Pos telat tetap OKE: Selamat Idul Fitri & menyelesaikan Ramadhan, Dita! :)

Selamat Idul Fitri & Selamat kamu telah menyelesaikan Ramadhan di Jepang, Dita!

Image
Alhamdulillah diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk merasakan Idul Fitri di Masjid Muhajirin seperti biasa.
Idul Fitri kali ini gw rasakan agak beda, beda karena perjuangan sebelum mencapai Idul Fitri sedikit lebih berliku daripada tahun lalu.
Gw yang sombong karena berasal dari negeri tropis akhirnya mengakui kalau musim panas di Kanazawa itu memang luar biasa panas. Bukan karena derajat nya lebih tinggi bro, tapi kelembapan nya itu, lo seperti merasa semua Calpis Soda yang ada di vending machine itu memanggil-manggil recehan yen yang ada di kantong lo.

Shaum Ramadhan di musim panas, seperti yang semua kita ketahui, lumayan lebih panjang lah ya.
Sahur yang biasanya dimulai dari 4.15, berubah menjadi 2.20, buka puasa yang biasa nya jam 6, berubah jadi jam 7.10.

Sengsara?Gw lebih suka menyebutnya seru dibanding sengsara. Kenapa? karena Allah Maha pemberi kemudahan bagi makhluk-Nya.

Alhamdulillah kuliah gw ga padat saat bulan Ramadhan, dan lebih gempita lagi karena teman-teman beda negara pun menghormati dan mensupport kita. Seperti sobat gw, Irina yang berasal dari Kazan, Russia, dia selalu meminta maaf karena minum di depan gue, dan dia selalu bertanya, gimana Ramadhan kamu? (btw, doi paham Ramadhan karena di daerah nya di dominasi muslim)

Sobat gw lainnya asal Korea, sebut dia Hyun Bin, huahahhaha, sehari sebelum gw puasa, tepatnya ketika gw sahur pertama kali, dia mengirimkan SMS: “Katanya besok kamu puasa ya? Ganbatte!”.
Terharu?Ya iyalah, Makhluk tuhan mana yang ga tersentuh disemangati di saat2 butuh support seperti itu 🙂

Image

Kalau ramadhan di Indonesia orang yang sedang tidak berpuasa menghormati kita yang berpuasa, dan itu menurut gw pantas, karena Muslim itu mayoritas.
Tetapi, ketika kita berada di posisi minoritas, dan masyarakat sekitar belum paham tentang Islam, maka sebaliknya, kita harus menghormati mereka yang sedang tidak berpuasa.

Kita sebagai muslim harus menunjukkan kepada mereka bahwa Shaum ga mengurangi produktivitas kita sama sekali, berlaku seperti biasa, menunjukkan kalau Islam itu bukan agama yang menyusahkan dan memang nyatanya tidak, hehe.

Gampang?YA SUSAH dong. Setidaknya itu jawaban gue. Walaupun gw sudah berusaha untuk terlihat tersenyum, tetapi teman-teman dan sensei gw menyadari kalau ada yang tidak biasa dari gue. Seperti sobat gw yang bernama Song, dia bilang :”Dita, kamu hari ini beda sekali, baru kali ini sy liat kamu ga genki (bersemangat), kamu kan padahal Genki no aikon (ikon nya orang bersemangat -_-“)”. AAA  terpukul akuu dibilang seperti itu. Yosh, yang namanya berjuang di jalan Allah itu emang ga ada yang gampang, bukan?

hehehehe. BTW BTW sebelum gw lanjut ke cerita Ramadhan dan Idul Fitri gue, gw mau komen deh masalah SARA yang ada di Indonesia, yang lagi booming (boomingnya tapi versi gue ya) begitu gw sampai di Indonesia.
Gw bingung deh sama muslim Indonesia. Udah tau kalau kita lagi berada di posisi minoritas kita tuh emang susah mau Ibadah, ga ada tempat sholat, mau bikin tempat Ibadah susah, prosedur nya adaa aja macem2.

Contohnya ketika di Ishikawa ini, untuk mendirikan masjid aja prosedurnya macem2, ada rapat berkali- kali, ada banyak issu budaya macam2 yang membuat proses berdiri nya masjid jadi terulur.

Sekalinya kita emang berada di tanah sendiri, kenapa sih malah ga memanfaatkan sebaik-baiknya tanpa menyusahkan orang lain? Pakelah ada aturan ga boleh Adzan kenceng, jangan sebut-sebut tentang ibadah di depan orang lain, pake malu lagi nyebut agama sendiri apa -____________-
Apa banget lah, di tempat mayoritas dan memang aman untuk beribadah kayak gini pake malu segala mengakui kalau dirinya Muslim.
Bukan berarti sebagai mayoritas si Muslim ini boleh ngapain aja, ya ga boleh lah, Allah SWT pasti sudah punya guideline bagaimana hidup berdampingan dengan baik 🙂

Seperti yang sudah tertulis di Al-Maidah ayat 8:
“Hai orang- orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-sekali kebencianmu terhadap suatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adilah, karena adil itu lebih dekat dengan takwa, dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.”

Eh, kok jadi bablas ngebahas hal lain. Kita balik dulu cuy ke perbandingan ramadhan di Jepang & di Indonesia hihi.
Kalau biasanya gw buka puasa dengan suguhan yang lebih dari dua karena disajikan oleh Ibu tercinta yang mempunyai latar belakang katering. Ketika gw hidup sendiri, semua itu berubah 270 derajat. Kenapa 270 dit, bukan 360? Ya elah protes aja.

Disini, untuk mengirit pengeluaran makanya buka puasa cukup minimalis, mochi dan teh, tapi sebenernya buka puasa didominasi oleh coklat batangan. Coklat batangan itu nanti dipotong dua, setengah untuk buka, dan setengah nya lagi untuk sahur, hihihi.
Makanya begitu gw buka puasa di rumah di Depok, kagetnya bukan kepalang, sampai gw ga sanggup untuk makan nasi setelah buka puasa, saking KENYANG nya, Alhamdulillah 🙂
Alhamdulillahirabbila’lamin, perjalanan ramadhan tahun ini, tanggal 19 kemarin resmi ditutup 🙂

Semoga bisa bertemu lagi dengan Ramadhan di tahun depan, dan semoga amalan baik yang biasa kita lakukan saat Ramadhan tetap terjaga di hari-hari biasa.

Saya Annisa Anindita, I’m Nicole Kidman, Yoona imnida, Ueno Juri desu.
Kami sekeluarga mengucapkan “Selamat Idul Fitri 1433H”

CAO
Wassalam

広告

コメントを残す

以下に詳細を記入するか、アイコンをクリックしてログインしてください。

WordPress.com ロゴ

WordPress.com アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Twitter 画像

Twitter アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Facebook の写真

Facebook アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Google+ フォト

Google+ アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

%s と連携中