Kalau Kyoko (dan adek2nya) penasaran Ibu di kampus ngapain aja…(Episode 2)

Halo Kyoko yang lagi bobok dan adik2nya. Jangan lupa sikat gigi sebelum tidur dan jangan biasain begadang ya wkwkkw.

Btw, Ibu udah lama banget nih ga lanjutin  cerita tentang Ibu di kampus S1 dulu, atau bahkan ibu sudah lupa apa yang Ibu tulis di pos sebelumnya hahahaha. Jadi, tolong maafkan ibu ya, kalau banyak cerita yang ga koheren dan aneh dirasa.

Okeh, mari kita lanjutkan yah, sekarang ibu akan bercerita berdasarkan tokoh-tokoh yang muncul dan dari mereka Ibu banyak belajar :).

SUPPORT SYSTEM IBU 1: TEMAN KOS YANG LUAR BIASA!

 

Pengalaman jauh dari Datuk dan nenek adalah masa-masa yang membuat Ibu sadar bahwa keberadaan orang tua itu memang ga bisa digantikan, keberadaan fisik orang tua memang tidak bisa digantikan telfon ke rumah. Masa-masa menanti balik untuk ke depok (Btw, ibu lebih sering pulang ke rumah ya dibanding mamak dhika, mamak dhika itu satpam kampus wkwkkw), tidak terlalu menyiksa karena Ibu alhamdulillah punya sahabat-sahabat kosan yang luar biasa saling mengisi kebutuhan jiwa teman-teman kosannya hahaha.

Kami semua punya sifat yang berbeda banget, cara belajar yang berbeda, dengan jurusan yang berbeda. di kosan ini, kami dibuat bersatu karena kalau tidak maka kami akan ditekan oleh penjaga kosan heehehhe. Ah sudahlah, bagian yang itu kita tidak usah bahas ya Kyoko.

Tante Nadia Rayhanna adalah tante yang ibu kagumin, Tante Nadia ini multitalenta banget Kyoko. suaranya bagus, bahasa Inggris tulis nya bagusss sekali sepertinya Ibu bisa lihat bahwa tante Nadia terbiasa dengan bacaan Bahasa Inggris yang diksi nya elegan. Tante Nadia juga jago foto, bukan hanya bagus dari sisi pengambilan gambar, lebih dari itu, foto nya selalu penuh dengan makna. Tante Nadia ini dalam 🙂

Tante Nadia memutuskan berhijab ketika di tengah-tengah masa ngekos, saat itu Ibu senang sekali melihatnya. Tante Nadia lulusan Delft loh Kyoko, keren yah! Kalau Kyoko mau tau tentang kuliah di Belanda, Kyoko bisa tanya ke Tante Nadia 😀

disini yang di tengah adalah Tante favorit ibu juga, namanya tante Dina. orangnya lucu banget Kyoko. Khas anak jurusan FSRD. Orangnya berapi-api dan terkadang bikin kita deg2an kalau lagi marah, tapi di saat yang sama, Tante Dina ini pembela kebenaran alias ga takut mengutarakan apa yang dia anggap benar. Keren deh tante Dina ini.

Tante Dina ini selera musik nya sama kayak Tante Nadia, yang mana ibu kurang mengerti hahahaha. Tante Dina dulu SMA 8 (satu SMA lho sama Tante Nadia) pernah mengikuti Exchange program ke US, sehingga bahasa Inggris nya lancar. Tante Dina dulu salah satu orang yang menyemangati Ibu untuk terus berusaha mendaftar Exchange Program ke Jepang.

Pernah, suatu ketika Tante Dina bilang “Dit, menurut gue lo bakal ke Jepang deh, beneran!”. Wah saat itu, Ibu masih ingat, ada semacam api2 yang muncul di mata Tante Dina, lucu deh. Alhamdulillah Kyoko, ternyata ga cuman Ibu yang terlempar ke Jepang dan Tante Nadia yang terlempar ke Belanda. Tante Dina juga terlempar ke Italia belajar desain <3.

Selain yang ada di foto ini, ada Tante Ima cantik yang resik yang juga saat ini sedang ambil PhD di Tokyo Tech, ada Tante Tyas yang pintar gambar, ada Tante Yusie yang saat ini jadi hijabers cantik dengan banyak follower dan ada Tante Fira yang imut yang sedang sibuk mengabdi untuk Jakarta.

