Tentang Migrasi: Bye Bye Facebook!

投稿者: superanindita

Assalamualaikum rakyat wordpress sekalian,

Postingan-postingan setelah ini adalah hasil copy paste dari notes saya di Facebook. Jadi tolong pahami keadaan ini ya (tiba2 suasana jadi menyedihkan).

Okeh, untuk postingan pembuka mari saya copas-kan notes terakhir saya di FB.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Facebook, bagaikan blog, dia adalah saksi pendewasaan diri saya. Dari yang mulai menulis dengan (iya,,,,) hingga berubah tajam dengan (iya! Wkwkkw).

Dari Facebook, saya bisa berkenalan dengan banyak orang baru, dengan latar belakang yang luar biasa berbeda dengan saya. Dari mereka saya belajar banyak hal. Terimakasih banyak sudah berteman dengan saya di Facebook.

Dari Facebook, saya paham bahwa hobi makan roti dan kue saya bisa bermanfaat buat orang lain. Terimakasih banyak sudah mau membaca review saya J

Dari Facebook, saya akhirnya belajar bahwa saya bisa menulis panjang. Dan ternyata tulisan saya dibaca. Percayalah, komen-komen yang masuk dalam notes itu menjadi pembelajaran tersendiri buat saya.

Saya harus berterimakasih luar biasa sama Om Juken (Mbak Mut, saya pinjam istilahnya) karena dengan media inilah saya bisa “kepo” tentang suami saya selama proses taaruf. Darimana lagi saya bisa melihat keseharian suami saya selain dari Researchgate atau googlescholar?

Dari Facebook pun saya belajar bahwa mereka yang punya “power” dan kuasa bisa melakukan hal yang apa saja yang ingin mereka lakukan. Jari saya bisa saja masih lentik (boong deng ga lentik) menulis di media ini dan membaca Newsfeed sambil tersenyum, namun tidak bisa dibohongi bahwa di saat yang sama hati saya gusar dan marah atas apa yang belakangan ini marak dibahas di Facebook. Apalagi kalau bukan tentang Lumpia Gehu Bala-bala Tempe ini.

Keadaan ini membawa saya berdiskusi dengan suami saya, dan hasilnya mengerucut kepada dua hal:

Kami sayangkan dari Facebook bukan HANYA karena mendukung gerakan LGBT. Namun, standar ganda yang mereka terapkan. Oleh karena itu, kami melihat hanya ada dua opsi yang bisa kami lakukan:

  1. Aktif mengkampanyekan anti gerakan penyebaran LGBT secara terstruktur di FB (hingga akhir ya di blok oleh FB)
  2. Mengundurkan diri dari FB, karena menganggap FB bukan lagi teman yang asik.

Saya tidak ingin merasa “kehilangan power atas diri saya”. Mengundurkan diri dari FB per besok malam adalah bentuk perjuangan terkecil dari seorang Annisa Anindita dan Muhammad Haris.(plis kalau ada yang nanya, Muhammad Haris nama suami guheh)

Btw, menutup akun FB itu bukan akhir dunia ya keleus.

Saya masih sehat insya Allah berada di Kasuga Tsukuba.Pun, saya masih akan terus makan roti dan kue, hanya saja mungkin tidak banyak orang yang tau😛

Pun, saya masih akan menuliskan gagasan curhatan saya di blog ini, tumblr, dan twitter.

Saya pun masih berbagi foto yang ga bagus secar angle tapi mungkin buat saya sarat makna lewat instagram @aninditazein

Pun, saya masih bisa dikontak dan membalas message via WA +818088125550 dan LINE: aninditazein

Untuk email serius dan pertanyaan tentang Jepang, curhat, atau hal pendidikan, email saya dong di: anindita.zein@gmail.com

Untuk promosi produk silakan email ke: anaknya.pakzein@gmail.com

Untuk hal-hal yang sarat akademis, email dong ke : annisa.anindita@sbm-itb.ac.id

Sayonara!

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Hari ini mungkin sudah 4 hari (kali ya) tanpa Facebook. Gue masih suka canggung mengetik otomatis kata f di kolom “new tab” dan lebih canggung lagi untuk membuka portal berita.

Duh malu, ketauan deh gue baca berita cuman dari FB wkwkkwkw. Hal lain yang gue amati adalah kayaknya gue lebih fokus untuk ngejaga anak gue main! karena tanpa sadar gue masih suka nge-update FB 3 jam sekali.

Mungkin dalam minggu-minggu ke depan, gue akan update tentang gimana kehidupan tanpa FB😉

 

Salam,

Annisa Anindita

11855614_10207451635914312_7438853369394099629_n