Bersuamikan PhD “biasa”

Bulan Mei tanggal 1 kemarin ini adalah hari pertama Ayah Kyoko mengawali hari sbg mahasiswa postdoc. Setelah 5,5 tahun menjalani hari sebagai anggota Nobuhara Lab, sekarang Ayah Kyoko menjadi paling tua di Ukita Lab.

Ayah Kyoko sendiri tdk pernah terfikirkan bahwa perjalanannya akan sejauh ini. Lebih jauh dari perjalanan hijrah ke UI dari Palembang saat 2005 silam. Ayah Kyoko srng menganggap dirinya adlh orang yg biasa, kadang malah teramat biasa. Sebagai kawan hidup 24 jam, Gw pun ikut terhanyut ke dalam cara “orang biasa” ini menghadapi kehidupan S3 nya yg “biasa”.

Ayah Kyoko menghadapi conference dgn cara yg biasa. Gw nampaknya jarang melihat beliau kurang tidur menuju hari presentasi, bahkan terkadang gemas ketika mendengar beliau berkata “Waduh, mas belum selesai nih padahal besok harus dikumpul”. Tp anehnya, Ayah Kyoko pernah mendapatkan Best Paper dgn proses pengerjaan yg terlihat “sederhana”. Sederhana di mata yang ga ngerti keilmuan doi sama sekali.

Gw kaget kok bisa ya seperti itu, tp Gw yakin Ayah Kyoko lebih kaget lagi.

Ayah Kyoko mengakhiri studinya di Jepang dgn hal yg amat sangat Gw inginkan: berfoto senyum bahagia bersama Sensei dan mendapatkan penghargaan salah satu mahasiswa berprestasi jurusan.

Sesungguhnya, Gw sangat penasaran dgn apa yg terjadi. Kenapa perjalanan studi beliau jauh beda dgn pengalaman S2 Gw, yg kalo dijadiin trilogi nya Fearstreet mngkn bisa best seller. Setelah gue renungi dalam-dalam, sedalam kalau ibu2 catering lagi ngegodok rendang porsi 1000 orang, gue mendapatkan beberapa poin pelajaran:

Allah Menganugerahi suami Gw, sensei yg mempunyai “metode” yg sesuai dengan suami gw. Beliau ogah di “supervisi” terlalu detil dan suka diberi ruang kebebasan. Maka, Sensei nya pun memberikan yg dibutuhkan.

Ayah Kyoko ternyata suka diam-diam begadang tp membiarkan “begadang” nya cukup dia yg rasakan. Beda dgn Gw, yg habis begadang agak lebay dan seenggaknya membiarkan salah satu lapak sosmed tau. Terkadang Ayah Kyoko ngomong juga sih kalau misalnya tiba-tiba gue minta tolong beliau mencuci sesuatu, mungkin karena terlalu ngantuk. sori yah hihi

Ayah Kyoko mngkn mengerjakan suatu tugas dgn waktu yg tdk lama, tp ketika fokus maka tidak ada yg bisa mengganggunya. Mngkn kecuali footy.room, beda dgn Gw yg jumlah New Tab bertambah dengan cepat seiring makin lama pengerjaan tugas. Ini serius.

Ayah Kyoko bukannya tidak pernah gagal atau tidak pernah mengalami hal-hal yang tidak mengenakkan selama S3, namun Ayah Kyoko nampaknya lebih suka berkata bahwa apa yang dia hadapi tidak apa-apa dibandingkan orang lain. Padahal, kalau termasuk manusia versi “baper” kayak gue misal, bisa aja kita selalu punya alasan untuk terlihat menyedihkan kali yah.

Ayah Kyoko, selamat menikmati masa post-doctoral sebelum kita balik ke Indonesia insya Allah untuk bertemu dengan “perang” yang sebenernya. Insya Allah akan banyak hal yang bisa kita lakukan di Jepang sebelum pulang , aamiin!

Ayah1Ayah2Ayah3

 

 

Cerita Singkat Survey ke Nagoya

Assalamualaikum kawan-kawan, Kali ini insya Allah diri ini akan bercerita tentang survey awal ke Nagoya. Sebenernya sih tujuan kami adalah ngikutin Ayahnya Kyoko yang dipanggil sama professor baru nya di Toyota Technological Institute.Tetapi berhubung Ibu Kyoko merasa bahwa kebahagian suami adalah kebahagiaan istri juga (ini apa sih wkkw), akhirnya Ibu Kyoko meminta (baca: rada maksa) untuk ikut ke Nagoya huahahahaha. Sekalian hadiah ulang tahun gitu loh ah.

SEKILAS TTIJ

Alasan serius nya adalah Ibu Kyoko ingin tau bagaimana suasana Nagoya, tepatnya bagaimana suasana sekitar Aioiyama, lokasi pasti dari TTIJ (singkatan si kampus Toyota). Sebelum cerita singkat perjalanan ke Nagoya, gue mau cerita kalau Ayah Kyoko itu bukan kerja di perusahaan Toyota. Melainkan di kampus teknik yang dibawahi oleh Toyota. Si Toyota ini membuka sekolah teknik di Aichi ken (Aichi Prefecture), di base nya asalnya sendiri. Mungkin ini adalah bagian dari usaha untuk mengembangan daerah asal? keren yah.

Disini jumlah murid ada sekitar 300? 100 setiap angkatan mulai dari S1 sampai S3. Disini, katanya mereka yang lulus sudah mendapatkan spot di Toyota, industri besar di Dunia. Jadi, ga salah memang kalau untuk masuk ke sini makin kompetitif.

Fokus si TTIJ untuk saat ini memang bukan computational engineering, sehingga lab dari professor ayah Kyoko (yang lebih ke arah ilmu komputer) memang baru saja dirintis.  dengan ini harapannya Ayah Kyoko punya kesempatan belajar banyak tentang bagaimana membentuk lab dan kultur lab dari awal. Semangat ayah Kyoko!

NAIK SHINKANSEN KE NAGOYA

posnagoya1

Dari dulu kepengen banget jalan bareng Kyoko naik shinkansen, alhamdulillah Allah SWT menghendaki. SENENG PISAN. Karena emang pada dasarnya gue suka kereta dan punya ambisi ngajak bocah perempuan ini naik 18 kippu, apa daya belum umur jadi kita mulai dari yang indah dikenang dulu alias susah diulang karena tiket mihil.

Cara yang klasik gue lakukan kalau mau naik shinkansen adalah pilih untuk naik dari Tokyo, alias dari terminal utama sehingga kemungkinan kita dapat kursi sangatlah tinggi. Kalau kita naik dr shinagawa dan shin yokohama pas lagi weekdays jam sibuk, wah…..

Nozomi, Hikari dan Kodama adalah tipe kereta untuk perjalanan ke Tokai Area dan area kebawahnya lagi seperti Okayama dan Hakata. Nozomi itu tidak lebih banyak berhenti dibanding Hikari  atau Kodama yang mirip 各駅停車. Jadi, kalau kita menggunakan Nozomi, maka urutan pemberhentiannya adalah: Tokyo >> Shinagawa >> Shin-Yokohama >>Nagoya

Nozomi punya jumlah  自由席lebih sedikit dibanding Hikari dan Kodama, dan harga Jiyuuseki (duduk manapun syilakan) 自由席 memang lebih murah dibandingan 指定席 alias reserved-seat. Nozomi punya 3 gerbong (Car 1-3) bebas, Hikari 5 gerbong bebas (Car 1-5), sementara Kodama punya 7 gerbong bebas (Car 1-7). Untuk lebih detilnya bisa dilihat disini: http://railway.jr-central.co.jp/train/shinkansen/detail_01_02/unit.html

Kenapa gue sampai nulis gerbong nya, karena kalau misalnya kita ngejar kursi bebas tapi kita naik eskalator yang lebih dekat ke car nomor 15 misal, artinya kita harus lari ngejar  ke gerbong kursi bebas yang letaknya jauh, lari santai biar masih dapet tempat duduk kosong. Jadi, untuk mereka para pencari kursi gerbong bebas, harus teliti memilih eskalator. Biasanya ditunjukin kok di palang deket eskalator informasi bahwa eskalator ini akan membawa kita ke car nomer berapa. posnagoya2Foto di atas ini adalah penampakan ayah Kyoko yang sedang mengantri untuk shinkansen. Btw ini pemandangan weekdays jam 10 hihi. Tokyo- Nagoya menghabiskan waktu sekitar 100 menit dan pagi-pagi pasti laper banget gaa ziii.Oleh karena itu, kami memutuskan untuk membeli onigiri di deket gate Shikansen deket Yaesu Gate (nah lho banyak banget gate nya wkw). Ini favorit gue dari jaman single terkapar ke Tokyo dari Kanazawa. Insya Allah aman dimakan, tentu kecuali yang tempura nya yak, biasanya ditambahin shoyu yang kemungkinan pake alkohol (kecuali mau ditanya detil tapi berhubung gue males yowes dihindarin aja).

Enak banget! angetttt, emang beda yah onigiri dari 専門店 nya (toko khusus ngejual sesuatu-senmonten-sori buat translation yang aneh) dibandingkan dengan onigiri buatan konbini. Tapi Kalau mau onigiri konbini yang enak sebenernya ada di Ministop, tapi lebih mahal ajah. Lah kok gue malah ngomongin onigiri..wkwkwk

Gue dan mas haris masing-masing kita beli dua, karena satu mana cyukup men. Kyoko cukup cuil2 aja. posnagoya3

Oiya, cuman informasi tambahan, di shinkansen itu ada WC khusus untuk ganti popok lho, jadi ga usah takut ga bisa ganti popok anak di shikansen. dan WC nya insya Allah relatif bersih.

SAMPAI DI NAGOYA: PERLAHAN-LAHAN BYE KANTO AREA!

Gue sebenernya udah beberapa kali bolak-balik ke Nagoya selama riset di Arimatsu untuk S2, jadi sedikit banyak sudah terbiasa dengan transportasi di Nagoya,  serta ruwet dan penuh nya Nagoya Eki. Daerah tempat yang akan kami tinggali berjarak 35 menit dari Nagoya eki dan membutuhkan jalan yang cukup jauh mendaki sampai ke asrama.

Yaps, kami akan tinggal di asrama sementara di awal-awal postdoc ayahnya Kyoko. nama Asramanya rada canggih gitu, Ti-House. azeekkk, biaya perbulannya sudah termasuk air dan gas, jadi kita tinggal bayar listrik. Alhamdulillah.

Sayangnya disini ga bisa ada orang menginap, keluarga pun hehehe. Ti-House sudah menyediakan kitchen yang cukup canggih dan kamar mandi yang nyaman. Alhamdulillah

posnagoya4

Selain itu kami juga melakukan kunjungan pertama kali ke Toyota Technological Insitute, pertama kali ngeliat kampus ini suasananya mirip sama Suzukakedai Campus, kayak di kampung pedalaman tapi canggih ahahhaha. Disana Ayah Kyoko bertemu dengan sensei nya pertama kali secara langsung! Insya Allah Ayah Kyoko akan belajar banyak dari sensei yang baru. Gue pun ikut deg-degan karena Ayah Kyoko sejak dari master`s degree sudah klop banget sama sensei nya yang sekarang, sampai doctoral degree. Tapi insya Allah, suasana baru akan membuat Ayah Kyoko jauh lebih produktif bismillah.

Oiya, Ayah Kyoko kemarin baru terpilih sebagai Mahasiswa terbaik di jurusannya huhuhu. Gue ikut terharuu karena melihat betapa beliau ganbare tapi masih mau berbagi beban rumah tangga ama gue ahuhuhu.

Oiya lagi. Kenapa gue berharap mas haris bisa lebih produktif karena lokasi Asrama ke Kampus tinggal kedip hahahaha. Yah bismillah ya bok ❤

posnagoya8posnagoya6

Kampusnya kecil yah ehhehe, lebih kecil dari ITB. selain mengunjungi kampus, kami juga keliling daerah sekitar Aioiyama yang daerahnya cukup mendaki gunung lewati lembah… Kayaknya gue makin mirip Kim Jong Kook nih tinggal disini. Semoga BMI hamba segera normal ya Allah… hihi aamiin

posnagoya10

Kami ga banyak keliling sekitar Nagoya, kurang lebih yang kami lakukan adalah berjalan kaki sepanjang Aioiyama Station. Untuk mengukur kira-kira daerah ini apakah cukup benri atau tidak. Sampai sekarang sih gue ngerasa kurang benri yah, tapi ga apa, bisa diartikan bahwa gue akan banyak berjalan kaki dan lebih sehat.

