Tentang menjaga semangat keislaman di Rantau (Sedikit berbagi untuk mereka yang akan tiba di Jepang <3)

Artikel ini sebenernya dibuat untuk dimasukkan kedalam salah satu website life style & muslim fashion, tapi karena satu dan lain hal, saya urungkan untuk dimasukkan ke dalam website tersebut dan memilih untuk mempublikasikannya disini dengan editan sana dan sini. Semoga bisa sedikitt mengkayakan jiwa yak!

 

Negara matahari terbit kini makin membuka diri untuk warga asing. Dipengaruhi oleh persiapan Olimpiade Tokyo 2020, setiap elemen wisata di Jepang berlomba untuk memberikan servis yang baik (omotenashi) untuk orang asing, tidak terkecuali terhadap Muslim. Dalam 3 tahun terakhir, makin banyak gerai halal dan bilik sholat yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan Muslim, seperti menandakan bahwa Jepang makin siap untuk menerima masyarakat yang semakin beragam. Semoga ya!

Tidak hanya di sisi wisata, pendidikan tingkat lanjut di jepang pun makin global. Fakultas dan Program Graduate School berbasis bahasa Inggris bukanlah hal yang begitu asing untuk ditemukan, walaupun memang jumlahnya tidak banyak sekali. Perusahaan Jepang pun makin gencar untuk memfasilitasi orang asing untuk bekerja di Negara matahari terbit tersebut. Bahkan mereka melakukan rekruitmen langsung kepada sarjana S1 di negara-negara Asia lho! Dengan Jepang yang makin global, tentunya makin banyak warga asing yang ingin merasakan tinggal disini

Muslimah Indonesia di Jepang hadir dalam berbagai profesi. Mulai dari pelajar, Ibu rumah tangga yang menemani suami, perawat hingga pekerja kantoran atau yang lebih dikenal dengan istilah 社会人 Shakaijin. Berada di tengah masyarakat Jepang sebagai warga minoritas, tidak mendengar adzan langsung kecuali dari smartphone, serta jauh dari keluarga selama Ramadhan dan Hari raya, bagaimanakah cara muslimah di Jepang menjaga semangat keislaman dalam diri? Artikel ini akan menyajikan sedikit banyak cara untuk menyiasatinya:

1.jpg

Camii Mosque:Diambil dari Yhotarafelino IG

Menjaga semangat keislaman dengan mencari lingkungan yang mendukung perkembangan diri

Setiap daerah di Jepang mempunyai pengajian berbasis profesi atau kampus yang diadakan secara rutin. Mengambil contoh di beberapa daerah seperti Tsukuba dan Tokyo Area, tema yang dibahas di pengajian bukan hanya tentang ilmu aqidah & ibadah, tetapi juga dikaitkan dengan keprofesian dan ketrampilan. Pengajian Muslimah juga diselingi dengan kelas memasak dan beauty class. Dengan tema talim yang variatif dan pendekatan yang beragam, maka mengikuti pengajian adalah kegiatan pertama yang dicari muslimah perantau untuk berkenalan dengan sesama warga Indonesia.

Bahkan tak jarang saya temui bahwa ada beberapa kawan yang memulai ikut pengajian / ta`lim ketika di Jepang. Entah mungkin pendekatannya yang lebih cocok untuk mereka dipengaruhi faktor rindu dengan suasana yang men-charge ruhiyah ya 😉

SIPUT5

Kelas Masak dari Pengajian Muslimah di Tsukuba

Adalah Lina, seorang pelajar Indonesia di Osaka yang makin mantap menjadi muallaf di Jepang pasca belajar Islam di masjid kobe dan mendapatkan bimbingan seorang ustadzah melalui pengajian di daerah yang sama.  Di pengajian daerah Kobe yang berlangsung 2-3 minggu sekali itulah salah satu channel untuk Lina belajar tentang islam. Disana jugalah Lina dipertemukan dengan kawan yang membimbingnya ke arah lebih baik, salah satunya  adalah dengan menemaninya beribadah di bulan Ramadhan.

Untuk penulis sendiri, mengikuti pengajian di rantau menjadi pelipur lara untuk mereka yang rindu berkumpul dengan orang indonesia, makan makanan Indonesia dan berbicara dengan bahasa Indonesia.

Menyemangati diri belajar agama Islam secara online dan offline

Untuk mereka yang tinggal jauh dari perkumpulan orang Indonesia sehingga tidak bisa sering datang ta`lim, seperti seorang sahabat bernama Lia yang jauh berada di Kitakyushu, maka cara yang dilakukan agar tetap bisa merasakan suasana Islam adalah dengan rutin mendengarkan ceramah via Youtube. Mulai ustadz dalam negeri hingga Omar Sulaiman ataupun Nouman Ali, insya Allah akan membuat hati kita makin dekat dengan Allah SWT.

