Reportase Singkat Kizzu Kurabu-Shimada Youchien (キッズクラブー島田幼稚園)-25 May 2018

Alhamdulillah hari ini Kyoko dengan muka semangat menyelesaikan kegiatan pre-school di Shimada Youchien. Padahal sebenernya pas berangkat pagi ini Emak dan Kyoko kayaknya hari ini agak lelah shingga sampai di TK agak mepet hihi, Alhamdulillah hari ini sempat diantar Ayah Kyoko. Terimakasih Ayah Kyoko 😀

Kyoko begitu masuk ke ruangan pre-school langsung ikut main-main blok dan mobil2an. Entah kenapa ini anak suka banget main mobil2an, mungkin karena di ruangan itu jarang mainan boneka ya. Hari itu ternyata ada Tanjyoubi kai dan gue diminta untuk menulis harapan gue untuk Kyoko yang berulang tahun di bulan April. Akhirnya gue nulis ” Semoga Kyoko jadi anak yang lebih lembut dan lebih baik”. Kagak kepikiran apa2 lagi gue.

Terus hari itu entah kenapa lebih berisik dari hari-hari sebelumnya, mungkin karena ibu-ibunya udah lebih kenal dan anak2nya udah kenal satu sama lain. Tapi alhamdulillah Guru nya bisa cepat mengendalikan situasi dengan cara menaikkan volume tiba2 dan memanggil nama anpanman hahaha.

Kelas dimulai dengan absen satu satu dengan dipanggil anpanman. Anak yang dipanggil nanti memeluk anpanman gitu, emang ini anpanman itu aikon anak2 jepang banget deh. Abis itu, satu kelas dikasih tugas sama gurunya untuk:

  1. Mencari tau berapa banyak jumlah kelas yang ada di Shimada Youchien. Yang tau jumlah yang benar dapat stiker yeayy (anaknya diminta untuk yang ngelapor ke gurunya ada berapa banyak jumlah kelasnya)
  2. Membuat bunga tulip dari kertas. Kalau berhasil buat tulip dapet stiker lagi
  3. Menghitung jumlah kura-kura yang ada di Shimada Youchien. Ternyata kura-kura nya ada di teras depan TK dan ukuran salah satu kura-kuranya gedeee bangat! Kyoko sampai males gerak ke tempat lain gara2 ngeliat kura2 ini.

Alhamdulillah 3/4 isi kelas antusias sih ngerjain tugas ini meskipun beberapa ibu2 gue denger ngomong “Males nih ngerjain yang ginian” wkwkwk. Yah meskipun awalnya gue ga terlalu paham apa instruksi nya, tapi gue ingin ngajarin anak gue untuk menghargai usaha gurunya untuk membuat acara belajar yang menyenangkan hahaha.

Setelah acara games, masuk juga ke acara yang spesial buat Kyoko, yaitu: Tanjyoubi Kai! Yaitu acara perayaan ulang tahun untuk anak-anak yang lahir pada bulan tersebut. Kali ini tanjyoubi Kai nya diadain untuk anak yang lahir April & Mei. Nampaknya Kyoko itu memang yang paling tua deh di Kelas itu, lahir 10 April hahahaha.

Yang gue kaget, ternyata disitu anak dan ibu nya di wawancara. Kyoko ditanya siapa namanya pake bahasa Jepang, disitu dia bisa jawab meskipun suaranya kecil pisan hahaha. Teruss dia ditanya “好きな食べ物は?” Makanan kesukaan apa? Kyoko diemm aja, mungkin 50% ga ngerti, 50% malu mau ngomong. Kata Senseinya “ご飯でもいいよ”, Bilang gohan (nasi) juga ga apa2 kok. Terus kyoko bilang “Gohan” KWKWKWKW (Padahal dia ogah makan nasi lebih suka makan mie)

Terus ternyata gue ditanya juga. Apa sih sisi terbaik dari si Kyoko? Terus gue bilang >> “Anak saya kalau tidur panjang banget”. lalu bisa gue dengar suara cekikikan ibu2. Dalam hati gue bersyukur, oh bahasa Jepang gue bisa dimengerti mereka toh Alhamdulillah T,T

Segitu kira2 reportase untuk hari ini, sampai jumpa di reportase berikutnya! ❤

Kizzukurabu1Kizzukurabu2kizzukurabu

広告

Pre-school プレースクール Kyoko Bulan Mei

Assalamualaikum, apa kabar Ramadhan tahun ini?

Semoga Ramadhan tahun ini berjalan jauh lebih baik ya dari tahun sebelumnya. Insya Allah di pos ini, gue akan membahas singkat mengenai kegiatan Kyoko di Pre-School. Tujuannya sebenernya biar gue ga lupa aja, kali-kali di Indonesia gue akan buka Pre-school juga :D, aamiin. Kalau tulisannya terlihat ga berstruktur sori sori aja ya geng, semoga tetep ada manfaatnya ini tulisan. Semangat!

Apa sih itu Pre-School Kenapa Kyoko masuk Pre-School?

Jadi Kyoko itu kemungkinan besar akan masuk TK hanya 6 bulan selama di Jepang karena 2019 akhir harus pulang ke Indonesia tercinta merdeka! (Masuk TK itu di bulan April setiap tahun). Cita-cita gue adalah si Kyoko itu bisa merasakan sistem pendidikan dini Jepang yang katanya kece badai itu :), sehingga gue semangat memasukkan Kyoko ke kelas persiapan TK yang cuman seminggu sekali itu haahhaa heboh.

Pre-school itu memang nama lain dari “Kelas Persiapan TK”. Tujuannya supaya si anak ini terbiasa bermain dengan teman-teman seumur sehingga nanti pas masuk TK ga kaget. Kalau buat gue sih pre-school ini sebagai tempat Kyoko belajar sosialisasi aja. Karena anak umur 3 tahun itu emang jamannya maunya main dalam kelompok dan maunya diajak main sama temennya.  Gue pun jelas merasakan kebahagian di muka Kyoko kalau dia masuk Pre-school meski sih belum ngobrol ama temennya. Istilahnya: melihat temen saja aku sudah bahagia.

Sebenernya, selain pre-school, banyak TK Swasta yang menyediakan Kelas khusus umur 3 tahun untuk anak-anak yang tidak bisa masuk TK di tahun tersebut dikarenakan umur yang nanggung. Contoh nanggung nih kayak si Kyoko:  sebenernya udah cukup umur masuk TK  per April 2018 ini, tetapi yang bisa masuk TK untuk tahun 2018 ini adalah mereka yang berumur 3 tahun sampai dengan April 1 2018. Nah, berhubung anak gue lahirnya April 10 wkwkkwkw, jadinya dia ga bisa masuk TK. Nah, anak-anak inilah yang diakomodasi untuk masuk ke kelas khusus umur 3 tahun.

Di sekitaran rumah gue, ada TK Swasta Hibari yang menyediakan kelas umur 3 tahun 満3歳クラス, sayangnya, TK tersebut tidak bisa memfasilitas anak yang mempunyai alergi makanan. Tanpa terkecuali Kyoko yang tidak bisa makan daging non-halal. Yah ga apa ye belum rejeki.

Terus gimana tahu Program Pre-School mana yang bagus?

Untuk tahu pre-school yang bagus bisa dengan banyak cara. Bisa dengan dengerin obrolan ibu-ibu kalau lagi main di taman deket Komplek XD, atau dengan melihat daftar Pre-school di Internet dan membaca review di website seperti Minkou & Bennesse. Setelah banyak gue lihat, memang ada beberapa tempat pre-school yang cukup terkenal di daerah Tenpaku-ku. Yaitu adalah: Shimada Youchien, Hibari Youchien, Nagoya Jyoshi Daigaku Fuzoku Youchien. Dari ketiga tersebut yang paling terkenal adalah Pre-school dari Shimada Youchien sih ya sepaham gue.

Gue kira yang mau masuk pre-school itu ga gitu banyak, tapi gue salah! Untuk Shimada Youchien aja jumlah peminat dan jumlah slot cuman beda tipis. Selain itu di pengumuman pendaftaran ada pemberitahuan “Kalau peminatnya banyak maka akan di pilih acak siapa yang masuk”. WOW.

Padahal cuman seminggu sekali lho, dan orang tua nya ikut masuk & mengikuti programnya lagi! bukan dengan masuk pre-school orang tua nya menyerahkan anaknya ke sekolah. Makanya gue suka ga habis pikir kok bisa banyak ya yang mau masuk pre-school kan bakal tambah repot wkkw (lah lo sendiri kenapa dit? wkwkwk)

Mungkin hal yang Ibu-ibu Jepang cari juga adalah prioritas untuk masuk ke TK tersebut. Jadi memang tertulis di lembar penjelasan awal masuk pre-school bahwa anak-anak yang masuk pre-school punya prioritas untuk masuk ke TK nya.

Gue pribadi sih tertarik dengan poin ini, sayangnya uang pakal untuk masuk TK Swasta di Jepang itu bikin kita gigit jari. Terlebih lagi kalau TK Swasta Internasional atau yang berkonsep alam, wah mending gue nabung buat nikahan Kyoko deh

Cara daftar , Jadwal, & Peralatan yang dibutuhkan untuk masuk pre-school susah ga sih?

Gue akan bahas secara umum ya. Biasanya setiap TK Swasta atau negeri yang mempunyai program pre-school itu akan memasang pengumuman di Website mereka. Di website tersebut akan diberi tahu kapan mulai bisa ambil formulir, apa aja yang harus dibawa selama pre-school dan jadwalnya.

Untuk Kizzu Kurabu dari Shimada Youchien & Piccoro Kurasu dari Hibari Youchien jadwalnya adalah seminggu sekali dan ada 3 kelas. Dari awal kita pilih kelas hari apa yang mau kita pilih 🙂 .Untuk Hibari Youchien kita bisa pindah-pindah kelas jika kita ada keperluan di hari yang sudah kita pilih, namun untuk Shimada Youchien &NagoyaJyoshiDai kita tidak bisa pindah hari.

Untuk pre-school dari NagoyaJyoshiDai Youchien diadakan 2 minggu sekali. Alokasi waktu untuk program ini rata-rata sama: 1-1,5 jam untuk setiap sesinya, jam 10.00-11.15 JST. Peralatan yang harus dipakai ga ribet, hanya perlu: Bawa termos anak, hand towel, gelas anak, sepatu ruangan untuk anak dan Ibu, baju ganti, dan topi.