Sekitar juga ada banyak Cafe atau 喫茶店, yah begitulah khas dari Aichi, banyak Cafe disini mungkin bagian dari kultur masyarakatnya yang suka ngobrol sambil makan dan minum kopi? salah satu buktinya adalah Komeda Coffee yang hits pisan di Jepang itu kan asalnya dari Aichi ken. Kayaknya gue bisa banyak buat pos tentang cake dan cafe di sekitar sini nih hihihihi

Bismillah, tinggal 2 bulan lagi di Tsukuba, semoga bisa meninggalkan Tsukuba dengan memori yang terbaik. aamiin

Sampai jumpa di pos selanjutnya!

Ditaaa

Menelusuri Toko Roti & Kue di Tsukuba パンの街! (Ayo Cari Kue yang halal-Pos bagian kedua)

Assalamualaikum teman-teman pengunjung blog yang tidak sengaja membuka blog ini terus bingung ini blog apa kwkwwk.

Setelah membahas mengenai toko roti yang aman di Tsukuba, mari kita membahas mengenai Toko Kue yang mempunyai beberapa varian yang asik dikunyah. Di Tsukuba itu sebenernya ada 1 toko kue besar yang punya beberapa cabang, ampe di mall pun juga ada, namanya Cote D Azur. Tetapi entah kenapa saya belum merasa ini adalah kue terbaik yang bisa Tsukuba berikan kepada penghuninya. azekkkkkkk

Cote D Azur sendiri memang mempunyai produk andalan yaitu half-baked Cheesecake yang emang lumer-lumer asik di dalam mulut dann shortcake buahnya juga enak. seenggaknya saya sangat mengapresiasi Cote D Azur karena banyak kue nya yang bisa dikonsumsi (Tidak ada ゼラチン ataupun Alkohol)

Okeh, kita mulai pembahasan kue-kue kita yang lain yaa, ga banyak kok, hanya ada 3 toko kue:

 

I. ANTENOR

https://www.antenor.jp/

Lokasi: Di Tsukuba Senta-Seibu

Libur: Tidak ada Libur tetapi Seibu per maret 2017 ini akan tutup 

Alkisah waktu itu saya dan Kyoko sedang ingin refreshing berdua, kebetulan saat itu bapake sedang berjuang presentasi di negara om Totti jadi kami rada-rada kesepian wkwk. Ga menyangka ternyata Kyoko sangat kooperatif pergi berdua saat itu, mungkin dia tau emaknya lagi sendirian jadi ga mau rempong. Untuk mengapresiasi saya dan Kyoko (ah alezann), akhirnya saya iseng-iseng berhadiah mendatangi counter ANTENOR patisserie yang syepi bener yah. Tapi Seibu depachika emang selalu sepi sih T,T. Padahal udah sering saya datengin lho, ga ngaruh ya.. (lo siapa dit)

Dari semua kue yang ada saat itu yang mana saya ga inget ada kue apa aja, cuman kue strawberry shortcake ini yang gada Alkohol dan Gelatin. alhamdulillah senangnyaaa

noname.pngWalaupun untuk gede kue yang seuprit itu harganya hampir 500円 T,T , tapi emang sesuai ama rasanya sih. Strawberry nya cukup banyak ditaro dan krim nya enak, tapi cukup sekali aja yah makannya wkkw

Kalau teman-teman penasaran dan mau coba kue yang lainnya silakan ya, tanyakan aja tentang gelatin dan alkoholnya, paling memang butuh waktu agak lama aja buat beli karena Ibunya akan ngecek ke buku daftar ingredients dulu 🙂

KESIMPULAN

Harga: $$ (Mahal sih ya dibanding toko kue yang lain, bener2 harga premium)

Varian yang halal dimakan: $ (Di Etalase saat itu cuman strawberry shortcake aja sih yang bisa dimakan)

Kenyamanan: $$ (Standar toko kue di mall besar ga bisa makan di tempat hihi)$

Rasa: $$$$ (Enak, strawberry yang dimasukin di dalam strawberry shortcake nya kek nya emang strawberry mihil deh wkkw mungkin premium とちおとめwkkwkw)

II. MOI!KKA

https://tabelog.com/en/ibaraki/A0802/A080201/8016711/  & https://www.facebook.com/pg/moikka.homemadecakes/reviews/

Lokasi: 茨城県 つくば市 春日 4-20-1

Libur: Hari Selasa

20161031_123024moikka-newMoi!kka adalah toko kue imut berlokasi tidak jauh dari rumah, toko roti yang cukup baru juga. Terkadang saya berfikir apakah di Jepang itu “hukum 4p” place, people, price, product itu benar-benar berlaku rigid agar suatu usaha itu laku. Bahkan ada seorang dosen yang memfokuskan bahwa place itu paling penting dari semua faktor marketing mix. Lucu nya, saya menemukan dua kasus anomali. Yaitu tetep langgeng berjalannya Toko Kue Moikka dan Kedai Kopi Sugaya (yang bahkan dianggap salah satu coffee shop yang paling masyhur di Tsukuba) meski berada di tengah-tengah lingkungan Kasuga yang syepi bangett bahkan suara klakson mobil pun jarang pisan.

Mungkin karena produknya yang beda dan rasa yang ga pernah boong yah hihi. Nah karena melihat eksistensi unik dari Moikka ini lah yang menyebabkan saya tertarik untuk coba wkwkwk. Mayoritas dari kue yang dijual di Moi!kka itu mengandung gelatin atau alkohol dan tipe kue yang dijual pun berubah-rubah jadi memang lebih baik ditanya saja ya yang mana yang OK dimakan. Mereka membuka order khusus untuk kue ulang tahun juga lho 🙂

Beberapa kue yang pernah saya makan adalah

  1. Honey Lemon Cake: Kue bentuk hati yang manisss banget. enak bangett sih enggak yaa karena kemanisan. Tapi OK kayaknya kalau dimakan bareng kopi jadi manisnya pas.
  2. Victoria Cake: Ini krim putih enak yang diapit oleh dua soft cake yang lembut2 keras namun ga rapuh (apa sih). Saya rasa cake yang dijadiin base nya sama kayak Honey Lemon Cake cuman manis nya lebih pas.
  3. Brownies: Brownies nya legitt dan enak, dan apakah sangat enak luar biasa istimewa? menurut saya sih enggak ya hmm. Brownies Kartikasari masih bisa diadu lah sama kue ini.
  4. Scone: Rasanya enak lucu sih kayak kue ga jadi. Suami saya juga suka ini. Buat saya yang suka coba-coba buat scone yang gagal akhirnya memahami bagaimana rasa scone yang sesungguhnya.

Bapak Chef dan pegawai Toko Moikka ini ramah bangett sama anak kecil dan kepada orang dewasa cem sayah. Merasa sangat dihormati sebagai konsumen pokoknyah <3. Kyoko dikasih susu pas dateng ke toko ini, karena Kyoko ga suka akhirnya saya yang minum. Always.zzz

KESIMPULAN

Harga: $$ (Mihil)

Varian yang halal dimakan: $$ (

Kenyamanan: $$$$ (Tokonya kecill tapi nyamann dan staff nya baik hatii)

Rasa: $$$ (Enakk tapi ga luar biasa gimana2 gituu)

III. PATISSERIE KOMON

https://tabelog.com/en/ibaraki/A0802/A080201/8014714/

Lokasi: 茨城県 つくば市 二の宮 3-27-2 グリシーヌヴィラツクバ 102

Libur: Hari Senin dan hari selasa minggu ke dua dan keempat

20160219_160140

Hubungan saya sama toko kue ini rumit, karena sebenernya rasa kue-kue di Komon ini secara general enak dan asik harganya, lebih masuk akal dibanding toko kue skala kecil lain. Yah emang ada beberapa kue yang ga masuk akal sih komposisinya, cuman masih bisa dimaafkan. Cuman yang bikin saya ama suami saya gemesss adalah Chef utamanya yang keliatan rada somse aja ama kami ga pernah senyum WKWKKWWK.

Jenis yang bisa dimakan disini lumayan banyak. Macam kue nya berganti2 jadi memang ditanya aja ke staff tokonya yang baik hati yaa tentang apa aja yang dimakan. Jangan ragu :). Jenis yang bisa dimakan adalah

  1. Roll Cake: Andalan toko kue sini, kuenya lembuttt dan volume nya gedee, menurut saya enak sih emang roll cake nya. Meski saya berharap dia ngasih serpihan strawberry di krim roll nya wkkw.
  2. Strawberry Shortcake: jangan berharap kue nya penuh dengan krim manis kwkw, rasanya manis nya itu samar-samar, khas Jepang banget lah. Namun justru itu yang saya suka
  3. Banana Tart: Jangan dibeli yak, komposisi pisang ama kue nya ga sebanding bangetttttt, itu sih beli aja pisang di AEON dikasih krim kue selesai. Ichigo Tart disamping Banana nya ga bisa dimakan karena pake gelatin.

20160219_16020920160219_160237

Pound Cake Matcha nya enakk. Kenapa saya memilih mencoba Pound Cake Matcha dibanding Pound Cake Citrun dan Chocora? karena iseng. udah itu aja, setelah itu terkadang rasa cake matcha itu tricky ye suka kemanisan jadi penasaran pengen coba. Ternyata yang ini rasa manisnya pas dan azuki nya bikin makin enakk.

20160219_162359

 

Tiramisu nya rasaya enak dan lucu. Rasa keju nya kenceng banget, feeling saya sih jumlah cream cheese yang dipake lebih banyak dari mascarpone nya. Tiramisu yang ini aman insya Allah buat ibu hamil, kan biasanya tiramisu itu ga bisa dimakan karena krim di atasnya itu suka ditambahin telor mentah, tapi krim tiramisu ini ga dipakein telor. Tapi rasanya tetep enak kok, lebih enak yang dari costco punya menurut sayah

20160219_164116

egg pudding nya enak! kenapa? karena rasa telor nya ga terlalu ketara bangettt! rasanya lembutt. Yang gateau chocolate cake di atas ini juga bisa dimakan, cuman sebenernya gateau chocolate ini bisa buat sendiri karena rasanya kek coklat batang yang di dielelehkan campur tepung butter sedikit lalu di dinginkan. bikinnya gak sampe 30 menit insya Allah.20160219_165526

Banana Tart ini enak tapi ga osusume, sudah saya jelaskan di atas ya kenapa ga direkomendasikan. Jadi mari cari jenis kue lain hihii

KESIMPULAN

Harga: $$$ (Asik lahh seribu yen bisa dapet 3 kue lumayan size nya)

Varian yang halal dimakan: $$$.5 (Lumayan banyak yang bisa dimakan)

Kenyamanan: $$ (Karena yang punya toko ga pernah senyum wkwk tapi staff nya baik kok)

Rasa: $$$$ (Di Tsukuba ini, menurut saya rasanya paling cucok di lidah keluarga sayahh)

 

Iyaps, begitulah laporan Kue dari saya, suami dan Kyoko. Insya Allah kami akan terus berusaha memakan cake dan roti yang halal dan enak wkkw (hadeuhh)

Sampai jumpa di pos selanjutnya!

 

Cheers,

Ditaa ❤

 

Menelusuri Toko Roti & Kue di Tsukuba パンの街! (Ayo cari makanan yang Halal! (Part 1-Toko Roti)

Assalamualaikum teman2, berhubung banyak rekues (sok2an wkwk) untuk ngebahas toko-toko roti yang aman dimakan di Tsukuba. Maka insya Allah pada laporan ini Ibu Kyoko akan memaparkan sedikit pengetahuan tentang Toko Roti dan Kue yang pernah disambangi dan menjelaskan apa saja yang aman dan yang harus dihindari.

Peraturan umum mencari roti dan kue di Jepang adalah sederhananya:

  • Jangan pernah takut bertanya, karena orang Jepang itu sangat menghormati konsumen dan tau bahwa kita berhak di edukasi sepenuhnya tentang barang yang akan dibeli (Hal ini tidak berlaku untuk industri telekomunikasi yang banyak tipu2 iklan -__-)
  • Pengusaha makanan Jepang peduli terhadap informasi allergent. Sehingga mereka berusaha memberitau produk mana yang ada campuran allergent seperti kacang, babi, ayam, gandum, dst. Sehingga kita bisa tau yang mana yang secara jelas tercampur dengan daging atau tidak.
  • Meskipun mereka mencantumkan campuran allergent pada produk-produknya, tetapi ingat bahwa ラード LARD atau lemak babi atau アルコール atau Alkohol tidak masuk dalam jenis allergent, sehingga harus ditanyakan terpisah. Untuk Lard, lemak babi bisa saja dioleskan di Loyang bukan hanya di roti nya.
  • Roti homemade skala kecil cendrung jauh lebih aman dari roti chain store. Karena mereka tidak menggunakan shortening ataupun emulsifier (pengecualian Toko Roti Morgen, mereka meskipun toko kecil tetapi tetap menggunakan shortening tumbuhan- jadi tetap aman ya karena dari tumbuhan).
  • Sampai saat ini, yang saya pelajari dari semua toko roti yang saya sambangi adalah bahwa Roti yang mengandung buah itu selalu sebelumnya si buah tersebut direndam ke dalam alcohol, brandy atau wine. Termasuk Raisin. Jadi hindari roti yang mengandung buah-buahan. Kecuali ubi ya, lagian ubi umbi kali bukan buah ye.
  • Untuk Kue, lebih simple. Cukup tanyakan ゼラチン(Gelatin), Lard dan Alkohol. Hampir banyak toko kue menaruh alcohol dan gelatin pada kue nya, sehingga harus diwaspadai ya.

