(TENTANG PERTUKARAN PELAJAR II) PERSIAPAN EXCHANGE TUH GIMANA SIH?

投稿者: superanindita

BROSIS, INI BUKAN PERSIAPAN SATU BULAN

Ini adalah sebenernya pos awal dari banyak pos yang rencananya akan membahas persiapan, saat, dan pasca program pertukaran pelajar. Setelah berdiskusi dengan lubuk hati sendiri , akhirnya gw memutuskan untuk membahas tuntas (tuntas versi gue tentu saja), membagi apa saja yang bisa gw bagi ke teman-teman tingkat akhir kuliah, tingkat 3 kuliah, atau bahkan mereka yang masih SMA. Tulisan ini di dekasikan untuk mereka yang punya semangat berdiaspora, mereka yang beranggapan bahwa Indonesia masih punya harapan untuk maju, dan salah satu caranya untuk meng”abadikan” harapan itu adalah dengan cara belajar ke luar negeri.

Ah sebenernya ga sejauh itu juga sih, tulisan ini juga didekasikan untuk kamu yang iseng pengen banyak bermain sambil sedikit belajar di luar negeri (baca: GW) Ketika gw googling memang yang banyak dibahas adalah mengenai persiapan beasiswa ke luar negeri. Tetapi yang membahas tuntas mengenai exchange sangat sedikit. Pos-pos gw bertujuan untuk mengisi gap tersebut.

Tulisan yang akan dibaca nanti merupakan pengalaman pribadi gw dalam meraih salah satu goal jangka menengah yaitu: pergi pertukaran pelajar yang sudah gw impikan dr SMP. Akhirnya Allah yang maha kuasa membalas doa gw sehingga alhamdulillah sejak 1 Oktober 2011 sampai dengan 8 Agustus 2012 gw berhasil duduk manis di kota Kanazawa, Ishikawa, Jepang, sambil melewati hari-hari super ruar biasa sebagai mahasiswa KUSEP (Kanazawa University Student Exchange Program) Persiapan untuk pertukaran ini bukan persiapan mentah 1 bulan, melainkan persiapan 1 tahun yang didukung oleh mimpi 5 tahun sebelumnya.

Masih sangat jelas dipikiran gw di kelas 2 SMP gw ingin sekali ikut pindah ke Malaysia bersama 2 teman gw yang memutuskan untuk pindah ke boarding school di Malaysia. Tapi dikarenakan biaya yang sangat mahal, jelas gak mungkin gw membebani orang tua. Ayah gw selalu bilang “cari yang beasiswa”, “pergi ke luar negeri itu harus dengan bangga, Dita” Dengan semangat tidak ingin menyusahkan orang tua akhirnya gw melihat-melihat lagi peluang pertukaran pelajar berbeasiswa  di SMA. Ada orang bilang kalau daftar AFS bisa gratis, gw jadi sumringah banget waktu itu buat daftar. Tetapi saat itu gw tidak jadi daftar karena  satu dan lain hal, yang bahaya lah kalau gw tulis alasannya disini hahhaa. Tapi yang jelas, Gw percaya Allah itu maha adil &planner Maha Dasyat, gw percaya bahwa gw akan dapat kesempatan pertukaran, waktu nya aja yang masih jadi rahasia Allah.

Ketika gw masuk ke SBM (Sekolah Bisnis & Manajemen ITB) semangat gw untuk exchange itu masih kental. Gw tau untuk exchange dibutuhkan nilai-nilai yang bagus. Maka semangatlah gw mengejar IPK setinggi-tingginya dengan salah satu niatnya adalah modal untuk exchange. Melalui banyak forum & berselancar di masbro Google akhirnya gw mendapatkan banyak informasi exchange. Salah satu website yang jadi panduan utama untuk anak ITB adalah International Relation Office Website. Dari website IRO lah gw mengetahui bahwa ITB mempunya banyak kerjasama pertukaran pelajar dengan berbagai universitas. Karena gw mahasiswa SBM yang kuliah nya sudah dipaket, sepertinya memang gw baru bisa berangkat exchange setelah tingkat 2 atau setelah tingkat 3. Dengan kata lain jika gw ingin berangkat exchange gw harus persiapan dari tingkat 2 awal.

APA AJA SIH YANG HARUS DISIAPKAN?