Uang yang dibutuhkan untuk masuk program pre-school sekitar 4000円 untuk per semester. Untuk detilnya nanti dibahas di pos lain yah  atau kalo penasaran bisa tanya langsung ya ke gue yaa

Gimana pengalaman Kyoko pertama kali masuk pre-school selama bulan May ini?

  • キッズクラブーSHIMADA YOUCHIEN

Gue udah dua kali ikut Kizzu Kurabu Shimada Youchien dalam bulan ini, Kyoko masuk ke kelas Iruka-gumi. Dibandingkan dengan 2 program lainnya, Shimada Youchien ini adalah Pre-school yang cukup paling banyak aturannya & yang paling jelas urutan programnya. Mungkin dipengaruhi karena yang mengisi adalah guru-guru TK Veteran? Mereka mampu membuat Ibu-ibu dan anak-anak diam mendengarkan. Kemampuan mendongeng dari Ibu-ibu guru nya juga keren!

Kizzu kurabu ini padat banget programnya. Begitu masuk kemaren, Kyoko & Ibunya belajar perkenalan dengan teman2, setelah itu dilanjut dengan mendengarkan dongeng dan main di luar sebentar. Tidak ada waktu bermain bebas dengan mainan yang ada di dalam ruangan selama sesi pre-school berlangsung. Mereka kayak udah menyiapkan segudang materi gitu loh hahaha. Oh, ada satu hal yang agak menarik dari Shimada Youchien, disini mereka punya aplikasi untuk menginformasikan macam2 terkait barang yang ketinggalan atau tentang kehadiran orang aneh di sekitar Tenpaku atau Nagoya secara umum. Semua Ibu-ibu wajib unduh dan daftar ke aplikasi tersebut.

Yang menarik juga dari Shimada Youchien adalah selama bulan May ini anak-anak tidak boleh bermain di taman pasca kelas selesai, padahal di dua TK lain tidak seperti itu. Alasannya? karena April-May adalah masa penyesuaian untuk anak-anak TK yang baru masuk. Ketika mereka melihat di luar ada anak yang bermain dengan orang tua maka akan membuat mereka kangen dengan orang tua mereka dan ingin pulang huhuhhu. Jadi, demi menjaga perasaan anak-anak yang baru masuk ini, maka anggota pre-school baru bisa meng-invansi taman dari bulan Juni hehehe.

Guru-guru disini juga punya peralatan mendongeng yang “rajin” banget, alias mereka buat kerajinan sendiri. gue punya beberapa fotonya, nanti kalau sempat gue upload disini ya.

  • プレスクールーNAGOYA JYOSHI DAIGAKU FUZOKU YOUCHIEN

Salah satu hal yang gue penasaran dari TK ini adalah ketika membaca review di Internet bahwa TK ini punya media permainan yang banyak banget & salah satu review yang terlihat kurang suka karena disini anak-anak dibebaskan banget untuk main. Setelah mengikuti satu kali sesi kayaknya gue paham maksudnya hahahahahah.

Untuk jumlah mainan yang ada di taman dan yang ada di kelas, memang TK ini termasuk punya lebih banyak mainan. terlebih lagi untuk permainan di taman, TK ini punya lapangan yang besarr yang bisa digunakan untuk bermain bola dengan bebas dan lapangan pasir yang terbuka. Sehingga sebagai tempat bermain, Kyoko lebih suka disini.

Di pertemuan pertama kemaren, sesi bermain bebas di dalam ruangannya cukup panjang, dan bermain bebas di lapangannya juga cukup panjang, jadi konten belajar di kelasnya memang cukup sedikit dibandingkan dua TK yang lain.

Namun, di TK ini ada 2 hal baru yang Kyoko pelajarin: 1. Kyoko belajar untuk menggunakan sepatu khusus dalam ruangan, begitu juga dengan Ibunya. Sensei TK ini yang memberikan instruksi untuk langsung mengganti dengan sepatu dalam ruangan. Shimada Youchien tidak memberikan instruksi jelas untuk menggunakan sepatu dalam ruangan, untuk hal ini mereka lebih bebas. Bahkan ketika bermain keluar ke taman, anak-anak diminta untuk tidak menggunakan alas kaki ^^

2. Kyoko belajar untuk makan snacks bersama dengan teman-teman, duduk berempat dalam 1 meja makan dan menunggu teman-teman yang lain mendapatkan makanan baru makan bersama. Di TK ini sensei nya luar biasa berhati-hati ketika tahu bahwa kamu muslim sehingga tidak bisa mengkonsumsi beberapa makanan, sehingga kami berkali-kali ditanyakan perihal ingredients dari makanan yang akan dikonsumsi oleh peserta pre-school. Perlakuan seperti ini belum kami dapatkan di TK lainnya.

Ibu-ibu yang hadir di pre-school TK NagoyaJyoshiDai ini termasuk yang paling ramah. Indikator gampang sih: yang pertama mereka tidak membuat jarak ketika gue duduk alias tidak takut untuk duduk langsung di samping gue yang orang asing berjilbab ini. kedua adalah mereka mengobrol dengan gue duluan tanpa gue harus basa-basi terlebih dahulu hihihi.

  • ピッコロクラスーHIBARI YOUCHIEN

Hibari ini banyak guru mudanya, sehingga mungkin karena pengalamannya belum sebanyak guru-guru veteran yang ada di dua TK lain, kemampuan menangani medan nya belum terlalu cepat. Peralihan dari suatu kegiatan ke kegiatan lain belum terlalu jelas, kayak ga ada kata-kata begini nih kalau mau peralihan dari makan siang ke kegiatan baca buku :

“Nah, gimana teman2? sudah selesai makan semuanya? kalau sudah, Ibu Guru mau ketemu dulu nih sama temen Ibu yang sudah lama menunggu teman-teman dari tadi. Ibu guru panggil dulu ya? Anpanman! ayo Anpanman kesini! Wah, sekarang Anpanman sudah muncul… nah sekarang Anpanman dan Ibu Guru mau cerita dulu ya xxxxx”

Jumlah mainan yang tersedia di luar dan di dalam ruangan juga lebih sedikit kalo dibandingkan dengan dua TK lainnya. “Mainan yang ada di dalam ruangan” kebanyakan adalah buku cerita yah kalau gue liat.

Asiknya, Hibari Youchien ini banyak ngasih perintilan yang OK banget. Salah satunya adalah dompet besar untuk menaruh dokumen bergambar anpanman, dan juga tas anpanman. Si Kyoko senenggg banget.

Selain itu, di Hibari Youchien ini anak-anaknya di representasikan dengan stiker berlogo tertentu. Contohnya, kalau Kyoko itu logonya bintang, dan punya loker sendiri berlogo bintang dan tempat duduk berlogo bintang 🙂

Segitu dulu cerita tentang Pre-school di Bulan Mei. Di luar positif & hal yang kurang maksimal terlihat dari pelaksanaan pre-school, Kyoko dan Ibu nya merasa senang sekali punya kegiatan dan teman-teman baru 🙂 . Kalau ada poin-poin yang dirasa “sok tahu” maap yah wkwkw, ini murni buat bahan pembelajaran kalau suatu saat Ibu Kyoko mau buat pre-school di Indonesia.

Sampai jumpa di reportase selanjutnya! Hari ini Kyoko ada pre-school di Shimada Youchien jam 10 pagi XD

 

 

[Bersama Kyoko di Nagoya] Menjelajah Tsurumai

Assalamualaikum Ebok Ebok & Om Tante sekalian,

di pos kali ini gue akan bercerita tentang sebuah daerah yang masuk ke dalam “List andalan jalan2 bersama Kyoko kalau ide  buntu”, yaitu Tsurumai. Tsurumai ini adalah tempat yang pertama kali gue temukan saat Juni 2017. Saat itu, gue lagi buntu mau ngajak Kyoko jalan kemana pasca pindah ke Nagoya, lalu semangatlah mencari informasi via Google review tentang tempat main di kota teramai nomer 3 di Jepang ini, dan muncul nama Tsurumai!

Berjalan satu tahun tinggal di Nagoya, ternyata tempat favorit gue kalau lagi buntu ngajak Kyoko jalan2 ya tetap Tsurumai 🙂 Gimana kita ga suka coba? Selain ada fasilitas main yang lengkap, ada toko roti nomor wahid se-Nagoya plus ada perpustakaan dengan koleksi Kaba-kun dan Bababachan lengkap! hahahaha

Tsurumai di Musim Panas & Menuju Gugur 2017

Memasuki musim panas, Tsurumai pun jelas panas! tapi enaknya kalau musim panas itu main bisa sampai jam 6 sore dan masih terang di jalan pulang. Kalau musim dingin, jam 3 siang aja serasa harus balik ke rumah karena suasana sudah mulai syahdu temaram >> bentar2, kok kayak dangdut bahasa gue.

Tsurumai27

tsurumai18

Pertama kali datang ke Tsurumai saat musim panas, natsu 2017, saat itu sedang ada festival mini bunga Ajisai. Bunga Ajisai atau Hydrangea ini salah satu bunga yang hits di Jepang selain Sakura. Bunga ini adalah representasi dari masuknya musim hujan 🙂

Kyoko ga terlalu menikmati bunga, gue aja sih sebenernya yang seneng banget bisa ngeliat bunga. Alhasil dia tetep duduk santai di stroller sementara gue foto-foto karena takjub ngeliat Ajisai yang cantik warnanya. Btw, yang gue pahami bunga Ajisai itu biasanya melambangkan ulang tahun pernikahan ke 4, jadi kayaknya Mei tahun ini gue mau minta Ajisasi aja deh ke suami gue :”) >> Lalu lupa bilang dan bersisa wacana.

tsurumai19Tsurumai13tsurumai16

Tsurumai jelas lebih ramai saat weekend dibanding Weekdays, terlebih lagi weekdays di siang hari musim panas. Ya siapa gitu kan mau main2 di tengah siang bolong? mending makan warabi mochi di rumah. Tapi karena kita aneh (saking jujurnya), yaudah kadang di tengah terikpun kita tetep main dengan bermodalkan krim anti UV. Btw, ini teteup mainnya mah di jam 1-an ya dan sebenernya jangan sering2 kayak gini karena kurang baik. Sepaham gue sinar matahari musim panas itu harus dihindari dari jam 12.30-14.00 sebisa mungkin. Btw, gambar dibawah ini diambil saat weekend hari Sabtu di Jam 10 pagi jadi suasananya lebih ramai ya dibandingkan Weekdays.