Insya Allah peraturan umum di atas tersebut tidaklah rumit., Justru sangat mudah mencari roti dan kue yang aman dimakan di Jepang jika kita mau modal nekat bertanya dengan membawa alat tulis dan pulpen. Sungguh, sangatlah tidak bersyukur menurut saya, jika hanya karena kemalasan kita, maka kita jadi sembarangan mengambil makanan demi memuaskan hasrat lapar kita. Karena sayang kan udah beli makanan pakai uang halal tapi yang masuk ke perut bukan hal yang berkah 😦

CARA INVESTIGASI TOKO ROTI DAN KUE

Apakah saya menyambangi Toko Roti dengan acak dan random? Sebenernya iya juga wkkw. Tapi seenggaknya ya bokk saya mencoba meng-googling, melakukan riset kecil-kecilan tentang toko roti di Tsukuba yang HITS nan popular. Betapa kaget nya saya, ternyata Kota Science City ini juga dijuluki sebagai パンの街 Kota Roti dikarenakan tidak susahnya kita untuk menemukan Toko Roti di Tsukuba ini.Begitu juga dengan Toko Kue yang jumlahnya cukup banyak.

Yang saya sambangi adalah Toko kue dan roti yang mempunya review bagus di Internet dan mempunyai nilai tinggi di Tabelog タベログ, selain itu, saya juga membaca produk mana yang hits dari toko tersebut.

Awalnya, biasanya, saya mulai dengan meng-email toko roti tersebut melalui FB (zaman saya masih punya FB) atau melalui kolom 問い合わせ yang ada di Website. Saya menanyakan apakah:

  1. 乳製品以外動物由来物を含まれていますか? Apakah selain dari dairy products, di roti ini juga tergantung bahan hewani lain? (Untuk mendeteksi apakah mereka menggunakan emulsifier hewani atau shortening hewani)
  2. ラードを使えますか? Apakah roti-roti di Toko ini menggunakan Lard?
  3. アルコールを含まれていますか? Apakah mengandung Alkohol?

(Sebelumnya mohon maaf, saya tipe pembelajar bahasa Jepang yang ga gitu bagus secara grammar, jadi kalau ada bahasa yang broken mohon maaf sekali. )

Setelah itu, saya dan keluarga mengadakan kunjungan ke toko roti tersebut untuk mengetahui bagaimana rasanya, dan roti mana saja yang bisa dimakan. Oke, langsung saja kita bahas beberapa toko roti yang pernah saya sambangi ya.

I. TOKO ROTI MORGEN

(Tabelog: https://tabelog.com/en/ibaraki/A0802/A080201/8000410/)

Lokasi: 茨城県 つくば市 千現 2-13-2

Libur: Hari Kamis. Hari Minggu dari Minggu ke 2, dan Hari Selasa dari Minggu terakhir.

Morgen berlokasi di dekat Doho Kouen,sehingga kurang asik memang untuk disambangi dengan bis. Jadi pilihan aman adalah dengan sepeda atau dengan mobil. Morgen ini adalah salah satu Toko Roti tertua dan hits yang ada di Tsukuba. Toko Roti Morgen berlokasi di samping Toko Kue Sieger yang hampir semua kue nya tidak bisa dikonsumsi, kecuali Kue Dark Chocolate (harap di konfirmasi ulang).

Morgen terkenal karena Roti Tawar nya, bahkan katanya sebelum jam 11 pagi sudah habis dan harus pesan sebelumnya kalau tidak ingin kehabisan. Beberapa kawan mengaku antrian untuk membeli roti disini lumayan. Tapi Alhamdulillah kami belum pernah ngantri padahal jam 11 dateng kesana, mungkin kami ga sadar kali ya dapetnya roti sisa. Morgen adalah satu dari sedikitt sekali Toko Roti yang buka di hari Selasa secara, karena mayoritas toko roti dan resto itu memilih libur di hari Selasa. Harap cek di link tabelog di atas kapan si Toko Morgen ini tutup ya.

ROTI DI MORGEN:

Morgen memang lebih banyak menjual roti manis. Sekalipun yang kita beli bukan jenis roti manis, tetap dasar daging roti nya manis hihi.

Toko roti bersejarah Tsukuba ini juga mempunyai beberapa produk paduan yang ga biasa. Contohnya adalah roti dengan paduan renkon semacam radish gitu, krim asin dan wijen hitam. Kalau di pikir rasanya bakal aneh pisan, ternyata enggak lho! Rasanya enak!

Morgen berusaha mencampurkan hasil pertanian khas kebanggaan Tsuchiura (salah satu daerah terkenal di ibaraki) yaitu renkon dan digabungkan dengan roti mereka yang lembut. Atas ide tersebut, saya acungi jempol buat toko roti ini!

Harga yang ditawarkan lumayan, di atas 100円 dengan volume cukup besar yang mengenyangkan. Croissant disini bisa dimakan, roti tawar dan baguette nya juga aman. Selain yang berbuah, berdaging dan ber-raisin insya Allah aman dimakan.

Untuk cinnamon rolls nya, walaupun tidak terlihat dari luar, sebenarnya di dalamnya terkandung raisin, jadi mohon hati-hati ya ketika memilih roti nya.

FAVORIT IBU KYOKO

Disini yang paling disuka adalah Almond White Chocolate Pastry yang rasanya pas manisnya dan taburan almond yang kaya di atas rotinya. Selain itu, sebagai penggemar keju, saya harus berikan apresiasi terbaik untuk Kuri-mu Chii-zu Pan yaitu roti krim keju yang berbentuk bundar, yang luar biasa enak krim keju nya.  Suami saya sebaliknya tidak terlalu suka dengan roti krim keju nya, karena volume krim nya terlalu banyak dibanding roti nya.

ROTI DARI TOKO MORGEN YANG PERNAH KAMI MAKAN BESERTA FOTONYA

Dari gambar di atas, saya suka Cream Cheese Bread dan Almon Cream Cheese Bread. Untuk Anko Bread alias Anpan yappari saya kurang suka anko kecuali di mochi hahaha, maafkan aku anpanman T,T

KESIMPULAN

Harga: $$$

Varian yang halal dimakan: $$$

Kenyamanan: $$ (Sayang ga menyediakan tempat duduk huhuhu tapi emang mayoritas toko roti ga sih ya)

Rasa: $$$

II. TOKO ROTI ENCUIT アンキュイ

http://encuit.jp

Lokasi: 茨城県つくば市稲荷前33-1

Libur: Tiap hari selasa

 Encuit adalah toko roti yang menurut saya punya rasa paling enak dan mewah! Mungkin terbawa si chef utama nya yang sebelumnya pernah jadi chef hotel. Harganya juga lumayan banget mahalnya, jadi kalau kesini ga bisa sering-sering karena dompet bisa bocor. Lokasinya juga jauh, dekat ke arah Mall AEON yang besar itu. Sehingga mungkin bisa lebih enak kalau naik mobil atau pakai sepeda ya huhuhu.

Encuit ini menggunakan lahan bekas oil and gas station alias SPBU jadi secara eksterior dia unik banget!

APA KEKUATAN ENCUIT

Encuit ini meskipun toko rotinya kecil, tapi dia menyajikan banyak sekali variasi. Dan banyak yang bisa dikonsumsi! Untuk yang tidak bisa dikonsumsi, sang chef utama memberikan guideline yang insya Allah lengkap

  1. ra-do atau minyak lemak babi digunakan pada セーグルノアレザン Ini semacam roti keras dengan gula hitam gitu. Ini adalah roti yang disajikan di hari sabtu, minggu dan pada hari-hari libur nasional. Dan kita diminta untuk menghindari tipe-tipe roti ラスク Rask karena ada Lard juga disitu
  2. カヌレ Alias roti yang bentuknya kayak tutup semprotan pewangi hihihi itu ga bisa dimakan karena mengandung alcohol. Almond Croissant dan roti ber-raisin juga tidak bisa dikonsumsi. Roti dengan Dry Cherry dan Orange juga tidak bisa dikonsumsi karena direncam dengan wine.

ENCUIT juga menyajikan sandwich non-daging yang enak banget, seger dengan porsi besar cocok dimakan untuk sarapan. Krim yang digunakan di banyak roti tidak bikin eneg meskipun jumlahnya berlimpah.

Yang paling terkenal dari Toko roti ini adalah Croissant nya, 大人気!Sangatt hitss dan saya paham kenapa. Karena selain GEDE gan, rasanya krenyes moist dan emang mewah nih rasanya. Semua pastry nya juga dibuat dengan hati-hati gitu, serasa makan di tempat mahal (ya emang rada mahal sih wkwk). Roti Croissant nya sering habis

Kalau Ada waktu, cobain croissant coklat juga, selain lapisannya lembut, coklatnya juga ga katro. ENAK!

BEBERAPA ROTI ENCUIT YANG PERNAH KAMI KUNYAH BESERTA GAMBARNYA

4

Salmon Kinako Cream. ENAK BANGET DIMAKAN SAAT PANAS! ini favorit Ayahnya Kyoko, yap harganya emang lumayan mahal, tapi emang setara dengan rasa yang ditawarkan. Krim mantap dengan rasa ga eneg. Btw, ga dianjurkan untuk makan ini saat udah dingin yah karena nanti jadi malesin rasanyah. Jadi kalau memang dia berkrim, lebih baik dimakan saat hangat atau diangetin dulu di Toaster :). Berikan Roti kesempatan untuk mengeluarkan potensi terbaiknya, jangan males diangetin WKKW.

5

Mini Salmon Bagel. Ini emang dingin sis rotinya, enak! salmon nya ga bau, bentuknya mini jadi abis makan ini rasanya sehat2 diet aja gitu. Ini roti kesukaan saya dari encuit ❤

6

Saya bukan fans cinnamon roll, tapi ini OK. Keliatan rada gosong yah? tapi enak kokk, rasanya krenyess si cinnamon roll nya <3.

 

7

これは最高!!Ini emang oke. saya akuin sampai sekarang belum ada croissant yang enak banget yang bisa ngalahin croissant encuit. Selain itu, dia buatnya juga ga pake diolesin lard. Sungguh saya apresiasi setinggi2nya. Seperti yang sudah saya bilang, mereka punya jenis chocolate croissant juga yang mana saya lebih suka dibanding croissant plain ini yang rasanya udah WOW WOW WOW WOW!

8

Saya lupa nama roti ini, kalau ga salah ada kata “Tsukuba” nya gitu, hmm apa semacam Mahkota Tsukuba? wkwk gak lah ya masa namain roti alay gitu. Ini enak, custard cream itu biasanya ada rasa grenjel2 susu dan rada2 ada pait2 dikit di ujung lidah, tapi INI HALUS MEN rasanya!!!

Untuk yang ga terlalu suka krim, saya ga anjurkan untuk coba, tapi untuk pencinta custard krim alias カスタードクリームini mah WAJIB!

KESIMPULAN

Harga: $$ (mihil)

Varian yang halal dimakan: $$$$

Kenyamanan: $$ (agak sempit tapi bagus kok tempatnya dan kepala Chef nya ramah banget banget mau balesin email kita yang ribet)

Rasa: $$$$.5

III. TOKO ROTI PETERPAN (ピータパン)

https://tabelog.com/en/ibaraki/A0802/A080201/8002332/

Lokasi: 3-9-20 Azuma Tsukuba Ibaraki

Libur:Buka Syelaluu~

Alkisah kami mendengar bahwa ada satu roti yang paling tua ada di tsukuba, mungkin udah lebih dari 19 tahun kali itu toko roti berdiri. Suasana toko roti pun tua-tua klasik, disini memang tempat warga Tsukuba bercengkrama pagi. Apalagi dengan kopi panas yang diseduh di tempat tidak pakai mesin, beuhh makin pengen berlama-lama.

Toko roti ini menjual roti gaya jerman, yang kalau saya baca sih roti nya keras nan bergandum tapi enak (maaf ya para pakar roti kalau saya salah jelasin, maklum belum pernah ngerasain langsung roti di jerman T,T). Mayoritas dari roti disini menggunakan cairan hasil fermentasi yang ternyata mengandung alkohol. Jadi memang pilihannya kurang banyak.

