngurut! (ngomong ama diri sendiri, marah sendiri) hahaha. Sensei gue di awal-awal pertemuan empat mata kami, memberikan opsi pergantian tema penelitian. Yang mana guee sangat berterimakasih dengan Sensei gue.

Seriusan, mungkin hal yang paling gue harus berterimakasih selama S2 ini adalah kepada Sensei gue karena dari dia lah gue menemukan kata “community development” “traditional industries” dan “Shibori”. Dari riset yang berbau sangat HR, gue berubah alur menjadi tentang “bagaimana mempertahankan industri tradisional”. INI yang gue sangat syukuri.

Gue sangat semangat mempelajari ini, dan bisa dibilang gue jatuh cinta. Gue rela untuk menghabiskan jatah dana riset gue (yang gue dapatkan berkat bantuan Bapak Kepala Fakultas, bukan dari Sensei gue) dan dana beasiswa LPDP gue demi mempelajari ilmu ini. Gue pergi observasi ke daerah riset dengan merogoh kocek sendiri.

Walaupun gue fikir ini agak ga normal sebenernya, tapi gue mencoba menepis kegalauan gue saat itu. Gue berfikir, kalau memang mau pinter gue harus berusaha. meskipun itu pake duit sendiri.

Sensei gue di lain pihak, terlihat senang dengan semangat gue. Tapi seru nya, beliau tidak membantu atau memberikan cara yang jelas bagaimana untuk gue mendapatkan dana riset tambahan untuk penelitian gue yang berlokasi beda kota dan butuh duit transportasi.

Selain di masalah duit, menurut suami gue, dan disetujui oleh semua mahasiswa doktoral di lab gue ( Ada sekitar 3 anak doktoral yang akhirnya masuk ke lab gue sampai gue lulus) Sensei gue itu punya masalah komunikasi yang pelik.

Sensei gue, dilihat, terlalu melepas anak didik S2 nya. Dilepas nya bener-bener dilepas aja gitu, nanti baru dimarah-marahin pas udah diujung2 riset. Karena waktu itu gue belum menikah, dan gue ga ada teman hidup 24 jam yang bisa melihat keanehan cara komunikasi Sensei gue secara intens, gue merasa ini wajar aja mungkin beginilah Jepang. Tapi, menurut suami gue sendiri, ini bukan cara yang normal. Apalagi gue adalah mahasiswa asing yang butuh “disupervisi” lebih.

Di luar akademik, Sensei gue pun terlihat dihindari oleh petugas administrasi sekalipun. Petugas administrasi pun kayaknya paham dengan tekanan yang gue hadapi sebagai anak lab Sensei gue ini. Gue beberapa kali dibilang “Ganbatte ne, Dita-san”. Waduh..

Serunya lagi juga, Sensei gue beranggapan bahwa gue bisa bahasa Jepang lancar, yang mana sudah gue beritau dari awal kepada Sensei gue bahwa gue dalam tahap belajar dan akan terus belajar. Sampai suatu titik gue bilang “Sensei, alasan saya ikut dalam program internasional ini adalah karena saya belum lancar bahasa Jepang, kalau saya lancar bahasa Jepang, saya ikut program konvensional”. Lalu apakah Sensei gue mau tau menau? tentu saja tidak hehe.

Tangis kesal dan kecewa gue pecah pertama kali ketika gue diminta untuk maju ke dalam suatu konferens yang berlokasi di ujung hokkaido. Oke, hokkaido aja udah jauh, ya, apalagi yang daerahnya lebih jauh lagi , wow wow wow. Gue diminta maju dalam suatu konferens dengan tanpa dibimbing dengan sewajarnya oleh Sensei gue, dan semuanya harus dalam bahasa Jepang. Dan bayar sendiri hiks T,T. (Btw, gue selama S2 ini emang ga pernah disupport finansial sama sensei gue sih terkait akademik, maksudnya kayak jurnal itu gue bayar sendiri subscribe sendiri)

Dan Sensei gue ga bisa menemani gue pergi saat itu, jadilah gue berangkat sendiri. Untuk saat itu gue lagi proses mw nikah ama suami gue, jadi ujung-ujungnya berangkat berdua dengan pasangan halal, terimakasih ya Allah T,T

Sensei gue, ga mau tau menau kalau gue ga bisa bahasa Jepang, dia cuman bilang kalau gue harus ikut conference ini karena ini adalah salah satu cara menggapai syarat lulus dari lab dia ( 2 conference dan 1 paper). Oke, gue panik.

Sebenernya saat itu gue juga kasian sih, karena sensei gue lagi patah tulang dan dia harus istirahat total. Tapi gue berharap sebelum kejadian patah tulang berlangsung, sebenernya dia bisa aja sedikit peduli ama gue, minimal lirik lahh gimana isi proceeding gue secara keseluruhan plis. Yasudah lah yak. Pokoknya gue saat itu mikir, mungkin beginilah Jepang, jadi gue yang ga boleh manja. Mungkin beginilah yang normalnya. Ini gue naif 5.0

Akhirnya gue dibantu oleh seorang kawan baik hati bernama Ilham yang membantu gue merumuskan dalam bahasa Jepang paper yang berlembar-lembar itu. Gue masih berfikir positif, mungkin ini cara Sensei gue supaya gue bisa bahasa Jepang. Cara yang keras yang gue suka ga habis pikir.

Selain Ilham, ada teman se-lab gue yang gue ceritakan di atas, yaitu Ms. X yang membantu gue membahasa-jepang kan banyak hal. Si Ms.X ini merasa kasian sama gue dan bilang harusnya si Asprof gue membantu gue atas rekues nya yang diluar kewajaran ini. Nah, si Ms.X ini nampaknya bilang kepada Asprof gue, semacam mengirim email protes lembut2 gitu lah dia.

 Tapi kocaknya, si Asprof bilang ke gue kalau gue punya masalah komunikasi dengan Ms. X,  sehingga gue harus meminta maaf ke Ms. X, yang mana si Ms. X ini bilang ke gue kalau memang sensei gue punya masalah dengan komunikasi -_-

Pasca gue ikut konferensi di Hokkaido, Sensei gue bertanya apakah ada pertanyaan penting yang ditanyakan saat itu? gue jawab kalau kayaknya biasa aja. Karena jujur gue juga ga menikmati seminarnya karena pesertanya dikit dan kayak menyedihkan gitu suasananya secara keseluruhan.

Trus sensei gue bilang gini “Karena isi presentasi kamu ini ga berkualitas makanya ga ada pertanyaan, kalau isi presentasi kamu berkualitas, pasti ada yang punya pertanyaan bagus”. Yoi, emang sensei gue juara banget untuk menaikkan mental semangat belajar anaknya 😃

Alhamdulillah nya, Sensei gue ini karena perempuan, jadinya cara ngomongnya ketika kesel itu tidak kasar, kayak misalnya: “ Bodoh kamu” atau kata2 kasar lain. Melainkan, kalimat2 sindiran tajam penuh makna layaknya wanita elegan kesal tapi kelamaan keselnya. Alias kalau sekali marah ama kita, bakal diinget2 terus kesalahan kita dan mukanya susah ramah lagi 🙂

Eh, sekali lagi gue tanya nih, Kenapa lo ga mau pindah lab aja sih?? Lo bisa bertahan dengan riset yang semuanya bahasa Jepang kuno padahal lo ga ngerti?

Gue sungguh mau pindah lab, karena udah banyak orang yang pindah dari lab gue. Menurut SG, ada dua mahasiswa asing yang masuk ke lab gue dan memutuskan pindah lab karena ga tahan juga dengan Sensei gue. Waduh, makin kuat dong keinginan gue untuk pindah.

Cuman, kalau gue pndah lab, gue ga akan bisa ngerjain tema penelitian yang gue suka banget. Tema penelitian ini dan implementasi kedepan terhadap industri kerajinan di Indonesia adalah hal penting yang menurut gue harus dipelajari. terdengar idealis atau nyerempet bodoh menurut pemirsa?

Alhamdulillah, selama dua tahun dibawah bimbingan sensei gue & melakukan fieldwork di tempat penelitian di Nagoya, meskipun secara prestasi akademik ga seperti yang gue harapkan seperti yang gue pikirkan saat datang ke jepang ahahaha, namun gue melihat jiwa gue makin kaya, dengan:

1. Gue makin tau diri. Karena beberapa kali disindir tajam atas kesalahan yang dilakukan dan ga punya kawan di lab sehingga mau nangis bareng juga bingung sama siapa, gue makin tahan mental menghadapi cecar-an verbal ataupun tulisan. Ini membuat gue sadar bahwa gue memang banyak harus belajar. menjadi lulusan salah satu univ top di Indonesia itu jelas bukanlah apa2. buang semua rasa sombong, kita mulai belajar dari awal.

2. Gue banyak bertemu dengan para pengrajin muda dan seniman hebat yang semangat mempertahankan kebudayaan tradisional Jepang. Gue akhirnya makin terbuka pengetahuan dan akses informasi tentang kerajinan di jepang, masalah, dan titik terangnya.

 Lo beneran ga ada temen selama lo S2 disana? Cara lo brainstorming ide penelitian gimana??

Alhamdulillah Allah memang Maha Adil, ada gelap, ada terang, ada yang buat kezel, ada yang menyenangkan. Masalah kita ga ada apa-apanya, Allah cuman ngasih cobaan sepele ke kita. insya Allah, segalanya udah ada penawarnya.

Seperti keadaan gue saat S2 dulu. meskipun bisa dibuat lebih depresif lagi kalau gue memilih demikian, alhamdulillah karena  ada suami & anak, banyak teman-teman orang Indonesia di tokyo tech dan TSUKUBA!! membuat gue bisa melalui masa-masa ini dengan amat baik. Selain itu, sekretaris kepala program internasional fakultas gue pun nge-sist banget dengan gue.

Dia mau dong mendengarkan tangisan gue dan bahkan memeluk gue huhuhu.

Selain itu, orang administrasi jurusan pun sangat memahami gue sebagai mahasiswa asing satu-satunya yang gemar salah kaprah. terimakasih ya semuanya ibu2 dan tante2 atas pengertiannya padaqu 😃

Yang mungkin agak rumit di awal adalah gue ga bisa diskusi keilmuwan gue. Ini adalah masalah besar untuk mahasiswa asing ga bisa nihonggo yang anggota lab nya orang jepang semuanya plus ga ada yang bisa bahasa Inggris.

Nah, kalau udah terlanjur di posisi kayak gue, yang kayak nasi udah jadi bubur encer dan mau cari ceker ayam jauh (maksudnya biar kayak bubur ayam serbu rame gitu—garing), mending langsung giat cari orang Indonesia atau bahasa lain yang kamu mudah pahami. Yang punya tema riset yang sama.

Alhamdulillah, gue punya 2 orang senpai dan 1 kawan seangkatan yang punya tema riset mirip, sehingga bisa diajak diskusi panjang dan nyambung. itu paling penting, kalau panjang tapi ga nyambung buat apa hiks.

Denger-denger lo nikah dan hamil kan selama S2, trus sensei lo gimana?

HAHAHAHHAH (bentar, ketawa dulu). Iya nih HAHHAHAHAHAHA (ketawa lagi).

Iyaps, gue nikah dan punya anak selama S2, sehingga S2 gue itu berasa panjaaangg banget dan pas lulus tepat waktu

rasanya kayak ya Allah lega bangettttttttt. Sensei gue ga pernah dengan gamblang bilang dia ga suka dengan pernikahan gue dan gue punya anak. cuman paling:

1.Nilai akademik gue makin ke ujung makin turun. Ada nilai riset yang hak penuh sensei untuk ngasih, umumnya dan wajarnya nilai riset itu antara 95-80 (80 itu mungkin udah bikin sakit di dada ya ehhe).Tapi, Nilai riset gue itu kira-kira jatohnya begini (Dari semester 1 >4 dan gue nikah di semester 2 akhir) : 95-90-85-75. Nah, tadinya gue masih santai banget nih dapet nilai 75, mikirnya “Wah alhamdulillah bukan 60”.

Tapi suami gue menjelaskan dan seorang senpai dari universitas lain bilang kalau nilai itu adalah nilai berdarah2 ahaha. Karena entah tesis akhir kita super jelek dan ga memuaskan, atau Sensei kita memang segitu keselnya sama kita.

Sebenernya setelah mengerti arti dibalik angka 75 ini, gue sama suami jadi berfikir lama apakah aman untuk lanjut S3 di Jepang, karena kemungkinan besar bakal jadi tanda tanya banget sama tim reviewer PhD nya.

2.  Saking takutnya gue kalau  Sensei gue ini bakal memberikan tekanan kepada gue kalau tahu gue hamil, dan malah mempengaruhi ke janin. Dilain pihak, gue ingin menunjukkan bahwa mahasiswa hamil itu masih bisa diandalkan, jadinya gue memutuskan untuk memberitau kalau gue hamil saat bulan 6 >>7. Itu karena jadwal melahirkan gue itu nyerempet dengan sidang pre-thesis dan perut gue ga bisa disembunyikan hahaha.

Tentu ini keputusan kontroversial karena ada yang menganggap kalau tidak memberitau Sensei dari awal adalah hal yang tidak sopan. Tapi gue rasa, untuk karakter Sensei gue ini, ini adalah sikap terbaik yang gue bisa. Btw, sensei gue tidak membaca isi tesis gue lho, karena bahkan dia ga yakin gue bisa mengumpulkan tesis WKKWW

 3. Sensei gue itu kurang tau bagaimana keadaan orang hamil, di deket2 masa melahirkan pun dia meminta gue untuk menjawab email dengan cepat dan memberikan dia beberapa analisis paper.

Bahkan di saat gue sedang kontraksi menuju lahiran. Karena gue merasa selalu dikejar seperti ini, nampaknya ini berpengaruh terhadap stress pasca melahirkan. Gue sampai sekarang ga abis pikir kenapa gue kepikiran untuk baca paper H+2 lahiran, dibandingkan leha-leha nonton youtube -_-. sungguh saat itu gue sedang tertekan secara akademik.