Tsurumai17

Di foto ini pun ada perosotan panjang sebagai begron, dan ini adalah perosotan yang Kyoko suka banget. Yang satu itu berbahan seperti lantai keramik, yang satu lagi seperti rata2 kebanyakan perosotan berbahan besi. Yang lantai keramik ini cendrung lebih licin. Ajaibnya, orang Jepang itu ngebiarin anaknya yang kecil (1-2 tahun) untuk main perosotan licin sendirian, kadang gue ga paham sama tingkat kehati2an orang Jepang terhadap wahana bermain anak wkkwkw. Kagum juga sebenernya melihat anak-anak Jepang bisa bebas bermain tanpa campur tangan orangtua , kalau di Indonesia mungkin bakal sering terdengar teriakan “Wah!!!!” “Aduh!!!!” “Kacaooo!!!” kali yah dari sekumpulan ibu2 yang menemani anaknya main.

Tapi terkadang gue serem juga karena wahana yang diperuntukkan untuk anak 6 tahun dimainkan oleh anak 3 tahun hahahaha. Yah begitulah, berarti orang Jepang juga manusia bukan? yang punya keinginan untuk keluar dari pakem yang ditentukan.

Tsurumai25

Salah satu bagian terbaik dari Tsurumai Kouen di musim panas adalah kolam yang bisa dipakai untuk bermain air. Senang banget emang yah anak-anak kalau sudah ketemu dengan air :D. Biasanya kalau begini berarti dari rumah kita harus sudah siap-siap baju ganti 1-2 buah. Dulu, kalau zaman Kyoko masih pake popok di siang hari, gue bisa cuek aja dia main lama-lama di air karena kalau buang air kecil pun akan tertahan indah di popok.

Sementara setelah lepas popok gue harus beberapa kali nanyain “Kyoko mau pipis?”, karena Kyoko suka males mengakui dia pengen pipis atau buang air besar kalau lagi main.

Yang gue seneng dengan orang Jepang adalah, mereka bener-bener berusaha supaya ini kolam ga kotor ketika dipakai bermain, jadi setiap kesini kolamnya selalu terlihat bersih 🙂

Tsurumai23

Ini nih penampakan dari perosotan besi dan perosotan keramik. Seru bangett, gue suka berkali2 ngomong ke Kyoko dan Ayahnya betapa beruntung bangett Kyoko bisa nyobain mainan seperti ini dari kecil, harus banyak bersyukur bisa hidup di Kota yang menyediakan fasilitas bermain anak yang niat.

tsurumai22

Foto di atas ini diambil di musim panas akhir menuju musim gugur. Diambil saat weekdays sehingga memang tidak banyak pengunjung yang datang. mungkin saat itu cuman kami bertiga dan satu keluarga lain. Ternyata kalau di taman cuman sedikit orangnya itu ga asik ya, karena yang ditunggu dari bermain di taman itu kan termasuk berinteraksi dengan orang lain.

Buat Ibu2 seperti gue pun sebenernya dengan menemani Kyoko bermain di taman itu semakin mendapatkan info juga. Misalnya info tentang TK yang populer di distrik tertentu, program2 anak yang bisa diikutin, dan rumah sakit melahirkan, dll. Jadi, selain sebagai tempat sosialisasi anak2, taman juga menjadi ladang yang sama untuk Ibu2nya. Yah kalau beruntung ada Ibu2 nihonjin atau orang asing yang berbaik hati mau diajak ngobrol wkwkkw.

tsurumai21

Tsurumai Kouen termasuk kouen yang punya banyak wahana perosotan. Memang tidak ada yang seheboh seperti di Tenpaku Kouen atau di Odaka Ryokuchi, tapi di perosotan Tsurumai Kouen inilah salah satu tempat kyoko berusaha menikmati mainan perosotan pertama kali hehehe

Tsurumai 10Tsurumai 9

Atraksi yang ada di Tsurumai Kouen ini lengkap, selain kolam, perosotan, dan ayunan, selain itu juga ada jungkat-jungkit dan tempat bermain olahraga tangan. Semua atraksi dibuat dengan penuh perhitungan keamanan sehingga orang tua tidak harus selalu mengawasi dekat anak yang bermain. Seperti contohnya: perosotan yang dibuat tidak curam & tangga yang dibuat tidak terlalu tinggi. Semuanya dibuat pas sehingga anak dari umur 2 tahun ke atas pun masih bisa main bebas dengan asistensi yang ga terlalu maksimum dr orang tua.

Tadinya gue mengira semua taman di Jepang kayak gitu, tetapi ga juga lho, ada juga taman di daerah Kawana yang perosotannya dibuat terlalu tajam dan tangga yang terlalu tinggi. Beberapa kali ngeliat anak yang kaget karena diujung perosotan itu jadi kenceng banget kecepatannya dan beberapa hampir jatuh diujung. Sekali lagi, kesempurnaan itu hanya milik Allah yah.

Tsurumai di Musim Gugur-Dingin 2017-Semi 2018

Tsurumai3Tsurumai4Tsurumai6

 

Bermain di Tsurumai Kouen saat musim dingin, artinya bermain harus dimulai sepagi mungkin karena menuju jam 3 sore saja suasana sekitar sudah terlanjur syahdu membuat gue ga enak kalau belum ada di rumah. Aneh ya, ketika masih single gue termasuk tipe2 “ga takut” balik malem, setelah menikah dan mempunyai anak seakan nyali Ibu ini menciut hehe, mungkin karena tau bawa tanggung jawab 2 jiwa yah.

Musim dingin 2017-awal 2018 membuat gue makin paham kalau Kyoko itu memang anak yang suka banget sama Kouen, terutama Tsurumai. Menurut gue memang anak 2 tahun menuju 3 tahun emang lebih suka kegiatan keluar ruangan yah ^^

Lebih Alhamdulillah lagi, ternyata wahana yang Kyoko suka sudah bertambah, ga cuman perosotan tapi menaiki tangga-tangga dan bermain pasir (gambarnya ga ada). Bermain pasir ini, gue biasanya menggunakan peralatan yang dijual di toko 100円 plus menggunakan wadah-wadah bekas skincare yang ternyata lumayaan bangett bisa digunain untuk membentuk bangunan-bangunan kecil dr pasir. Kalau ibu2 jepang biasanya pakai wadah bekas pudding hihi.

 

 

tsurumai12

 

Tsurumai1Tsurumai2 2

Winter 2017 adalah masa-masa Kyoko senang dengan buku dan Ibunya lagi seneng banget minjem buku ke perpustakaan. Entah kenapa makin kesini justru makin sering main ke Taman tapi jarang ke perpus, hayuk ah Ibu Dita mari kencangkan lagi program ke perpustakannya! wkwkkw.

Di Perpustakaan Tsurumai ini seri dari Kaba-kun cukup lengkap,Bababa-chan juga alhamdulillah lumayan lengkap, sektor buku anak luas sekali dan didalamnya ada area bermain, jadi anak-anak nampaknya masih OK-OK aja kalau berisik. Yang paling gue suka adalah  紙芝居 atau Kamishibai alias buku besar bergambarnya lebih lengkap dibandingkan perpustakaan lain di Nagoya. Salah satunya yang gambarnya ada di atas ini. Kalau buat Kyoko memang si buku besar bergambar ini kerasa lebih seru ya, lebih berasa di-dongeng-kan, karena mata gue pas cerita bisa sambil menatap dia. Karena teks pada Kamishibai ini ada di belakang gambarnya (ya orang ngerti kaleee dit ga usah lo jelasin).

Tsurumai7

 

Tsurumai di musim dingin memang bisa banget buat kita lapar, tapi alhamdulillahnya di deket Tsurumai itu ada Toko roti Suripu yang terkenal enak nomor wahid di Nagoya. Kalau dateng di waktu mepet makan siang atau pas pagi2 di weekend, wah bubar deh! rame banget men!

Apalagi dateng beli roti pas orang2 Hanami di Tsurumai? Wah harus siap tenaga kaki karena bakal rame banget yang ngantri. Gue sampai harus berkali-kali ngingetin Kyoko jangan sampai kebelet pipis hihi.

Varian yang gue suka karena secara harga lumayan, sehat dan mengeyangkan adalah sandwich tuna sayuran yang gedeee banget. Insya Allah segitu cukup banget sampai sesi makan selanjutnya. Kalau Kyoko selalu pesan croissant, begitulah Kyoko di toko roti manapun kesukannya: 1) Croissant 2) Kurumi pan 3) Roti keras semacam バトン.

Tsurumai di Musim Semi & Panas 2018

Tsurumai musim semi artinya orang berkumpul super semarak di taman. Ujung ke ujung isinya orang gelar tiker, sayangnya bukan buat sholat berjamaah tapi buat hanami . ya Semoga Allah SWT berikan orang-orang Jepang yang baik hati ini hidayah ya 🙂 (eitss nulis di hari pertama ramadhan jadi semangat religius gini alhamdulillah).