Rasa dari roti peterpan ini hmm sejujurnya kurang cocok sama lidah keluarga pak Haris. Kering dan keras. Hmm mirip roti2 di kantin SMA gitu kali yah, begini nih roti-rotinya:

10

  1. Roti Keju Asin : Biasa aja sih rasanya uhuhuhuu, maafkan sayaa Peterpannn
  2. Roti Almond Sugar: Terlalu kering huhuhu maafkan sayaa
  3. Meronpan: lumayan tapi ga terlalu spesial
  4. Roti keong coklat: Enak itu paling mending dari semuanya, tapi rasa coklat nya ga spesial, agak2 pait, kurang mewah rasanya
  5. Roti cinnamon roll: Ini juga enakk! kedua paling mending deh menurut sayahh

Selain di atas ini, roti-roti jenis lain seperti croissant dan roti tawar itu tidak bisa dimakan. Kalau mau amannya, makan 5 roti di atas ini aja yah huhuhu

Nuansa dalam toko nya seperti ini nih:

KESIMPULAN

Harga: $$$$ (Cendrung murah)

Varian yang halal dimakan: $$

Kenyamanan: $$$

Rasa: $$

IV. TOKO ROTI PAIN DE VRIE

https://tabelog.com/en/ibaraki/A0802/A080201/8002856/#anchor-rd-detail

Lokasi: 茨城県 つくば市 春日 2-36-5

Libur: Selang seling senin atau selasa

Ini adalah salah satu toko yang sering disambangi oleh Ibu Kyoko, dikarenakan lokasinya yang bisa disambangi dengan jalan Kaki. Dengan membawa stroller sekalian olahraga pagi, Ibu Kyoko menghabiskan 1 jam bolak balik. 30 menit satu kali jalan karena banyak perintilannya, diem dulu liat anak anjing, diem dulu si Kyoko mau ngeliat daun wkkwk. Yah begitulah perjalanan kami.. wkwkwk

Lokasi Pain De Vrie sampingnya Kasuga Kouminkan 春日公民館, dan mudah ditemukan karena warna bangunannya biru dan kuning sangat beda sama kanan kirinya. Lokasinya juga tidak jauh dengan Sekolah Dasar & SMP Kasuga. Mungkin karena owner nya mempunyai anak-anak usia sekolah, jadi roti yang disajikan adalah roti dengan rasa lembut, rasa anak kecil. Mungkin memang target market nya adalah balita, bayi, atau anak2 SD. Interior Toko nya cute pisan juga, bikin kita melek deh kalau masuk hihi.

Disini rotinya ga pake lard dan alkohol, asik banget kan? jadi variasi yang dimakan banyak. Yaa tentunya tetep menghindari yang berdaging yak! Kalau pas lagi ada acara di Kasuga Kouminkan, sempetin mampir deh, harganya moderate kok ga mahal2 banget.

interior

BEBERAPA ROTI YANG DIBELI

Sebagai Penggemar keju, yang jelas saya seenggaknya nyobain varian keju setiap beli. Roti lempeng keju mozarella atau cheddar enak, asin nya pas volume nya juga oke kok. Selain itu, beberapa temen membeli meronpan yang katanya rasanya enak, saya sendiri belum coba.

Yang beberapa kali saya beli adalah Creamcheese Bluberry Bagel, simpel karena volume nya besar haahha, enak banget euy pencampuran kedua hal tersebut ❤ (ini bahasanya apa sih).

20160819_104835

Satsumaimo Mushi Pan. Roti kukus ubi manis buat si Kyoko. Dia ga tahan sih makan 1 biji ini, paling cuman setengah hahaha, sehingga ibu nya akan makan sisa nya. Yah begitu deh diet ku gagal T,T (salah sendiri ngajak anak wisata ke toko roti). Rasanya enak, ada bau2 vanili kayaknya yah. Ini adalah kue pertama kali yang saya beliin buat Kyoko.

20160819_105005

Milk Bread ini adalah produk 人気 Hits dari Toko Roti Pain De Vrie, enak banget emang, krim susu nya bedaaaa! Enak pisan! Duh ini emang wajib dicoba. Pernah nyobain milk bread dari toko lain yang terkenal juga, tapi ini beda. Ga gitu berbentuk krim lebih cair, dan rasa susunya kenceng banget. buat saya sih enak banget yah hihi.

20160819_105136

 

KESIMPULAN

Harga: $$$ (Standar ajaa)

Varian yang halal dimakan: $$$.5 (Banyak, tapi tipe roti nya emang mirip2 satu sama lain)

Kenyamanan: $$$ (Interior lucu dan staff sekaligus kasir yang ramah)

Rasa: $$$.5 (Cukup standar)

V. TOKO ROTI COURONNE

http://www.couronne.co.jp/shop/tsukuba/

Lokasi: 〒305-0056 茨城県つくば市松野木字中山40

Libur: Hari Senin & Hari Selasa di Minggu ketiga

Akhirnya kita membahas toko roti favorit keluarga Pak Haris! Disini enak banget, karena selain roti nya enak, harganya lumayan, dan kita dikasih kopi gratis atau minuman dingin. Atmosfer nya enak! Staff nya ramah dan kepala toko nya juga ramah menjelaskan segala hal nya kepada kami sungguh terharuu. Disini kita bisa minta roti kita diangetin atau dipotong sesuai dengan keinginan kita. Sayangnya lokasinya rada jauh euy, jadi huhu ga bisa diakses via bus.

1

PERATURAN ROTI COURONNE

Roti yang tidak bisa dimakan adalah baguette, croissant, shokupan alias roti tawar, apapun yang berbuah dan ber-raisin. Selain itu insya Allah aman. Yah sekali lagi saya tambahkan kalau yang berdaging juga ga bisa dimakan juga yak berarti soalnya ga halal. Nah, roti yang kami suka beberapa kali beli, yang kami ga sempat foto karena selalu abis sebelum difoto wkwk adalah:

  1. Roti Mochi (Tapi sekarang udah ga dijual lagi huhuhu)
  2. Roti Yasai Taco (Enak banget sayurannya, dan si roti nya itu enak banget tipis krenyess)
  3. Chocore-to Mushi Pan (Kue kukus coklat, volume nya gede, enak kok cuman jangan berharap rasa coklatnya bakal menampar ya, rasanya ya kayak bolu indonesia ajah wkkw)
  4. Roti Tinta Cumi isi Mentaiko (bakal jijik pertama kali ngeliat tapi ASLI ini ENAK PARAH!! Awalnya kami ga suka dan geli trus mikir ini kenapa roti kok ada terus dan sering abis yah, bentuknya jelek gitu. Tapi ternyata rotinya enakk, asin2 asik gitu, Kyoko aja suka banget ampe suka berebut ama emaknya.
  5. Kinoko Cream Bread: Ini favorit sayaa, rasanya kayak Kinoko Guratan (mirip creamy saos pasta) yang panas dimasukan kedalama adonan roti, beuhhhhh rasanyaa. Dicocol sambel belibis makin mantap wkkw.

Selain itu, keluarga kami suka mengkonsumsi roti-roti berikut ini:

2

Ini Cream Cheese pastry, sebenernya di kantin tsukuba daigaku juga ada, tapi ini versi lebih mewahnya. Cream Cheese nya enak dan ga eneg, pastry nya kriukk.

3

Kalau lagi laper emang paling enak beli ini, Half Big Cheese Bread! Banyak banget kejunya, di setiap sisi ada ga pelitttt. Lebih enak lagi kalau kita mau makan di tempat kita minta sama pegawai toko buat diangetin dulu.

4

5

Choco Pastry dan Mont Blanc pastry yang oke banget dimakan sama kopi. Rasanya enak krenyess tapi harus saya akuin kalau pastry dan croissant itu emang spesialisasi Toko Roti Encuit. Namun, enaknya nih di Courounne kita bisa makan roti sambil minum kopi gratis! Nyesss enak!

Montblanc itu kayaknya sih kalau indera perasa saya ga salah2 amat intinya cuman gula di atas pastry aja, enak tapi ga spesial hehe.

6

Favorit Suami saya alias Ayahnya Kyoko. Ini roti asin dipadu dengan renyah nya Goma atau wijen. Cream cheese berpadu pas dengan tipis nya roti. Ayahnya Kyoko selalu aja kalau ke Toko Roti ini beliii roti wijen ini 😀

7

Egg tart ini kenapa tiba2 ada di koleksi roti saya pun ga paham. Pertama kali nyobain ga gitu favorit sih, Manis-manis creamy custard cream. Cuman akhirnya pas saya ke Hongkong dan nyobain egg tart yang digadang-gadang itu, saya ngerasa Egg tart Couronne ini jauh lebih mending dari yang egg-tart Hongkong itu, mungkin karena egg-tart hits asal hongkong itu telor nya kerasa bangett kayak makan telor rebus dikasih krim T,T.

Buat Para penghuni Tsukuba, kalau harus milih 1 dari list toko roti yang ada disini untuk dikunjungi, mungkin Couronne kali ya?

KESIMPULAN

Harga: $$$ (Standar ajaa)

Varian yang halal dimakan: $$$  (Lumayan banyak, tapi mengingat keseluruhan jumlah roti yang ada di Couronne sebenernya yang bisa dimakan ga sampe setengahnya))

Kenyamanan: $$$$ (Suasananya enak bangetss )

Rasa: $$$$ (Enak!)

V. TOKO ROTI DONQ & DELIFRANCE 

Lokasi: Tsukuba Center (Mall di dalam Senta)

Libur: Tidak ada libur. Tapi per Maret ini Seibu Tsukuba Senta akan tutup, sementara DonQ belum tau bagaimana nasib nya

20160816_142402

Roti DonQ dan Delifrance suasanya hampir sama sehingga orang suka ketuker. Cara bedainnya cuman 1, Delifrance ini lokasinya ber-cafe, sedangkan DonQ tidak menyediakan tempat duduk. Yang harus hati2 tetep sama yah, hindari daging, buah dan raisin.

Untuk DonQ roti tawar dan croissant nya aman dimakan. Roti keong coklatnya enak bangett mirip sama rasa German Bakery di Kanazawa yang menurut saya menjadi salah satu toko roti terbaik yang pernah saya rasakan hiksu. Roti potato campur keju campur krim yang ada di gambar pojok kanan bawah juga enak bangett, ga salah kalau jadi salah satu roti hits dari DonQ.

Petugas toko merekomendasikan corn bread sebagai roti yang cucok buat anak kecil, emang enak sih kenyel2 tapi ga susah dipotong, jadi dikunyah nya juga enak. ga hanya Kyoko, emaknya aja suka wkwk.

Untuk Delifrance sendiri saya kurang detil sebenernya karena harga roti nya mahal dan rasanya ga lebih enak dari encuit tapi 11-12 sama DonQ. Delifrance juga bisa dimakan roti tawarnya. Selain itu, pizza, croissant dan meronpan nya juga enak namun memang tidak istimewa.

KESIMPULAN UNTUK DONQ

Harga: $$$ (Standar ajaa)

Varian yang halal dimakan: $$$  (Lumayan banyak)

Kenyamanan: $$$ (Petugasnya ramah pisan mau ditanya banyak di tempat)

Rasa: $$$ (Enak tapi ga secara mayoritas bisa dibilang” enak banget”! )

 

 

Begitulah perjalanan Saya dan Kyoko dan Ayah Kyoko mencari roti di tsukuba, insya Allah perjalanan mencari roti ini masih akan berlanjut sampai Maret 2017 wkwk semoga kami tetap semangat yah mencari roti2 yang aman dan enak untuk dimakan!

Untuk pos khusus mengenai toko kue, akan saya bahas di post selanjutnya!

Pesan sebelum menutup pos ini: Ayo telusuri makanan aman halal di daerah masing2! Mumpung kita di Jepang, penjualnya sangattt menghormati konsumen! ❤

 

Salam,

 

Ditaaaa ❤

Kalau Kyoko (dan adek2nya) penasaran Ibu di kampus ngapain aja…(Episode 2)

Halo Kyoko yang lagi bobok dan adik2nya. Jangan lupa sikat gigi sebelum tidur dan jangan biasain begadang ya wkwkkw.

Btw, Ibu udah lama banget nih ga lanjutin  cerita tentang Ibu di kampus S1 dulu, atau bahkan ibu sudah lupa apa yang Ibu tulis di pos sebelumnya hahahaha. Jadi, tolong maafkan ibu ya, kalau banyak cerita yang ga koheren dan aneh dirasa.

Okeh, mari kita lanjutkan yah, sekarang ibu akan bercerita berdasarkan tokoh-tokoh yang muncul dan dari mereka Ibu banyak belajar :).

SUPPORT SYSTEM IBU 1: TEMAN KOS YANG LUAR BIASA!