4. sehabis melahirkan pun sensei gue tidak memberikan selamat apa2 dan agak keliatan kesal saat gue balik ke lab untuk riset. Tapi ga apa, karena muka sensei gue hampir selalu keliatan lagi kesel, jadi gue sebenernya udah terbiasa. Saat anak gue masih 2 bulan, Sensei gue meminta gue untuk menetap di tempat riset gue selama seminggu padahal saat itu gue masih menyusui dan uang riset gue sudah ekstra minim.

 Mungkin, karena Sensei gue belum menikah kali ya dan punnya anak, jadi dia bener-bener ga mengetahui (dan ga mau tahu mungkin ya) tentang gimana posisi anak didiknya.

Tapi, tentu saja gue tidak memberikan alasan menyusui sebagai alasan untuk menolak usulan menginap seminggu, gue memakai alasan: Maaf, tapi dana riset saya sudah habis sensei.

Setelah itu Sensei gue diam dan tidak memaksa gue pergi, kayaknya memang kasian juga, kayaknya dana Lab sosial itu jauh lebih terbatas kali ya dibanding lab sains.

 Apa sih efek punya hubungan yang cukup unik selama S2 lo ini di kehidupan pasca S2 lo?

Efek paling parah nya adalah ke arah akademik. Jadi, pasca lulus, Sensei gue menolak memberikan surat rekomendasi untuk urusan S3 gue. Dia bilang “maaf, tpi saya tidak bisa mengomentari itu (riset kamu)”. Sedih sih, jadi pukulan berat juga karena Sensei sendiri ga bisa ngasih surat rekomendasi.

Tapi, anggap ini sebagai tanda tanda Allah baik, lebih baik tidak memberi surat kan daripada isinya malah menjatuhkan (misal). Jadi, anggap saja sensei sebenernya dari dalam hati terdalam, dia peduli dengan masa depan kita hehehe.

ALHAMDULILLAH. Meskipun Sensei gue ga mau ngasih surat rekomendasi, tapi masih banyak Sensei lain yang ternyata mau memberikan gue surat rekomendasi, bahkan seorang sensei dari jaman gue exchange dulu pun, meskipun sibuk luar biasanya ( Sensei tersebut jadi wakil rektor), dia tetap meluangkan waktu menuliskan surat rekomendasi buat gue.

Sungguh banyak orang baik di dunia ini. Untuk kalian yang ditolak oleh Sensei untuk memberikan surat rekomendasi, tenang aja, insya Allah masih ada jalan lain untuk menempuh studi lanjut.

Nilai 75 di transkrip dan tidak mendapatkan surat rekomendasi Sensei alhamdulillah tidak menjadi alasan untuk tidak bisa mendapatkan LoA S3. Alhamdulillah dengan surat rekomendasi 2 dosen lain, gue diterima di Queensland University. Meskipun ga jadi S3 hahaha, seenggaknya bisa menjadi acuan orang lain yang mempunyai pengalaman S2 kelam kayak gue, tapi masih mau S3 😉

Allah Maha Baik dan Maha Mengetahui Isi hati hambaNya, jadi kita harus percaya itu dan sungguh2.

Mempunyai suasana lab yang tidak begitu normal bagi diri gue, dan konfrontasi yang intens selama S2 itu sedikit2 membangun antipati gue terhadap orang Jepang. Entah kenapa, ini membuat dinding komunikasi antara gue dan orang Jepang. Mungkin selama S2, gue kebanyakan menemukan orang-orang Jepang yang cukup unik dan membingungkan.

Sehingga gue berfikir, “Ada ga sih orang Jepang yang bener2 baik?”, “Apa semua orang Jepang itu kayak gini?”

Ini cara pikir yang tidak baik sama sekali. Gue camkan sekali lagi, pola pikir yang seperti ini membuat diri makin ke arah tidak baik. Dengan berfikir begini terus, gue justru makin males ngobrol sama orang Jepang dan penuh dengan prasangka buruk. Alhamdulillah, saat ini, keadaan ini pelan2 membaik apalagi karena gue melihat kehidupan S3 Suami gue yang sangat adem ayem.

Sensei dari suami gue sangatlah baik hati dan tipe2 family man, sehingga dari perjalanan S3 beliau gue mengetahui bahwa mayoritas Sensei di Jepang itu memang baik, kebetulan gue lagi diuji kesabarannya aja 😃

Alhamdulillah juga, saat ini gue diberi kesempatan Allah untuk memulai kehidupan baru di Kota baru. Ternyata dengan pindah ke kota baru, entah kenapa itu memberikan efek jiwa untuk me-reset dari 0, menjadi individu yang baru. Di kota yang baru ini gue mentekadkan diri untuk lebih melihat orang sekitar gue sebagai sebagai kertas putih. Dan gue percaya dengan teori psikologi bahwa pada dasarnya semua orang itu baik, ga ada yang terlahir udah jahat.

Btw, gue jadi penasaran Dita, dengan segala hal yang lo hadapi, gimana caranya lo tetep bisa ngumpulin thesis dengan jarak ga jauh dari lahiran?

Alhamdulillah banget banget banget gue punya keinginan kuat untuk lulus, supaya ga berlama-lama dengan kondisi lab yang cukup membuat gue tertekan. Alhamdulillah, Ibu gue pun dipermudah Allah SWT untuk datang ke Jepang karena jangka waktu pengerjaan thesis yang cukup darurat. 4 bulan pasca melahirkan harus sudah dikumpul.

Untuk para Ibu baru yang punya kondisi kayak gue, maka satu hal yang harus dicamkan: Harus galak sama diri sendiri! ini adalah saat-saatnya kita putus hubungan  dari segala bentuk internet, acara kumpul-kumpul dan harus taat dengan jadwal yang dibuat sendiri.

Waktu itu, jumlah hari yang gue murni gunakan untuk menulis tesis adalah 20 hari. Dengan pembagian waktu adalah: Jam 7-12 Gue full di depan komputer sementara Ibu gue dengan baiknya memegang segala Kebutuhan Kyoko. Istirahat di sela itu hanya ada karena gue butuh nyusuin kurang lebih 15 menit. Lanjut lagi jam 13-16 untuk mengerjakan tesis. Ga boleh buka internet sama sekali, matikan wifi!

Jam 17- Kyoko tidur, gue yang megang full karena Ibu gue menyiapkan buka puasa dan sahur (yaps, saat itu lagi bulan Ramadhan). Jam Kyoko tidur maka gue juga tidur. Kenapa? karena badan gue termasuk yang ga bisa begadang, sekali begadang maka efeknya bakal luar biasa ke hari-hari kedepan.

Kalaupun mau begadang, gue sarankan agar ambil jarak 2 hari sekali, supaya badan ga kaget. Selain itu, lebih baik kita sudah mulai memerah ASI ga lama sehabis lahiran supaya saat kita mulai ngerjain Thesis, ASIP kita sudah cukup untuk memenuhi asupan si bayi. Memang masih sedikit sih, tapi yang jelas memang ga boleh ditunda ya 😉

Oiya, untuk yang berencana ingin hamil, menikah selama S2 dan mempunyai Sensei yang tidak begitu supportive, gue sarankan untuk menyelesaikan dulu “tanggungan” lulus kita, seperti: gakkai dan paper. Kebetulan gue alhamdulillah banget sudah selesai gakkai sebelum nikah dan paper gue selesai sebelum melahirkan (mulai dikerjaan saat awal2 hamil)

Karena, kita ga tau bagaimana kondisi kita ketika hamil nanti, apakah tipe2 yang masih sehat2 aja bisa jumpalitan atau tipe2 yang harus bed-rest macam gue ini.

 

Kalau boleh pilih satu hal yang paling menyedihkan selama S2, lo bakal milih apa?

Sebenernya gue rada males nulis ini, karena ini akan membangkitkan kenangan2 yang ga begitu nyaman hahaha. Sebenernya pada awalnya gue ga merasa ada yang salah dengan suasana S2 gue, sampai suami gue melontarkan

bahwa memang keadaannya cukup ga normal (karena doi membandingkannya dengan suasana Lab doi yang normal banget untuk ukuran univ jepang)

Nampaknya gue mau tulis disini supaya kalian yang memang sedang merasa down karena suasana kampus, jurusan yang bikin kesel dan ga sesuai ekspektasi, bisa sedikit naik suasana mental nya karena lo ga sendirian. Mungkin banget pengalaman gue ga separah kalian :), seenggaknya kali2 bisa ngebuat kalian senyum2 sambil bilang “Cupu lo dit gitu aja betean” XD

Selama di lab gue sendirian dan tidak punya teman diskusi. Gue tidak pernah di ajak makan-makan lab dan tidak pernah juga dibuatkan welcome party oleh lab, dan boro-boro ada sotsugyou party alias pesta kelulusan buat gue.

Kalau misalnya ada yang anggota lab-nya bilang: “Wah X-san kan muslim ga bisa makan daging yang haram, ayo kita cari halal-friendly resto”, maka harus sangat bersyukurlah kalian. Karena ada orang yang kondisi nya justru malah ga pernah diajakin, ditanyain “mau ikut ga?” pun ga pernah kwkwkwk.

Gue meninggalkan lab gue dengan bebersih dibantu oleh suami gue, setelah itu gue menaroh kunci lab yang biasa gue pake di dalam mail box ruangan Sensei gue,  dan meng-email sensei gue “sensei makasih bimbingannya, ini kunci lab saya sudah taro di mailbox”. Lalu tidak ada balasan 😃. Lalu ya begitu saja lo meninggalkan Lab. Tapi percayalah, itulah momen paling melegakan dan mengharukan. Karena dengan memberikan kunci lab gue merasa bahwa gue udah selesai keluar dr cengkraman sensei gue :”)

Saat Wisuda kelulusan,  ga ada anggota lab atau sensei yang menghampiri gue, tapi alhamdulillah bangett Sensei gue rela memberikan selamat via Email. seenggaknya dia tau kalau gue udah lulus, kalau enggak dikasih selamat, gue khawatir beliau nyangka gue nambah semester :))

Gue bercita2 bahwa gue harus wisuda tepat waktu dan akan wisuda dengan menggunakan Hakama Shibori (jenis kain yang gue riset-in). Tapi apa daya menuju hari gue wisuda gue justru kena muntaber (akibat salah makan saat pulang dr indonesia). Saat itu gue pasrah ga tau bisa wisuda atau enggak.

Begitu gue sudah cukup fit, ternyata malam sebelum wisuda anak gue pun panas badannya, membuat gue makin pasrah bisa wisuda atau enggak. Saat itu gue cuman bisa menatap sedih hakama yang udah gue pesan hehehe

Alhamdulillah besoknya ternyata panas nya Kyoko sudah agak turun dan gue bisa datang ke kampus, sayangnya memang karena Kyoko belum sehat benar jadi agak susah mengkondisikan doi pagi2 😃

Gue dateng telat ke wisuda, ga sempet ikut seremonial nya. Tapi karena gue maksa gue pengen tetep pakai hakama, akhirnya gue tetep pakai pakaian itu dan datang ke hall kuramae yang dipenuhi wisudawan yang meluber keluar. Suasana hujan sehingga kesempatan foto-foto ga gitu banyak.

Kalau mau didramatisir sebenernya itu adalah keadaan wisuda yang paling ga mau gue inget. Karena sesungguhnya gue udah membayangkan sejak dulu  bahwa gue harus ikut wisuda S2. Karena gue merasa S2 ini adalah sebuah proses pendidikan yang bener2 menguras mental gue.

Gue ingin memberikan kado diri sendiri dengan memberikan kesempatan seluruh jiwa raga gue duduk 30 menit, merasakan masa-masa terakhir menjadi mahasiswa Tokyo Tech. (trus gue nangis dong sambil nulis ini -___- )

Kalau ada yang merasa kalau duduk wisuda itu membosankan bahkan memilih untuk skip wisuda, percayalah ada seseorang diujung tsukuba yang sudah menunggu 2 tahun untuk momen itu. Ada orang yang begitu semangatnya menunggu momen wisuda itu. Jadi, gue pernah sekali agak kesel karena suami gue merasa tidak perlu ikut seremonial S3 nya, terus gue dengan spontan bilang “ Ga boleh gitu, ga boleh sombong coba bayangin orang yang pengen wisuda tapi ga bisa wisuda (dan berharap bisa tuker badan demi bisa ikut wisuda kek gue)” kwkwkw.

Mungkin itu juga yang membuat gue semangat untuk S3 lagi sekitar setahun lalu. Gue ingin wisuda dengan cara yang baik, gue ingin wisuda dengan bapak ibu gue disamping hehehe dan anak-anak gue. Makanya setahun kemarin ketika gue memutuskan untuk tidak S3, hal yang paling membuat gue baper adalah gue ga bisa merasakan momen wisuda lagi hihi.

Kalau boleh pilih satu hal yang paling menyenangkan selama S2, lo bakal milih apa?

Yang paling menyenangkan selama S2 adalah gue dapet teman yang bisa membuat stress gue ilang dengan makan-makan dan jalan-jalan bertema absurd. Misalnya, gue dan sohib gue Teh Dani, kami dengan random naik 18 kippu ke kanazawa dan nyobain segala jajanan.

Selain itu, tentu saja gue diberi Allah berkah dengan menikah di tengah proses S2, yang justru membuat akademik gue makin stabil dan jiwa makin tenang. Setelah nikah justru gue makin ngerti cara nyari paper, dan gue justru alhamdulillah bisa nulis paper. Karena alhamdulillah  gue dapet suami yang punya banyak fungsi, salah satu nya fungsi sebagai senpai riset hahahaha.

Selain itu, alhamdulillah Kyoko anak yang sangat mengerti keadaan emaknya, seperti layaknya setiap anak bagi emaknya.