Melanjutkan dari tulisan gw di atas, bisa disimpulkan kalau gw memulai persiapan dari tingkat 2 awal. Hal-hal apa saja yang gw siapkan bisa dilihat d bawah ini

1. Siapkan plan & catat deadline

1)       Liat dan tulis di dinding kalau perlu

2)       Ga tau nih, cari dimana? Cari di IRO, cari di website,

EMAIL LANGSUNG Orang yang gagal merencanakan katanya memang merencakan untuk gagal. Jadi sedari awal, jangan lupa untuk dicatat semua deadline2 nya, dan list selengkap mungkin dokumen apa saja yang diperlukan karena setiap program biasanya khas. Lalu bagaimana kalau informasi yang kamu dapatkan itu untuk justru deadline untukprogram Exchange tahun sebelumnya,atau dengan kata lain untuk tahun yang ingin kamu daftar informasinya belum ada? Lalu bagaimana kalau kamu sudah ada universitas yang kamu taksir tapi kamu ga yakin universitas itu buka program exchange atau tidak? YA JANGAN NYERAH. E-mail saja kampusnya. Itu yang gw lakukan, awalnya gw menulis panjang program exchange yang ingin gw ikuti, lalu gw email satu-satu si admission office nya atau ke International Student Center dari tiap Universitas yang kamu taksir.

 

 

Trus Isinya ya kira2: Nama saya XXXXX dari Universitas XXXX saya tertarik untuk ikut program XXXXX. Sebutkan tingkat kuliah & asal universitasya, jangan cuman bilang dari Indonesia. Lalu untuk ngasih kesan awal yang OK masukin kata-kata bahasa Jepang juga boleh lho, macam Konnichiwa こんにちは。 Memang setiap negara punya kecepatan respon yang beda-beda. Rata-rata universitas jepang akan menjawab email dengan cepat (bisa 1 jam setelahnya) dengan informasi yang sangat lengkap. Kalau untuk Eropa, memang biasanya dibalas setelah kamu jenggotan.

 

Tapi intinya: Teteupp dibales. Jalur exchange yang gw daftarkan kemaren secara garis besar bisa dibagi dua, yaitu jalur Jepang melalui Universitas yang bekerja sama dengan JASSO  dan jalur Eropa melalui Lotus Erasmus Mundus. Dua-duanya adalah program yang mempunyai kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung & bisa ngasih kamu duit.hehe Lotus Erasmus mundus bisa kamu lihat disini: http://www.lotus.ugent.be/index.asp Informasi tentang JASSO bisa dilihat disini: http://www.jasso.or.id/ Biasanya Erasmus Mundus butuh proses yang lebih awal dibanding seleksi beasiswa Jepang. Erasmus Mundus Lotus Program biasanya ber-deadline sampai dengan Februari, sementara untuk Jepang deadline nya beda-beda. Tergantung Universitas nya, yang jelas mereka bisa aja membuka program 1 Semester atau 1 tahun, dan kamu bisa mulai di Semester Musim Semi atau Semester Musim Gugur.

Tentang pemilihan program ini sudah dibahas di pos blog sebelumnya. Dokumen yang diminta untuk program pertukaran itu biasanya standar, yaitu: TOEFL, Surat Rekomendasi, CV, Transkrip. Dan khusus untuk Erasmus Mundus Lotus Program kamu biasanya diminta ijasah dan sertifikat dalam bahasa Inggris.

2. Persiapan TOEFL

Pertanyaan yang khas dari mereka yang mengejar programe exchange adalah: “ITP bisa tidak? Apa saya perlu ambil TOEFl Internasional?”

toefl dari ets vs itp

Jawaban dari gw adalah: Tergantung Program.Ada yang meminta IELTS dan ada yang meminta TOEFL. Kalau kamu ambil program di Universitas yang memang sudah kerjasama dengan kampus kamu, atau dalam kondisi gw, punya kerja sama dengan ITB, ya bisa saja dipakai TOEFL ITP. Karena pada dasarnya TOEFL ITP (Institutional) itu hanya berlaku secara kesepakatan antar universitas terkait bahwa TOEFL jenis itu valid untuk dipakai. Kalau mau lebih yakinnya, sangat disarankan untuk bertanya langsung ke universitas yang dituju, intinya jangan takut nanya walaupun sebelum nanya tetep harus di cek info sedalam yang kita mampu. Untuk program semacam Erasmus Mundus, mereka hanya menerima Toefl IBT,PBT atau IELTS. Buat kamu yang punya duit  cukup untuk test (sekitar 1,2 juta) gw saranin untuk sekalian ambil TOEFL iBT atau IELTS sekalian. Alasannya mengapa, yah menurut pemikiran gw yang bodoh ini, misal kalian di screening sama universitas, IP kalian sama-sama meyakinkan, TOEFL kalian sama-sama oke, trus yang satu ITP yang satu TOEFL Internasional? Yah, lebih meyakinkan hasil TOEFL/IELTS yang Internasional sih menurut gw.