SUPPORT SYSTEM IBU 2:  TEMAN-TEMAN SATU JURUSAN 

kuliah di SBM itu secara lingkungan memang jauh dibandingkan dengan suasana jenjang pendidikan ibu sebelumnya Kyoko, Ibu butuh 1 tahun lebih untuk beradaptasi dengan kawan-kawan sejurusan Ibu. Tapi Alhamdulillah, setelah itu Ibu justru merasa amat beruntung pernah mengecap pendidikan di SBM bersama dengan teman-teman yang berfikiran aneh, unik. semua orang punya cara berfikir beda, dan mayoritas dosen menghargai cara berfikir muridnya yang aneh.

Walaupun terkadang banyak mahasiswa yang kelewat “ajar” kepada pengajarnya, dan terkadang Ibu pun merasa tidak nyaman melihatnya, tetapi para pengajar cukup sabar menghadapi kami. “tekan-menekan” sesama teman ada, bahkan untuk hal yang tidak penting sama sekali. Perkara fisik, misal. Ibu cuman ingin Kyoko tau bahwa jangan pernah menjadi bagian kelompok yang suka “menekan” orang lain ya, dan kalau Kyoko tau itu salah, maka jangan menjadi kelompok “main aman” yang tidak mau membela orang yang tertekan itu :D.

Yah begitulah, masa-masa S1 memang masa dimana semua orang mungkin melakukan kesalahan terbodoh ya, belum dewasa sepenuhnya. Sehingga kalau diingat sekarang mungkin harusnya taubat yang sebenar-benarnya :).

Alhamdulillah di tengah segala hal pelik, seru, asem, manis selama S1, Ibu punya kawan dekat yang selalu ada di saat Ibu sedang butuh sokongan. Salah satunya ada sahabat ibu namanya Kodil. Tante Fadilla Paramitha namanya, orangnya kocak deh Kyoko. Dia punya cara berfikir yang unik nih si Tante ini, tante ini orangnya sangat rendah hati dan ngajarin ibu banyak hal tentang bagaimana berkomunikasi dengan orang lain.

Tante Kodil ini teman setia Ibu dalam mengikuti kepanitian di luar kampus. Saat jaman Ibu mulai kuliah, alhamdulillah makin banyak mahasiswa jurusan ibu yang mulai aktif di kepanitiaan pusat. Tante Kodil dan Ibu pernah ikut dalam kepanitiaan Pagelaran Seni Budaya dan dalam kepanitian OSKM Orientasi Mahasiswa Baru.

Di dua kepanitiaan besar itu, pertemanan kami makin “terasah”. Ibu rutin juga menginap di kamar nya Tante Kodil, dan lewat Tante Kodil, Ibu jadi kenal juga dengan Tante Lia. Tante cantik yang pernah studi di Newcastle (salah ga ya nama kampusnya) dan sekarang sedang menemani suaminya studi S3 di Kitakyushu. Semoga Kyoko bisa menemukan seseorang seperti Tante Kodil yah di kehidupan pertemanan Kyoko ❤

 

1918700_1195884732098_8373597_n

Di SBM, Kelas Ibu dibagi ke dalam 4 kelas tutorial, dan di tahun ke-dua SBM, dimana kami harus benar-benar terjun ke bisnis dalam waktu 2 semester, teman satu tutorial itu dianggap sebagai teman 1 perusahaan. Mata kuliah “terjun bebas bisnis” itu adalah IBE Integrated Business Experience. Disitu, kami benar-benar merasakan bagaimana rasanya harus memotivasi satu kelas untuk berjualan.

Disitu juga, kami belajar untuk mengetahui talenta masing-masing anggota Kelas. Teman-teman yang fotonya ada di atas itu Kyoko, adalah Tante-Tante yang luar biasa banget. saat ini mereka sedang dalam jalan mencapai goal besar hidup mereka. Ada yang sudah jadi Ibu, ada yang sedang menanti jodoh 🙂

Dari yang berderet di atas itu, ada 3 orang yang memori nya cukup lekat di Ibu, yaitu: Tante Vita, Tante Meta, dan Tante Krista. sebenarnya banyak tante-tante lain yang juga punya memori menyenangkan dengan ibu. Tapi kalau Ibu ceritain nanti bisa jadi 1 tesis saking panjangnya T,T

Tante Vita adalah teman satu kelompok favorit ibu, karena selain selalu punya ide aneh, Tante Vita ini orang yang bertanggung jawab. Tante Vita ini bisa membuat laki2 bandel yang ada dalam satu kelompok untuk takluk ikut mengerjakan tugas. Tante Vita ini disayang sama satu angkatan banget Kyoko hihi

Tante Vita pernah berkata sesuatu yang lucu tapi sangat masuk akal. Katanya: “Gue nanti mau S2 ah”, Trus ada yang nanya, “Buat apa vit?”, kata tante Vita: “Ya biar anak gue tau kalau Ibu nya pinter” :))

Jawaban naif yang dalem yang bikin Ibu inget sampai sekarang.