Dia bukan tipe tipe yang bangun malam jadi gue bisa menyambi baca paper di malam hari, selain itu dia tipe anak yang tahan diajak bepergian, jadi kalau harus ikut ke lapangan sebentar untuk riset, dia masih oke2 saja ga nangis2 heboh.

Apa sih pelajaran riset paling berharga selama lo S2 ini? Lo punya kesan pesan khusus ga?

#Turunkan ekspektasi

Untuk kalian yang pernah exchange di Jepang, lalu merasa bahwa Jepang adalah tanah yang paling cocok untuk kalian S2 karena didasarkan pada pengalaman masa lalu ==  Maka kalian harus benar-benar memikirkan masak2 karena kesenangan itu hanyalah fatamorgana kwkwkwkwkwk

Berdasarkan hasil nanya random kepada teman2 yang dulu pernah exchange ke Jepang dan melanjutkan S2 ke jepang, mereka merasakan shock perubahan suasana antar kedua masa itu hahaha. Karena memang kalau sedang exchange, kita bukan sedang menjadi mahasiswa beneran kan, karena load akademik nya ga seperti mahasiswa biasa 😃

Jadi, kalau memang mau melanjutkan S2 ke Jepang lagi, ya memang karena suka dengan ilmu dan sudah cocok dengan Sensei saat exchange dahulu, atau sudah melakukan studi dalam tentang kampus dan programnya ya 😉

#Kalau sudah tidak tahan, bilang!

Ketika gue cerita bahwa gue punya masalah dengan sensei gue kepada sekelompok grup, dan gue bilang masalah ini berakibat bahwa gue ga dikasih surat rekomendasi, maka seorang senpai berkata: “Makanya ini pelajaran bahwa kita harus baik sama orang, karena siapa tau suatu hari kita butuh bantuan mereka”.

Gue merasa ada yang mengganjal sama omongan ini, tapi gue bingung apa yang aneh, sampai akhirnya gue menemukan sebuah rumusan: “Baik ke semua orang itu keharusan, abis baik lupain aja. Berbuat baik bukan karena emang punya butuh”.

Menurut gue kalau dihubungkan dengan konteks hubungan ke sensei adalah: Kita harus baik kepada Sensei kita karena Allah SWT menyuruh kita seperti itu, jika kita salah, maka kita harus mengakui nya, ga usah ngeles, iya-in aja kalau memang kita yang salah.

Tapi, kalau itu bukan kesalahan kita, dan kita dipermalukan di depan umum sampai berkali-kali. Sekali lagi, dipermalukan tetapi itu bukan kesalahan kita dan itu dilakukan di depan umum, seperti misal:

 “Saya yakin dita san ga ngerti, karena yang ngerti hal ini cuman orang Jepang, ya kan”, Ketika sensei gue salah ngasih informasi ke gue, yang orang administrasi aja ngerasa ada miskom antara pembimbing dan murid.

“Saya kasih tau sekali lagi, setelah ini jangan pernah buat trouble lagi kalau mau lulus”. Padahal lo ga ngelakuin hal-hal ekstrim yang membuat kedutaan jepang ingin mengeluarkan lo dr teritori mereka.

Menurut gue, sah saja kalau lo mencoba menjelaskan dan menjawab “tuduhan” itu di depan umum dengan bahasa yang baik dan tidak dengan nada tinggi. Seenggaknya agar orang-orang paham bahwa kita ga seperti itu, apalagi kalau kita satu-satunya mahasiswa asing disana. Gue takut mereka punya potret jelek tentang orang Indonesia kalau gue ga berani menjelaskan posisis gue saat itu

Alhamdulillah selama berada di bawah tuntunan sensei gue, gue balajr menjawab tuduhan di depan umum dengan nada suara flat ehheehhehe

 #Pilih program internasional yang bagus

Salah satu faktor ketidaknyamanannya mahasiswa asing (gue dan temen mesir gue adalah mahasiswa percobaan untuk program Internasional perdana dari graduate school kami) adalah karena sistem kurikulum yang belum terstruktur dan membuat bingung sensei (professor) dan muridnya.

Terkadang ada ketidaksinkronan informasi antara urutan courses yang harus diambil oleh murid sebagai syarat kelulusan. Bahkan Sensei gue pun bingung courses apa yang harus gue ambil untuk lulus, sehingga untuk hal ini biasanya gue konsultasi langsung ke kepala program (karena sensei gue meminta demikian).

Sampai di kepala program, beliau bilang bahwa itu hak sensei untuk menjelaskan. (lalu gue bingung karena terombang ambing)

Sehingga, menurut gue sih lebih baik pilih program internasional yang memang secara kurikulum sudah terlihat jelas dengan course yang disajikan memang nyambung dengan jurusannya.

Pilih jurusan yang memang khas nya dari universitas tersebut, ga apa kalau memang bukan top jurusan dari universitas tersebut, tapi jangan terlalu abstrak kayak gue. misalnya ambil ilmu nyerempet antropologi di kampus yang punya begron kuat teknik dan sains.

#Ga ada perubahan positif tanpa KAGET di awal

 Kalau kalian merasa kehidupan S2 kalian ga banget dan penuh dengan noda kegagalan disana sini, percayalah banyak banget sebenernya efek positif dari hal yang menurut kita ga banget dikenang tersebut.

 Kalau dipikir-pikir, kalau gue ga dipaksa dengan cara seperti ini sama sensei gue, gue ga akan bisa ngerti cara baca paper, cara membuat paper yang baik dan bagaimana membuat urutan thesis ilmu sosial yang bisa dimengerti.

Walaupun cara memaksanya cukup kejam menurut gue, tapi ini mampu membuat kita menaikkan kemampuan baca kanji. Cukup lumayan sih, seenggaknya gue bisa membaca hasil translate indonesia-jepang dari paper gue sendiri hahaha.

Alhamdulillah ya Allah T,T

 

#Kalau sudah terlanjur tercebur, nikmati basah-basahannya aja!

Ada seorang senior yang bilang kalau misalnya “Ga ada dit di Jepang ini yang ga ngerasa salah ambil Sensei”, yang bisa diartikan dengan: yang punya “penderitaan” ini ga cuman elo aja hahahaha. Jadi, berhenti mengeluh dan ya udah nikmatin aja basah-basahannya. Lagipula ga ada yang memaksa kita untuk S2 atau S3 kan? daripada mengeluh tentag riset sendiri memang lebih baik ya jalanin aja. Apalagi, untuk kasus gue, ada kontribusi kesalahan gue disitu yang ga dengan baik-baik mencari informasi di awal, jadi ya harus berjuang sampai lulus. Insya Allah banyak banget hikmah dan pelajaran yang bisa diambil 🙂

Dit, setelah ini gue harap lo udah ga kesel lagi ya dengan pengalaman S2 lo, dan semoga lo bisa merealisasikan hal-hal yang ingin lo capai yang lo tulis juga di tesis lo 😉

Tengs! saat ini gue sedang menuju impian gue untuk merealisasikan apa yang gue tulis di tesis. Jalan ini jelas ga mulus, tapi tolong doakan gue ya! wkkw.Insya Allah, gue udah melupakan hal-hal kelam selama S2 lalu 😀

Oiya, untuk siapapun yang membaca ini, semoga ini bisa memberikan sedikit banyak informasi tentang kuliah di Jepang. Ingat, ini hanya cerita pencilan dari mayoritas kuliah di Jepang yang menyenangkan 😀

 

15
 *Jaman2 baru masuk Tokyo Tech hahaha

Bersuamikan PhD “biasa”

Bulan Mei tanggal 1 kemarin ini adalah hari pertama Ayah Kyoko mengawali hari sbg mahasiswa postdoc. Setelah 5,5 tahun menjalani hari sebagai anggota Nobuhara Lab, sekarang Ayah Kyoko menjadi paling tua di Ukita Lab.

Ayah Kyoko sendiri tdk pernah terfikirkan bahwa perjalanannya akan sejauh ini. Lebih jauh dari perjalanan hijrah ke UI dari Palembang saat 2005 silam. Ayah Kyoko srng menganggap dirinya adlh orang yg biasa, kadang malah teramat biasa. Sebagai kawan hidup 24 jam, Gw pun ikut terhanyut ke dalam cara “orang biasa” ini menghadapi kehidupan S3 nya yg “biasa”.

Ayah Kyoko menghadapi conference dgn cara yg biasa. Gw nampaknya jarang melihat beliau kurang tidur menuju hari presentasi, bahkan terkadang gemas ketika mendengar beliau berkata “Waduh, mas belum selesai nih padahal besok harus dikumpul”. Tp anehnya, Ayah Kyoko pernah mendapatkan Best Paper dgn proses pengerjaan yg terlihat “sederhana”. Sederhana di mata yang ga ngerti keilmuan doi sama sekali.

Gw kaget kok bisa ya seperti itu, tp Gw yakin Ayah Kyoko lebih kaget lagi.

Ayah Kyoko mengakhiri studinya di Jepang dgn hal yg amat sangat Gw inginkan: berfoto senyum bahagia bersama Sensei dan mendapatkan penghargaan salah satu mahasiswa berprestasi jurusan.

Sesungguhnya, Gw sangat penasaran dgn apa yg terjadi. Kenapa perjalanan studi beliau jauh beda dgn pengalaman S2 Gw, yg kalo dijadiin trilogi nya Fearstreet mngkn bisa best seller. Setelah gue renungi dalam-dalam, sedalam kalau ibu2 catering lagi ngegodok rendang porsi 1000 orang, gue mendapatkan beberapa poin pelajaran:

Allah Menganugerahi suami Gw, sensei yg mempunyai “metode” yg sesuai dengan suami gw. Beliau ogah di “supervisi” terlalu detil dan suka diberi ruang kebebasan. Maka, Sensei nya pun memberikan yg dibutuhkan.

Ayah Kyoko ternyata suka diam-diam begadang tp membiarkan “begadang” nya cukup dia yg rasakan. Beda dgn Gw, yg habis begadang agak lebay dan seenggaknya membiarkan salah satu lapak sosmed tau. Terkadang Ayah Kyoko ngomong juga sih kalau misalnya tiba-tiba gue minta tolong beliau mencuci sesuatu, mungkin karena terlalu ngantuk. sori yah hihi

Ayah Kyoko mngkn mengerjakan suatu tugas dgn waktu yg tdk lama, tp ketika fokus maka tidak ada yg bisa mengganggunya. Mngkn kecuali footy.room, beda dgn Gw yg jumlah New Tab bertambah dengan cepat seiring makin lama pengerjaan tugas. Ini serius.

Ayah Kyoko bukannya tidak pernah gagal atau tidak pernah mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan selama S3, namun Ayah Kyoko nampaknya lebih suka berkata bahwa apa yang dia hadapi tidak apa-apa dibandingkan orang lain. Padahal, kalau termasuk manusia versi “baper” kayak gue misal, bisa aja kita selalu punya alasan untuk terlihat menyedihkan kali yah.

Ayah Kyoko, selamat menikmati masa post-doctoral sebelum kita balik ke Indonesia insya Allah untuk bertemu dengan “perang” yang sebenernya. Insya Allah akan banyak hal yang bisa kita lakukan di Jepang sebelum pulang , aamiin!

Ayah1Ayah2Ayah3

 

 

Cerita Singkat Survey ke Nagoya

Assalamualaikum kawan-kawan, Kali ini insya Allah diri ini akan bercerita tentang survey awal ke Nagoya. Sebenernya sih tujuan kami adalah ngikutin Ayahnya Kyoko yang dipanggil sama professor baru nya di Toyota Technological Institute.Tetapi berhubung Ibu Kyoko merasa bahwa kebahagian suami adalah kebahagiaan istri juga (ini apa sih wkkw), akhirnya Ibu Kyoko meminta (baca: rada maksa) untuk ikut ke Nagoya huahahahaha. Sekalian hadiah ulang tahun gitu loh ah.

SEKILAS TTIJ

Alasan serius nya adalah Ibu Kyoko ingin tau bagaimana suasana Nagoya, tepatnya bagaimana suasana sekitar Aioiyama, lokasi pasti dari TTIJ (singkatan si kampus Toyota). Sebelum cerita singkat perjalanan ke Nagoya, gue mau cerita kalau Ayah Kyoko itu bukan kerja di perusahaan Toyota. Melainkan di kampus teknik yang dibawahi oleh Toyota. Si Toyota ini membuka sekolah teknik di Aichi ken (Aichi Prefecture), di base nya asalnya sendiri. Mungkin ini adalah bagian dari usaha untuk mengembangan daerah asal? keren yah.

Disini jumlah murid ada sekitar 300? 100 setiap angkatan mulai dari S1 sampai S3. Disini, katanya mereka yang lulus sudah mendapatkan spot di Toyota, industri besar di Dunia. Jadi, ga salah memang kalau untuk masuk ke sini makin kompetitif.

Fokus si TTIJ untuk saat ini memang bukan computational engineering, sehingga lab dari professor ayah Kyoko (yang lebih ke arah ilmu komputer) memang baru saja dirintis.  dengan ini harapannya Ayah Kyoko punya kesempatan belajar banyak tentang bagaimana membentuk lab dan kultur lab dari awal. Semangat ayah Kyoko!

NAIK SHINKANSEN KE NAGOYA

posnagoya1

Dari dulu kepengen banget jalan bareng Kyoko naik shinkansen, alhamdulillah Allah SWT menghendaki. SENENG PISAN. Karena emang pada dasarnya gue suka kereta dan punya ambisi ngajak bocah perempuan ini naik 18 kippu, apa daya belum umur jadi kita mulai dari yang indah dikenang dulu alias susah diulang karena tiket mihil.

Cara yang klasik gue lakukan kalau mau naik shinkansen adalah pilih untuk naik dari Tokyo, alias dari terminal utama sehingga kemungkinan kita dapat kursi sangatlah tinggi. Kalau kita naik dr shinagawa dan shin yokohama pas lagi weekdays jam sibuk, wah…..