ielts apa toefl ibt yah?

Menurut gw pilihan tes itu penting lho karena setiap tes punya ciri khas. Sebenernya kurang baik bagi gw membandingkan antara dua tes tersebut karena gw cuman pernah tes TOEFL iBT. Tapi berdasarkan cerita temen-temen gw sih yang buat berbeda dari dua tes tersebut adalah, di TOEFL iBT lo berinteraksi dengan komputer, lo mengetik pake keyboard untuk membuat essay, lo berbicara dengan mesin untuk sesi speaking. Sementara IELTS, lo akan menggunakan kertas & pensil untuk menulis, lo berbicara dengan orang sungguhan untuk sesi speaking.Tapi ada juga yang bilang kalau IELTS itu grammar banget jadi cocok deh untuk orang yang asalnya punya grammar bagus, sementara kalau TOEFL iBT itu cocok untuk orang yang sering terkena hantaman bahasa Inggris baik dia sering nonton drama bahasa Inggris, baca koran bahasa Inggris. Terus menurut gw enakan yang mana? Buat gw yang deg2an ngomong depan orang, gw lebih suka ngomong depan mesin. Karena kalau gw ngomong depan mesin, tuh mesin ga akan mengeryit, apalagi protes,dengan apa yang gw omongin, lo ngomong sengaco apapun, mesin itu tetap duduk diam seakan-akan semua baik-baik saja~ Selain itu gw kebetulan di kuliah sering baca buku teks bahasa Inggris, gw hobi nonton film yang bersubtitle inggris & film barat dengan audio english,dan grammar gw hancur lebur, sudah lengkaplah alasan gw untuk memilih TOEFL iBT haha.

Les TOEFL ga ya? les dimana ya? Tips TOEFL gimana sih?

Gw tipe orang yang hobi daftar les & hobi cabut les juga karena bosan. Oleh karena itu gw awalnya agak ragu untuk daftar les TOELF iBT. Tetapi setelah dipikir-pikir sepertinya penting bagi gue untuk terbiasakan dengan alat-alat mesin yang ada di tes iBT nanti, oleh karena itu gw memutuskan untuk ambil les persiapan toefl IBT di TBI. Kebetulan waktu itu gw ambil tes TOEFL di TBI Dago. Karena les itu cuman seminggu dua kali, gw harus memanfaatkan waktu di rumah buat belajar. Akhirnya gw iseng-iseng googling tentang “TOEFL iBT example” dan gw dapet banyak contoh soal yang membantu. Link untuk contoh soal: http://www.ets.org/toefl/ibt/prepare/sample_questions/ ETS sendiri sebenarnya memberi link modul untuk mendapatkan contoh tes TOEFL iBT, ga begitu banyak memang, tapi modul-modul nya sangat membantu, karena dibuat sama persis dengan TOEFL iBT yang sebenarnya. Selain itu untuk menambah pemahaman tentang grammar & vocab yang nantinya akan berguna untuk tes writing & reading gw bolak-balik mengerjakan latihan soal di buku BARRON TOEFL. Katanya sih si buku tersebut buku yang sudah tua dan memang salah satu buku terbaik persiapan TOEFL. Tips belajar TOEFL intinya adalah: Jangan cuman ngandelin les (kalau memang ikut les), jangan lelah buat terkena serangan bahasa Inggris. Buku TOEFL itu kalau satu hari kamu rajin kerjain beberapa halaman perhari, insya Allah dalam sebulan juga akan kelahap abis. Beri TARGET, pahamkan ke diri kamu kalau untuk dapetin sesuatu yang WAH, usaha kamu juga harus WAH. Pertolongan Allah akan datang ke orang-orang yang berusaha kan? Dengerin berita pakai bahasa Inggris, dengerin lagu bahasa Inggris, baca website berbahasa Inggris juga bermanfaat untu menambah vocabulary, nanti suka tanpa sadar ada kata-kata yang kepakai ketika kamu sedang menulis atau sedang tes speaking. Kebetulan karena gw merasa kemampuan writing gw kurang bagus, gw suka buka-buka website TIME & New York Times supaya gw bisa liat kata-kata konjungsi yang ga biasa yang harapannya bisa gw pakai di writing section.

yang harus diperhatikan saat registrasi di ets!