Masjid di Jepang memang tidak semuanya besar dan penuh sesak orang untuk sholat, tapi cobalah tengok ke Masjid Camii atau Masjid Okachimachi Tokyo, disana cukup sering diadakan kajian.  Dengan banyaknya informasi yang masuk, mudahnya opini di lontarkan di dunia maya, maka seorang muslimah hendaklah mempertajam filter diri agar tidak mudah terombang-ambing. Sumber belajar sudah banyak tersedia, tinggal kita yang memilih.

Tidak segan untuk menjelaskan kepada kawan asing kita tentang keislaman kita 

Beberapa kawan berpendapat bahwa orang Jepang, apalagi yang hidup di kota besar, punya kecendrungan untuk tidak peduli terhadap urusan pribadi orang lain. Bahkan ada yang berpendapat bahwa itulah kelebihan orang Jepang: tidak mencampuri urusan orang lain. Mayoritas orang Jepang akan menghargai perbedaan agama jika kita tidak malu dan mau menjelaskan dari awal.

Setiap acara welcome party  ataupun piknik di taman yang melibatkan muslim, maka orang Jepang pun akan sangat berhati-hati untuk mempersiapkan makanan. Seperti yang dialami penulis, bahkan seorang professor ragu menawari permen karena disitu ada gambar ayam. Mungkin sang professor salah mengira karena yang tidak dikonsumsi adalah Ayam yang tidak halal bukan kita yang anti-Ayam.

Ketika ada acara minum-minum (Nomikai) yang di adakan cukup sering, ada yang memilih untuk tetap ikut tetapi tanpa memesan minuman beralkohol dan tidak ikut menuangkan bir. Selanjutnya, ada juga yang memilih tidak ikut acara tersebut sama sekali. Walaupun kita memilih untuk tidak ikut, orang Jepang akan menghargai selama kita menjelaskan sedari awal.

Seorang kawan muslimah yang menjadi Engineer di salah satu perusahan besar di Jepang, Dea, mengatakan bahwa kantornya mendukung ibadah Ramadhan. Dea diperbolehkan untuk datang ke kantor lebih siang (karena ada sahur) dan pulang lebih cepat untuk menunaikan ibadah di bulan Ramadhan. Di kantornya pun terdapat musholla permanen dan bisa mendapatkan cuti untuk pergi haji.

Mempercayai bahwa Allah membawa kita ke rantau untuk pengembangan diri yang lebih baik

Melanjutkan kisah Dea di atas, merantau ke Jepang membawanya hijrah menjadi individu yang lebih baik. Memasuki tahun kedua bekerja, Dea memilih untuk berhijab. Keputusan berhijab ini didukung penuh oleh Suami (seorang jepang muallaf) yang memang sudah meminta Dea untuk berhijab sejak menikah. Di saat itulah dia merasa bahwa Allah begitu sayang padanya, meskipun suami nya adalah seorang Jepang yang baru masuk Islam, namun justru suami nya yang balik mengajarkan Islam kepadanya.

Dea mungkin tidak menyangka bahwa perjalanannya ke Jepang membawa dia menjadi individu yang makin mendekatkannya pada Allah SWT. Kita tidak tahu, kemana takdir Allah SWT akan berujung, namun percayalah bahwa Tuhan membawa kita ke Jepang/ suatu tempat untuk suatu maksud. Tidak sedikit kawan yang berhijrah menggunakan hijab selama di rantau, tidak sedikit kawan yang justru karena di rantau lah mulai belajar Islam dengan giat. Mereka yang bertransformasi adalah mereka yang mau membuka diri untuk menjadi lebih baik secara akal dan ruhiyah.

Nikmatilah perjalanan merantau ini..

Cara yang paling ampuh untuk menjaga semangat keislaman ini adalah dengan dengan menikmati perjalanan rantau kita, dan tunjukkan bahwa Islam adalah agama yang mudah. Seorang muslimah tetap bisa berkimono warna-warni tanpa menanggalkan hijabnya, seorang muslimah tetap bisa berwisata keliling  Jepang tanpa meninggalkan sholatnya, seorang muslimah tetap bisa makan makanan halal dan thoyyib tanpa harus kurang gizi dan kelaparan.

Anggaplah diri kita menjadi agen muslimah Indonesia di rantau. Lewat kita lah, orang Jepang atau penduduk lokal mengenal orang Indonesia dan orang Islam. Lewat tutur kata, cara berpakaian, dan berperilaku yang baik, maka mereka mengetahui seberapa indahnya agama kita.

3

Melebur dengan saling menghormati nilai yang dianut- Dokumentasi Pribadi

広告

コメントを残す

以下に詳細を記入するか、アイコンをクリックしてログインしてください。

WordPress.com ロゴ

WordPress.com アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Twitter 画像

Twitter アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Facebook の写真

Facebook アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Google+ フォト

Google+ アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

%s と連携中