Nozomi, Hikari dan Kodama adalah tipe kereta untuk perjalanan ke Tokai Area dan area kebawahnya lagi seperti Okayama dan Hakata. Nozomi itu tidak lebih banyak berhenti dibanding Hikari  atau Kodama yang mirip 各駅停車. Jadi, kalau kita menggunakan Nozomi, maka urutan pemberhentiannya adalah: Tokyo >> Shinagawa >> Shin-Yokohama >>Nagoya

Nozomi punya jumlah  自由席lebih sedikit dibanding Hikari dan Kodama, dan harga Jiyuuseki (duduk manapun syilakan) 自由席 memang lebih murah dibandingan 指定席 alias reserved-seat. Nozomi punya 3 gerbong (Car 1-3) bebas, Hikari 5 gerbong bebas (Car 1-5), sementara Kodama punya 7 gerbong bebas (Car 1-7). Untuk lebih detilnya bisa dilihat disini: http://railway.jr-central.co.jp/train/shinkansen/detail_01_02/unit.html

Kenapa gue sampai nulis gerbong nya, karena kalau misalnya kita ngejar kursi bebas tapi kita naik eskalator yang lebih dekat ke car nomor 15 misal, artinya kita harus lari ngejar  ke gerbong kursi bebas yang letaknya jauh, lari santai biar masih dapet tempat duduk kosong. Jadi, untuk mereka para pencari kursi gerbong bebas, harus teliti memilih eskalator. Biasanya ditunjukin kok di palang deket eskalator informasi bahwa eskalator ini akan membawa kita ke car nomer berapa. posnagoya2Foto di atas ini adalah penampakan ayah Kyoko yang sedang mengantri untuk shinkansen. Btw ini pemandangan weekdays jam 10 hihi. Tokyo- Nagoya menghabiskan waktu sekitar 100 menit dan pagi-pagi pasti laper banget gaa ziii.Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membeli onigiri di deket gate Shikansen deket Yaesu Gate (nah lho banyak banget gate nya wkw). Ini favorit gue dari jaman single terkapar ke Tokyo dari Kanazawa. Insya Allah aman dimakan, tentu kecuali yang tempura nya yak, biasanya ditambahin shoyu yang kemungkinan pake alkohol (kecuali mau ditanya detil tapi berhubung gue males yowes dihindarin aja).

Enak banget! angetttt, emang beda yah onigiri dari 専門店 nya (toko khusus ngejual sesuatu-senmonten-sori buat translation yang aneh) dibandingkan dengan onigiri buatan konbini. Tapi Kalau mau onigiri konbini yang enak sebenernya ada di Ministop, tapi lebih mahal ajah. Lah kok gue malah ngomongin onigiri..wkwkwk

Gue dan mas haris masing-masing kita beli dua, karena satu mana cyukup men. Kyoko cukup cuil2 aja. posnagoya3

Oiya, cuman informasi tambahan, di shinkansen itu ada WC khusus untuk ganti popok lho, jadi ga usah takut ga bisa ganti popok anak di shikansen. dan WC nya insya Allah relatif bersih.

SAMPAI DI NAGOYA: PERLAHAN-LAHAN BYE KANTO AREA!

Gue sebenernya udah beberapa kali bolak-balik ke Nagoya selama riset di Arimatsu untuk S2, jadi sedikit banyak sudah terbiasa dengan transportasi di Nagoya,  serta ruwet dan penuh nya Nagoya Eki. Daerah tempat yang akan kami tinggali berjarak 35 menit dari Nagoya eki dan membutuhkan jalan yang cukup jauh mendaki sampai ke asrama.

Yaps, kami akan tinggal di asrama sementara di awal-awal postdoc ayahnya Kyoko. nama Asramanya rada canggih gitu, Ti-House. azeekkk, biaya perbulannya sudah termasuk air dan gas, jadi kita tinggal bayar listrik. Alhamdulillah.

Sayangnya disini ga bisa ada orang menginap, keluarga pun hehehe. Ti-House sudah menyediakan kitchen yang cukup canggih dan kamar mandi yang nyaman. Alhamdulillah

posnagoya4

Selain itu kami juga melakukan kunjungan pertama kali ke Toyota Technological Insitute, pertama kali ngeliat kampus ini suasananya mirip sama Suzukakedai Campus, kayak di kampung pedalaman tapi canggih ahahhaha. Disana Ayah Kyoko bertemu dengan sensei nya pertama kali secara langsung! Insya Allah Ayah Kyoko akan belajar banyak dari sensei yang baru. Gue pun ikut deg-degan karena Ayah Kyoko sejak dari master`s degree sudah klop banget sama sensei nya yang sekarang, sampai doctoral degree. Tapi insya Allah, suasana baru akan membuat Ayah Kyoko jauh lebih produktif bismillah.

Oiya, Ayah Kyoko kemarin baru terpilih sebagai Mahasiswa terbaik di jurusannya huhuhu. Gue ikut terharuu karena melihat betapa beliau ganbare tapi masih mau berbagi beban rumah tangga ama gue ahuhuhu.

Oiya lagi. Kenapa gue berharap mas haris bisa lebih produktif karena lokasi Asrama ke Kampus tinggal kedip hahahaha. Yah bismillah ya bok ❤

posnagoya8posnagoya6

Kampusnya kecil yah ehhehe, lebih kecil dari ITB. selain mengunjungi kampus, kami juga keliling daerah sekitar Aioiyama yang daerahnya cukup mendaki gunung lewati lembah… Kayaknya gue makin mirip Kim Jong Kook nih tinggal disini. Semoga BMI hamba segera normal ya Allah… hihi aamiin

posnagoya10

Kami ga banyak keliling sekitar Nagoya, kurang lebih yang kami lakukan adalah berjalan kaki sepanjang Aioiyama Station. Untuk mengukur kira-kira daerah ini apakah cukup benri atau tidak. Sampai sekarang sih gue ngerasa kurang benri yah, tapi ga apa, bisa diartikan bahwa gue akan banyak berjalan kaki dan lebih sehat.

Sekitar juga ada banyak Cafe atau 喫茶店, yah begitulah khas dari Aichi, banyak Cafe disini mungkin bagian dari kultur masyarakatnya yang suka ngobrol sambil makan dan minum kopi? salah satu buktinya adalah Komeda Coffee yang hits pisan di Jepang itu kan asalnya dari Aichi ken. Kayaknya gue bisa banyak buat pos tentang cake dan cafe di sekitar sini nih hihihihi

Bismillah, tinggal 2 bulan lagi di Tsukuba, semoga bisa meninggalkan Tsukuba dengan memori yang terbaik. aamiin

Sampai jumpa di pos selanjutnya!

Ditaaa

Menelusuri Toko Roti & Kue di Tsukuba パンの街! (Ayo Cari Kue yang halal-Pos bagian kedua)

Assalamualaikum teman-teman pengunjung blog yang tidak sengaja membuka blog ini terus bingung ini blog apa kwkwwk.

Setelah membahas mengenai toko roti yang aman di Tsukuba, mari kita membahas mengenai Toko Kue yang mempunyai beberapa varian yang asik dikunyah. Di Tsukuba itu sebenernya ada 1 toko kue besar yang punya beberapa cabang, ampe di mall pun juga ada, namanya Cote D Azur. Tetapi entah kenapa saya belum merasa ini adalah kue terbaik yang bisa Tsukuba berikan kepada penghuninya. azekkkkkkk

Cote D Azur sendiri memang mempunyai produk andalan yaitu half-baked Cheesecake yang emang lumer-lumer asik di dalam mulut dann shortcake buahnya juga enak. seenggaknya saya sangat mengapresiasi Cote D Azur karena banyak kue nya yang bisa dikonsumsi (Tidak ada ゼラチン ataupun Alkohol)

Okeh, kita mulai pembahasan kue-kue kita yang lain yaa, ga banyak kok, hanya ada 3 toko kue:

 

I. ANTENOR

https://www.antenor.jp/

Lokasi: Di Tsukuba Senta-Seibu

Libur: Tidak ada Libur tetapi Seibu per maret 2017 ini akan tutup 

Alkisah waktu itu saya dan Kyoko sedang ingin refreshing berdua, kebetulan saat itu bapake sedang berjuang presentasi di negara om Totti jadi kami rada-rada kesepian wkwk. Ga menyangka ternyata Kyoko sangat kooperatif pergi berdua saat itu, mungkin dia tau emaknya lagi sendirian jadi ga mau rempong. Untuk mengapresiasi saya dan Kyoko (ah alezann), akhirnya saya iseng-iseng berhadiah mendatangi counter ANTENOR patisserie yang syepi bener yah. Tapi Seibu depachika emang selalu sepi sih T,T. Padahal udah sering saya datengin lho, ga ngaruh ya.. (lo siapa dit)

Dari semua kue yang ada saat itu yang mana saya ga inget ada kue apa aja, cuman kue strawberry shortcake ini yang gada Alkohol dan Gelatin. alhamdulillah senangnyaaa

noname.pngWalaupun untuk gede kue yang seuprit itu harganya hampir 500円 T,T , tapi emang sesuai ama rasanya sih. Strawberry nya cukup banyak ditaro dan krim nya enak, tapi cukup sekali aja yah makannya wkkw

Kalau teman-teman penasaran dan mau coba kue yang lainnya silakan ya, tanyakan aja tentang gelatin dan alkoholnya, paling memang butuh waktu agak lama aja buat beli karena Ibunya akan ngecek ke buku daftar ingredients dulu 🙂

KESIMPULAN

Harga: $$ (Mahal sih ya dibanding toko kue yang lain, bener2 harga premium)

Varian yang halal dimakan: $ (Di Etalase saat itu cuman strawberry shortcake aja sih yang bisa dimakan)

Kenyamanan: $$ (Standar toko kue di mall besar ga bisa makan di tempat hihi)$

Rasa: $$$$ (Enak, strawberry yang dimasukin di dalam strawberry shortcake nya kek nya emang strawberry mihil deh wkkw mungkin premium とちおとめwkkwkw)

II. MOI!KKA

https://tabelog.com/en/ibaraki/A0802/A080201/8016711/  & https://www.facebook.com/pg/moikka.homemadecakes/reviews/

Lokasi: 茨城県 つくば市 春日 4-20-1

Libur: Hari Selasa

20161031_123024moikka-newMoi!kka adalah toko kue imut berlokasi tidak jauh dari rumah, toko roti yang cukup baru juga. Terkadang saya berfikir apakah di Jepang itu “hukum 4p” place, people, price, product itu benar-benar berlaku rigid agar suatu usaha itu laku. Bahkan ada seorang dosen yang memfokuskan bahwa place itu paling penting dari semua faktor marketing mix. Lucu nya, saya menemukan dua kasus anomali. Yaitu tetep langgeng berjalannya Toko Kue Moikka dan Kedai Kopi Sugaya (yang bahkan dianggap salah satu coffee shop yang paling masyhur di Tsukuba) meski berada di tengah-tengah lingkungan Kasuga yang syepi bangett bahkan suara klakson mobil pun jarang pisan.

Mungkin karena produknya yang beda dan rasa yang ga pernah boong yah hihi. Nah karena melihat eksistensi unik dari Moikka ini lah yang menyebabkan saya tertarik untuk coba wkwkwk. Mayoritas dari kue yang dijual di Moi!kka itu mengandung gelatin atau alkohol dan tipe kue yang dijual pun berubah-rubah jadi memang lebih baik ditanya saja ya yang mana yang OK dimakan. Mereka membuka order khusus untuk kue ulang tahun juga lho 🙂

Beberapa kue yang pernah saya makan adalah

  1. Honey Lemon Cake: Kue bentuk hati yang manisss banget. enak bangett sih enggak yaa karena kemanisan. Tapi OK kayaknya kalau dimakan bareng kopi jadi manisnya pas.
  2. Victoria Cake: Ini krim putih enak yang diapit oleh dua soft cake yang lembut2 keras namun ga rapuh (apa sih). Saya rasa cake yang dijadiin base nya sama kayak Honey Lemon Cake cuman manis nya lebih pas.
  3. Brownies: Brownies nya legitt dan enak, dan apakah sangat enak luar biasa istimewa? menurut saya sih enggak ya hmm. Brownies Kartikasari masih bisa diadu lah sama kue ini.
  4. Scone: Rasanya enak lucu sih kayak kue ga jadi. Suami saya juga suka ini. Buat saya yang suka coba-coba buat scone yang gagal akhirnya memahami bagaimana rasa scone yang sesungguhnya.

Bapak Chef dan pegawai Toko Moikka ini ramah bangett sama anak kecil dan kepada orang dewasa cem sayah. Merasa sangat dihormati sebagai konsumen pokoknyah <3. Kyoko dikasih susu pas dateng ke toko ini, karena Kyoko ga suka akhirnya saya yang minum. Always.zzz

KESIMPULAN

Harga: $$ (Mihil)

Varian yang halal dimakan: $$ (

Kenyamanan: $$$$ (Tokonya kecill tapi nyamann dan staff nya baik hatii)

Rasa: $$$ (Enakk tapi ga luar biasa gimana2 gituu)

III. PATISSERIE KOMON

https://tabelog.com/en/ibaraki/A0802/A080201/8014714/

Lokasi: 茨城県 つくば市 二の宮 3-27-2 グリシーヌヴィラツクバ 102

Libur: Hari Senin dan hari selasa minggu ke dua dan keempat

20160219_160140

Hubungan saya sama toko kue ini rumit, karena sebenernya rasa kue-kue di Komon ini secara general enak dan asik harganya, lebih masuk akal dibanding toko kue skala kecil lain. Yah emang ada beberapa kue yang ga masuk akal sih komposisinya, cuman masih bisa dimaafkan. Cuman yang bikin saya ama suami saya gemesss adalah Chef utamanya yang keliatan rada somse aja ama kami ga pernah senyum WKWKKWWK.