Di saat minggu puncak hanami, maka weekdays pun tsurumai ramai dan menuju malam justru makin ramai, karena nampaknya melihat sakura pada malam hari juga hal yang populer dilakukan. Mirip-mirip sama di Sungai Meguro kali yah 🙂

Mulai semi matahari mulai terik, walaupun kadang angin masih cukup kuat sehingga baju masih di dobel, tapi muka sudah mulai menunjukkan muka-muka tanda

Jelajah Tsurumai-Spring

Akhir spring menuju natsu 2018

Akhir spring menuju Natsu di 2018 menandakan sudah 1 tahun Kyoko menikmati Tsurumai Kouen sebagai tempat bermain utama selama di Nagoya. Kyoko sekarang sudah mulai berani menanjak naik untuk mengantri suberidai/ perosotan sendirian, dan sudah pelan pelan bisa mengantri. Bisa dan sabar mengantri. Alhamdulillah,

Kyoko pun sudah makin besar keinginannya untuk main bersama anak-anak yang ada di Taman. terkadang Kyoko suka “ingin ikut2an” berkelompok padahal sebenernya ga diitung masuk anggota ama geng anak kecil tersebut. Gue apresiasi sih sikap Kyoko yang seperti ini, karena dunia pertemanan itu bakal penuh asam manis banget, apalagi kalau perempuan kan, jadi ngerasain “ga diitung” masuk anggota kelompok itu penting hahahahaa. Ini ibunya ngomong apa sih

 

New-Tsurumai1

Tsurumai-New

Tsurumai-New3

Tsurumai Kouen, sampai ktemu lagi di musim-musim selanjutnya, terimakasih sudah mau menjadi tempat bermain dan makan roti bagi Kyoko & Ibunya! ❤

Tulisan Ayah di hari lahir gue ke 28

<<<Btw, teman2, sebelum memulai tulisan ini, ada satu hal yang harus gw KLIR kan: kalau memang bahasan gw tentang Ibu berkarir dari rumah, itu bukan berarti bahwa gw nyinyir terhadap teman2 atau sahabat2 yang memilih untuk berkarir di luar ya. Karena masing2 Ibu itu punya tantangan, tanggungan dan sifat masing-masing yang khas. ada yang harus kerja di luar biar dia ga tertekan di rumah, ada Ibu yang memang harus kerja di luar karena penghasilan suami ga mencukupi, ada yang harus menjalankan studi karena menikah & punya anak ditengah studi, ataupun ada yang memang lebih suka berkarya di luar.

tulisan-tulisan di blog gue ini kebanyakan dikhususkan untuk mereka yang sedang bingung akan berkarir di rumah atau diluar rumah dan butuh pandangan dari Ibu-ibu yang diem di rumah. Atau yang saat ini sedang memilih untuk dirumah dan merasa terdemotivasi dengan keadaan di sekitar. >>

Okeh, sudah klir? mari kita mulai tulisan ini dengan kalimat:

 Tidak pernah sama sekali terpikirkan dalam benak gue bahwa gue akan menjadi ibu-ibu yang “diam” di rumah.

Dari jaman SMP gue sudah mentekadkan diri bahwa gue akan menjadi dosen.Cita-cita yang ini tetap bertahan hingga S1 gue dimasukkan oleh Ayah Mama kedalam sebuah Institut Gajah berlokasi di Ganesha yang didepannya ada boneka ditaro di atas pohon yang kepadanya banyak ditautkan cerita mistis -_-.

Ketika masuk kedalam Sekolah Bisnis & Manajemen, cita-cita gue makin berevolusi dari menjadi kepala international relation office nya ITB wkkw, jadi Vice President bidang HR dari suatu perusahaan multinasional, beuh pokoknya jabatan2 yang namanya canggih lo sebut deh! pongah? emang dulu gue kayaknya pongah banget -_-, kalau inget sendiri geli dan istighfar banyak2.

Berada di tengah teman2 yang punya mimpi besar banget dan berada di lingkungan yang sifatnya “eksekutif” pisan membuat gue pun juga bersemangat punya mimpi yang besar juga. Seenggaknya gue yakin di lubuk hati 90% teman seangkatan gue itu pengen langsung dapet posisi di Boston Consulting atau Mc Kinsey pas lulus. Saat itu gue ga kepikiran bahwa bikin ayam kuning satu loyang lebih susah dari nulis aplikasi online (lebay ghela).

Dulu saat gue sedang di karantina (azekk bahasanya) buat persiapan keberangkatan beasiswa angkatan II LPDP untuk studi S2 di Tokyo Tech, gue pernah maju ke depan panggung di sesi “Ceritakan Mimpimu” wkkw (ini kenapa sih gue brani banget -_- kadang suka malu deh kalau inget) dannn saat itu gue bilang kepada teman2 gue bahwa cita2 gue adalah menjadi Ibu Negara dan sekaligus menjadi VP Human Resource salah satu perusahaan minyak negara. Setelah itu, seorang teteh menghampiri gue “Ah kamu paling nanti kalau jadi Ibu dan punya anak kamu udah ga akan inget apa2 dan cuman pengen sama anak kamu”. Saat itu cara ngomong si teteh itu nyesek banget di dada gue, dalam hati gue “gue akan buktikan kalau gue bisa seimbang antara karir dan rumah tangga” MUAHAHHAHA

 

Muahahhahahaha. Ternyata Tetehnya benar! Ternyata memang setelah menjadi istri & Ibu gue menjadi invidu yang berbeda. Yang jelas sih gue jadi makhluk mudah mewek strata I.

 

Ternyata setelah menikah & punya anak, entah kenapa gue semakin menjadi makhluk yang punya banyak pertimbangan ( >>contoh kalimat tidak efektif). Gue merasa ketika gue dan suami sama-sama kuliah (Suami gue S3 di Tsukuba Univ saat nikah sementara gue S2 TokyoTech) selain itu dalam posisi punya anak, gue melihat bahwa prestasi suami gue itu biasa aja. Perasaan gue berkata (makanya lu jangan pake perasaan dit, pake logika dong! >>berisik) bahwa suami gue itu terlalu remfong sama S2 gue jadi ga konsen untuk meningkatkan prestasi akademik sendiri.

Kok bisa suami gue ikut rempong? karena ternyata gue tipe2 makhluk hidup yang mudah tertekan dan kalau sudah timbul rasa tidak  suka dengan arahan professor maka mood gue jadi jelek. Ini tanpa sadar membawa perasaan ga enak keisi rumah. Ini adalah contoh yang sangat jelek, sifat ini khas dari gue sejak kecil dan sudah sering dikasih tau sama Ayah & Ibu gue untuk diubah saat nikah. Walaupun syulit ku terus mencoba tuk mengubah ini..hiks..

Melihat itu, gue merasa bahwa untuk kasus rumah tangga gue, maka lebih baik gue tidak melanjutkan studi lanjutan S3 meskipun saat itu gue pengenn beratsss. Gue merasa bahwa sebaiknya gue berada rumah sambil mencoba berjualan sesuatu yang dari situ gue bisa mengaplikasikan S2 gue. Intinya sih gue tetep sambil kerja, cuman dari rumah gitu loh jadi fleksibel dan bisa membersamai bocah 24 jam.

Kenapa gue harus tetep coba berkarir dari rumah? simpel. Karena gue awardee LPDP, gue penerima beasiswa LPDP. Gue sudah pake pajak elo elo buat kuliah ke Jepang, gue pengen menghasilkan sebuah karya yang meninggikan nama negara, meskipun jalannya pelan dan terseok yang penting ga pernah berhenti. Beneran deh, jadi awardee LPDP itu berat, apalagi untuk orang sentimentil kayak gue 😦

Sebenernya untuk memilih ga melanjutkan studi & berkarya dari rumah buat gue berat banget. Karena gue dari dulu ga pernah kepikiran untuk kerja dari rumah wkwkkwkw, gue dulu bercita2 untuk berkarir di luar (ini udah gue bahas di atas ya). Selain itu gue udah menghabiskan 1 tahun dengan membaca banyak paper untuk persiapan S3 puluhan dan ratusan begadang untuk membuat research proposal sehingga bisa dapet LoA. Nah, makanya awal2 itu gue sempet nangis lumayan juga ngerasa “bodoh” banget ngapain susah2 menghabiskan waktu untuk hal yang pada akhirnya kita “kacaukan” sendiri. Padahal mah yang namanya belajar ga akan ada yang sia2 >> Ini kata emak gue kwkw.

Dan hal terberat dari segala perjalanan ini adalah memberitahu orang tua bahwa gue ga akan mengambil S3 dalam jarak seenggaknya 5-7 tahun. Karena yang orang tua gue pahami sejak dulu adalah gue akan terus mengambil S3 dan jadi dosen. Rasanya tuh kayak apa ya? Kayak gagal jadi anak perempuan? gue merasa kurang menjadi anak yang berprestasi cukup di depan orang tua gue. Padahal mereka udah berusaha memberikan gue pendidikan terbaik tapi kok kayaknya gue menyerah begitu aja. emang gue tuh sentimentil banget -_-

 

Sebenernya padahal sih, orang tua gue juga menerima segala keputusan anaknya 🙂 gue aja suka punya perasaan terlalu ga enak.

 

Ibu gue dari dulu sudah mengingatkan ketika gue masuk ke SBM ITB yang memang biaya masuknya lumayan banget T,T bahwa: “Mama & Ayah memasukkan kamu ke sekolah ini bukan untuk balik modal” atau dalam kalimat lain berkonten sama ” Jangan berfikir balik modal kalau sudah masuk ke SBM ya Dit”

Selain itu, Ibu gue juga selalu mengingatkan gue bahwa “Perempuan itu harus tau caranya bekerja dari rumah, kamu gak akan tahu Allah akan membawa kamu ke kehidupan seperti apa”. Ini kalimat mega favorit emak gue, yang sayangnya ga gue seriusin dulu, sehingga gue agak terkaget-kaget ketika memutuskan berkarir dari rumah di umur 26 Tahun.

Ketika gue bilang ke Ayah gue, bahwa gue “bakal jualan jilbab”. Ayah gue bilang tanpa segan “Wah bagus dong! kamu berarti mengamalkan Ilmu S1” dengan nada super tergugahh. Waw… gue kira ayah gue bakal kesel anaknya jauh2 sekolah ke jepang ujung2nya jualan jilbab wkkwkwkw, beneran deh gue terharu T,T

Tapi sebenernya meskipun Ayah & Ibu gue ini rela-rela aja, tetep selalu ada di benak, sanubari, perasaan ingin membanggakan kedua orang tua gue. Maka gue pun tidak pernah berhenti berdoa memintakan jalan kepada Allah agar usaha yang sedang gue jalani saat ini menjadi jalan dakwah bagi gue & jalan gue untuk membahagiakan & membuat bangga Ayah & Ibu gue.

Tapi ada poin yang gue “lupa”. “bangga” itu ternyata terlalu luas.