 

Pengalaman jauh dari Datuk dan nenek adalah masa-masa yang membuat Ibu sadar bahwa keberadaan orang tua itu memang ga bisa digantikan, keberadaan fisik orang tua memang tidak bisa digantikan telfon ke rumah. Masa-masa menanti balik untuk ke depok (Btw, ibu lebih sering pulang ke rumah ya dibanding mamak dhika, mamak dhika itu satpam kampus wkwkkw), tidak terlalu menyiksa karena Ibu alhamdulillah punya sahabat-sahabat kosan yang luar biasa saling mengisi kebutuhan jiwa teman-teman kosannya hahaha.

Kami semua punya sifat yang berbeda banget, cara belajar yang berbeda, dengan jurusan yang berbeda. di kosan ini, kami dibuat bersatu karena kalau tidak maka kami akan ditekan oleh penjaga kosan heehehhe. Ah sudahlah, bagian yang itu kita tidak usah bahas ya Kyoko.

Tante Nadia Rayhanna adalah tante yang ibu kagumin, Tante Nadia ini multitalenta banget Kyoko. suaranya bagus, bahasa Inggris tulis nya bagusss sekali sepertinya Ibu bisa lihat bahwa tante Nadia terbiasa dengan bacaan Bahasa Inggris yang diksi nya elegan. Tante Nadia juga jago foto, bukan hanya bagus dari sisi pengambilan gambar, lebih dari itu, foto nya selalu penuh dengan makna. Tante Nadia ini dalam 🙂

Tante Nadia memutuskan berhijab ketika di tengah-tengah masa ngekos, saat itu Ibu senang sekali melihatnya. Tante Nadia lulusan Delft loh Kyoko, keren yah! Kalau Kyoko mau tau tentang kuliah di Belanda, Kyoko bisa tanya ke Tante Nadia 😀

disini yang di tengah adalah Tante favorit ibu juga, namanya tante Dina. orangnya lucu banget Kyoko. Khas anak jurusan FSRD. Orangnya berapi-api dan terkadang bikin kita deg2an kalau lagi marah, tapi di saat yang sama, Tante Dina ini pembela kebenaran alias ga takut mengutarakan apa yang dia anggap benar. Keren deh tante Dina ini.

Tante Dina ini selera musik nya sama kayak Tante Nadia, yang mana ibu kurang mengerti hahahaha. Tante Dina dulu SMA 8 (satu SMA lho sama Tante Nadia) pernah mengikuti Exchange program ke US, sehingga bahasa Inggris nya lancar. Tante Dina dulu salah satu orang yang menyemangati Ibu untuk terus berusaha mendaftar Exchange Program ke Jepang.

Pernah, suatu ketika Tante Dina bilang “Dit, menurut gue lo bakal ke Jepang deh, beneran!”. Wah saat itu, Ibu masih ingat, ada semacam api2 yang muncul di mata Tante Dina, lucu deh. Alhamdulillah Kyoko, ternyata ga cuman Ibu yang terlempar ke Jepang dan Tante Nadia yang terlempar ke Belanda. Tante Dina juga terlempar ke Italia belajar desain <3.

Selain yang ada di foto ini, ada Tante Ima cantik yang resik yang juga saat ini sedang ambil PhD di Tokyo Tech, ada Tante Tyas yang pintar gambar, ada Tante Yusie yang saat ini jadi hijabers cantik dengan banyak follower dan ada Tante Fira yang imut yang sedang sibuk mengabdi untuk Jakarta.

SUPPORT SYSTEM IBU 2:  TEMAN-TEMAN SATU JURUSAN 

kuliah di SBM itu secara lingkungan memang jauh dibandingkan dengan suasana jenjang pendidikan ibu sebelumnya Kyoko, Ibu butuh 1 tahun lebih untuk beradaptasi dengan kawan-kawan sejurusan Ibu. Tapi Alhamdulillah, setelah itu Ibu justru merasa amat beruntung pernah mengecap pendidikan di SBM bersama dengan teman-teman yang berfikiran aneh, unik. semua orang punya cara berfikir beda, dan mayoritas dosen menghargai cara berfikir muridnya yang aneh.

Walaupun terkadang banyak mahasiswa yang kelewat “ajar” kepada pengajarnya, dan terkadang Ibu pun merasa tidak nyaman melihatnya, tetapi para pengajar cukup sabar menghadapi kami. “tekan-menekan” sesama teman ada, bahkan untuk hal yang tidak penting sama sekali. Perkara fisik, misal. Ibu cuman ingin Kyoko tau bahwa jangan pernah menjadi bagian kelompok yang suka “menekan” orang lain ya, dan kalau Kyoko tau itu salah, maka jangan menjadi kelompok “main aman” yang tidak mau membela orang yang tertekan itu :D.

Yah begitulah, masa-masa S1 memang masa dimana semua orang mungkin melakukan kesalahan terbodoh ya, belum dewasa sepenuhnya. Sehingga kalau diingat sekarang mungkin harusnya taubat yang sebenar-benarnya :).

Alhamdulillah di tengah segala hal pelik, seru, asem, manis selama S1, Ibu punya kawan dekat yang selalu ada di saat Ibu sedang butuh sokongan. Salah satunya ada sahabat ibu namanya Kodil. Tante Fadilla Paramitha namanya, orangnya kocak deh Kyoko. Dia punya cara berfikir yang unik nih si Tante ini, tante ini orangnya sangat rendah hati dan ngajarin ibu banyak hal tentang bagaimana berkomunikasi dengan orang lain.

Tante Kodil ini teman setia Ibu dalam mengikuti kepanitian di luar kampus. Saat jaman Ibu mulai kuliah, alhamdulillah makin banyak mahasiswa jurusan ibu yang mulai aktif di kepanitiaan pusat. Tante Kodil dan Ibu pernah ikut dalam kepanitiaan Pagelaran Seni Budaya dan dalam kepanitian OSKM Orientasi Mahasiswa Baru.

Di dua kepanitiaan besar itu, pertemanan kami makin “terasah”. Ibu rutin juga menginap di kamar nya Tante Kodil, dan lewat Tante Kodil, Ibu jadi kenal juga dengan Tante Lia. Tante cantik yang pernah studi di Newcastle (salah ga ya nama kampusnya) dan sekarang sedang menemani suaminya studi S3 di Kitakyushu. Semoga Kyoko bisa menemukan seseorang seperti Tante Kodil yah di kehidupan pertemanan Kyoko ❤

 

1918700_1195884732098_8373597_n

Di SBM, Kelas Ibu dibagi ke dalam 4 kelas tutorial, dan di tahun ke-dua SBM, dimana kami harus benar-benar terjun ke bisnis dalam waktu 2 semester, teman satu tutorial itu dianggap sebagai teman 1 perusahaan. Mata kuliah “terjun bebas bisnis” itu adalah IBE Integrated Business Experience. Disitu, kami benar-benar merasakan bagaimana rasanya harus memotivasi satu kelas untuk berjualan.

Disitu juga, kami belajar untuk mengetahui talenta masing-masing anggota Kelas. Teman-teman yang fotonya ada di atas itu Kyoko, adalah Tante-Tante yang luar biasa banget. saat ini mereka sedang dalam jalan mencapai goal besar hidup mereka. Ada yang sudah jadi Ibu, ada yang sedang menanti jodoh 🙂

Dari yang berderet di atas itu, ada 3 orang yang memori nya cukup lekat di Ibu, yaitu: Tante Vita, Tante Meta, dan Tante Krista. sebenarnya banyak tante-tante lain yang juga punya memori menyenangkan dengan ibu. Tapi kalau Ibu ceritain nanti bisa jadi 1 tesis saking panjangnya T,T

Tante Vita adalah teman satu kelompok favorit ibu, karena selain selalu punya ide aneh, Tante Vita ini orang yang bertanggung jawab. Tante Vita ini bisa membuat laki2 bandel yang ada dalam satu kelompok untuk takluk ikut mengerjakan tugas. Tante Vita ini disayang sama satu angkatan banget Kyoko hihi

Tante Vita pernah berkata sesuatu yang lucu tapi sangat masuk akal. Katanya: “Gue nanti mau S2 ah”, Trus ada yang nanya, “Buat apa vit?”, kata tante Vita: “Ya biar anak gue tau kalau Ibu nya pinter” :))

Jawaban naif yang dalem yang bikin Ibu inget sampai sekarang.

Selanjutnya ada Tante Meta. Tante Meta ini salah satu aikon MC paling luar biasa oke di angkatan Ibu. Bahasa Inggris oke, bahasa Indonesia pun cukup apik dan enak didengar. Memang hebatnya pola didik di SBM adalah, semua anak SBM itu keluar dengan kemampuan presentasi yang baik (semoga ibu juga begitu heuheu). Nah, kemampuan berbicara depan publik Tante Meta ini jauh di atas rata2. Tante Meta itu juga semangat banget belajarnya, dan yang bisa Ibu liat, tante Meta ini sayang banget sama adek2nya, ibu acap kali kepo ngeliat ke akraban tante meta dan 2 adiknya. Hihi, jadi bikin ibu semangat punya 3 anak perempuan ihihi.

Tante Krista adalah teman ibu yang buat ibu banyak berfikir hahaha. Masa-masa awal dimana Ibu merasa Tante Krista adalah sohib yang asik ketika kami berdua menghabiskan malam untuk belajar mata kuliah paling masya Allah se-tahun kedua SBM, yaitu mata kuliah Operation Management. Disitu kami mulai banyak diskusi, dan menemukan bahwa kami berdua sama-sama agak lemah di mata kuliah itu dan harus berusaha lebih. Tante Krista ini mengajarkan ibu banyak hal, salah satunya adalah bagaimana untuk percaya diri dengan hal yang ingin disampaikan.

(Btw, Tante Krista ini emang tipe2 orang suka ikut Lomba gitu Kyoko, beliau finalis Indonesia untuk Loreal Business Competition dan finalis kompetisi Danone juga, serem. )

Sebelum ibu mau presentasi hal yang penting, dan merasa ga pede, si Tante Krista ini bilang ” Kalau lo aja ga percaya sama apa yang mau disampein, gimana yang dengerin mau percaya sama lo?”. Jleb. Ini adalah kalimat yang Ibu ingat sampai sekarang, seenggaknya sampai Ibu mau presentasi tesis S2.

Perjalanan “garis hidup” Ibu dan Tante Krista ini lucu menurut ibu. Sepaham Ibu, yang mempunyai niat untuk kuliah sampai S3 itu adalah Ibu, karena Ibu yang menggebu2 menjadi dosen dan ambil kuliah sampai S3, dan Tante Krista ibu ga menyangka punya niat kuliah sampai S3 karena ibu mengira beliau akan langsung berkarir di perusahaan atau buka usaha. Namun yang terjadi sekarang adalah Tante Krista yang sedang S3 di UPenn dan Ibu Insya Allah akan mundur dari aplikasi S3 Ibu di Queensland Univ untuk mencoba fokus untuk membuka usaha sendiri. Masya Allah, rencana Allah SWT kepada manusia itu memang bermacam2, dan insya Allah itulah hal baik yang Allah berikan kepada kita.

Tante Krista dan Ibu, kami berdua mengambil “konsentrasi” alias penjurusan yang sama di tingkat akhir kuliah S1. Kami mengambil konsentrasi “Human Resource”, sebuah pilihan yang tidak populer bagi anak2 SBM. Yang hits lalu apa? sudah jelas jawabannya adalah Finance dan Marketing.

Di konsentrasi Human Resource Management (atau orang sekarang lebih senang memanggilnya dengan Human Capital Management), kami ada sekitar 6 orang. Dari semua yang pernah masuk ke Human Capital Management (HCM), alhamdulillah ada dua orang yang masih “lurus” berada di jalur karir HCM. Alias memang masih bekerja di bidang HCM. Terimakasih Dea dan Yanda! kalian HC sejati! wkwk (Sebenernya Tante Krista itu juga masih “lurus” karena sempat bekerja di Hay Group, tetapi setelah itu Tante Krista mengambil S2 dan S3 di bidang real estate kalau ibu tidak salah)

Karena peminat jurusan HC sangat sedikit, sehingga kalau masuk kelas penjurusan isinya dia lagi-dia lagi, di tahun ketiga kami, kami menjadi dekat dan sering tukar menukar ilmu HR. Ketika Ibu dulu mengambil Internship di Human Capital nya Medco Energi pun, Ibu sempat mengontak teman-teman kuliah 1 “konsentrasi” untuk memperkaya pengetahuan.

Foto di bawah ini adalah foto wisuda di tahun 2011, dari kiri ke kanan: Yanda, Yorint, Dea dan Krista. Saat itu, Ibu sedih karena tidak bisa wisuda bareng. Tapi di sisi lain kalau merasa sedih artinya Ibu tidak bersyukur karena di saat itu Ibu sedang berada di Kanazawa untuk mengambil bagian dalam program Exchange 1 tahun. Sebuah hal yang sangat ibu2 cita-cita kan sejak SMP.