Jenis yang bisa dimakan disini lumayan banyak. Macam kue nya berganti2 jadi memang ditanya aja ke staff tokonya yang baik hati yaa tentang apa aja yang dimakan. Jangan ragu :). Jenis yang bisa dimakan adalah

  1. Roll Cake: Andalan toko kue sini, kuenya lembuttt dan volume nya gedee, menurut saya enak sih emang roll cake nya. Meski saya berharap dia ngasih serpihan strawberry di krim roll nya wkkw.
  2. Strawberry Shortcake: jangan berharap kue nya penuh dengan krim manis kwkw, rasanya manis nya itu samar-samar, khas Jepang banget lah. Namun justru itu yang saya suka
  3. Banana Tart: Jangan dibeli yak, komposisi pisang ama kue nya ga sebanding bangetttttt, itu sih beli aja pisang di AEON dikasih krim kue selesai. Ichigo Tart disamping Banana nya ga bisa dimakan karena pake gelatin.

20160219_16020920160219_160237

Pound Cake Matcha nya enakk. Kenapa saya memilih mencoba Pound Cake Matcha dibanding Pound Cake Citrun dan Chocora? karena iseng. udah itu aja, setelah itu terkadang rasa cake matcha itu tricky ye suka kemanisan jadi penasaran pengen coba. Ternyata yang ini rasa manisnya pas dan azuki nya bikin makin enakk.

20160219_162359

 

Tiramisu nya rasaya enak dan lucu. Rasa keju nya kenceng banget, feeling saya sih jumlah cream cheese yang dipake lebih banyak dari mascarpone nya. Tiramisu yang ini aman insya Allah buat ibu hamil, kan biasanya tiramisu itu ga bisa dimakan karena krim di atasnya itu suka ditambahin telor mentah, tapi krim tiramisu ini ga dipakein telor. Tapi rasanya tetep enak kok, lebih enak yang dari costco punya menurut sayah

20160219_164116

egg pudding nya enak! kenapa? karena rasa telor nya ga terlalu ketara bangettt! rasanya lembutt. Yang gateau chocolate cake di atas ini juga bisa dimakan, cuman sebenernya gateau chocolate ini bisa buat sendiri karena rasanya kek coklat batang yang di dielelehkan campur tepung butter sedikit lalu di dinginkan. bikinnya gak sampe 30 menit insya Allah.20160219_165526

Banana Tart ini enak tapi ga osusume, sudah saya jelaskan di atas ya kenapa ga direkomendasikan. Jadi mari cari jenis kue lain hihii

KESIMPULAN

Harga: $$$ (Asik lahh seribu yen bisa dapet 3 kue lumayan size nya)

Varian yang halal dimakan: $$$.5 (Lumayan banyak yang bisa dimakan)

Kenyamanan: $$ (Karena yang punya toko ga pernah senyum wkwk tapi staff nya baik kok)

Rasa: $$$$ (Di Tsukuba ini, menurut saya rasanya paling cucok di lidah keluarga sayahh)

 

Iyaps, begitulah laporan Kue dari saya, suami dan Kyoko. Insya Allah kami akan terus berusaha memakan cake dan roti yang halal dan enak wkkw (hadeuhh)

Sampai jumpa di pos selanjutnya!

 

Cheers,

Ditaa ❤

 

Menelusuri Toko Roti & Kue di Tsukuba パンの街! (Ayo cari makanan yang Halal! (Part 1-Toko Roti)

Assalamualaikum teman2, berhubung banyak rekues (sok2an wkwk) untuk ngebahas toko-toko roti yang aman dimakan di Tsukuba. Maka insya Allah pada laporan ini Ibu Kyoko akan memaparkan sedikit pengetahuan tentang Toko Roti dan Kue yang pernah disambangi dan menjelaskan apa saja yang aman dan yang harus dihindari.

Peraturan umum mencari roti dan kue di Jepang adalah sederhananya:

  • Jangan pernah takut bertanya, karena orang Jepang itu sangat menghormati konsumen dan tau bahwa kita berhak di edukasi sepenuhnya tentang barang yang akan dibeli (Hal ini tidak berlaku untuk industri telekomunikasi yang banyak tipu2 iklan -__-)
  • Pengusaha makanan Jepang peduli terhadap informasi allergent. Sehingga mereka berusaha memberitau produk mana yang ada campuran allergent seperti kacang, babi, ayam, gandum, dst. Sehingga kita bisa tau yang mana yang secara jelas tercampur dengan daging atau tidak.
  • Meskipun mereka mencantumkan campuran allergent pada produk-produknya, tetapi ingat bahwa ラード LARD atau lemak babi atau アルコール atau Alkohol tidak masuk dalam jenis allergent, sehingga harus ditanyakan terpisah. Untuk Lard, lemak babi bisa saja dioleskan di Loyang bukan hanya di roti nya.
  • Roti homemade skala kecil cendrung jauh lebih aman dari roti chain store. Karena mereka tidak menggunakan shortening ataupun emulsifier (pengecualian Toko Roti Morgen, mereka meskipun toko kecil tetapi tetap menggunakan shortening tumbuhan- jadi tetap aman ya karena dari tumbuhan).
  • Sampai saat ini, yang saya pelajari dari semua toko roti yang saya sambangi adalah bahwa Roti yang mengandung buah itu selalu sebelumnya si buah tersebut direndam ke dalam alcohol, brandy atau wine. Termasuk Raisin. Jadi hindari roti yang mengandung buah-buahan. Kecuali ubi ya, lagian ubi umbi kali bukan buah ye.
  • Untuk Kue, lebih simple. Cukup tanyakan ゼラチン(Gelatin), Lard dan Alkohol. Hampir banyak toko kue menaruh alcohol dan gelatin pada kue nya, sehingga harus diwaspadai ya.

Insya Allah peraturan umum di atas tersebut tidaklah rumit., Justru sangat mudah mencari roti dan kue yang aman dimakan di Jepang jika kita mau modal nekat bertanya dengan membawa alat tulis dan pulpen. Sungguh, sangatlah tidak bersyukur menurut saya, jika hanya karena kemalasan kita, maka kita jadi sembarangan mengambil makanan demi memuaskan hasrat lapar kita. Karena sayang kan udah beli makanan pakai uang halal tapi yang masuk ke perut bukan hal yang berkah 😦

CARA INVESTIGASI TOKO ROTI DAN KUE

Apakah saya menyambangi Toko Roti dengan acak dan random? Sebenernya iya juga wkkw. Tapi seenggaknya ya bokk saya mencoba meng-googling, melakukan riset kecil-kecilan tentang toko roti di Tsukuba yang HITS nan popular. Betapa kaget nya saya, ternyata Kota Science City ini juga dijuluki sebagai パンの街 Kota Roti dikarenakan tidak susahnya kita untuk menemukan Toko Roti di Tsukuba ini.Begitu juga dengan Toko Kue yang jumlahnya cukup banyak.

Yang saya sambangi adalah Toko kue dan roti yang mempunya review bagus di Internet dan mempunyai nilai tinggi di Tabelog タベログ, selain itu, saya juga membaca produk mana yang hits dari toko tersebut.

Awalnya, biasanya, saya mulai dengan meng-email toko roti tersebut melalui FB (zaman saya masih punya FB) atau melalui kolom 問い合わせ yang ada di Website. Saya menanyakan apakah:

  1. 乳製品以外動物由来物を含まれていますか? Apakah selain dari dairy products, di roti ini juga tergantung bahan hewani lain? (Untuk mendeteksi apakah mereka menggunakan emulsifier hewani atau shortening hewani)
  2. ラードを使えますか? Apakah roti-roti di Toko ini menggunakan Lard?
  3. アルコールを含まれていますか? Apakah mengandung Alkohol?

(Sebelumnya mohon maaf, saya tipe pembelajar bahasa Jepang yang ga gitu bagus secara grammar, jadi kalau ada bahasa yang broken mohon maaf sekali. )

Setelah itu, saya dan keluarga mengadakan kunjungan ke toko roti tersebut untuk mengetahui bagaimana rasanya, dan roti mana saja yang bisa dimakan. Oke, langsung saja kita bahas beberapa toko roti yang pernah saya sambangi ya.

I. TOKO ROTI MORGEN

(Tabelog: https://tabelog.com/en/ibaraki/A0802/A080201/8000410/)

Lokasi: 茨城県 つくば市 千現 2-13-2

Libur: Hari Kamis. Hari Minggu dari Minggu ke 2, dan Hari Selasa dari Minggu terakhir.

Morgen berlokasi di dekat Doho Kouen,sehingga kurang asik memang untuk disambangi dengan bis. Jadi pilihan aman adalah dengan sepeda atau dengan mobil. Morgen ini adalah salah satu Toko Roti tertua dan hits yang ada di Tsukuba. Toko Roti Morgen berlokasi di samping Toko Kue Sieger yang hampir semua kue nya tidak bisa dikonsumsi, kecuali Kue Dark Chocolate (harap di konfirmasi ulang).

Morgen terkenal karena Roti Tawar nya, bahkan katanya sebelum jam 11 pagi sudah habis dan harus pesan sebelumnya kalau tidak ingin kehabisan. Beberapa kawan mengaku antrian untuk membeli roti disini lumayan. Tapi Alhamdulillah kami belum pernah ngantri padahal jam 11 dateng kesana, mungkin kami ga sadar kali ya dapetnya roti sisa. Morgen adalah satu dari sedikitt sekali Toko Roti yang buka di hari Selasa secara, karena mayoritas toko roti dan resto itu memilih libur di hari Selasa. Harap cek di link tabelog di atas kapan si Toko Morgen ini tutup ya.

ROTI DI MORGEN:

Morgen memang lebih banyak menjual roti manis. Sekalipun yang kita beli bukan jenis roti manis, tetap dasar daging roti nya manis hihi.

Toko roti bersejarah Tsukuba ini juga mempunyai beberapa produk paduan yang ga biasa. Contohnya adalah roti dengan paduan renkon semacam radish gitu, krim asin dan wijen hitam. Kalau di pikir rasanya bakal aneh pisan, ternyata enggak lho! Rasanya enak!

Morgen berusaha mencampurkan hasil pertanian khas kebanggaan Tsuchiura (salah satu daerah terkenal di ibaraki) yaitu renkon dan digabungkan dengan roti mereka yang lembut. Atas ide tersebut, saya acungi jempol buat toko roti ini!

Harga yang ditawarkan lumayan, di atas 100円 dengan volume cukup besar yang mengenyangkan. Croissant disini bisa dimakan, roti tawar dan baguette nya juga aman. Selain yang berbuah, berdaging dan ber-raisin insya Allah aman dimakan.

Untuk cinnamon rolls nya, walaupun tidak terlihat dari luar, sebenarnya di dalamnya terkandung raisin, jadi mohon hati-hati ya ketika memilih roti nya.

FAVORIT IBU KYOKO

Disini yang paling disuka adalah Almond White Chocolate Pastry yang rasanya pas manisnya dan taburan almond yang kaya di atas rotinya. Selain itu, sebagai penggemar keju, saya harus berikan apresiasi terbaik untuk Kuri-mu Chii-zu Pan yaitu roti krim keju yang berbentuk bundar, yang luar biasa enak krim keju nya.  Suami saya sebaliknya tidak terlalu suka dengan roti krim keju nya, karena volume krim nya terlalu banyak dibanding roti nya.

ROTI DARI TOKO MORGEN YANG PERNAH KAMI MAKAN BESERTA FOTONYA

Dari gambar di atas, saya suka Cream Cheese Bread dan Almon Cream Cheese Bread. Untuk Anko Bread alias Anpan yappari saya kurang suka anko kecuali di mochi hahaha, maafkan aku anpanman T,T

KESIMPULAN

Harga: $$$

Varian yang halal dimakan: $$$

Kenyamanan: $$ (Sayang ga menyediakan tempat duduk huhuhu tapi emang mayoritas toko roti ga sih ya)

Rasa: $$$

II. TOKO ROTI ENCUIT アンキュイ

http://encuit.jp

Lokasi: 茨城県つくば市稲荷前33-1

Libur: Tiap hari selasa

 Encuit adalah toko roti yang menurut saya punya rasa paling enak dan mewah! Mungkin terbawa si chef utama nya yang sebelumnya pernah jadi chef hotel. Harganya juga lumayan banget mahalnya, jadi kalau kesini ga bisa sering-sering karena dompet bisa bocor. Lokasinya juga jauh, dekat ke arah Mall AEON yang besar itu. Sehingga mungkin bisa lebih enak kalau naik mobil atau pakai sepeda ya huhuhu.

Encuit ini menggunakan lahan bekas oil and gas station alias SPBU jadi secara eksterior dia unik banget!

APA KEKUATAN ENCUIT

Encuit ini meskipun toko rotinya kecil, tapi dia menyajikan banyak sekali variasi. Dan banyak yang bisa dikonsumsi! Untuk yang tidak bisa dikonsumsi, sang chef utama memberikan guideline yang insya Allah lengkap

  1. ra-do atau minyak lemak babi digunakan pada セーグルノアレザン Ini semacam roti keras dengan gula hitam gitu. Ini adalah roti yang disajikan di hari sabtu, minggu dan pada hari-hari libur nasional. Dan kita diminta untuk menghindari tipe-tipe roti ラスク Rask karena ada Lard juga disitu
  2. カヌレ Alias roti yang bentuknya kayak tutup semprotan pewangi hihihi itu ga bisa dimakan karena mengandung alcohol. Almond Croissant dan roti ber-raisin juga tidak bisa dikonsumsi. Roti dengan Dry Cherry dan Orange juga tidak bisa dikonsumsi karena direncam dengan wine.

ENCUIT juga menyajikan sandwich non-daging yang enak banget, seger dengan porsi besar cocok dimakan untuk sarapan. Krim yang digunakan di banyak roti tidak bikin eneg meskipun jumlahnya berlimpah.