Hal yang gue kira bisa membuat gue bangga itu terlalu kompleks dibandingkan definisi bangga seorang Ayah pada gue yang sederhana banget 😦 Sesederhana bahwa akhirya anak perempuannya tau kalau jadi Ibu adalah sebuah tantangan yang ga main2 🙂

Ayah gue itu bukan orang yang bisa mengungkapkan perasaan dengan manis, karena Ibu gue sendiri bilang bahwa Ayah gue bukanlah orang yang romantis, tapi tiba2 Ayah gue menulis ini untuk ulang tahun gue:

<<Yang setelah baca ini gue jadi nangis bombay sambil meluk Kyoko, terus abis itu langsung ambil syal buat nutupin idung yang memerah soalnya harus ke taman nemenin Kyoko main takut ketauan abis nangis >>

Dibawah ini ditulis oleh Ayah gue ya 🙂

*Paradigma baru seorang ibu*
Ibu muda ini seorang aktivis di masa sekolahnya. Mulai dari SMP, SMA dan PT selalu menjadi pengurus OSIS dan BEM/KM. “Karir” terakhirnya di PT adalah Bendahara BEM. Penuh dng cita-cita dan lumayan rinci membuat rencana apa saja yg harus dilakukan bbrp tahun ke depan, bahkan di mana dia akan  berkarir nantinya kalau sudah meraih S3. Dan dia berusaha sangat keras utk mewujudkannya, tdk ada waktu yg terbuang percuma, setiap saat harus produktif. 😊
Melanjutkan S2 di dalam negeri tdk termasuk di dalam agendanya. Alhamdulillah dia bisa mewujudkan mimpinya melanjutkan kuliah S2 di negeri Sakura. Dan, _beyond her expectation_, dia juga mendapatkan pasangan hidup seorang laki-laki sholeh di sana. _To be and to get_ (“menjadi dan menggaet”😊), mungkin itu yg menjadi semboyannya dlm meraih mimpi.
Meraih gelar S2 dan sekaligus mendapat suami bergelar S3.
Sekarang ibu muda ini memiliki putri berusia 2.5 thn. Bersama suami merawat putri cantiknya di negeri orang. Merawat anak sendiri tanpa bantuan ibu atau ibu mertua atau asisten rumah tangga tentu tdk mudah.
Ibu muda yg aktif ini, selalu mengukur produktivitasnya berdasarkan berapa lembar tulisan yg sdh ditulis, berapa banyak persoalan  kegiatan sosial yg sdh dikerjakan dan berapa banyak urusan bisnis diselesaikan. (Fyi, ibu muda ini juga berbisnis on-line).
Sampai sekitar pekan lalu, dia menulis di Instagramnya :
_”Melihat Kyoko bertambah besar, makin besarlah juga perasaan2 menyesal tehadap diri ini memaknai kebersamaan dengan sahabat karib mini yang hadir dalam bentuk anak perempuan pertama_
..
_Kyoko, ibu minta maaf kalau Ibu pernah merasa bahwa ketika seharian Kyoko nempel terus kayak nasi di pipi mw nya main bareng, ibu merasa hari Ibu ga “produktif”. Ibu egois yak menggunakan standar ibu._ _Seharusnya ibu harus bangga karena hari itu tetep diitung sebagai hari “produktif bermain”_🧕🧕
..
_Kyoko, ibu minta maaf kalau Kyoko sering kali ibu beri energi sisa. Karena ibu sudah lelah terlebih dahulu memikirkan mengurus amanah sekunder lain. Padahal tekad ibu dengan berkarir dr rumah adalah u/ memberikan energi terbesar ibu buat Kyoko. Maafkan kalau ternyata jari tangan Ibu masih lebih bulat dr tekad_
..
_Kyoko, ibu minta maaf kalau Ibu acap kali merasa kesal karena Kyoko selalu mengganggu ibu kalau sedang bekerja di depan komputer. Harusnya bukan Kyoko yang mengganggu ya, tapi pekerjaan ibu yang “mengganggu” waktu bermain._
_Kalau ibu mw lebih sabar, insya Allah, Allah yang Maha Kuasa akan memberikan ibu keleluasaan berfikir cermat & produktif di waktu2 melek ibu yang sempit pasca Kyoko tidur._
_Doakan ibu lebih sabar ya😊“._
Alhamdulillah, semoga ini menjadi nasihat bagi ibu2 muda yg lain. Dan utk ayah2 muda, jangan lagi menganggap istri yg memutuskan “aktif” di rumah bukan istri yg produktif. Jangan menganggap sia2 pendidikan tinggi yg diraih seorang perempuan ketika dia memutuskan utk di rmh “saja” agar bisa lbh fokus mendidik anaknya. Seorang ibu yg berpendidikan baik tentu mempunyai nilai tambah yg lebih utk mendidik anak2nya. Ayah dan ibu bersama2 mengembangkan karir, Allah yang akan memberi jalan, insya Allah.
_Tulisan ini adalah kado utk Annisa Anindita Zein yg tgl 12 Februari yg lalu genap berusia 28 thn, barakallahu fii umrik._

 

 

Jadi sebenernya inti dari tulisan ini adalah: Menjadi bahagia & bersungguh-sungguh dengan apa yang lo lakukan sekarang sebenernya udah membuat orang tua bangga. Sesimpel itu. Hitungan Bangga orang tua ga sekompleks yang lo pikirkan 🙂

kobee

Bersama Kyoko di Nagoya: Ketika memutuskan ingin & harus di rumah, ngapain ya? (Pembukaan)

Assalamualaikum & Salam dingin2 seger dari Tenpaku,

Beberapa minggu ke belakang, makin banyak yang bertanya kepada gue tentang apa sih “yang gue lakuin 24 jam di rumah sama Kyoko”, atau “gimana caranya gue menghabiskan 24 jam di rumah”

Pertanyaan ini memang sangat lumrah, karena sebelum gw memutuskan untuk berkarir (sori gue sengaja milih bahasa yang sok keren wakakak) dari rumah, gue pun juga bingung gimana caranya menghabiskan 24 jam di rumah sama Kyoko. Apalagi untuk yang merantau nya jauh dari keluarga, kebayangnya dulu pasti sering matikutu nyari aktivitas bareng anak.

Sehingga tulisan random gue ini ditujukan untuk Ibu-ibu ber-anak bayi yang akan banting setir dari student/ pelajar menjadi Ibu rumah tangga full di rumah dan merasa bingung nanti bakal kayak gimana kalau di rumah sendirian sama anak. Tulisan ini juga untuk para perempuan perkasa yang berfikir kalau di bawa ke rantau sama suami nanti apakah bisa bertahan dengan anak berdua saja tanpa bosan? Nah, semoga tulisan random berseri gue bisa membantu ya 🙂

Btw, gue sungguh bukanlah Ahli parenting, bukan selebgram khusus pendidikan anak,  gue hanyalah orang yang suka ngobrol & curhat 😀

Nah, Selama 2.5 tahun jadi Ibu, di sependek pengalaman gue ini, nyari aktivitas buat anak (gue kali ini berbicara dalam konteks tinggal di Jepang) itu jelas disesuaikan dengan sifat Ibu (& goal besar Ibu), umur & sifat anak, dan tipe daerah. coba kita bahas secara ringkas masing2 di bawah ini.

  1. Sifat & Goal Besar Ibu

Pertama gue selalu mencari kegiatan yang memang gue nya enjoy dan memang gue butuh. Gue butuh: Eksplorasi tempat baru (Jalan2), ngobrol & makan. sederhana bukan? wakakakkakaka. Jadi gue biasanya plot kan dalam sebulan itu gue main ke rumah siapa aja, nyoba tempat roti/kue di mana saja, dan nyobain fasilitas baru kemana aja. Ini dilakukan di akhir bulan, supaya gue bisa prediksi pengeluaran gue sama Kyoko di bulan berikutnya. Biasanya pengeluaran gue buat ini kurang lebih sama dengan jumlah bantuan finansial pemerintah ke Kyoko, kurang lebih 10.000-12.000円 Se-bulan. Ini variatif setiap keluarga beda-beda, dengan budget segini udah termasuk kalau Kyoko mau beli mainan atau coklat anpanman -_-.

Gue pun menyadari bahwa sebaiknya gue ga usah membandingkan cara mendidik gue dengan emak-emak lain sehingga bisa membuat gue terlihat makin merana wkwk. Maksudnya, gue suka kagum banget ama ibu-ibu yang rajin banget buat kerajinan kertas sama anak perempuannya, menggambar menghitung, dll. Sementara setelah gue coba, gue akuin itu ga gue banget, kalaupun mencoba cuman bertahan sebentar. Bukan pattern utama cara gue bermain sama anak gue hahahahaha.

Jadi lebih baik, nyaman aja dengan cara yang kita buat tetapi penting juga melihat sekeliling supaya kita bisa review sendiri. Karena kan pasti ada di satu sisi kita bosen nih sama pola bermain (kalau bahasa gue: pola jalan, eksplorasi & makan) yang kita lakuin selama ini sehingga melihat orang tua lain bagus, asal jangan melihat itu membuat kita merana atau pongah wkwk. Okeh

Selain itu, kita semua pasti punya goal besar untuk anak kita kan. Kalau soal akademik atau bisnis aja kita bisa ambisius dan sungguh2 dipikirin, berarti soal anak apalagi. Bukan berarti ini sifatnya mengekang, gue sih melihatnya semacam guideline aja. Gue percaya kebiasaan yang dibentuk sama emak dari kecil itu akan ngaruh ke masa depan. Inilah kenapa ada temen gue kalau misalnya pagi-pagi meskipun masih single ada yang reflek mulai nyapu lantai dan cuci piring sementara yang lain masih nyaman bobok.

Ternyata pas di konfirmasi ke temen gue itu,doi pun dari kecil udah dibiasain mandiri dengan kerjaan rumah. Nah, berarti sederhananya Emaknya udah punya semacam guideline kan ya? (ini gue ngomong apa sih)

 

Walaupun anak itu ga sama kayak lo bikin organisasi jaman kuliah dulu, tapi dengan konsep kesungguhan yang sama, gue pun ingin membentuk Kyoko sebagai:

  1. Kakak sholihah yang menyenangi pekerjaan rumah tangga (gimanapun dia perempuan yang suatu saat masalahnya akan berkutat pada seloyang gede ayam kuning, dan ini tidak merendahkan dia sebagai perempuan melainkan membanggakan karena ga semua orang bisa masak ayam kuning seloyang gede kan?)
  2. Kakak yang mandiri
  3. Kakak yang tidak takut mengeksplorasi tempat baru

2. Usia & Sifat anak

Memang setiap umur itu tipe bermain yang kita aplikasikan beda2. Anak umur 1 tahun mungkin belum ngerti asiknya main seluncuran di taman ga sih? Kalau gue lihat, masuk ke usia 2 tahun si Kyoko mulai ada kebutuhan bersosialisasi dan baru ngerasain asiknya pergi ke luar. Nah kalau misalnya di awal2 umur sih, gue biasanya ya gitu, jadi badut.