Sebelum gw menjelaskan tentang hal-hal yang harus diperhatikan ketika registrasi di ETS, kalian sudah tau kan kalau mau registrasi TOEFL kalian harus buat iBT account di website ETS? Okay kalau begitu berarti tidak masalah hehe. Ketika kalian akan registrasi TOEFL tolong pastikan kalau nama yang ada di passport bener-bener sama dengan yang di daftarkan, jangan kebalik antara first name & last name nya. Karena pernah ada yang salah sedikit namanya, saat hari H tes ditolak. Kedua, ketika kalian registrasi ETS, kalian punya jatah 5 gratis lho untuk dikirim ke Institusi pendidikan mana pun, jadi buat kamu yang memang niat mau kirim peluru banyak, manfaatin yah. Oiya, kalian juga bisa mesen lagi sih kalau misalnya kalian butuh dikirimin lagi ke institusi tertentu, biaya nya sekitar 6 dolar.

Yang harus diperhatikan saat tes toefl ibt

Yang harus diperhatikan ketika Tes TOELF iBT adalah, tes ini dimulai dari waktu yang ultra pagi, jam 7.30! Jadi mendingan tidur dan tidak belajar sebelum tes. Bawa coklat & makanan penambah energi lain, karena akan ada istirahat sekitar 15 menit di tengah-tengah, manfaatin buat makan sedikit & ke kamar mandi. Gw pernah ga bawa makanan terus saat istirahat maag gw kambuh, karena kasian ngeliat gw, salah satu petugas di tempat tes memberi gue 1 sachet gula T,T Bawa Passport emang penting banget, harus malah.Bawa pensil & pulpen tambahan itu juga penting, memang sih di tempat tes nanti disediakan pensil, tapi mungkin kamu akan lebih nyaman corat coret dengan alat tulis sendiri. Berilah sedikit bedak di muka mu.Mengapa? karena ketika sebelum masuk ke ruangan tes kamu akan diminta untuk berfoto dengan menggunakan web cam, foto itu adalah foto yang akan dipasang di hasil test kamu dan akan disebar ke Univ yang kamu tuju. Gak mau kan foto yang dikirim itu foto muka kamu yang ultra acak-acak-an? Si ETS bukan lembaga yang sempurna, mungkin aja saat kamu sedang tes tiba-tiba koneksi internet terputus. Itu terjadi lho ketika gw tes iBT yang kedua , kebetulan saat itu tes yang sedang berlangsung adalah tes listening. Seperti yang kita ketahui bersama kalau di salah satu model tes listening adalah, kamu mendengarkan narasi ilmiah dan diminta untuk menceritakan kembali apa yang kamu dengar. Nah, di tengah-tengah ternyata internet nya mati! Wakwaw! Gw panik, si internet ini tidak merekam jawaban gw yang bagus, apa justru tidak merekam jawaban gw yang jelek? Alhamdulillah, rencana Allah itu memang indah. Ternyata internet itu mati saat merekam jawaban gw pada soal yang susah yang butuh waktu lebih lama untuk merumuskan jawaban, jadi jawaban gw ga komprehensif. Beruntung sekali, akhirnya soal tersebut di ulang lagi, dan jawaban gw di rekam ulang. Subhanallah, rencana Allah memang indah sekali J. Intinya, mah, ketika internet mati, tenang saja yah! Oiya, ini keluar dari konteks  sih ya, tetapi gw merekomendasikan untuk mereka yang selesai exchange untuk ambil TOEFL iBT lagi ga lama setelah pulang ke Indonesia. Itu adalah waktu yang sangat pas sekali, karena kita masih dalam kondisi “internasional” lah ya istilahnya, sehingga ketika kita diberi tes, ga ada bedanya dengan sedang belajar di kelas khusus mahasiswa Internasional (yang bisa kita dapetin saat exchange) Ini terbukti kok, sekitar 2 minggu setelah gw pulang dari Jepang, gw langsung tes iBT dan nilai iBT gw memang naik 5 poin. Itu padahal gw di Jepang loh, bukan negara yang memakai bahasa Inggris sebagai bahasa utama, apalagi untuk teman-teman yang pertukaran di tempat yang memakai bahasa utama Inggris, bisa lebih jauh lagi pertambahan poinnya🙂 Alhamdulillah