Yang paling terkenal dari Toko roti ini adalah Croissant nya, 大人気!Sangatt hitss dan saya paham kenapa. Karena selain GEDE gan, rasanya krenyes moist dan emang mewah nih rasanya. Semua pastry nya juga dibuat dengan hati-hati gitu, serasa makan di tempat mahal (ya emang rada mahal sih wkwk). Roti Croissant nya sering habis

Kalau Ada waktu, cobain croissant coklat juga, selain lapisannya lembut, coklatnya juga ga katro. ENAK!

BEBERAPA ROTI ENCUIT YANG PERNAH KAMI KUNYAH BESERTA GAMBARNYA

4

Salmon Kinako Cream. ENAK BANGET DIMAKAN SAAT PANAS! ini favorit Ayahnya Kyoko, yap harganya emang lumayan mahal, tapi emang setara dengan rasa yang ditawarkan. Krim mantap dengan rasa ga eneg. Btw, ga dianjurkan untuk makan ini saat udah dingin yah karena nanti jadi malesin rasanyah. Jadi kalau memang dia berkrim, lebih baik dimakan saat hangat atau diangetin dulu di Toaster :). Berikan Roti kesempatan untuk mengeluarkan potensi terbaiknya, jangan males diangetin WKKW.

5

Mini Salmon Bagel. Ini emang dingin sis rotinya, enak! salmon nya ga bau, bentuknya mini jadi abis makan ini rasanya sehat2 diet aja gitu. Ini roti kesukaan saya dari encuit ❤

6

Saya bukan fans cinnamon roll, tapi ini OK. Keliatan rada gosong yah? tapi enak kokk, rasanya krenyess si cinnamon roll nya <3.

 

7

これは最高!!Ini emang oke. saya akuin sampai sekarang belum ada croissant yang enak banget yang bisa ngalahin croissant encuit. Selain itu, dia buatnya juga ga pake diolesin lard. Sungguh saya apresiasi setinggi2nya. Seperti yang sudah saya bilang, mereka punya jenis chocolate croissant juga yang mana saya lebih suka dibanding croissant plain ini yang rasanya udah WOW WOW WOW WOW!

8

Saya lupa nama roti ini, kalau ga salah ada kata “Tsukuba” nya gitu, hmm apa semacam Mahkota Tsukuba? wkwk gak lah ya masa namain roti alay gitu. Ini enak, custard cream itu biasanya ada rasa grenjel2 susu dan rada2 ada pait2 dikit di ujung lidah, tapi INI HALUS MEN rasanya!!!

Untuk yang ga terlalu suka krim, saya ga anjurkan untuk coba, tapi untuk pencinta custard krim alias カスタードクリームini mah WAJIB!

KESIMPULAN

Harga: $$ (mihil)

Varian yang halal dimakan: $$$$

Kenyamanan: $$ (agak sempit tapi bagus kok tempatnya dan kepala Chef nya ramah banget banget mau balesin email kita yang ribet)

Rasa: $$$$.5

III. TOKO ROTI PETERPAN (ピータパン)

https://tabelog.com/en/ibaraki/A0802/A080201/8002332/

Lokasi: 3-9-20 Azuma Tsukuba Ibaraki

Libur:Buka Syelaluu~

Alkisah kami mendengar bahwa ada satu roti yang paling tua ada di tsukuba, mungkin udah lebih dari 19 tahun kali itu toko roti berdiri. Suasana toko roti pun tua-tua klasik, disini memang tempat warga Tsukuba bercengkrama pagi. Apalagi dengan kopi panas yang diseduh di tempat tidak pakai mesin, beuhh makin pengen berlama-lama.

Toko roti ini menjual roti gaya jerman, yang kalau saya baca sih roti nya keras nan bergandum tapi enak (maaf ya para pakar roti kalau saya salah jelasin, maklum belum pernah ngerasain langsung roti di jerman T,T). Mayoritas dari roti disini menggunakan cairan hasil fermentasi yang ternyata mengandung alkohol. Jadi memang pilihannya kurang banyak.

Rasa dari roti peterpan ini hmm sejujurnya kurang cocok sama lidah keluarga pak Haris. Kering dan keras. Hmm mirip roti2 di kantin SMA gitu kali yah, begini nih roti-rotinya:

10

  1. Roti Keju Asin : Biasa aja sih rasanya uhuhuhuu, maafkan sayaa Peterpannn
  2. Roti Almond Sugar: Terlalu kering huhuhu maafkan sayaa
  3. Meronpan: lumayan tapi ga terlalu spesial
  4. Roti keong coklat: Enak itu paling mending dari semuanya, tapi rasa coklat nya ga spesial, agak2 pait, kurang mewah rasanya
  5. Roti cinnamon roll: Ini juga enakk! kedua paling mending deh menurut sayahh

Selain di atas ini, roti-roti jenis lain seperti croissant dan roti tawar itu tidak bisa dimakan. Kalau mau amannya, makan 5 roti di atas ini aja yah huhuhu

Nuansa dalam toko nya seperti ini nih:

KESIMPULAN

Harga: $$$$ (Cendrung murah)

Varian yang halal dimakan: $$

Kenyamanan: $$$

Rasa: $$

IV. TOKO ROTI PAIN DE VRIE

https://tabelog.com/en/ibaraki/A0802/A080201/8002856/#anchor-rd-detail

Lokasi: 茨城県 つくば市 春日 2-36-5

Libur: Selang seling senin atau selasa

Ini adalah salah satu toko yang sering disambangi oleh Ibu Kyoko, dikarenakan lokasinya yang bisa disambangi dengan jalan Kaki. Dengan membawa stroller sekalian olahraga pagi, Ibu Kyoko menghabiskan 1 jam bolak balik. 30 menit satu kali jalan karena banyak perintilannya, diem dulu liat anak anjing, diem dulu si Kyoko mau ngeliat daun wkkwk. Yah begitulah perjalanan kami.. wkwkwk

Lokasi Pain De Vrie sampingnya Kasuga Kouminkan 春日公民館, dan mudah ditemukan karena warna bangunannya biru dan kuning sangat beda sama kanan kirinya. Lokasinya juga tidak jauh dengan Sekolah Dasar & SMP Kasuga. Mungkin karena owner nya mempunyai anak-anak usia sekolah, jadi roti yang disajikan adalah roti dengan rasa lembut, rasa anak kecil. Mungkin memang target market nya adalah balita, bayi, atau anak2 SD. Interior Toko nya cute pisan juga, bikin kita melek deh kalau masuk hihi.

Disini rotinya ga pake lard dan alkohol, asik banget kan? jadi variasi yang dimakan banyak. Yaa tentunya tetep menghindari yang berdaging yak! Kalau pas lagi ada acara di Kasuga Kouminkan, sempetin mampir deh, harganya moderate kok ga mahal2 banget.

interior

BEBERAPA ROTI YANG DIBELI

Sebagai Penggemar keju, yang jelas saya seenggaknya nyobain varian keju setiap beli. Roti lempeng keju mozarella atau cheddar enak, asin nya pas volume nya juga oke kok. Selain itu, beberapa temen membeli meronpan yang katanya rasanya enak, saya sendiri belum coba.

Yang beberapa kali saya beli adalah Creamcheese Bluberry Bagel, simpel karena volume nya besar haahha, enak banget euy pencampuran kedua hal tersebut ❤ (ini bahasanya apa sih).

20160819_104835

Satsumaimo Mushi Pan. Roti kukus ubi manis buat si Kyoko. Dia ga tahan sih makan 1 biji ini, paling cuman setengah hahaha, sehingga ibu nya akan makan sisa nya. Yah begitu deh diet ku gagal T,T (salah sendiri ngajak anak wisata ke toko roti). Rasanya enak, ada bau2 vanili kayaknya yah. Ini adalah kue pertama kali yang saya beliin buat Kyoko.

20160819_105005

Milk Bread ini adalah produk 人気 Hits dari Toko Roti Pain De Vrie, enak banget emang, krim susu nya bedaaaa! Enak pisan! Duh ini emang wajib dicoba. Pernah nyobain milk bread dari toko lain yang terkenal juga, tapi ini beda. Ga gitu berbentuk krim lebih cair, dan rasa susunya kenceng banget. buat saya sih enak banget yah hihi.

20160819_105136

 

KESIMPULAN

Harga: $$$ (Standar ajaa)

Varian yang halal dimakan: $$$.5 (Banyak, tapi tipe roti nya emang mirip2 satu sama lain)

Kenyamanan: $$$ (Interior lucu dan staff sekaligus kasir yang ramah)

Rasa: $$$.5 (Cukup standar)

V. TOKO ROTI COURONNE

http://www.couronne.co.jp/shop/tsukuba/

Lokasi: 〒305-0056 茨城県つくば市松野木字中山40

Libur: Hari Senin & Hari Selasa di Minggu ketiga

Akhirnya kita membahas toko roti favorit keluarga Pak Haris! Disini enak banget, karena selain roti nya enak, harganya lumayan, dan kita dikasih kopi gratis atau minuman dingin. Atmosfer nya enak! Staff nya ramah dan kepala toko nya juga ramah menjelaskan segala hal nya kepada kami sungguh terharuu. Disini kita bisa minta roti kita diangetin atau dipotong sesuai dengan keinginan kita. Sayangnya lokasinya rada jauh euy, jadi huhu ga bisa diakses via bus.

1

PERATURAN ROTI COURONNE

Roti yang tidak bisa dimakan adalah baguette, croissant, shokupan alias roti tawar, apapun yang berbuah dan ber-raisin. Selain itu insya Allah aman. Yah sekali lagi saya tambahkan kalau yang berdaging juga ga bisa dimakan juga yak berarti soalnya ga halal. Nah, roti yang kami suka beberapa kali beli, yang kami ga sempat foto karena selalu abis sebelum difoto wkwk adalah:

  1. Roti Mochi (Tapi sekarang udah ga dijual lagi huhuhu)
  2. Roti Yasai Taco (Enak banget sayurannya, dan si roti nya itu enak banget tipis krenyess)
  3. Chocore-to Mushi Pan (Kue kukus coklat, volume nya gede, enak kok cuman jangan berharap rasa coklatnya bakal menampar ya, rasanya ya kayak bolu indonesia ajah wkkw)
  4. Roti Tinta Cumi isi Mentaiko (bakal jijik pertama kali ngeliat tapi ASLI ini ENAK PARAH!! Awalnya kami ga suka dan geli trus mikir ini kenapa roti kok ada terus dan sering abis yah, bentuknya jelek gitu. Tapi ternyata rotinya enakk, asin2 asik gitu, Kyoko aja suka banget ampe suka berebut ama emaknya.
  5. Kinoko Cream Bread: Ini favorit sayaa, rasanya kayak Kinoko Guratan (mirip creamy saos pasta) yang panas dimasukan kedalama adonan roti, beuhhhhh rasanyaa. Dicocol sambel belibis makin mantap wkkw.

Selain itu, keluarga kami suka mengkonsumsi roti-roti berikut ini:

2

Ini Cream Cheese pastry, sebenernya di kantin tsukuba daigaku juga ada, tapi ini versi lebih mewahnya. Cream Cheese nya enak dan ga eneg, pastry nya kriukk.

3

Kalau lagi laper emang paling enak beli ini, Half Big Cheese Bread! Banyak banget kejunya, di setiap sisi ada ga pelitttt. Lebih enak lagi kalau kita mau makan di tempat kita minta sama pegawai toko buat diangetin dulu.

4

5

Choco Pastry dan Mont Blanc pastry yang oke banget dimakan sama kopi. Rasanya enak krenyess tapi harus saya akuin kalau pastry dan croissant itu emang spesialisasi Toko Roti Encuit. Namun, enaknya nih di Courounne kita bisa makan roti sambil minum kopi gratis! Nyesss enak!

Montblanc itu kayaknya sih kalau indera perasa saya ga salah2 amat intinya cuman gula di atas pastry aja, enak tapi ga spesial hehe.

6

Favorit Suami saya alias Ayahnya Kyoko. Ini roti asin dipadu dengan renyah nya Goma atau wijen. Cream cheese berpadu pas dengan tipis nya roti. Ayahnya Kyoko selalu aja kalau ke Toko Roti ini beliii roti wijen ini 😀

7

Egg tart ini kenapa tiba2 ada di koleksi roti saya pun ga paham. Pertama kali nyobain ga gitu favorit sih, Manis-manis creamy custard cream. Cuman akhirnya pas saya ke Hongkong dan nyobain egg tart yang digadang-gadang itu, saya ngerasa Egg tart Couronne ini jauh lebih mending dari yang egg-tart Hongkong itu, mungkin karena egg-tart hits asal hongkong itu telor nya kerasa bangett kayak makan telor rebus dikasih krim T,T.

Buat Para penghuni Tsukuba, kalau harus milih 1 dari list toko roti yang ada disini untuk dikunjungi, mungkin Couronne kali ya?

KESIMPULAN

Harga: $$$ (Standar ajaa)

Varian yang halal dimakan: $$$  (Lumayan banyak, tapi mengingat keseluruhan jumlah roti yang ada di Couronne sebenernya yang bisa dimakan ga sampe setengahnya))

Kenyamanan: $$$$ (Suasananya enak bangetss )

Rasa: $$$$ (Enak!)

V. TOKO ROTI DONQ & DELIFRANCE 

Lokasi: Tsukuba Center (Mall di dalam Senta)

Libur: Tidak ada libur. Tapi per Maret ini Seibu Tsukuba Senta akan tutup, sementara DonQ belum tau bagaimana nasib nya

20160816_142402

Roti DonQ dan Delifrance suasanya hampir sama sehingga orang suka ketuker. Cara bedainnya cuman 1, Delifrance ini lokasinya ber-cafe, sedangkan DonQ tidak menyediakan tempat duduk. Yang harus hati2 tetep sama yah, hindari daging, buah dan raisin.