 

wisuda.jpg

Nah, di atas itu, Ibu sempat menyebut Om Yorint ya? Dia adalah teman “satu perjuangan” Ibu juga. Beliau adalah ketua angkatan SBM 2011 yang sangat mengayomi angkatannya. Kami bersama om dan tante lain punya tujuan yang besar saat itu bahwa angkatan kami harus berpartisipasi aktif di kegiatan besar kampus. Salah satu hal aktif tergila versi kami (yang meski kata orang -orang mungkin biasa aja hahahaha) adalah dengan mengikuti kepanitiaan PEMILU RAYA Pemilihan Presiden KM ITB.

Ibu lupa persis tahunnya, yang jelas saat itu sedang jaman pemilihan Kak Ridwansyah Yusuf Achmad >< Kak Muhammad Yunus >< Wakil PSIK (maaf kak saya lupa namanya T,T nampaknya beliau anak elektro かな〜). Wah kalau mulai lupa-lupa gini Ibu jadi berasa tua, padahal ibu baru 27 tahun huhuhuhu

Kalau boleh Ibu pilih satu kepanitiaan yang akan membuka mata Kyoko tentang “bagaimana kampus ini bergerak” dan bagaimana “kekuatan di kampus ini tersebar” maka kepanitiaan PEMIRA (Pemilu Raya) inilah jawabannya. Ibu itu pada dasarnya senang mempelajari karakter orang, bagaimana kelompok itu bekerja, bagaimana dan siapa orang-orang kuat dalam kelompok bisa mempengaruhi orang lain misal. Kesukaan ibu akan “manusia” lah yang membuat ibu mengambil jurusan Human Capital juga hahaha. (lah kok nyambung ngomongin jurusan wkkw)

Di kepanitiaan ini, Ibu jadi mengenal karakter manusia-manusia di setiap jurusan. Bagaimana bedanya mahasiswi cantik Teknik lingkungan dan Biologi, laki2 di jurusan perminyakan ternyata beda nyata dengan mahasiswa jurusan tambang (meski keliatan jurusannya sama2 keras wkwk).

Di bawah ini adalah foto yang di ambil pagi-pagi menuju masa-masa pemungutan suara, diambil pagi-pagi ketika Ibu ga sengaja melihat dua makhuk Om ini (Om Yorint dan Om Bima) di markas sekretariat panitia pemilu raya. Mereka sedang dalam masa paling bangga saat itu karena menginap di sekre karena harus mengerjakan tugas kepanitiaan.

Saat itu, kami merasa, mengerjakan sesuatu hal kepanitiaan di luar akademik adalah cool. Lebih cool lagi untuk para lelaki kalau bisa begadang mungkin ya? hahaha. yah kalau ga berfikir norak dan aneh kayak gini emang bukan mahasiswa :))

1909537_1087371874665_3801713_n

teman-teman KM-SBM (Keluarga Mahasiswa-Sekolah Bisnis Manajemen),adalah teman-teman yang berusaha merepresentasikan SBM dengan baik di depan masa kampus. Tetap ber-ITB tanpa kehilangan value SBM-nya (nah lho gimana tuh Kyoko? hwhaaha). Tahun 2010-2011 adalah pertama kali nya (kalau ga salah) kami mengadakan arak-arakan wisuda. Pertama kalinya, kami mempunyai yel-yel jurusan dan ikut kampi tampilkan di arak-arakan wisuda ITB.

Arak-arakan wisuda adalah hal yang Glamor bagi mahasiswa ITB, budaya yang tidak berbahaya kalau disikapi dengan positif. budaya yang tidak berbahaya kalau dipersiapkan dengan tidak berlebihan. Arak-arakan wisuda adalah momen yang berharga, dimana Ibu bisa melihat kesungguhan junior mempersiapkan “cara pelepasan” senior yang terbaik. Tentunya, ibu selalu menunggu-nunggu arak-arakan dari mahasiswa seni rupa dan desain. Karena mereka selalu keren warbyazah!!!

 

30857_1462509885489_2431097_n

Halo teman-teman pada foto di atas, bagaimana kabar kalian sekarang? Senang mendapati kalian sebagai bagian masa muda gue wkwkkw

SUPPORT SYSTEM IBU 3:  TEMAN-TEMAN SATU ITB

172201

 

Selain Pemilu Raya KM ITB, ada satu kepanitiaan di kampus yang terlalu sayang untuk dilewatkan.Sebuah kepanitiaan yang bisa mengumpulkan kembali teman-teman sebelum terpecah masuk ke dalam himpunan. Kepanitiaan yang bisa membuat Ibu merasa satu ITB selain masa-masa awal orientasi menjadi mahasiswa baru.

Kepanitiaan Orientasi Mahasiswa Baru sebenarnya adalah masa pengkaderan dari si panitia sendiri. Karena untuk menjadi panitia penyambutan mahasiswa baru ini banyak tahapannya. dari mulai seleksi beneran yang dilakukan panitia, sama seleksi hati dan niat. Karena awal-awalnya yang mendaftar menjadi panitia warbyazahhh banyak, lalu di ujung cuman segelintir yang bertahan.

Ibu harus bilang kalau Kemahasiswaan ITB mempersiapkan penyambutan mahasiswa baru ini dengan amat serius, mulai dari mobilisasi peserta, performance dan kegiatan apa yang bisa dilakukan agar anak baru tidak bosan.

Sayangnya, yang ibu dengar, makin kesini, proporsi acara rektorat dan acara yang dipegang mahasiswa makin tidak seimbang. Semoga Kyoko masih sempat merasakan ya bagaimana asiknya bisa ambil bagian dalam Acara orientasi mahasiswa baru.

Dari menjadi panitia lapangan di acara Orientasi Mahasiswa inilah, Ibu banyak mengenal kawan-kawan lintas jurusan yang pikirannya dan action-nya Masya Allah  menginspirasi Ibu. Dari sinilah Ibu mulai kenal salah duanya  Tante Sausan (TL 2008) dan Tante Arimbi (Sipil 2008)

Tante Sausan ini adalah Srikandi nya Teknik Lingkungan, beliau pernah maju menjadi senator nya mahasiswa Teknik Lingkungan lho! keren bangett T,T. Secara menjadi senator itu butuh orang yang mau berkomunikasi dengan himpunannya sendiri dan tahan banting karena terkadang pekerjaannya ga dianggap penting meski sebenernya vital (nah lho).

Kalau misalnya ada acara kampus yang acaranya malam-malam, hmm misalnya ada forum hearing, atau ada diskusi sesuatu yang seru untuk disimak. Ketika Ibu bingung harus ajak siapa dan kira-kira disitu ada siapa, maka Ibu akan menemukan tante sausan ini dalam list “siapa yang bisa bareng2” :))

Salah satu wanita tangguh yang Ibu kenal selain tante Sausan, adalah Tante Gini Arimbi. Tante Arimbi adalah pemred dari Cremona, majalah keprofesian Sipil yang terkenal banget. Tante Arimbi ini orang yang persistence dan ga kenal lelah untuk mencoba hal baru. Kalau Mamak Dhika mungkin udah bosen Ibu ceritain tentang Tante Arimbi ini, karena Ibu selalu menunjuk Tante Arimbi sebagai role model anak sipil ITB wkwkkw.

Walaupun Ibu dan Tante Arimbi ini momen ketemu dan ngobrol bisa diitung pake dua tangan, tapi obrolan kami insya Allah selalu menghasilkan sesuatu yang bisa membuat kami berfikir untuk lebih baik. seenggakya sih itu yang Ibu rasakan yah, enggak tau deh Tante Arimbi gimana kwkw

Oiya, belum lama ini Tante Arimbi memutuskan untuk berhijab, barakallah Tante Arimbi cantik <3, Sampai sekarang bergeterr deh kalau inget momen dimana kau memberitauku kalau kau berjilbab.

114

Selain bersama teman-teman kepanitiaan, Ibu juga mempunyai support system yang luar biasa, Kyoko. Yaitu teman-teman Ibu di Kabinet Keluarga Mahasiswa. “karir” ibu disini, dimulai saat ibu tingkat awal masuk ke dalam kabinet Kak Shana sebagai staff bagian ekonomi. Merasa kurang dimanfaatkan akhirnya Ibu dipindah ke bagian PSDM. saat itu menteri nya adalah Kak Dimas Taha (Kak Dimas ini suami nya Tante Shabrina Nida hahaha), disitu Ibu mulai faham bagaimana sistem Kampus ITB dan segala cerita unik di dalamnya.

Setelah diam lama di PSDM, Ibu ingin tempat yang baru, tempat yang ternyata cucok banget buat Ibu, yaitu di Divisi Kementrian Seni dan Budaya. disitu Ibu bertemu dengan banyak orang yang lucu, aneh tapi bervisi :).Disitu lah Ibu sempat berkenalan dengan Tante Fransisca Callista. Tante yang luar biasa punya ketangguhan hati untuk menggapai mimpinya. Tante lulusan S2 Chiba University yang sekarang mengabdikan dirinya untuk masyarakat daerah Papringan.

Di tahun kedua Ibu, Ibu diajak untuk menjadi bagian inti dari BEM KM ITB. Ibu menjadi Bendahara untuk Kabinet Kak Herry Dharmawan. Karena saat itu Ibu merasa rempong jika hanya sendirian memegang fungsi bendahara, maka Ibu mengajak Tante Marsha untuk menjadi wakil bendhara Ibu. Bendahara ini bergerak di bawah Menteri Koordinator Perekonomian yang dipegang Om Gesa Falugon. Yang suka sekate-kate bilang kami duet Tronton -_- wkwkkw, jadi Kyoko bayangin kalau lagi forum kampus yang ditonton banyak Mahasiswa, si Om Gesa ini bilang ” (Ya saya datang bersama dua tronton saya, Dita dan Marsha)  -__-). Tapi ga apa, memang udah nasib.

Tante Marsha adalah salah satu sohib kental Ibu selama berada di kabinet, bersama dengan Tante Nafisah juga. Wah memang berada di kepengurusan kabinet yang intens itu meski ga buat kurus karena mengurus sesuatu, setidaknya menjadi proses penyematan rasa “deg deg serr” buat beberapa pasangan. Seperti Om Herry Dharmawan si om presiden yang menikah dengan Tante Marsha haha

Dan layaknya pasangan hits Tante Nafisah yang menikah dengan sohib kental berantem diskusinya Om Ihsan hahahaha. Duh kalau mau ngomongin pasangan ini mah meski beda chapter.

109

Om Gesa dan tante Marsha: Bersama dengan Tante Nafisah, kami membentuk grup THE BIG FIVE!! dengan anggota kelima yang masih dirahasiakan sampai sekarang.

Btw, Ibu udah pegel banget nih Kyoko. Jam 7 pagi dan Ayah belum balik dari masjid dan dikau masih bobok wkwk gegara abis pilek kemaren. Berhubung ibu juga udah laper, mari kita sudahkan pos nya disini.

Ibu menutup postingan ini dengan satu kisah dan satu foto yang termasuk sangat memorable buat Ibu. Yaitu saat dimana Ibu harus menjadi MC acara pembagian hadiah Olimpiade ITB tahun 2008 atau 2009 yah lupa hihi, yang jelas saat itu ibu masih anak tingkat 1.

Tingkat 1 polos, naif, ga tau apa2, mau2 aja disuruh jadi MC. Dengan kemampuan MC yang ya ampun ala kadar banget, ditonton sama mahasiswa yang mempertanyakan kenapa bisa dua orang ini didaulat jadi MC. Ah ya sudahlah, kalau diinget2 pengen garuk2 tanah deh

Menjadi mahasiswa itu banyak hal bodoh dan manis yang layak diingat tapi tidak layak diulang. Masa-masa yang ga bisa diulang sehingga sekali datang kesempatan itu maka harus dimanfaatkan dengan sebaiknya.

2410_52752434070_3737_n

Di foto ini, Ibu bersama Tante Elmy ❤

 

Kita tutup dulu pos disini ya Kyoko, Ibu belum buat sarapan, ayah udah mulai bete wkwkwkwk

 

❤ ❤

IBU

 

Kalau Kyoko (dan adek2nya) penasaran Ibu di kampus ngapain aja…(Episode 1)

Perhatian: yang tertulis dalam pos ini adalah kejadian yang terjadi antara 2008-2011, informasi dan cerita yang tercantum mengenai keadaan program studi dan kampus sangat mungkin tidak relevan jika dihubungkan dengan kondisi saat ini. 

 

Halo Kyoko, Assalamualaikum, wah hebat ya udah bisa browsing internet hahahaha. Sengaja nih ibu buat pos ini, biar ibu ga lupa tentang kehidupan ibu jaman masih muda belia nan besar dahulu wkwk. Soalnya kalau kamu udah jaman masuk kuliah, ibu udah umur berapa coba? nanti lupa deh sama memori terdahulu ceritanya jadi ga asik.