Selanjutnya ada Tante Meta. Tante Meta ini salah satu aikon MC paling luar biasa oke di angkatan Ibu. Bahasa Inggris oke, bahasa Indonesia pun cukup apik dan enak didengar. Memang hebatnya pola didik di SBM adalah, semua anak SBM itu keluar dengan kemampuan presentasi yang baik (semoga ibu juga begitu heuheu). Nah, kemampuan berbicara depan publik Tante Meta ini jauh di atas rata2. Tante Meta itu juga semangat banget belajarnya, dan yang bisa Ibu liat, tante Meta ini sayang banget sama adek2nya, ibu acap kali kepo ngeliat ke akraban tante meta dan 2 adiknya. Hihi, jadi bikin ibu semangat punya 3 anak perempuan ihihi.

Tante Krista adalah teman ibu yang buat ibu banyak berfikir hahaha. Masa-masa awal dimana Ibu merasa Tante Krista adalah sohib yang asik ketika kami berdua menghabiskan malam untuk belajar mata kuliah paling masya Allah se-tahun kedua SBM, yaitu mata kuliah Operation Management. Disitu kami mulai banyak diskusi, dan menemukan bahwa kami berdua sama-sama agak lemah di mata kuliah itu dan harus berusaha lebih. Tante Krista ini mengajarkan ibu banyak hal, salah satunya adalah bagaimana untuk percaya diri dengan hal yang ingin disampaikan.

(Btw, Tante Krista ini emang tipe2 orang suka ikut Lomba gitu Kyoko, beliau finalis Indonesia untuk Loreal Business Competition dan finalis kompetisi Danone juga, serem. )

Sebelum ibu mau presentasi hal yang penting, dan merasa ga pede, si Tante Krista ini bilang ” Kalau lo aja ga percaya sama apa yang mau disampein, gimana yang dengerin mau percaya sama lo?”. Jleb. Ini adalah kalimat yang Ibu ingat sampai sekarang, seenggaknya sampai Ibu mau presentasi tesis S2.

Perjalanan “garis hidup” Ibu dan Tante Krista ini lucu menurut ibu. Sepaham Ibu, yang mempunyai niat untuk kuliah sampai S3 itu adalah Ibu, karena Ibu yang menggebu2 menjadi dosen dan ambil kuliah sampai S3, dan Tante Krista ibu ga menyangka punya niat kuliah sampai S3 karena ibu mengira beliau akan langsung berkarir di perusahaan atau buka usaha. Namun yang terjadi sekarang adalah Tante Krista yang sedang S3 di UPenn dan Ibu Insya Allah akan mundur dari aplikasi S3 Ibu di Queensland Univ untuk mencoba fokus untuk membuka usaha sendiri. Masya Allah, rencana Allah SWT kepada manusia itu memang bermacam2, dan insya Allah itulah hal baik yang Allah berikan kepada kita.

Tante Krista dan Ibu, kami berdua mengambil “konsentrasi” alias penjurusan yang sama di tingkat akhir kuliah S1. Kami mengambil konsentrasi “Human Resource”, sebuah pilihan yang tidak populer bagi anak2 SBM. Yang hits lalu apa? sudah jelas jawabannya adalah Finance dan Marketing.

Di konsentrasi Human Resource Management (atau orang sekarang lebih senang memanggilnya dengan Human Capital Management), kami ada sekitar 6 orang. Dari semua yang pernah masuk ke Human Capital Management (HCM), alhamdulillah ada dua orang yang masih “lurus” berada di jalur karir HCM. Alias memang masih bekerja di bidang HCM. Terimakasih Dea dan Yanda! kalian HC sejati! wkwk (Sebenernya Tante Krista itu juga masih “lurus” karena sempat bekerja di Hay Group, tetapi setelah itu Tante Krista mengambil S2 dan S3 di bidang real estate kalau ibu tidak salah)

Karena peminat jurusan HC sangat sedikit, sehingga kalau masuk kelas penjurusan isinya dia lagi-dia lagi, di tahun ketiga kami, kami menjadi dekat dan sering tukar menukar ilmu HR. Ketika Ibu dulu mengambil Internship di Human Capital nya Medco Energi pun, Ibu sempat mengontak teman-teman kuliah 1 “konsentrasi” untuk memperkaya pengetahuan.