Mulai dari nyanyi, baca cerita, joget2, terus menikmati aja gue punya bodyguard 24 jam yang nemenin gue kemana2, yang gue gendong kemana2 mulai dari WC ampe naik kereta antar kota antar provinsi. Diem, ketawa, paling bete jadi nangis,  tapi belum tuh ada celetukan “Ibu, Kyoko mau eskrim”, “Ibu, Kyoko Capek”, “Ibu, Mau biaw (baca: BAB)”.

Nah, jadi nikmatilah masa-masa pergi dengan bocah dibawah 2 tahun, karena makin gede, maunya makin banyak wkwk.

Anak gue bukanlah anak yang sempurna, karena bukan lahir dari Emak yang sempurna. Tapi dengan sifat yang seperti itu, dengan baik buruknya, anak gue alhamdulillah melengkapi kesempatan belajar gue sebagai manusia. Dia pas banget di mata gue wkwkkw (lah). pas lucu nya, pas nyebelinnya wkkwkw.

Si Shofiyyah Kyoko ini suka banget keluar, cuman ogah kalau diajak keluar keseringan. Dia makin kesini makin ekspresif, gue kaget banget pas dia bilang: “Ibu, di rumah aja Kyoko capek”. Ternyata mungkin terkadang gue memaksakan semangat keluar jalan-jalan gue terhadap anak gue.

Anak gue alhamdulillah kemampuan adaptasi pada lingkungan baru nya amat membaik, meskipun memang Kyoko bukanlah tipe yang langsung heboh di lingkungan baru. Kalau masuk ke lingkaran anak yang bermain, si Kyoko ini lebih suka diem di pinggir dan ketawa ngeliat temennya, bukan langsung masuk ke area permainan dan ikut main. Sejam berikutnya, dia baru pelan-pelan ikut. Hmm apa ya? anak gue tipe pemerhati kali ya? mungkin dia cocok jadi reviewer kali yah wkkwkw.

Jadi gue untuk melatih kemampuan adaptasi dia, gue memilih beberapa tempat main baru dalam sebulan itu, supaya Kyoko terbiasa ngeliat berbagai macem anak kecil. Mulai dari yang gampang minjemin mainan dan yang ampe harus berebut nangis baru dikasih ahahhhaha.

Btw, jadwal bermain gue dan Kyoko biasanya gue taro di Google Calendar, mungkin terlihat seperti ini:

Screen Shot 2018-01-02 at 7.55.28 AM

Nah, kalau terlihat dari atas, kayaknya memang rada penuh yah? gue biasanya memang tulis dulu sih semua jenis acara yang mungkin disambangin. Nanti tinggal disesuaikan dengan kondisi anak hari itu, apakah memungkinkan untuk pergi atau enggak 😀

Gue memang kebiasaan apapun harus ditulis biar jelas, dan baru sadar itu dimulai dari kelas 4 atau 5 SD? Dulu cuman iseng nulis dari Senin sampai Sabtu gue mau pakai pita warna apa ke sekolah dan di selaraskan dengan sarung tangan warna apa. Duh genit ya -_-.

Nah, penulisan skedul di atas itu tujuannya biar ketauan kira-kira numpuk di minggu keberapakah aktivitas si Kyoko dan bisa diitung biaya bis yang paling efisien bagaimana. di Nagoya sendiri, ada one day pass namanya Donichi Eco Kippu, 650円 Bisa kemana aja, ini biasanya di Hari Sabtu& Minggu, hari libur nasional dan tanggal 8. Kalau bisa sekali keluar itu dibuat banyak destinasi nya biar bisa pakai one day pass wkwkw.

Terus kalau misalnya ga pergi keluar, Kyoko sama Ibu gimana dong?

Nah, ini nih kadang-kadang gue juga bingung dan merasa bersalah kalau di rumah gue terkadang mau nya Me time wakaka, alias ngerjain kerjaan depan laptop. Sementara gue berharap si Kyoko bisa asik main kan..

eh ternyata anak gue itu kalau main maunya berdua, alias gue juga ikut main, terus gue kapan donggg punya waktu sendiriannya padahal waktu tidur siang anak gue singkat dan malam2 gue udah capekkk? wkwkwkwk.

Akhirnya gue belajar untuk ikhlas dan ga terlalu galak membuat list target sehari-hari dan lebih ramah kepada diri sendiri :), jadi yaudah aja lah T,T. Di rumah itu, Kyoko gue biarkan mengikuti seluruh aktivitas emak2 gue mulai dari nyuci, milihin baju buat dimasukin ke lemari, gantungin baju, buat nasi.

Biasanya gue ngerjain kerjaan rumah tangga pas Kyoko bobok, tapi kalau gini terus kapan kelar kan? Akhirnya gue jadiin aja kerjaan rumah tangga sebagai ajang dia maen, sekalian biar dia tersalurkan energi nya. Meskipun waktu pengerjaan nya jadi 3x lebih lama T,T. Tapi biarlah..

Kayak pas lagi masak, kadang gue suka mikir kok gue bisa ya ga marah liat anak gue main tepung berantakan asalkan gue bisa tenang masak. Kayaknya ilmu pasrah gue udah naik nih, ga apa berantakan asal anak hepi deh T,T. Tapi, jangan berlindung dibalik “ga apa berantakan namanya belajar” hehe, gue masih belum setuju bener ama ini prinsip. Kalau abis berantakan wajib langsung dibersihin, biar Kyoko paham kalau yang kotor harus langsung dibersihin. Emang gue itu galak ya kayaknya…

3. Daerah (konteks: di Jepang)

Emang tiap daerah di Jepang itu punya tingkat kelengkapan fasilitas bermain yang berbeda2. Pengalaman gue selama punya anak dan tinggal di Tsukuba & Nagoya, gue bisa lihat bahwa fasilitas anak itu jauh lebih keren Nagoya. Tsukuba adalah kota baru, semi-inaka yang lebih enak di akses menggunakan mobil & sepeda. Kalau di daerah Kasuga tempat gue tinggal di Tsukuba dulu, bisa diitung banget berapa jumlah taman yang ada, dan ga semunya berfungsi dengan baik. Mungkin cuman 1 yang memang layak di mainkan. Tempat rekreasi umum seperti 児童館 Jidoukan, yang paling ramai dan ramah secara fasilitas untuk anak usia 1 tahun, berlokasi di daerah Sakura, yang mana lumayan jauh kalau diakses pake bis. Ditambah faktor biaya bis yang cukup mahal.

Hal di atas ini dimaklumi banget, secara Tsukuba terhitung kota baru yang mungkin belum banyak pengalamannya tentang fasilitas anak? beda kalau dibandingkan dengan Nagoya kota lama & terbesar ketiga di Jepang (yang selalu dibandingkan dengan Fukuoka hehe). Nagoya lebih bener-bener serius membuat taman bermain, dan adanya 県営緑地 Daerah hijau tempat rekreasi untuk masyarakat yang dikelola provinsi dan jumlahnya ada beberapa tersebar di distrik-distrik.

Support terhadap Ibu dan anak pun terlihat dari banyak nya website yang bisa diakses, bahkan mereka punya Aplikasi di hape yang memudahkan Ibu2 yang tinggal di nagoya untuk mengakses informasi terkait Hoikuen, Youchien, Tempat-tempat penitipan anak (ketika sakit & melahirkan), dan event2 kece.

Oke, stop dulu promosi Nagoya nya wkkw. Intinya, kalau misalnya gue tinggal di kota seperti Tsukuba, jelas pola bermain gue ga bisa seperti di Nagoya yang bisa keluar seharian dengan one day pass. Jadi, selama di Tsukuba gue banyak menunggu suami punya waktu kosong supaya bisa naik mobil ke taman & wisata keliling rumah orang Indonesia yang ramah2. Kebetulan pas banget di Tsukuba itu orang Indonesia nya banyak, jadi Kyoko bisa deh jadi nemenin Ibu ngobrol hehehe ❤

Pas banget, pas anak gue butuh mainn, Allah memindahkan kami pindah tinggal ke Nagoya. Meski berat bangett karena banyak sahabat kami dan memori indah yang tertinggal di Tsukuba..Tapi Insya Allah memang pindah adalah yang terbaik buat perkembangan Kyoko juga.

Selama di Nagoya ini, ada 3 laman website yang menurut gue menarik & berguna untuk di akses

  1. Nagomii & Website 子育て応援センター

Screen Shot 2018-01-03 at 5.50.49 PM

Nagomi ini adalah nama aplikasi untuk mencari event2 di setiap distrik dan informasi mengenai tempat edukasi dan penitipan anak. Sebenernya nanti ujung2nya kita tetep akan dihubungkan dengan link dari Kosodate Ouen Senta seperti yang terlihat di bawah ini:

Screen Shot 2018-01-03 at 5.51.34 PM

Disitu, kita bisa klik nama distrik tempat kita tinggal, dan disitu bakal ketauan event2 apa aja yang ada di bulan tersebut. Nah, kalau diliat disitu, distrik 天白 (Tenpaku) Dikitt banget jumlahnya ya cuman ada 1, itu karena distrik Tenpaku itu punya website khusus sendiri yang akan gue bahas selanjutnya

2. Tenpaku Waku Waku Karenda-

Website Tenpaku waku-waku karenda- (arti: Kalender WakuWaku Distrik Tenpaku) ini udah jadi panduan lengkap banget untuk Ibu-ibu yang tinggal di distrik Tenpaku. Salah satu yang gue pantengin tiap bulan adalah jadwal kegiatan selama sebulan dari semua badan/ lembaga swasta maupun pemerintah yang berkonsentrasi pada pendidikan anak yang berlokasi di tenpaku. Lewat website ini kita bisa tahu:

  1. Jadwal kegiatan 児童館 (pusat rekreasi warga/anak2) pada bulan itu, kapan saja ada jadwal mendongeng dan senam untuk anak2
  2. Jadwal Hoikuen & Youchien & Kodomoen negeri dan swasta yang “membuka” tempat bermain & program anak bulanan. Kyoko baru mencoba bermain di Hirabari-hara Hoikuen 😀 dan ternyata seruu!
  3. Jadwal acara di Toshokan (perpustakaan) distrik tenpaku & acara khusus yang diadakan oleh NPO bekerjasama dengan hoikuen setempat, seperti: Winter Kosodate Hiroba. Acara ini semacam indoor playground yang semua ada: mulai dari orang baca cerita, bermain (semua perlengkapan main Hoikuen yang berpartisipasi dibawa kesini kayaknya), membuat kerajinan, dan senam. Selain itu juga ada meja konsultasi yang diisi oleh orang City Hall dan NPO.Screen Shot 2018-01-03 at 5.52.16 PM

3. Website perpustakaan

Di website perpustakaan ini kita bisa mengetahui juga event-event yang ada di Perpustakaan se-Nagoya. Biasanya secara umum, jenis acara yang diadakan itu adalah mendongeng. Hanya saja, setiap perpustakaan distrik itu punya pembagian kelas dongeng yang berbeda tergantung umur anak. Selain itu, setiap tim perpustakaan punya cara & konten dongeng yang berbeda2, ada yang bisa buat anak bosen terkadang, ada juga yang bisa buat anak melek sampai akhir hihi.

