Owyeah, T.

Assalamualaikum!

gw tadinya berniat datang ke Musholla yang ada di gedung Computational Science untuk belajar KANJI, iyah serius demi keinginan masuk kelas Communication gw bertekad nguasain 300 kanji.

けど、

Lini masa twitter yang begitu menggoda apalagi di jaman pemira saat ini mengalihkan keinginan bulat (yang lebih bulat dari tangan) gw. Emangnya ada apa sih?

Tahun ini seperti tahun- tahun sebelumnya selalu aja ada yang ngetweet tentang sesuatu yang berbau2 “oknum” dan “jamaah” tertentu yang intinya “Mari bergerak jangan mau dipimpin oleh oknum yang sama untuk ** *** yang lebih baik”. Owyeah, selalu begitu setiap tahun, di masa- masa yang sama, tapi dengan akun yang berbeda. Dengan segala argumen yang ada di twitter dan social networking lainnya, buat gw solusinya simpel (kayaknya pikiran gw emang simpel2 banget deh, kenapa ya).

Lo ga suka, ya lo ubah, KALO ga mau pihak yang sama menang, YA lo usahain lo nya MENANG.

Ga usah pakai alasan jamaah mereka banyak atau gimana, yang jelas, kalau mereka merasa ada yang ga benar dengan calon yang diusung, mereka juga ga serta merta ikut milih calon yang sama. Mereka bukan korban brainwash man, mereka manusia juga.

Gw pernah ngerasain berada di kubu yang berbeda. Ketika pencalonan Presiden dan pencalonan Ketua Kaderisasi Kampus. Di pencalonan presiden gw masuk ke grup yang orang2 bilang isinya orang2 T, sedangkan di pencalonan Ketua Kaderisasi Kampus gw masuk ke dalam grup yang orang2 bilang anak belakang. ( apalah ini ada2 aja pembagiannya)

Di saat gw berada di grup non T, berarti gw bisa ngeliat grup T dari kacamata grup lain, bener kan? dan sejauh pengamatan gw, gw bisa liat grup T itu kuatt banget ikatannya, kompak dan mereka kayak selalu punya semangat berkobar, mungkin ini yang disebut semangat berjuang di jalan Allah, keren ih.

cuman mereka kurang hati2 ketika menyebar informasi, kurang lihai untuk tau mana yang bisa diberi info rahasia mana yang tidak, sehingga waktu zaman gue ngebantu pencalonan ketua kaderisasi itu ada SMS bocor yang isinya emang ngeselin kalau dilihat dari grup non T.

Ketika masa pemira tahun 2011 gw berada di grup yang kebanyakan isinya adalah teman2 T, pas gw bilang isinya kebanyakan adalah orang- orang T, itu artinya ada juga beberapa orang non-T disitu, dan apakah kami jadi ga akur? ya kami akur tuh, karena kami punya mimpi yang sama, kita ingin ** *** yang lebih baik dan kami percaya si calon yang kami usung ini mampu.

Aktivis twitter berpendapat dengan menangnya grup T di kampus maka akan ada hegemoni kekuasaan di kampus, dan akan menjadi kuatnya salah satu partai (sebut saja partai dengan begron hitam dan fitur2 berwarna kuning).

Gw sepakat kalau siapapun grup yang menang, grup T kek, grup belakang kek, grup depan kek, grup serong kanan, kiri, membujur atau melintang gerakan politiknya ga boleh dikontrol oleh Partai APAPUN. Tapi gw ga suka dengan kata2 hegemoni yang dipakai, kesannya kayak si orang2 ini pasukan jahat aja gitu loh (ya ini persepsi gue).

Hal- hal kayak gini selalu aja muncul di pemira dan gw berharap seimbang lah bro, ketika emang si presiden2 dari T ini buat sesuatu yang baru dan baik untuk kemahasiswaan atulah di kasih dukungan, jangan pas di pemira dijatuh2in terus.

Ya intinya dari kata2 yang ga beraturan gw buat diatas adalah:

Ya kalau LO GERAH, usahain MENANG.

Ditulis oleh Annisa Anindita Zein- berjilbab, sudah dari SMP mengenal tarbiyah, bersyukur karena itu, BUKAN kader PKS,Wanita yang BEBAS memilih kelompok, Muslim, beragama Islam dan  tidak kebetulan (Oh my banget deh di jaman sekarang ada orang yang bilang “kebetulan agama saya Islam” demi toleransi beragama”)

広告

Owyeah, T.」への5件のフィードバック

    • Hahahha, Nadia!! kaget banget gw ternyata pos ini kebaca sama lo. Kadang2 pikiran pragmatis ituh perlu yah 🙂

コメントを残す

以下に詳細を記入するか、アイコンをクリックしてログインしてください。

WordPress.com ロゴ

WordPress.com アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Twitter 画像

Twitter アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Facebook の写真

Facebook アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Google+ フォト

Google+ アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

%s と連携中