Untuk DonQ roti tawar dan croissant nya aman dimakan. Roti keong coklatnya enak bangett mirip sama rasa German Bakery di Kanazawa yang menurut saya menjadi salah satu toko roti terbaik yang pernah saya rasakan hiksu. Roti potato campur keju campur krim yang ada di gambar pojok kanan bawah juga enak bangett, ga salah kalau jadi salah satu roti hits dari DonQ.

Petugas toko merekomendasikan corn bread sebagai roti yang cucok buat anak kecil, emang enak sih kenyel2 tapi ga susah dipotong, jadi dikunyah nya juga enak. ga hanya Kyoko, emaknya aja suka wkwk.

Untuk Delifrance sendiri saya kurang detil sebenernya karena harga roti nya mahal dan rasanya ga lebih enak dari encuit tapi 11-12 sama DonQ. Delifrance juga bisa dimakan roti tawarnya. Selain itu, pizza, croissant dan meronpan nya juga enak namun memang tidak istimewa.

KESIMPULAN UNTUK DONQ

Harga: $$$ (Standar ajaa)

Varian yang halal dimakan: $$$  (Lumayan banyak)

Kenyamanan: $$$ (Petugasnya ramah pisan mau ditanya banyak di tempat)

Rasa: $$$ (Enak tapi ga secara mayoritas bisa dibilang” enak banget”! )

 

 

Begitulah perjalanan Saya dan Kyoko dan Ayah Kyoko mencari roti di tsukuba, insya Allah perjalanan mencari roti ini masih akan berlanjut sampai Maret 2017 wkwk semoga kami tetap semangat yah mencari roti2 yang aman dan enak untuk dimakan!

Untuk pos khusus mengenai toko kue, akan saya bahas di post selanjutnya!

Pesan sebelum menutup pos ini: Ayo telusuri makanan aman halal di daerah masing2! Mumpung kita di Jepang, penjualnya sangattt menghormati konsumen! ❤

 

Salam,

 

Ditaaaa ❤

Kalau Kyoko (dan adek2nya) penasaran Ibu di kampus ngapain aja…(Episode 2)

Halo Kyoko yang lagi bobok dan adik2nya. Jangan lupa sikat gigi sebelum tidur dan jangan biasain begadang ya wkwkkw.

Btw, Ibu udah lama banget nih ga lanjutin  cerita tentang Ibu di kampus S1 dulu, atau bahkan ibu sudah lupa apa yang Ibu tulis di pos sebelumnya hahahaha. Jadi, tolong maafkan ibu ya, kalau banyak cerita yang ga koheren dan aneh dirasa.

Okeh, mari kita lanjutkan yah, sekarang ibu akan bercerita berdasarkan tokoh-tokoh yang muncul dan dari mereka Ibu banyak belajar :).

SUPPORT SYSTEM IBU 1: TEMAN KOS YANG LUAR BIASA!

 

Pengalaman jauh dari Datuk dan nenek adalah masa-masa yang membuat Ibu sadar bahwa keberadaan orang tua itu memang ga bisa digantikan, keberadaan fisik orang tua memang tidak bisa digantikan telfon ke rumah. Masa-masa menanti balik untuk ke depok (Btw, ibu lebih sering pulang ke rumah ya dibanding mamak dhika, mamak dhika itu satpam kampus wkwkkw), tidak terlalu menyiksa karena Ibu alhamdulillah punya sahabat-sahabat kosan yang luar biasa saling mengisi kebutuhan jiwa teman-teman kosannya hahaha.

Kami semua punya sifat yang berbeda banget, cara belajar yang berbeda, dengan jurusan yang berbeda. di kosan ini, kami dibuat bersatu karena kalau tidak maka kami akan ditekan oleh penjaga kosan heehehhe. Ah sudahlah, bagian yang itu kita tidak usah bahas ya Kyoko.

Tante Nadia Rayhanna adalah tante yang ibu kagumin, Tante Nadia ini multitalenta banget Kyoko. suaranya bagus, bahasa Inggris tulis nya bagusss sekali sepertinya Ibu bisa lihat bahwa tante Nadia terbiasa dengan bacaan Bahasa Inggris yang diksi nya elegan. Tante Nadia juga jago foto, bukan hanya bagus dari sisi pengambilan gambar, lebih dari itu, foto nya selalu penuh dengan makna. Tante Nadia ini dalam 🙂

Tante Nadia memutuskan berhijab ketika di tengah-tengah masa ngekos, saat itu Ibu senang sekali melihatnya. Tante Nadia lulusan Delft loh Kyoko, keren yah! Kalau Kyoko mau tau tentang kuliah di Belanda, Kyoko bisa tanya ke Tante Nadia 😀

disini yang di tengah adalah Tante favorit ibu juga, namanya tante Dina. orangnya lucu banget Kyoko. Khas anak jurusan FSRD. Orangnya berapi-api dan terkadang bikin kita deg2an kalau lagi marah, tapi di saat yang sama, Tante Dina ini pembela kebenaran alias ga takut mengutarakan apa yang dia anggap benar. Keren deh tante Dina ini.

Tante Dina ini selera musik nya sama kayak Tante Nadia, yang mana ibu kurang mengerti hahahaha. Tante Dina dulu SMA 8 (satu SMA lho sama Tante Nadia) pernah mengikuti Exchange program ke US, sehingga bahasa Inggris nya lancar. Tante Dina dulu salah satu orang yang menyemangati Ibu untuk terus berusaha mendaftar Exchange Program ke Jepang.

Pernah, suatu ketika Tante Dina bilang “Dit, menurut gue lo bakal ke Jepang deh, beneran!”. Wah saat itu, Ibu masih ingat, ada semacam api2 yang muncul di mata Tante Dina, lucu deh. Alhamdulillah Kyoko, ternyata ga cuman Ibu yang terlempar ke Jepang dan Tante Nadia yang terlempar ke Belanda. Tante Dina juga terlempar ke Italia belajar desain <3.

Selain yang ada di foto ini, ada Tante Ima cantik yang resik yang juga saat ini sedang ambil PhD di Tokyo Tech, ada Tante Tyas yang pintar gambar, ada Tante Yusie yang saat ini jadi hijabers cantik dengan banyak follower dan ada Tante Fira yang imut yang sedang sibuk mengabdi untuk Jakarta.

SUPPORT SYSTEM IBU 2:  TEMAN-TEMAN SATU JURUSAN 

kuliah di SBM itu secara lingkungan memang jauh dibandingkan dengan suasana jenjang pendidikan ibu sebelumnya Kyoko, Ibu butuh 1 tahun lebih untuk beradaptasi dengan kawan-kawan sejurusan Ibu. Tapi Alhamdulillah, setelah itu Ibu justru merasa amat beruntung pernah mengecap pendidikan di SBM bersama dengan teman-teman yang berfikiran aneh, unik. semua orang punya cara berfikir beda, dan mayoritas dosen menghargai cara berfikir muridnya yang aneh.

Walaupun terkadang banyak mahasiswa yang kelewat “ajar” kepada pengajarnya, dan terkadang Ibu pun merasa tidak nyaman melihatnya, tetapi para pengajar cukup sabar menghadapi kami. “tekan-menekan” sesama teman ada, bahkan untuk hal yang tidak penting sama sekali. Perkara fisik, misal. Ibu cuman ingin Kyoko tau bahwa jangan pernah menjadi bagian kelompok yang suka “menekan” orang lain ya, dan kalau Kyoko tau itu salah, maka jangan menjadi kelompok “main aman” yang tidak mau membela orang yang tertekan itu :D.

Yah begitulah, masa-masa S1 memang masa dimana semua orang mungkin melakukan kesalahan terbodoh ya, belum dewasa sepenuhnya. Sehingga kalau diingat sekarang mungkin harusnya taubat yang sebenar-benarnya :).

Alhamdulillah di tengah segala hal pelik, seru, asem, manis selama S1, Ibu punya kawan dekat yang selalu ada di saat Ibu sedang butuh sokongan. Salah satunya ada sahabat ibu namanya Kodil. Tante Fadilla Paramitha namanya, orangnya kocak deh Kyoko. Dia punya cara berfikir yang unik nih si Tante ini, tante ini orangnya sangat rendah hati dan ngajarin ibu banyak hal tentang bagaimana berkomunikasi dengan orang lain.

Tante Kodil ini teman setia Ibu dalam mengikuti kepanitian di luar kampus. Saat jaman Ibu mulai kuliah, alhamdulillah makin banyak mahasiswa jurusan ibu yang mulai aktif di kepanitiaan pusat. Tante Kodil dan Ibu pernah ikut dalam kepanitiaan Pagelaran Seni Budaya dan dalam kepanitian OSKM Orientasi Mahasiswa Baru.

Di dua kepanitiaan besar itu, pertemanan kami makin “terasah”. Ibu rutin juga menginap di kamar nya Tante Kodil, dan lewat Tante Kodil, Ibu jadi kenal juga dengan Tante Lia. Tante cantik yang pernah studi di Newcastle (salah ga ya nama kampusnya) dan sekarang sedang menemani suaminya studi S3 di Kitakyushu. Semoga Kyoko bisa menemukan seseorang seperti Tante Kodil yah di kehidupan pertemanan Kyoko ❤

 

1918700_1195884732098_8373597_n

Di SBM, Kelas Ibu dibagi ke dalam 4 kelas tutorial, dan di tahun ke-dua SBM, dimana kami harus benar-benar terjun ke bisnis dalam waktu 2 semester, teman satu tutorial itu dianggap sebagai teman 1 perusahaan. Mata kuliah “terjun bebas bisnis” itu adalah IBE Integrated Business Experience. Disitu, kami benar-benar merasakan bagaimana rasanya harus memotivasi satu kelas untuk berjualan.

Disitu juga, kami belajar untuk mengetahui talenta masing-masing anggota Kelas. Teman-teman yang fotonya ada di atas itu Kyoko, adalah Tante-Tante yang luar biasa banget. saat ini mereka sedang dalam jalan mencapai goal besar hidup mereka. Ada yang sudah jadi Ibu, ada yang sedang menanti jodoh 🙂

Dari yang berderet di atas itu, ada 3 orang yang memori nya cukup lekat di Ibu, yaitu: Tante Vita, Tante Meta, dan Tante Krista. sebenarnya banyak tante-tante lain yang juga punya memori menyenangkan dengan ibu. Tapi kalau Ibu ceritain nanti bisa jadi 1 tesis saking panjangnya T,T

Tante Vita adalah teman satu kelompok favorit ibu, karena selain selalu punya ide aneh, Tante Vita ini orang yang bertanggung jawab. Tante Vita ini bisa membuat laki2 bandel yang ada dalam satu kelompok untuk takluk ikut mengerjakan tugas. Tante Vita ini disayang sama satu angkatan banget Kyoko hihi

Tante Vita pernah berkata sesuatu yang lucu tapi sangat masuk akal. Katanya: “Gue nanti mau S2 ah”, Trus ada yang nanya, “Buat apa vit?”, kata tante Vita: “Ya biar anak gue tau kalau Ibu nya pinter” :))

Jawaban naif yang dalem yang bikin Ibu inget sampai sekarang.

Selanjutnya ada Tante Meta. Tante Meta ini salah satu aikon MC paling luar biasa oke di angkatan Ibu. Bahasa Inggris oke, bahasa Indonesia pun cukup apik dan enak didengar. Memang hebatnya pola didik di SBM adalah, semua anak SBM itu keluar dengan kemampuan presentasi yang baik (semoga ibu juga begitu heuheu). Nah, kemampuan berbicara depan publik Tante Meta ini jauh di atas rata2. Tante Meta itu juga semangat banget belajarnya, dan yang bisa Ibu liat, tante Meta ini sayang banget sama adek2nya, ibu acap kali kepo ngeliat ke akraban tante meta dan 2 adiknya. Hihi, jadi bikin ibu semangat punya 3 anak perempuan ihihi.

Tante Krista adalah teman ibu yang buat ibu banyak berfikir hahaha. Masa-masa awal dimana Ibu merasa Tante Krista adalah sohib yang asik ketika kami berdua menghabiskan malam untuk belajar mata kuliah paling masya Allah se-tahun kedua SBM, yaitu mata kuliah Operation Management. Disitu kami mulai banyak diskusi, dan menemukan bahwa kami berdua sama-sama agak lemah di mata kuliah itu dan harus berusaha lebih. Tante Krista ini mengajarkan ibu banyak hal, salah satunya adalah bagaimana untuk percaya diri dengan hal yang ingin disampaikan.

(Btw, Tante Krista ini emang tipe2 orang suka ikut Lomba gitu Kyoko, beliau finalis Indonesia untuk Loreal Business Competition dan finalis kompetisi Danone juga, serem. )

Sebelum ibu mau presentasi hal yang penting, dan merasa ga pede, si Tante Krista ini bilang ” Kalau lo aja ga percaya sama apa yang mau disampein, gimana yang dengerin mau percaya sama lo?”. Jleb. Ini adalah kalimat yang Ibu ingat sampai sekarang, seenggaknya sampai Ibu mau presentasi tesis S2.

Perjalanan “garis hidup” Ibu dan Tante Krista ini lucu menurut ibu. Sepaham Ibu, yang mempunyai niat untuk kuliah sampai S3 itu adalah Ibu, karena Ibu yang menggebu2 menjadi dosen dan ambil kuliah sampai S3, dan Tante Krista ibu ga menyangka punya niat kuliah sampai S3 karena ibu mengira beliau akan langsung berkarir di perusahaan atau buka usaha. Namun yang terjadi sekarang adalah Tante Krista yang sedang S3 di UPenn dan Ibu Insya Allah akan mundur dari aplikasi S3 Ibu di Queensland Univ untuk mencoba fokus untuk membuka usaha sendiri. Masya Allah, rencana Allah SWT kepada manusia itu memang bermacam2, dan insya Allah itulah hal baik yang Allah berikan kepada kita.