Foto di bawah ini adalah foto wisuda di tahun 2011, dari kiri ke kanan: Yanda, Yorint, Dea dan Krista. Saat itu, Ibu sedih karena tidak bisa wisuda bareng. Tapi di sisi lain kalau merasa sedih artinya Ibu tidak bersyukur karena di saat itu Ibu sedang berada di Kanazawa untuk mengambil bagian dalam program Exchange 1 tahun. Sebuah hal yang sangat ibu2 cita-cita kan sejak SMP.

 

wisuda.jpg

Nah, di atas itu, Ibu sempat menyebut Om Yorint ya? Dia adalah teman “satu perjuangan” Ibu juga. Beliau adalah ketua angkatan SBM 2011 yang sangat mengayomi angkatannya. Kami bersama om dan tante lain punya tujuan yang besar saat itu bahwa angkatan kami harus berpartisipasi aktif di kegiatan besar kampus. Salah satu hal aktif tergila versi kami (yang meski kata orang -orang mungkin biasa aja hahahaha) adalah dengan mengikuti kepanitiaan PEMILU RAYA Pemilihan Presiden KM ITB.

Ibu lupa persis tahunnya, yang jelas saat itu sedang jaman pemilihan Kak Ridwansyah Yusuf Achmad >< Kak Muhammad Yunus >< Wakil PSIK (maaf kak saya lupa namanya T,T nampaknya beliau anak elektro かな〜). Wah kalau mulai lupa-lupa gini Ibu jadi berasa tua, padahal ibu baru 27 tahun huhuhuhu

Kalau boleh Ibu pilih satu kepanitiaan yang akan membuka mata Kyoko tentang “bagaimana kampus ini bergerak” dan bagaimana “kekuatan di kampus ini tersebar” maka kepanitiaan PEMIRA (Pemilu Raya) inilah jawabannya. Ibu itu pada dasarnya senang mempelajari karakter orang, bagaimana kelompok itu bekerja, bagaimana dan siapa orang-orang kuat dalam kelompok bisa mempengaruhi orang lain misal. Kesukaan ibu akan “manusia” lah yang membuat ibu mengambil jurusan Human Capital juga hahaha. (lah kok nyambung ngomongin jurusan wkkw)

Di kepanitiaan ini, Ibu jadi mengenal karakter manusia-manusia di setiap jurusan. Bagaimana bedanya mahasiswi cantik Teknik lingkungan dan Biologi, laki2 di jurusan perminyakan ternyata beda nyata dengan mahasiswa jurusan tambang (meski keliatan jurusannya sama2 keras wkwk).

Di bawah ini adalah foto yang di ambil pagi-pagi menuju masa-masa pemungutan suara, diambil pagi-pagi ketika Ibu ga sengaja melihat dua makhuk Om ini (Om Yorint dan Om Bima) di markas sekretariat panitia pemilu raya. Mereka sedang dalam masa paling bangga saat itu karena menginap di sekre karena harus mengerjakan tugas kepanitiaan.

Saat itu, kami merasa, mengerjakan sesuatu hal kepanitiaan di luar akademik adalah cool. Lebih cool lagi untuk para lelaki kalau bisa begadang mungkin ya? hahaha. yah kalau ga berfikir norak dan aneh kayak gini emang bukan mahasiswa :))

1909537_1087371874665_3801713_n

teman-teman KM-SBM (Keluarga Mahasiswa-Sekolah Bisnis Manajemen),adalah teman-teman yang berusaha merepresentasikan SBM dengan baik di depan masa kampus. Tetap ber-ITB tanpa kehilangan value SBM-nya (nah lho gimana tuh Kyoko? hwhaaha). Tahun 2010-2011 adalah pertama kali nya (kalau ga salah) kami mengadakan arak-arakan wisuda. Pertama kalinya, kami mempunyai yel-yel jurusan dan ikut kampi tampilkan di arak-arakan wisuda ITB.

Arak-arakan wisuda adalah hal yang Glamor bagi mahasiswa ITB, budaya yang tidak berbahaya kalau disikapi dengan positif. budaya yang tidak berbahaya kalau dipersiapkan dengan tidak berlebihan. Arak-arakan wisuda adalah momen yang berharga, dimana Ibu bisa melihat kesungguhan junior mempersiapkan “cara pelepasan” senior yang terbaik. Tentunya, ibu selalu menunggu-nunggu arak-arakan dari mahasiswa seni rupa dan desain. Karena mereka selalu keren warbyazah!!!