Halo juga adek2nya Kyoko, hayo jangan kelamaan ngeliat komputer ya! (tetep galak yah ibunya)

Btw (By the way ahahha-ah masa kamu ga ngerti) Nanti kalau misalnya wordpress udah punah 18 tahun lagi, ya semoga ibu nyimpen draft blog nya di komputer ya (itupun kalau komputer juga belum punah wkwk). Duh ini pos tuh harusnya sendu2 gimana kok jadi banyak wkwkw nya yah wkkw.

Berhubung Ibu itu sebenernya pelupa, jadi ibu cerita dari foto-foto aja ya. Kalau ceritanya ibu loncat-loncat, udah kamu ga usah protes, terima aja. Okeh, kita mulai aja ya sis..

Kenapa ITB

Sesungguhnya Ibu kamu ini orangnya pasrah pas mau menuju kuliah. Ibu itu ikut beberapa kali tes masuk universitas dan alhamdulillah dikasih tau Allah SWT gimana perasaan gagal test beberapa kali. Ibu dulu daftar masuk FK dan FKG UGM, ga lolos. Dulu pernah daftar UI Farmasi, Arsitek dan apaa gitu, enggak lolos juga. USM ITB pertama daftar SAPPK, SF dan FSRD Seni Rupa (wah kamu kaget ya ibu tertarik FSRD? sebenernya Ibu dari dulu suka banget melihat desain interior rumah, suka main program komputer tentang mendesain rumah, dari bocah suka bacain majalah ASRI dan ngeliat gambar-gambar arsitek dan disain interior. Mungkin sedikit terpengaruh Datuk yang walaupun bekerja di bidang sipil tapi punya  kesukaan “ngarsitek” yang cukup kental)

Tapi atas izin Allah SWT, ibu baru diloloskan di USM ITB kedua, waktu itu sebelum memutuskan program studi yang akan ibu daftar, Datuk dan nenek mengajak ibu pergi ke ITB. Disitu Datuk dan Nenek masuk ke dalam gedung SBM (Sekolah Bisnis dan Manajemen) dan terpukau dengan fasilitas dan program belajar yang ditawarkan. Datuk dan nenek yang awalnya ragu untuk memasukkan Ibu ke SBM karena biaya kuliah nya yang kayak mau beli pulau (boong deng wkwk), jadi berfikir ulang. Waktu itu Nenek bilang ” Insya Allah kalau rejeki masih bisa dicari, daftar aja SBM”.

Mungkin waktu itu muka ibu udah keliatan mupeng kali ya. Kyoko tau mupeng apa ga? Ah ga gaul 2033 nih, maksudnya “Muka Pengen”. catet yah. Oh iya, Saat Malam menuju USM ITB kedua tiba, waktu itu Ibu dan nenek menginap di hotel Bukit Dago, hotel deket Dayang Sumbi yang strategis untuk tempat menginap saat ujian. Ibu malam-malam nya nangis, karena ga kebayang bakal nge-kos dan tinggal jauh dari orang tua, saat itu Ibu minta ke Allah SWT kalau memang ITB itu tidak baik buat Ibu, jangan ibu diloloskan di USM ini.

Eh, ternyata Masya Allah, Kata Allah SWT,  ITB adalah jalan terbaik buat Ibu. Akhirnya Ibu dengan style yang akhwat SMAN 39 pisan hihi berpetualang bareng dengan Tante Fira, sohib ibu sejak SMA itu. Kami berpetualang di Bandung, kota yang sukses bikin ibu pengen pindah tinggal permanen disitu kalau udah berkeluarga (eh tapi ibu dapetnya ayah yang basis “karir”nya ingin di depok wkwk)

Kami, Ibu dan Tante Fira, me-ngekos bareng di Jalan Bangbayang 23A. Disitulah perjalanan yang mengubah hidup dimulai. Nah, dari sini, ibu mulai cerita dengan foto-foto ya (kalau ibu inget wkwk)

Menjadi NIM 190 di ITB (2008-2011)

Kosakata yang mungkin membingungkan>> SBM: Sekolah Bisnis Manajemen

Sesungguhnya, masuk SBM adalah masa adaptasi terberat Ibu selama ibu mengecap pendidikan. Serius, bahkan lebih berat dibanding adaptasi awal ibu di Jepang saat exchange di kanazawa ataupun di Tokyo Tech Dahulu saat S2.

Masuk Sekolah Bisnis Manajemen dengan teman-teman yang memang Masya Allah pintar dan ternyata punya gaya hidup yang jauh berbeda dengan Ibu, membuat Ibu harus lebih banyak mengevaluasi diri dan membuka diri. Bukannya tanpa air mata dan rasa marah, Ibu disini pun beberapa kali kena “diledek” dan “ditekan” oleh teman, dan merasa kuper ataupun rasa percaya diri ada di titik 0. Namun, Alhamdulillah ternyata, dengan bantuan teman-teman SBM pun, Ibu bisa menjadi orang yang menurut Ibu sih, bisa terbuka dan menerima pandangan yang berbeda dengan Ibu yang dulu, duile. (Kyoko pasti mau ngomong gini ya “Ih ibu kok muji diri sendiri!” bukan itu maksudnya, ah susye dah)

Dulu katanya, yang sekolah di SBM itu cuman putri dan pangeran, maksudnya ini merujuk ke angkatan di atas ibu ya. Trus, mulai keliatan “terusik” si image SBM ini, begitu  angkatan ibu yang “muka-muka” nya mirip anak tenik kayak Ibu masuk wkwk. (asyem ya, tapi kata senior ibu sih begitu). Gap antara anak SBM dan non-SBM, Ibu akui sangat terasa saat itu, katanya saat ini sudah tidak seperti itu, alhamdulillah jaman sudah berubah semakin baik ya Kyoko 🙂

Masuk pertama ke SBM, Ibu kaget dengan penampilan teman-teman Ibu, pun selayaknya mereka kaget ngeliat orang kayak Ibu kok bisa ada di SBM hahaha. Btw ibu dulu penampilannya “akhwat banget” deh Kyoko, ga berani pake baju asimetris aneh-aneh kayak sekarang. Saat ibu awal berada di SBM, ibu kaget kok ada ya temen ibu yang hampir setiap hari ke salon, salon mahal pula. Kok bisa ya tas Longchamp yang harganya menurut Ibu mahal banget itu dipunyai 3/4 anak perempuan angkatan Ibu. Kok bisa ya temen-temen ibu kayak butik berjalan :D. Pemandangan awal yang terlihat luar biasa mengagetkan dan lama-lama menjadi biasa.. (Ini hal baik atau hal kurang baik ya Kyoko? hehe)

Yang paling buat ibu kesel saat awal masuk adalah orang ga percaya kalau Ibu anak SBM. Saat upacara masuk, ibu selalu disangka anak Farmasi atau anak Biologi. Ibu pernah dipeluk sama seorang senior akhwat GAMAIS ITB saat ada acara OHU (Open House Unit-kalau bingung, coba tanya Mamak Dhika), pas begitu tahu ibu mau daftar GAMAIS dan ibu dari SBM. Apa mereka kaget ya kok anak SBM dekil kayak Ibu? wkwk.

Dulu saat masa-masa pertama kali masuk kuliah, Ibu dikumpulkan di lounge oleh senior. yang berada di seberang kampus utama SBM. Disitu ibu dikumpulkan oleh senior dan diberitau bahwa “Kalian sebagai anak SBM harus kompak, karena kita akan “ditekan”( hmm apa ya kotoba atau kata yang sesuai, seinget dulu sih pakai kata “ditekan” ) oleh anak-anak ITB, jadi kita harus kompak dari dalam”.

Sungguh ini senior yang aneh. Mungkin kalau senior Ibu ini yang sekarang udah jadi Tante dan Om mendengar kata2 ini, mungkin mereka malu atas kata-kata yang dulu dilontarkan. Ya gimana, masa anak ITB menggencet anak ITB lain, kan ga lucu. Mungkin senior ibu ingin menyiapkan mental “anak SBM” jika merasa “diasingkan”, padahal mungkin tanpa sadar kita yang “mengasingkan” diri ya? hehehe

Melihat yang ganjil dengan hubungan “SBM dan mahasiswa ITB jurusan lain”, justru membuat ibu makin penasaran. Penasaran itu ibu wujudkan dengan mengikuti kegiatan kumpul-kumpul dengan anak baru ITB yang lain. Ibu ingat sekali, kesal rasanya saat semua program studi di absen oleh Kakak Kelas, SBM itu lupa disebutkan.

Ibu bilang saat itu “Kak, mana SBM kok ga disebut?”, lalu senior dan teman-teman Ibu yang ikut kumpul kaget, kok ada anak SBM yang ikut kumpul seperti ini. Ibu harusnya lebih kaget, kenapa sih mereka pake kaget?

Mungkin yang membuat kenapa SBM terlihat eksklusif adalah karena lokasi kami dan fasilitas, serta bayaran sekolah Ibu yang berbeda (beda jauh sih sebenernya). Kami (Ibu dan teman2) juga punya jatah 3 tahun untuk lulus, jadi berasa ikut kelas akselerasi. Tugas menumpuk dan presentasi yang deadline nya mirip deadline kantoran (By Email jam 12 am teng paling telat) memang membuat kehidupan kami muter disitu-disitu saja. Silakan bilang ini pembelaan, tapi saat itu memang yang kami rasakan.

Tapi sebenernya, itu bukan pembenaran untuk tidak ikut kegiatan kampus dan Ibu tahu benar itu. Sehingga Ibu dulu punya tekad yang kalau anak sekarang (maksudnya anak 2016) bakal bilang “Woelahh lebay”, yaitu: Ibu ingin mengubah image itu dan Ibu harus ikut semua kepanitiaan kampus sekuat Ibu.

Tujuan utamanya: Supaya SBM ga dianggap ekslusif. Woelah, kwkwk sederhana banget dan naif ya? tapi setidaknya dengan kenaifan itu ibu bergerak, Nak :). Lagipula kapan lagi bisa lugu kalau bukan saat menjadi Mahasiswa?

Jadi pengen cerita, lewat Datuk Ibu belajar kalau jadi mahasiswa memang masa-masa istimewa. Dulu ibu terkesima ketika datuk bercerita bagaimana Datuk memimpin mahasiswa sipil di kampus “makara” dulu untuk bergerak, bagaimana datuk mengikuti masa-masa pemilu himpunan sipil, bagaimana datuk juga berhadapan dengan dosen-dosen datuk untuk mempertahankan apa yang datuk anggap benar.

Cool pisan (park bo gum kalah lah! -maaf, ini efek pasca menonton moonlight drawn by clouds wwkwkw. Btw, Kyoko, kalau udah cukup umur, ayo kita nonton ulang bareng drama ini,semoga masih ada ya tersebar di internet wkwk).

Kyoko, saat menjadi Mahasiswa itu  adalah saatnya kita berbuat “kesalahan” karena di masa-masa itu masih bisa “dimaafkan”, lepas dari masa mahasiswa, maka kita harus sudah jadi orang dewasa sigap bijak wkkw. Makanya ibu tuh pengen Kyoko dan adek2 Kyoko nanti bener2 memanfaatkan masa-masa menjadi Mahasiswa, terutama hmm menjadi mahasiswa S1 🙂

Berkelana di ITB Dari tahun 1-3

<Tahun Pertama>

Singkat cerita (Singkat apa bu, udah 1000 kata wkw), Akhirnya dimulai lah perjalanan Ibu di Kampus Ganesha. Sebuah perjalanan yang membentuk banyak diri ibu sekarang ini. Ibu akan coba mengingat kembali dari foto-foto yang ibu Tampilkan ya, kalau tidak sesuai dengan runutan waktu, udah terima ajah deh yah wkwk.

233

(Lah, kok fotonya kecil Wakakakak)

> Ibu berusaha untuk ikut segala aktivitas yang memungkinkan, sejak ibu tingkat satu nak. Simpel nya, ibu pengen kalau jurusan ibu itu ada perwakillannya aja biar terasa 1 ITB nya. Yailah ibu kamu simpel banget yak. Ini di atas adalah ketika ibu ikut jogging bareng perdana ITB 2008, Ibu ikut acara ini barengan dengan Om Yorint, dia ketua angkatan SBM 2011 (Sekarang om yorint lagi nunggu kelahiran anak pertama nya lho hihi, “halo yor,selamat ya sebentar lagi jadi ayah). Disini, kami berusaha membangkitkan semangat 1 ITB, dan itu ibu memegang TOA, karena menurut mereka ibu cukup ga tau malu keliling2 teriak2 di kampus. dan mereka BENAR! huaahhaha.