Screen Shot 2018-01-03 at 5.53.57 PM

Seperti di atas ini, kita bisa melihat untuk perpustakaan pusat di 鶴舞 Tsurumai kapan sajakah ada kegiatan mendongeng untuk balita 🙂 . Kebetulan gue suka banget ngajak kyoko muter2 dengerin ohanashikai, sampai saat ini, kami sudah mengunjungi ohanashikai dari perpus: Tokushige, Tenpaku, Meito-ku, dan Mizuho-ku.

 

Kira-kira begitulah pembukaan untuk kegiatan Kyoko selama di Nagoya. Terus suami gue protes: ya ampun panjang gini pembukaan doang –__–. IYEEEE -___-

Insya Allah selanjutnya akan dibahas lagi ya kegiatan2 Kyoko selama di Nagoya, semoga informasi yang diberikan bisa berguna untuk temen2 yang sedang bingung kira2 kalau harus full time di rumah harus ngapain aja ya? eheheh. Untuk temen2 yang tidak tinggal di Nagoya, dan ingin dibantu mencari website laman ataupun pusat informasi kegiatan anak, boleh ditanyain ke gue ya, meskipun gue nihonggo nya sebatas toko roti & kue wkwk, gue akan berusaha mencari infonya. 🙂

 

Salam,

 

DItaa

 

パン調査:バゲットラビット

先週すくすくメイト親子ふれあい広場に参加しまして、久しぶりに恭子と親子たびでした。

帰る道お腹が空きました。

せっかく名東区に在るだから,大人気パン屋さんに寄ってみよう!

バゲットラビットというパン屋さんは千種区から名東区に移転していました。駐車場が広くて、店内はオシャレな雑貨屋さんような感じをしています。スタイリッシュ。

Superanindita-Baguetterabit6Superanindita-BaguetteRabit4Superanindita-Baguette Rabit

沢山のパンがずらりと並んでいます。

パンがどれでも美味しそうですので、見ているだけでもテンションが上がります。

12.30時午後頃に行ったまだ沢山あったので、ラッキーです!

今回購入したのは、こちらの6点です。(いっぱいですね)

買ったパンは名物のバゲットとブールではなく、惣菜パン系を買ってきました。

Superanindita-bageutterabit2

ホワイト抹茶パン

もちもち生地と甘過ぎずのホワイトチョコがマッチしています!

紅茶が欲しくなります。買ったパンの中にこが一番美味しいと思います。

チーズパン

チーズたっぷりで、普通に美味しいです。

きのこキッシュ]

生地はサクッですが真ん中の部分ちょっと柔らか過ぎと思います。焼き上がったばかりの味の方が美味しいかもしれません。

グラタンパンとオリーブトマトフォッカチャ

想像どりの味、美味しいです。

 

チョコクロワッサン

軽くパリパリサクサク。美味しく美味しです。

娘がこれ一番大好き。

ムスリムの方へ:

1。果物に赤ワインなどを含まれている可能性が高いですのでデザート系はNGです。 (e.g デニッシュ)

2。パンにはラードを含まれていません。詳しくは忘れましたが、乳化剤を使わないか植物の乳化剤を使っている気がします。

3。オーガニックショーテニング(植物-パーム由来) を使っています。

ごちそうさまでした

次はちゃんと名物のバゲットとブーレを買ってきます。

 

Superanindita-BaguetteRabit3

10月のお買い物: 2 Minggu terakhir Oktober& 1 Minggu pertama November

Assalamualaikum rakyat wordpress!

Apa kabarrr semuanyaa? Gue disini baik2 aja sambil memandangi dari jauh anak gue yang akhirnya tidur. Jam 6 malam dan dia tidur…artinya…doi bakal bangun jam 3 atau 4 pagi T,T.

Insya Allah di pos yang kalian ga tunggu-tunggu ini, gue akan menuliskan belanjaan gue yang super ga penting sampe agak penting yang mungkin ga perlu lo semua simak tapi perlu buat gue sebagai kenang-kenangan >>> pembukaan ngeselin.

Kita mulai aja yah pembahasannya yang dibagi ke dalam dua kelompok besar: Jajan, perkakas alat & bahan makanan:

I. JAJAN & PERKAKAS ALAT

Sekarang udah masuk musim gugur dan kaki gue semakin mendingin. Selama di Tsukuba dulu gue ga terlalu merasakan dingin di kaki karena alas apato gue itu karpet, sedangkan saat ini di Nagoya, alas apato gue yang berupa kayu sukses membuat hubungan gue dan kaos kaki semakin lengket.

Karena ga lucu kalau gue pake kaos kaki di rumah itu-itu aja sehingga lama2 bisa bau oncom, akhirnya gue memutuskan membeli kaos kaki lagi. Sebenernya niat gue adalah beli 3 pasang sepatu 1000 yen yang ada di tutu anna, eh ternyata MUJI juga punya penawaran menarik.

Setelah dipikir2, akhirnya gue beli lah 1 kaos kaki buat di ruangan dan 2 kaos kaki untuk diluar. Pasti kalau lo liat kaos kaki gue kayak cowok2 gitu yah? yaa begitulah ahhahah. gue merasa lebih enak pake warna netral sih, kalau mau yang warna-warni mungkin di sepatunya aja wkkw.

Btw, ukuran kaki gue adalah 26.-26.5 kalau di Jepang sekitar 41-42 wakakak gede kali. Jadi yah emang usaha deh kalau mau nyari kaos kaki. Terimakasih MUJI sudah mengakomodir kaki ku yang ga imut inih.

Dengan kurang elegannya gue menaruh popcorn di samping si kaos kaki ini haha, ga apa ya? Btw ini popcorn enak yah baru tau T,T. Sebenernya untuk rasa keju nya gue kurang suka sih, karena terlalu nendanggggg asin nya si keju. Untuk orang yang ga gitu hobi asin, gue ga gitu semangat ngabisinnya.

Garret Popcorn ini insya Allah aman ya, kecuali untuk yang limited edition harus di cek dulu hihi. Kalau misalnya di Nagoya, dan bingung nyari oleh2 apa, beli aja garret popcorn di Nagoya Eki dengan edisi kaleng Naga nya Nagoya Castle hahaha.

Super-Kaimono1

Superanindita-Kaimono19

Nah, kemaren gue juga sempet jajan kuri-mu pan HITS yang isinya krim matcha dan krim coklat, nama Tokonya: Hattendo asal Hiroshima. Gue kira awalnya ini eskrim, eh ternyata roti ber krim wkwkwkkw. Rasanya ya enak sih emang krim nya cuman roti nya mirip roti costco yang di microwave sampe kelembekan. Nah kira2 gitu lah. Jangan ekspektasi roti nya bakal gimana2, cuman emang roti lembek ya yang cocok dipadukan sama krim hihi

Ini bisa didapetin di Shin Osaka Station & Nagoya Station 😀

Superanindita-Kaimono10

Mengingat bahwa kami mungkin saja akan segera pulang ke Indonesia, gue jadi semangat membelikan Kyoko buku yang Insya Allah bisa banget dijadikan investasi begitu balik ke Indonesia. Di Jepang ini, tepatnya di Nagoya ini, gue sedang semangat untuk mengitari perpus (yang masih masuk logika lokasinya ya, maksimal 1 jam 20 menit paling jauh) yang ada di distrik2 dalam Nagoya. Sambil meminjam buku, dan menganalisa pelan2 buku yang dipinjam, gue akhirnya tau ilustrator, penerbit dan pengarang yang OK. Selain itu, gue akhirnya paham sedikit2 seri buku yang cocok dengan visi misi gue.

Buku yang gue sedang coba bacakan ke Kyoko adalah karya dari ilustrator dan pengarang 筒井 頼子 作 -林 明子 seperti buku berjudul: Asae to Chiisai Imouto ( Asae dan adik perempuan). Buku ini mengajarkan tentang seorang kakak yang diminta Ibu nya untuk menjaga sebentar adiknya ketika sang Ibu sedang pergi ke Bank. Di Jepang itu nampaknya memang cukup biasa ya “meninggalkan sebentar” anak untuk keluar. Di sini, Asae sebagai kakak, sempet kehilangan adeknya karena keasikan main di depan rumah, tetapi Alhamdulillah dia menemukan adiknya di taman sedang bermain.

Buku ini gue sengaja pilih untuk Kyoko supaya tau bahwa kedepannya dia akan punya saudara juga, dan sebagai kakak tertua Kyoko punya “beban” asik untuk menjadi penjaga adik-adik nya. Kami sebelumnya juga udah punya buku dari pengarang yang sama judulnya: Hajimete no Otsukai.

Selain itu, gue juga ngefans dengan buku Kaba-kun hahahaha, karena bukunya lucu dan realistis dan berelasi dengan kehidupan anak umur 2 tahun ke atas. Misalnya nih, pagi2 si Kaba-kun itu langsung ke WC sambil ngibrit nahan buang air kecil. Nah, ini pas banget memang waktunya gue lagi ngajarin si Kyoko untuk ke kamar mandi begitu bangun tidur. Jadi gue bisa deh tuh pake alasan pagi2: “Ayo kyoko kayak kaba-kun ke kamar mandi pagi2″ hahaha.

Selain itu kaba-kun juga sempet kesel karena Ibu nya kalau di jalan ketemu sama temennya, kaba-kunnya di anggurin lamaa banget. Wah pas banget ini kayak si Kyoko kesel banget kalau ga ikutan diajak ngobrol :”)

Okee lanjut ke belanjaan selanjutnya ya. Seperti biasa gue beli freezer bag segala ukuran untuk menaruh makanan calon bento Ayahnya Kyoko. Yoii, semenjak pindah ke Nagoya, Ayahnya Kyoko harus dibawain bekal setiap hari. Walaupun remfong setiap jam 07.00-09.00, tapi Alhamdulillah gue merasa lebih bisa mengoptimalkan isi kulkas hahaha.