hati-hati jangka waktu pengiriman

Seperti yang ETS bilang, butuh waktu lebih dari 3 minggu buat mereka mengirimkan hasil tes iBT ke negara di luar Amerika Serikat. Jadi buatlah gap yang cukup jauh antara tes dengan deadline aplikasi. Buat gw yang aman tentu aja 1,5 bulan :p

apa gunanya toefl itp atau prediction buat gw?

Emang di dunia ini ga ada sesuatu yang sia-sia. TOEFL iTP & Prediction penting lho. TOEFL Prediction butuh buat apa sih? TOEFL Prediction dibutuhkan ketika kamu ingin tau berapa nilai TOEFL kamu sekarang, sebelum kamu tes TOEFL beneran, jadi kamu setidaknya tau seberapa siap diri kamu. Tapi kan beda TOEFl Prediction dengan iBT? Iya, memang beda, tapi setidaknya kamu bisa latihan untuk bagian listening & reading hehe. Terus TOEFL ITP untuk apa? Jelas ini berguna untuk mereka yang ikut tes TOEFL mepet deadline, daripada tiba-tiba TOEFL IBT ini telat sampe, mendingan kamu punya cadangan hasil tes TOEFL ITP kalau ternyata si TOEFL iBT kemungkinan besar ga sampe ke tujuan tepat waktu.

2. Persiapan Surat Rekomendasi

Hal yang sama esensial nya ketika proses seleksi beasiswa adalah surat rekomendasi dari orang yang “mengenal karakter kamu”, tapi ga harus seperti itu juga sih. Buat gw, kalau institusi pendidikan tempat melamar meminta dua surat rekomendasi, maka lebih baik kalau kita meminta 1 dari dosen yang mengenal kita (bisa dosen wali atau pembimbing TA) dan 1 dari dosen yang posisinya tinggi (Kepala prodi atau kepala fakultas). Untuk yang mungkin bermasalah dengan dosen pembimbing, bisa meminta surat rekomendasi dari penguji Tugas Akhir hehehe.

apa yang harus disiapkan

Meminta surat rekomendasi itu memang macam UTS KPIP, disangkanya gampang eh ternyata susah hahaha. Proses meminta surat rekomendasi bisa selesai dalam 2 hari atau bisa berminggu-minggu tergantung bagaimana dosen kamu. Dosen-dosen gw di SBM alhamdulillah sangat membantu mahasiswa nya yang bersemangat mengeyam pendidikan ke luar negeri, sehingga proses tidak memakan waktu lama. Intinya, pertama yang gw lakukan adalah meng-email dosen tersebut bertanya apakah kita boleh meminta surat rekomendasi dari beliau, lalu biasanya (setiap dosen punya metode berbeda) kita diminta untuk menuliskan draft surat rekomendasi tersebut, lalu oleh sang dosen gramatikal & konten kita akan dicek. Untuk form yang harus diterima universitas dalam kondisi tersealed, maka dosen akan mengeprint langsung untuk Anda dan menandatangani formnya. Saran dari gue kalau kalian memang ngebidik banyak program Exchange lebih baik saat minta ke dosen langsung beberapa rangkap, biar efektif. Terus konten draft surat rekomendasi bisa dapet dari mana? Kalau kalian bingung membuat draft surat rekomendasi yang menggunakan bahasa Inggris, kalian bisa googling karena contohnya banyak sekali. Jadi sebelum bertanya-tanya ke forum beasiswa, ada baiknya kita googling terlebih dahulu ehehehhe.