>Lewat Forum ITB 2008 (walaupun tidak berjalan begitu lancar huhu syedih, disitulah Ibu berkenalan dengan beberapa anak 2008 yang bgitu semangatnya berorganisasi, ada motivasi yang pekat di mata mereka). Lewat forum ini ibu mengenal Tante Sausan (Srikandi nya Teknik Lingkungan, senator HMTL tahun 2010 kana? sori can gue lupa), Tante Yusi yang entrepreneur abis, dan om Brian yang galau2 ria, yang jadi orang penting di himpunan geologi.

17262_1272997878737_8302904_n

Ini adalah foto ketika akhir tahun pertama saat ibu jadi mahasiswa. Tante Fira, adalah orang yang paling ibu sering geret2 kalau ibu ingin ikut acara kampus, sebelum Ibu dan Tante Fira terpisah oleh kegiatan himpunan (osjur,dll) hiks jadinya agak susah ya cari waktu yang pas (tapi waktu pas untuk makan enak selalu ada ya fir? huahaa). Foto Ini seingat ibu diambil saat masa-masa Tante Fira baru saja dilantik sebagai anggota himpunan IMA-G (Gunadharma) lalu kami mengikuti forum sosialisasi (duh ibu lupaa forum sosialisasi apa). Disitu bisa kamu liat, Ibu sedang memakai jahim (jaket himpunan) KMSBM (Keluarga Mahasiswa Sekolah Bisnis dan Manajemen.

Boleh cerita sedikit tentang jaket himpunan KMSBM, di tahun ibu, tidak seperti himpunan pada umumnya, kami mendapatkan jaket “tanpa proses” alias kami ga ada ospek jurusan wkwkkw. Waktu itu ceritanya pada tahun 2008, terpilihlah Ketua Himpunan KMSBM namanya Kak Brian Yohanes W., beliau adalah “panutan” sebagian besar kami anak-anak 2008 SBM. kenapa? Karena beliau yang pertama kali membuat dobrakan!

Dobrakan, dengan menjadi panitia penyambutan mahasiswa baru di ITB. Satu-satunya di SBM angkatan 2007 yang menjadi panitia OSKM. Waktu itu, dia menjadi  Tim bamakarta (maaf kalau salah penulisan), yaitu tim Keamanan. Singkat cerita, ada 3 Tim lapangan di OSKM yang cukup 人気 populer. Yaitu Tim Keamanan, Tim Medik dan Tim Taplok (Tim Penata Kelompok).

Cerita tentang OSKM akan ibu bahas di tempat lain ya, Yang jelas Tim keamanan itu ada 価値nya sendiri, mereka keliatan cool, karena mungkin orientasi mereka itu sulit dn banyak kegiatan fisiknya. Untuk seorang anak SBM mau mengikuti kepanitian OSKM itu memang berat, karena masa-masa pelatihan kepanitian OSKM itu memakan waktu sekali.

Selain itu, bertepatan dengan semester pendek yang harus dijalani anak SBM. Kalau mereka tetap ingin menjadi panitia lapangan (yang pakai absen, kalau sering absen bisa ga boleh jadi panitia, padahal yang mau jadi panitia lapangan banyak dan penuh seleksi), jadi kemungkinan anak SBM tersebut ga akan mengalami libur panjang. Karena pasca semester pendek mereka harus fokus menjadi panitia lapangan OSKM.

Loh kok jadi ngomongin OSKM.

Intinya sih, si kak Brian ini menjadi Kahim dan dia mempunya kebijakan untuk mengubah Jas KMSBM (Jas himpunan SBM) menjadi jaket. Simpel, supaya anak SBM bisa memakai jaket itu kemana2, dan menjadi representasi himpunannya.

Buat anak ITB, Jaket himpunan itu hmmm kedudukannya seperti lebih penting dari jaket almamater. Kesannya jaket himpunan itu lebih punya identitas, representasi dari himpunan mereka, dari kelompok mereka, ya ga ada salahnya juga, karena di himpunan itu pusat aktivitas mereka, bahkan ada yang sampe nginep2 segala (untuk tau cerita segimananya anak ITB dengan himpunannya, Kyoko bisa tanya Mamak Dhika) . Yah begitulah budaya di ITB Kyoko, jadi kalau misalnya kamu iseng jalan-jalan di kampus kamu akan bertemu dengan banyak kakak senior berjalan dengan jaket berwarna kuning- ah itu mungkin anak Geologi, jaket warna merah- Ah itu mungkin anak tambang atau anak matemarika, atau planologi? Atau kamu akan menemui jaket berwarna hitamputih- oh itu mungkin jaket mamang ojek hahaha

Btw, jaket SBM emang awal-awal menimbulkan agak2 kontroversi, mulai dibilang mirip jaket HIMATEK Teknik Kimia sampai ada beberapa kawan yang bilang jaketnya mirip tukang ojek. Aneh banget ya Kyoko hahahha.

 

(Btw, Kyoko, sudah jam 4.28 dan Ibu kayaknya mau berenti disini dulu nulisnya, nanti Ibu lanjut lagi ya. Ibu harus bangunin Ayah soalnya mau sholat Subuh. Ayah lagi 頑張ってるbuat sidang pertama disertasi, kita harus semangatin ayah, ganbattee!)

 

Mama, Terimakasih!

Annisa Anindita adalah putri Mama yang kedua. Bayi 3.5 kilo yang dilahirkan di sebuah rumah bersalin di Jakarta itu menghabiskan banyak masa kecilnya di kota yang bangga akan belimbing-nya, Depok.

Dita, begitu biasa dia dipanggil, telah memutuskan bahwa Mama adalah sahabat favoritnya ketika dia pernah “ditekan” oleh sekelompok “teman” saat di SMP Kelas 2. Mama adalah orang yang membantu Dita untuk membangkitkan kepercayaan dirinya kembali. Mama berada di sisi Dita di masa awal baligh terberatnya. Mengajarkan dita bahwa dibalik tubuh yang besar harus ada kepercayaan diri yang besar juga.

Selama menempuh pendidikan formal, Mama memberikan keluangan kepada Dita untuk tidak masuk sekolah ketika memang merasa bosan. Mama juga berusaha tidak menuntut Dita nilai yang baik, justru Mama yang terkadang merasa bingung kenapa anak perempuan keduanya kok ambisius sekali, padahalnya Mama ya santai saja J

Pada masa menuju gerbang S1, Mama & Ayah memasukkan Dita ke Sekolah Bisnis yang paling bagus yang ada di Jalan Ganesha 10 Bandung. “Ayah & Mama percaya kalau sekolah ini yang bagus untuk orang seperti Dita, tentang biaya selama studi, insya Allah ada saja rezekinya”, begitu kata mereka ketika mengambil formulir pendaftaran USM.

Berada di sekolah bisnis ini membuat Dita merasa bahagia belajar dan bermain. Sekolah yang membuat Dita mengerti bahwa “makin besar bayaran bulanan memang makin bagus kualitas fasilitas dan pengajar”.Disana jugalah dita belajar melafalkan merk mahal “Hermes” dan “Louis Vuitton” dengan benar. Bukan, itu bukan merk andalan Dita. Dita masih loyal dengan Rabbani dan label Salman. Walaupun sekarang sudah beralih ke merk heavenlights, vanilla hijab, pulchra gallery dan javanic hijab. Loh kok tiba2 hijabers.

Selama 3 tahun disana, Dita bertemu dengan teman-teman wanita yang mengajaknya berfikir terbuka dan menyadarkan dia bahwa wanita berhak mempunyai target hidup yang tinggi. Dita si ambisius pun menetapkan bahwa dia akan mengambil S2 setelah lulus. Jepang adalah tujuannya.

Masa mengejar beasiswa S2 adalah masa paling butuh “ke-istiqomah-an”, mirip dengan perjalanan menunggu jodoh, rasanya “asam-asam manis”. Sambil mendaftar beasiswa kesana kemari, akhirnya Dita memutuskan untuk magang di salah satu perusahaan minyak dan gas swasta Indonesia. Bayarannya memang tidak besar, tetapi setidaknya bisa membuat Dita mandiri untuk membeli DVD Korea dan Jepang sendiri. Serta mie ayam dan cilok station dengan mandiri.

Kalau kita berbicara tentang gaji, memang bayaran bulanan Dita tidak ada apa-apa nya dengan biaya yang dikeluarkan Ayah & Mama selama 3 tahun belajar sarjana di SBM. Ada rasa tidak enak yang Dita rasakan karena tidak bisa benar-benar “mandiri finansial” setelah pasca S1. Anehnya, Mama merasa santai sekali, tidak seperti anak perempuannya yang merasa kurang berdaya (Dita saat itu dalam masa belajar untuk bersyukur) .“Jangan pernah berfikir sekolah itu untuk balik modal, Dita” Kata Mama. “Apalagi sebagai perempuan. Bisa saja memang kamu harus berada di rumah terus dan tidak memungkinkan untuk berkarya di luar”.Mama saat itu, mengajarkan bahwa tidak semua hal harus ada BEP (Break Even Point) secara jelas terlihat angkanya di buku tabungan.

Selama menjadi anak magang, Dita berangkat subuh dan pulang malam. Menjadi pasukan omprengan dan kopaja di pagi hari dan prajurit kereta yang loyal di sore hari. Dita belajar bahwa untuk meraup rupiah di Jakarta itu butuh semangat juang. Semangat juang untuk bangun pagi dan berebut duduk samping supir omprengan. Mencicipi Jakarta yang keras, sekeras suara abang kenek teriak “Komdak! Komdak!”, sukses meruntuhkan kesombongan Dita sebagai seorang sarjana bisnis dari Ganesha 10. “Capek ya Dita? Hihi. Dulu Mama & Ayah juga begitu. Dulu kalau mau berangkat kuliah dan kerja di akhir bulan, kita mengais tabungan dulu dan ngejual Koran bekas”. Ujar mama sambil tertawa kecil. Sombong memang si Dita ini, baru harus ngejar kopaja saja sudah merasa menyerah. Saat itu, Mama mengajarkan Dita bahwa perjuangan itu rasanya bisa pahit.

Tidak sampai 1 tahun magang di Jakarta, akhirnya atas kebaikan Allah SWT, tahun 2013 akhir, Dita bisa berangkat ke Jepang dengan beasiswa LPDP. Tokyo Tech adalah tempat berlabuh kedua Dita untuk melanjutkan studi S2. Perjuangan sekolah di Jepang jelas bukan lebih mudah, justru lebih terjal, curam, tapi juga penuh bahagia dan tawa. Pisah dengan keluarga di Indonesia tidak membuat Dita jauh dari Mama. Benar Dita memang jauh secara fisik, tapi secara perasaan tidak.

Hamil dan melahirkan selama studi S2 ini membuat Dita semakin rindu dan semakin meminta ampun kepada Allah SWT atas dosa yang mungkin Dita lakukan terhadap Mama. Setelah itu, Boleh dibilang, kenapa Dita mampu lulus tepat waktu saat S2 ditengah-tengah “acara hamil dan melahirkan” itu adalah karena gotong royong keluarga. Suami yang sigap membantu, Ayah Mama, Dhika, Uni Dhila dan Kyoko yang siap bertenggang rasa pada Dita yang sudah di titik “kritis”. Titik ter”kritis” selama Dita pernah mengecap studi.

Selama hampir dua bulan, Mama terbang kembali ke Jepang dan bahu membahu bersama Dita untuk menyelesaikan tesis. Mama sejak pagi, di tengah-tengah ramadhan, sigap menemani Kyoko sampai dengan menuju maghrib. Setelah itu, mama akan memasak makanan tiada henti dan tidur hampir larut. Kalau dipikir, yang lebih capek dalam proses penyusunan tesis Dita itu bukanlah diri Dita sendiri, tapi Mama.

Ah, berbicara dan berterimakasih kepada Mama itu tidak pernah habis. Sampai larut pun Dita tulis pos ini, tidak akan pernah sampai ke “inti terimakasih” tersebut. Kata-kata nasihat itu semuanya tajam, tepat sasaran, dan hmm, tepat guna? Masya Allah, sebegitu kuatnya kata-kata seorang Ibu.

Dita menulis ini ditengah malam, menikmati masa-masa anaknya masih tertidur pulas. Alias jam bebas merdeka hihi. Sambil menulis, sambil mengingat nasihat mama terakhir tentang peran & tujuan perempuan, nasihat yang tepat disasarkan pada Dita yang sedang menggebu-gebu S3 1 bulan lalu: “PhD itu bukan tujuan, PhD itu sarana untuk mendapatkan berkah Allah SWT”. Pasca mendapatkan nasihat ini, Dita pun merasa skak mat :”)IMG_9131

Terakhir, mama, selamat ulang tahun, semoga mama sehat selalu dan bisa bermain puas bersama cucu-cucu mama. I Love you.I love you juga ayah hihi