Tante Krista dan Ibu, kami berdua mengambil “konsentrasi” alias penjurusan yang sama di tingkat akhir kuliah S1. Kami mengambil konsentrasi “Human Resource”, sebuah pilihan yang tidak populer bagi anak2 SBM. Yang hits lalu apa? sudah jelas jawabannya adalah Finance dan Marketing.

Di konsentrasi Human Resource Management (atau orang sekarang lebih senang memanggilnya dengan Human Capital Management), kami ada sekitar 6 orang. Dari semua yang pernah masuk ke Human Capital Management (HCM), alhamdulillah ada dua orang yang masih “lurus” berada di jalur karir HCM. Alias memang masih bekerja di bidang HCM. Terimakasih Dea dan Yanda! kalian HC sejati! wkwk (Sebenernya Tante Krista itu juga masih “lurus” karena sempat bekerja di Hay Group, tetapi setelah itu Tante Krista mengambil S2 dan S3 di bidang real estate kalau ibu tidak salah)

Karena peminat jurusan HC sangat sedikit, sehingga kalau masuk kelas penjurusan isinya dia lagi-dia lagi, di tahun ketiga kami, kami menjadi dekat dan sering tukar menukar ilmu HR. Ketika Ibu dulu mengambil Internship di Human Capital nya Medco Energi pun, Ibu sempat mengontak teman-teman kuliah 1 “konsentrasi” untuk memperkaya pengetahuan.

Foto di bawah ini adalah foto wisuda di tahun 2011, dari kiri ke kanan: Yanda, Yorint, Dea dan Krista. Saat itu, Ibu sedih karena tidak bisa wisuda bareng. Tapi di sisi lain kalau merasa sedih artinya Ibu tidak bersyukur karena di saat itu Ibu sedang berada di Kanazawa untuk mengambil bagian dalam program Exchange 1 tahun. Sebuah hal yang sangat ibu2 cita-cita kan sejak SMP.

 

wisuda.jpg

Nah, di atas itu, Ibu sempat menyebut Om Yorint ya? Dia adalah teman “satu perjuangan” Ibu juga. Beliau adalah ketua angkatan SBM 2011 yang sangat mengayomi angkatannya. Kami bersama om dan tante lain punya tujuan yang besar saat itu bahwa angkatan kami harus berpartisipasi aktif di kegiatan besar kampus. Salah satu hal aktif tergila versi kami (yang meski kata orang -orang mungkin biasa aja hahahaha) adalah dengan mengikuti kepanitiaan PEMILU RAYA Pemilihan Presiden KM ITB.

Ibu lupa persis tahunnya, yang jelas saat itu sedang jaman pemilihan Kak Ridwansyah Yusuf Achmad >< Kak Muhammad Yunus >< Wakil PSIK (maaf kak saya lupa namanya T,T nampaknya beliau anak elektro かな〜). Wah kalau mulai lupa-lupa gini Ibu jadi berasa tua, padahal ibu baru 27 tahun huhuhuhu

Kalau boleh Ibu pilih satu kepanitiaan yang akan membuka mata Kyoko tentang “bagaimana kampus ini bergerak” dan bagaimana “kekuatan di kampus ini tersebar” maka kepanitiaan PEMIRA (Pemilu Raya) inilah jawabannya. Ibu itu pada dasarnya senang mempelajari karakter orang, bagaimana kelompok itu bekerja, bagaimana dan siapa orang-orang kuat dalam kelompok bisa mempengaruhi orang lain misal. Kesukaan ibu akan “manusia” lah yang membuat ibu mengambil jurusan Human Capital juga hahaha. (lah kok nyambung ngomongin jurusan wkkw)

Di kepanitiaan ini, Ibu jadi mengenal karakter manusia-manusia di setiap jurusan. Bagaimana bedanya mahasiswi cantik Teknik lingkungan dan Biologi, laki2 di jurusan perminyakan ternyata beda nyata dengan mahasiswa jurusan tambang (meski keliatan jurusannya sama2 keras wkwk).

Di bawah ini adalah foto yang di ambil pagi-pagi menuju masa-masa pemungutan suara, diambil pagi-pagi ketika Ibu ga sengaja melihat dua makhuk Om ini (Om Yorint dan Om Bima) di markas sekretariat panitia pemilu raya. Mereka sedang dalam masa paling bangga saat itu karena menginap di sekre karena harus mengerjakan tugas kepanitiaan.

Saat itu, kami merasa, mengerjakan sesuatu hal kepanitiaan di luar akademik adalah cool. Lebih cool lagi untuk para lelaki kalau bisa begadang mungkin ya? hahaha. yah kalau ga berfikir norak dan aneh kayak gini emang bukan mahasiswa :))

1909537_1087371874665_3801713_n

teman-teman KM-SBM (Keluarga Mahasiswa-Sekolah Bisnis Manajemen),adalah teman-teman yang berusaha merepresentasikan SBM dengan baik di depan masa kampus. Tetap ber-ITB tanpa kehilangan value SBM-nya (nah lho gimana tuh Kyoko? hwhaaha). Tahun 2010-2011 adalah pertama kali nya (kalau ga salah) kami mengadakan arak-arakan wisuda. Pertama kalinya, kami mempunyai yel-yel jurusan dan ikut kampi tampilkan di arak-arakan wisuda ITB.

Arak-arakan wisuda adalah hal yang Glamor bagi mahasiswa ITB, budaya yang tidak berbahaya kalau disikapi dengan positif. budaya yang tidak berbahaya kalau dipersiapkan dengan tidak berlebihan. Arak-arakan wisuda adalah momen yang berharga, dimana Ibu bisa melihat kesungguhan junior mempersiapkan “cara pelepasan” senior yang terbaik. Tentunya, ibu selalu menunggu-nunggu arak-arakan dari mahasiswa seni rupa dan desain. Karena mereka selalu keren warbyazah!!!

 

30857_1462509885489_2431097_n

Halo teman-teman pada foto di atas, bagaimana kabar kalian sekarang? Senang mendapati kalian sebagai bagian masa muda gue wkwkkw

SUPPORT SYSTEM IBU 3:  TEMAN-TEMAN SATU ITB

172201

 

Selain Pemilu Raya KM ITB, ada satu kepanitiaan di kampus yang terlalu sayang untuk dilewatkan.Sebuah kepanitiaan yang bisa mengumpulkan kembali teman-teman sebelum terpecah masuk ke dalam himpunan. Kepanitiaan yang bisa membuat Ibu merasa satu ITB selain masa-masa awal orientasi menjadi mahasiswa baru.

Kepanitiaan Orientasi Mahasiswa Baru sebenarnya adalah masa pengkaderan dari si panitia sendiri. Karena untuk menjadi panitia penyambutan mahasiswa baru ini banyak tahapannya. dari mulai seleksi beneran yang dilakukan panitia, sama seleksi hati dan niat. Karena awal-awalnya yang mendaftar menjadi panitia warbyazahhh banyak, lalu di ujung cuman segelintir yang bertahan.

Ibu harus bilang kalau Kemahasiswaan ITB mempersiapkan penyambutan mahasiswa baru ini dengan amat serius, mulai dari mobilisasi peserta, performance dan kegiatan apa yang bisa dilakukan agar anak baru tidak bosan.

Sayangnya, yang ibu dengar, makin kesini, proporsi acara rektorat dan acara yang dipegang mahasiswa makin tidak seimbang. Semoga Kyoko masih sempat merasakan ya bagaimana asiknya bisa ambil bagian dalam Acara orientasi mahasiswa baru.

Dari menjadi panitia lapangan di acara Orientasi Mahasiswa inilah, Ibu banyak mengenal kawan-kawan lintas jurusan yang pikirannya dan action-nya Masya Allah  menginspirasi Ibu. Dari sinilah Ibu mulai kenal salah duanya  Tante Sausan (TL 2008) dan Tante Arimbi (Sipil 2008)

Tante Sausan ini adalah Srikandi nya Teknik Lingkungan, beliau pernah maju menjadi senator nya mahasiswa Teknik Lingkungan lho! keren bangett T,T. Secara menjadi senator itu butuh orang yang mau berkomunikasi dengan himpunannya sendiri dan tahan banting karena terkadang pekerjaannya ga dianggap penting meski sebenernya vital (nah lho).

Kalau misalnya ada acara kampus yang acaranya malam-malam, hmm misalnya ada forum hearing, atau ada diskusi sesuatu yang seru untuk disimak. Ketika Ibu bingung harus ajak siapa dan kira-kira disitu ada siapa, maka Ibu akan menemukan tante sausan ini dalam list “siapa yang bisa bareng2” :))

Salah satu wanita tangguh yang Ibu kenal selain tante Sausan, adalah Tante Gini Arimbi. Tante Arimbi adalah pemred dari Cremona, majalah keprofesian Sipil yang terkenal banget. Tante Arimbi ini orang yang persistence dan ga kenal lelah untuk mencoba hal baru. Kalau Mamak Dhika mungkin udah bosen Ibu ceritain tentang Tante Arimbi ini, karena Ibu selalu menunjuk Tante Arimbi sebagai role model anak sipil ITB wkwkkw.

Walaupun Ibu dan Tante Arimbi ini momen ketemu dan ngobrol bisa diitung pake dua tangan, tapi obrolan kami insya Allah selalu menghasilkan sesuatu yang bisa membuat kami berfikir untuk lebih baik. seenggakya sih itu yang Ibu rasakan yah, enggak tau deh Tante Arimbi gimana kwkw

Oiya, belum lama ini Tante Arimbi memutuskan untuk berhijab, barakallah Tante Arimbi cantik <3, Sampai sekarang bergeterr deh kalau inget momen dimana kau memberitauku kalau kau berjilbab.

114

Selain bersama teman-teman kepanitiaan, Ibu juga mempunyai support system yang luar biasa, Kyoko. Yaitu teman-teman Ibu di Kabinet Keluarga Mahasiswa. “karir” ibu disini, dimulai saat ibu tingkat awal masuk ke dalam kabinet Kak Shana sebagai staff bagian ekonomi. Merasa kurang dimanfaatkan akhirnya Ibu dipindah ke bagian PSDM. saat itu menteri nya adalah Kak Dimas Taha (Kak Dimas ini suami nya Tante Shabrina Nida hahaha), disitu Ibu mulai faham bagaimana sistem Kampus ITB dan segala cerita unik di dalamnya.

Setelah diam lama di PSDM, Ibu ingin tempat yang baru, tempat yang ternyata cucok banget buat Ibu, yaitu di Divisi Kementrian Seni dan Budaya. disitu Ibu bertemu dengan banyak orang yang lucu, aneh tapi bervisi :).Disitu lah Ibu sempat berkenalan dengan Tante Fransisca Callista. Tante yang luar biasa punya ketangguhan hati untuk menggapai mimpinya. Tante lulusan S2 Chiba University yang sekarang mengabdikan dirinya untuk masyarakat daerah Papringan.

Di tahun kedua Ibu, Ibu diajak untuk menjadi bagian inti dari BEM KM ITB. Ibu menjadi Bendahara untuk Kabinet Kak Herry Dharmawan. Karena saat itu Ibu merasa rempong jika hanya sendirian memegang fungsi bendahara, maka Ibu mengajak Tante Marsha untuk menjadi wakil bendhara Ibu. Bendahara ini bergerak di bawah Menteri Koordinator Perekonomian yang dipegang Om Gesa Falugon. Yang suka sekate-kate bilang kami duet Tronton -_- wkwkkw, jadi Kyoko bayangin kalau lagi forum kampus yang ditonton banyak Mahasiswa, si Om Gesa ini bilang ” (Ya saya datang bersama dua tronton saya, Dita dan Marsha)  -__-). Tapi ga apa, memang udah nasib.

Tante Marsha adalah salah satu sohib kental Ibu selama berada di kabinet, bersama dengan Tante Nafisah juga. Wah memang berada di kepengurusan kabinet yang intens itu meski ga buat kurus karena mengurus sesuatu, setidaknya menjadi proses penyematan rasa “deg deg serr” buat beberapa pasangan. Seperti Om Herry Dharmawan si om presiden yang menikah dengan Tante Marsha haha

Dan layaknya pasangan hits Tante Nafisah yang menikah dengan sohib kental berantem diskusinya Om Ihsan hahahaha. Duh kalau mau ngomongin pasangan ini mah meski beda chapter.

109

Om Gesa dan tante Marsha: Bersama dengan Tante Nafisah, kami membentuk grup THE BIG FIVE!! dengan anggota kelima yang masih dirahasiakan sampai sekarang.

Btw, Ibu udah pegel banget nih Kyoko. Jam 7 pagi dan Ayah belum balik dari masjid dan dikau masih bobok wkwk gegara abis pilek kemaren. Berhubung ibu juga udah laper, mari kita sudahkan pos nya disini.

Ibu menutup postingan ini dengan satu kisah dan satu foto yang termasuk sangat memorable buat Ibu. Yaitu saat dimana Ibu harus menjadi MC acara pembagian hadiah Olimpiade ITB tahun 2008 atau 2009 yah lupa hihi, yang jelas saat itu ibu masih anak tingkat 1.

Tingkat 1 polos, naif, ga tau apa2, mau2 aja disuruh jadi MC. Dengan kemampuan MC yang ya ampun ala kadar banget, ditonton sama mahasiswa yang mempertanyakan kenapa bisa dua orang ini didaulat jadi MC. Ah ya sudahlah, kalau diinget2 pengen garuk2 tanah deh

Menjadi mahasiswa itu banyak hal bodoh dan manis yang layak diingat tapi tidak layak diulang. Masa-masa yang ga bisa diulang sehingga sekali datang kesempatan itu maka harus dimanfaatkan dengan sebaiknya.

2410_52752434070_3737_n

Di foto ini, Ibu bersama Tante Elmy ❤

 

Kita tutup dulu pos disini ya Kyoko, Ibu belum buat sarapan, ayah udah mulai bete wkwkwkwk

 

❤ ❤

IBU