 

30857_1462509885489_2431097_n

Halo teman-teman pada foto di atas, bagaimana kabar kalian sekarang? Senang mendapati kalian sebagai bagian masa muda gue wkwkkw

SUPPORT SYSTEM IBU 3:  TEMAN-TEMAN SATU ITB

172201

 

Selain Pemilu Raya KM ITB, ada satu kepanitiaan di kampus yang terlalu sayang untuk dilewatkan.Sebuah kepanitiaan yang bisa mengumpulkan kembali teman-teman sebelum terpecah masuk ke dalam himpunan. Kepanitiaan yang bisa membuat Ibu merasa satu ITB selain masa-masa awal orientasi menjadi mahasiswa baru.

Kepanitiaan Orientasi Mahasiswa Baru sebenarnya adalah masa pengkaderan dari si panitia sendiri. Karena untuk menjadi panitia penyambutan mahasiswa baru ini banyak tahapannya. dari mulai seleksi beneran yang dilakukan panitia, sama seleksi hati dan niat. Karena awal-awalnya yang mendaftar menjadi panitia warbyazahhh banyak, lalu di ujung cuman segelintir yang bertahan.

Ibu harus bilang kalau Kemahasiswaan ITB mempersiapkan penyambutan mahasiswa baru ini dengan amat serius, mulai dari mobilisasi peserta, performance dan kegiatan apa yang bisa dilakukan agar anak baru tidak bosan.

Sayangnya, yang ibu dengar, makin kesini, proporsi acara rektorat dan acara yang dipegang mahasiswa makin tidak seimbang. Semoga Kyoko masih sempat merasakan ya bagaimana asiknya bisa ambil bagian dalam Acara orientasi mahasiswa baru.

Dari menjadi panitia lapangan di acara Orientasi Mahasiswa inilah, Ibu banyak mengenal kawan-kawan lintas jurusan yang pikirannya dan action-nya Masya Allah  menginspirasi Ibu. Dari sinilah Ibu mulai kenal salah duanya  Tante Sausan (TL 2008) dan Tante Arimbi (Sipil 2008)

Tante Sausan ini adalah Srikandi nya Teknik Lingkungan, beliau pernah maju menjadi senator nya mahasiswa Teknik Lingkungan lho! keren bangett T,T. Secara menjadi senator itu butuh orang yang mau berkomunikasi dengan himpunannya sendiri dan tahan banting karena terkadang pekerjaannya ga dianggap penting meski sebenernya vital (nah lho).

Kalau misalnya ada acara kampus yang acaranya malam-malam, hmm misalnya ada forum hearing, atau ada diskusi sesuatu yang seru untuk disimak. Ketika Ibu bingung harus ajak siapa dan kira-kira disitu ada siapa, maka Ibu akan menemukan tante sausan ini dalam list “siapa yang bisa bareng2” :))

Salah satu wanita tangguh yang Ibu kenal selain tante Sausan, adalah Tante Gini Arimbi. Tante Arimbi adalah pemred dari Cremona, majalah keprofesian Sipil yang terkenal banget. Tante Arimbi ini orang yang persistence dan ga kenal lelah untuk mencoba hal baru. Kalau Mamak Dhika mungkin udah bosen Ibu ceritain tentang Tante Arimbi ini, karena Ibu selalu menunjuk Tante Arimbi sebagai role model anak sipil ITB wkwkkw.

Walaupun Ibu dan Tante Arimbi ini momen ketemu dan ngobrol bisa diitung pake dua tangan, tapi obrolan kami insya Allah selalu menghasilkan sesuatu yang bisa membuat kami berfikir untuk lebih baik. seenggakya sih itu yang Ibu rasakan yah, enggak tau deh Tante Arimbi gimana kwkw

Oiya, belum lama ini Tante Arimbi memutuskan untuk berhijab, barakallah Tante Arimbi cantik <3, Sampai sekarang bergeterr deh kalau inget momen dimana kau memberitauku kalau kau berjilbab.