3.Persiapan CV & Transkrip

Gw sering dengar bahwa CV yang baik itu adalah 1 atau mentok nya 2 halaman. Alhamdulillah SBM mempunyai format CV oke yang disebar ke mahasiswa nya. Btw, ketika kita menulis CV sih, menurut gw ga semuanya harus ditulis, tapi disesuaikan relevansi nya dengan program exchange yang kamu tuju. Contoh nih, misalnya yang kamu tuju adalah program exchange yang focus pada program riset. Yah, yang kamu masukin adalah prestasi-prestasi yang menyambung ke akademisi, misal pernah ikut PKM lah, pernah ikut penelitian dosen apalah, pernah jadi asisten kelas apalah. Kalau misalnya program exchange yang kamu tuju adalah program yang fokus belajar budaya, maka tunjukkan di CV kamu pengalaman-pengalaman yang menunjukkan bahwa kamu orang yang siap bertemu dengan orang baru, tidak gagap suasana baru. Misal, pengalaman organisasi selama kuliah, ikut konferensi macam HNMUN, atau ikut organisasi non kampus semacam AIESEC. Trus kalau kamu merasa bingung untuk merelevansikan pengalaman apa saja yang mesti kamu masukan CV, sok ditaruh seyakin kamu saja J intinya mah, kita sudah berusaha untuk membuat CV yang baik, sisanya Allah SWT yang mengatur. Saran lain dari gw, ketika kita menulis pengalaman atau riwayat pendidikan, ataupun sesuatu yang ada alurnya, akan sangat baik kalau kamu menulis dari “kejadian terkini” sampai “kejadian paling lawas”, biar cara bacanya enak hehehe. Untuk Transkrip dengan bahasa Inggris, gw yakin setiap TU Universitas menyediakan kok🙂 Alhamdulillah SBM ITB transkrip nya sudah otomatis Bahasa Inggris T,T I love you SBM hihi

TANTANGAN 1: IJASAH & CERTIFICATE kalo bukan dalam bahasa inggris?

Untuk mempercantik aplikasi exchange kita, biasanya kita diminta untuk menambahkan beberapa sertifikat penunjang. Trus kalau sertifikat kamu dalam bahasa Indonesia gimana? Gampang atuh, tinggal cari penerjemah tersumpah. Kalau kamu tinggal di sekitar Depok, maka kamu bisa datang ke FIB Universitas Indonesia, disana ada fasilitas translator. Biaya nya lumayan nguras kantong, kalau saya ga salah diitung per kata deh. Dokumen jadi dalam waktu seminggu hehe

TANTANGAN 2: Gimana Cara Ngirim Dokumen Persyaratan Kalau Ternyata Tidak Diurus Langsung Oleh International Relation Office Universitas?

Kalau semua persyaratan pendaftaran sudah siap, selanjutnya berarti kamu tinggal menaruh dokumen tersebut di Kantor International Relation Office di Kampus masing-masing. Kalau ternyata nasib membawa kamu untuk mengirim langsung dokumen ke Jepang, makaa gunakanlah service khusus Pos Indonesia jenis EMS. Nih ini linknya: http://ems.posindonesia.co.id/ Harganya hampir 100 ribu, nyampe nya adalah 3 hari, dan separahnya 1 minggu DANN bisa kamu tracking si kiriman kamu sampai mana Menurut para ahli pengiriman paket, menggunakan Pos Indonesia itu lebih murah daripada DHL, UPS, dan FEDEX. Hihi, lagipula pake produk Indonesia aja lah jeng..

TANTANGAN 3: Trus kalau gagal, gimana?😦

Ya Coba lagi dong ah.  Biasanya kita makin menghargai suatu hasil kalau perjalanannya susah. Pertama kali gagal aplikasi exchange gw sedih, gagal kedua gw nangis, gagal ketiga, empat,lima biasa aja tuh.  Setelah gagal kedua gw malah jadi semakin penasara, Allah SWT tuh pengen tempatin gw dimana sih, sebetulnya tempat seperti apa yang memang pantas menurut Allah SWT untuk orang yang kayak gue.

Alhamdulillah, ternyata pilihan Allah pass banget gw dapet di kanazawa, kenapa tempat itu pas banget buat gw?

gw copy paste dari essay gw untuk aplikasi beasiswa LPDP dengan judul “KESUKSESAN TERBESAR DALAM HIDUP” aja ya penjelasannya?

Dan… akan gw copy paste di post selanjutnya aja deh! hahaha

OKE! Selamat MENDAFTAR!