Superanindita-Kaimono6

Selanjutnya, gue juga membeli lap basah nya Daiso, kali ini beli yang khusus untuk living room. Entah kenapa ini lebih ngefek untk membersihkan meja makan dibanding yang tipe “all-purpose” wkkwkw.

Kantong coklat Daiso di paling kanan gue pake untuk keperluan kirim barang via konbini-kuroneko biar lebih enak ngebungkusnya. Laundry Net dan satu lagi kantong bolong-bolong yang gue beli khusus untuk naro mainan Kyoko yang heboh kalau lagi mandi.

Sebelum ada kantong berbolong-bolong ini, setelah Kyoko mandi itu kamar mandi udah kayak tempat pasca perang ada mainan dimana2. Terus gue bingung gimana naro tempat mainan yang basah-basah gitu. Kalau naro di ember pasti ada sisa-sisa air di bawah dan jijik gitu kan, jadi pas nemu ada kantong yang berbolong-bolong ini gue bahagiaa banget.

Superanindita-Kaimono13

Sebenernya dalam 3 minggu ini gue sempet beli 2 kali bunga. Tapi belinya cuman satu paket, biasanya itu 2 paket gue gabungin. Nah sampai sekarang di Nagoya gue belum dapet toko bunga yang oke banget secara kualitas dan harganya. Kalau kayak gini jadi kangennn banget sama Toko bunga di Tsukuba Senta.

Biasanya di rumah kami, Ada satu sektor khusus tempat menaruh Buah, sebagai salah satu cara untuk mengurangi konsumsi snack semacam coklat dan biskuit manis hahaha, sebenernya buat diet gue sih -_-. Jadi biasanya kami taro Apel, jeruk atau pisang. Pisang biasanya dijadiin bahan dasar smoothie (kalau lagi rajin wkkw).

 

II. BAHAN MAKANAN

Sekali-kali mari makan daging sapi! ahahaa, karena gue orangnya suka ga kreatif kalau masak pakai yang berbahan dasar sapi dan saat ini hanya mampu mengolah daging sapi iris tipiss jadilah 2 bulan sekali (atau 3 bulan sekali) pesan di baticrom.

Kalau mesan perdagingan di Baticrom, biasanya gue suka iseng juga mesen bawang merah. Biasanya selama di Jepang gue suka make bawang bombay sebagai pengganti bawang merah, tapi kayaknya ada sesuatu dari bawang merah deh yang ga tergantikan (ini omongan gue ga ilmiah banget). Si bawang merah frozen ini kan udah dibuka ya kulitnya jadi benri sih buat orang kayak gue yang males ngupas kulit bawang hihi.

Si Daging iris tipis ini biasanya gue jadiin masak kayak sukiyaki tapi salah metode aja. Siapin bawang bombay & Jamur kancing trus setiap satu kemasan daging itu gue tambahin 5 sendok makan shoyu + 4 sendok makan madu Indonesia (harus madu Indonesia, madu china kurang nampol)+ 2.5 saos tiram Saori. Gampang kan? gue yang ga jago masak aja bisa gimana kalean kalean yang masterchef 😀

Superanindita-Kaimono12

Dibawah ini adalah hasil belanja di EQVO yang memang sudah terkenal akan seafood nya yang lumayan murah dibanding Seiyu (tentu saja). Beli udang untuk campuran ayam cincang dan dimasukan kedalam P-man. Sawara & saba yang secara bentuk sangat bukan favorit gue (asli gue geli banget sama kulit ikan), tapi karena ikan sehat & suami gue suka Ikan (orang palembang gitu loh pempek setiap hari).

Ngomong2 pempek, gue suka memperhatikan pola obrolan ibu-ibu itu emang tergantung daerah banget. Mertua gue kalau lagi ngobrol ama suami gue itu acap kali ngobrolin ikan yang lagi hits di palembang untuk dijadiin pempek. Ikan daging merah, ikan daging putih, Ikan xxx yang rasanya mirip tenggiri tapi warna lebih hitam. Gue merasa ibu2 di palembang itu ya alih2 lebih kesel ga bisa nonton episode terbaru drama, lebih kesel ga bisa ikut trend daging ikan tertentu untuk dibuat pempek.

Selanjutnya..Seledri! selama di Jepang ini entah kenapa jadi suka banget sama seledri. Merasa banget kalau makan ini tuh jadi sehat hahahaha. Beli seledri paling untung sebenernya di Tachiya, dengan harga 150 bisa dapet 3 batang gede2 banget.

Superanindita-Kaimono5

Dibilang sah masuk musim gugur memang kalau kita udah makan Kaki (kesemek), mikan dan satsumaimo. Keluarga Pak Haris ini memang pecinta mikan, kalau misalnya masih tinggal di deket Hanamasa mungkin kita udah beli mikan satu kardus hahaha.

Selain mikan, kali ini kami belanja Komatsu (98円) yang kami gunakan sebagai bahan dasar smoothie, jamur, p-man dan juga tahu kopong yang ga ada asin nya sedikitpun. Teruss kami menemukan kerupuk udang kecil yang micinnya pas banget buat dimakan bareng soto hahaha

Superanindita-Kaimono4

Wah tahu kopong ini muncul dua kali -_- hihi. Oiya gue selama 2.5 bulan belakangan ini konsumsi lemonnya cukup tinggi sehingga kalau lagi ada diskon lemon langsung beli deh lumayan banyak. Lemon yang gue beli ini ga berbiji asalnya dari New zealand. Ternyata baru tau kalau lemon yang ga berbiji itu lebih lembek tekstur nya dibanding yang berbiji jadinya sekali kegencet dia langsung sensi kulitnya dan membuzuk..

Gue tuh orangnya suka iseng beli berbagai macam paper, dari alumunium, paper khusus oven toaster, pokoknya yang gue aja ga ngerti fungsinya apa gue beli deh soalnya penasaran.

Sebenernya yang gue kasih tanda panah itu adalah kertas alumunium yang kayaknya bisa dipakai di atas teflon kalau kita masak dengan sedikit minyak dan sebagai alas oven-toaster yang ga lengket. Kalau gue sih seneng aja makai itu sebagai alas oven toaster karena memang lebih ga lengket daripada alumunium biasa.

Superanindita-Kaimono 3

Di bawah ini adalah peralatan penting yang gue pakai untuk membuat Karaage. untuk bumbu marinasinya gue pakai: Shoyu, ketumbar, lada, saos tiram dan pasta bawang putih (selalu merek S&B). Si pasta bawang putih ini juga gue pakai sebagai bahan pembuatan Gyoza.

Untuk tepung terigu, gue biasanya pakai yang Violet bukan yang merah biasa ini tapi karena di Piago Hills Walk ga ada, jadi ga apa deh sekali2. Katakuriko nya gue pakai biasanya bukan yang ini juga, tapi berhubung asalnya sama-sama dari Hokkaido, ya mungkin kualitasnya sama (padahal hampir semua tepung Katakuriko yang gue liat asalnya dari Hokkaido kwkw).

Btw, gue biasanya ke Piago itu karena lagi kepepet,  karena doi lebih mihil daripada supermarket macam2 Eqvo, Konomiya meski kualitas memang lebih premium,

Superanindita-Kaimono2

Di bawah ini adalah hasil belanja di Tachiya. Seperti biasa, yang kami beli adalah Seledri segede monas, ninjin (kesukaan kyoko), mini tomato (dia suka juga), Komatsu (kyoko kurang suka zzz), dan P-man (kyoko ogah). Nahh, kalau lagi cakep harga si マシュルーム nya, kita beli juga si Mushroom.

Nah, biasanya kalau belanja ke Tachiya, kami nyempetin belanja ke Gyomu Supa, dan biasanya ini dilakukan di Tanggal 24/25 pokoknya jaraknya deketan dari pergantian finansial bulanan. Kemaren2 saat ke Gyomu Supa sempet kaget karena Mie Yum Yum rasa tomyum versi biasa yang bungkus plastik segi panjang kok ada ekstrak ayam nya ya dan belum nemu bungkus halal nya, mungkin mata gue kurang jeli. hmmmm, tapi yang dalam versi cup insya Allah aman dikonsumsi karena ada logo halalnya 🙂

 

Superanindita-Kaimono11

Kemarin-kemarin gue muncul ide yang menurut gue sih lumayan brilian, yang gue yakin emak2 lain sudah muncul ide ini sejak lama tapinya kwkw (brilian di sisi mana dong). Gue memutuskan untuk membelikan Kyoko Botol Minuman untuk mengurangi konsumsi minuman manis ketika pergi.

Gue tuh termasuk lemah soal jajan -_- ,karena mungkin kebawa kultur Keluarga gue yangkalau keluar ga jajan itu ga rame wakakak. Dan ini kultur yang sangat menyenangkan buat gue. Sayangnya, karena di Jepang ini banyak Jidouhanbaiki 自動販売機 Alias Vending Machine, jadilah mudah sekali mata Kyoko menyergap cerdas kumpulan botol botol yang memanggil namanya Syahdu..”Kyoko..Kyoko..Ayo yang jus apel belum pernah coba kan..” (kok jadi seram wkkw).

Jadi untuk meminimalkan jumlah minuman manis yang masuk, maka gue belilah botol ini di Toko Hello Kitty di Nagoya Station hahaha (Foto botol nya ada di bawah). Di foto di bawah ini, bersama dengan botol muncul jugalah susu dan yoghurt favorite gue dan Kyoko (dan bapaknya pun wkwk). Kalau belom pernah nyobain Greek Yoghurt yang satu ini mendingan buruan deh ke supermarket terdekat, ini enak bangett! kayak makan eskrim (enggak dengg wkkw), tapi beneran enak! favorite kami yang blueberry ato yang plain (nanti tinggal dikasih madu sendiri hihi)

Superanindita-Kaimono 7

Begitulan cuplikan panjang belanjaan keluarga Pak Haris yang ga semuanya terdokumentasikan. Semoga lain kali bisa lebih apik & lengkap lagi ya!

Sampai jumpa di postingan selanjutnyaa!

wassalam