114

Selain bersama teman-teman kepanitiaan, Ibu juga mempunyai support system yang luar biasa, Kyoko. Yaitu teman-teman Ibu di Kabinet Keluarga Mahasiswa. “karir” ibu disini, dimulai saat ibu tingkat awal masuk ke dalam kabinet Kak Shana sebagai staff bagian ekonomi. Merasa kurang dimanfaatkan akhirnya Ibu dipindah ke bagian PSDM. saat itu menteri nya adalah Kak Dimas Taha (Kak Dimas ini suami nya Tante Shabrina Nida hahaha), disitu Ibu mulai faham bagaimana sistem Kampus ITB dan segala cerita unik di dalamnya.

Setelah diam lama di PSDM, Ibu ingin tempat yang baru, tempat yang ternyata cucok banget buat Ibu, yaitu di Divisi Kementrian Seni dan Budaya. disitu Ibu bertemu dengan banyak orang yang lucu, aneh tapi bervisi :).Disitu lah Ibu sempat berkenalan dengan Tante Fransisca Callista. Tante yang luar biasa punya ketangguhan hati untuk menggapai mimpinya. Tante lulusan S2 Chiba University yang sekarang mengabdikan dirinya untuk masyarakat daerah Papringan.

Di tahun kedua Ibu, Ibu diajak untuk menjadi bagian inti dari BEM KM ITB. Ibu menjadi Bendahara untuk Kabinet Kak Herry Dharmawan. Karena saat itu Ibu merasa rempong jika hanya sendirian memegang fungsi bendahara, maka Ibu mengajak Tante Marsha untuk menjadi wakil bendhara Ibu. Bendahara ini bergerak di bawah Menteri Koordinator Perekonomian yang dipegang Om Gesa Falugon. Yang suka sekate-kate bilang kami duet Tronton -_- wkwkkw, jadi Kyoko bayangin kalau lagi forum kampus yang ditonton banyak Mahasiswa, si Om Gesa ini bilang ” (Ya saya datang bersama dua tronton saya, Dita dan Marsha)  -__-). Tapi ga apa, memang udah nasib.

Tante Marsha adalah salah satu sohib kental Ibu selama berada di kabinet, bersama dengan Tante Nafisah juga. Wah memang berada di kepengurusan kabinet yang intens itu meski ga buat kurus karena mengurus sesuatu, setidaknya menjadi proses penyematan rasa “deg deg serr” buat beberapa pasangan. Seperti Om Herry Dharmawan si om presiden yang menikah dengan Tante Marsha haha

Dan layaknya pasangan hits Tante Nafisah yang menikah dengan sohib kental berantem diskusinya Om Ihsan hahahaha. Duh kalau mau ngomongin pasangan ini mah meski beda chapter.

109

Om Gesa dan tante Marsha: Bersama dengan Tante Nafisah, kami membentuk grup THE BIG FIVE!! dengan anggota kelima yang masih dirahasiakan sampai sekarang.

Btw, Ibu udah pegel banget nih Kyoko. Jam 7 pagi dan Ayah belum balik dari masjid dan dikau masih bobok wkwk gegara abis pilek kemaren. Berhubung ibu juga udah laper, mari kita sudahkan pos nya disini.

Ibu menutup postingan ini dengan satu kisah dan satu foto yang termasuk sangat memorable buat Ibu. Yaitu saat dimana Ibu harus menjadi MC acara pembagian hadiah Olimpiade ITB tahun 2008 atau 2009 yah lupa hihi, yang jelas saat itu ibu masih anak tingkat 1.

Tingkat 1 polos, naif, ga tau apa2, mau2 aja disuruh jadi MC. Dengan kemampuan MC yang ya ampun ala kadar banget, ditonton sama mahasiswa yang mempertanyakan kenapa bisa dua orang ini didaulat jadi MC. Ah ya sudahlah, kalau diinget2 pengen garuk2 tanah deh

Menjadi mahasiswa itu banyak hal bodoh dan manis yang layak diingat tapi tidak layak diulang. Masa-masa yang ga bisa diulang sehingga sekali datang kesempatan itu maka harus dimanfaatkan dengan sebaiknya.

2410_52752434070_3737_n

Di foto ini, Ibu bersama Tante Elmy ❤

 

Kita tutup dulu pos disini ya Kyoko, Ibu belum buat sarapan, ayah udah mulai bete wkwkwkwk

 

❤ ❤

IBU

 

広告

コメントを残す

以下に詳細を記入するか、アイコンをクリックしてログインしてください。

WordPress.com ロゴ

WordPress.com アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Twitter 画像

Twitter アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Facebook の写真

Facebook アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Google+ フォト

Google+ アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

%s と連携中