私のひな祭り

Assalamualaikum! HALO!! sehat semuanyahh?

Tanggal 3 Maret kemarin gw alhamdulillah diberi kesempatan sama Allah untuk ikut dalam perayaan Hinamatsuri. Buat yang belum tau hinamatsuri, yuk kita liat dulu penjelasan wikipedia:

Hinamatsuri (雛祭り, ひなまつり?) atau Hina Matsuri adalah perayaan setiap tanggal 3 Maret di Jepang yang diadakan untuk mendoakan pertumbuhan anak perempuan. Keluarga yang memiliki anak perempuan memajang satu set boneka yang disebut hinaningyō (雛人形?, boneka festival).

Satu set boneka terdiri dari boneka kaisar, permaisuri, puteri istana (dayang-dayang), dan pemusik istana yang menggambarkan upacara perkawinan tradisional di Jepang. Pakaian yang dikenakan boneka adalah kimono gaya zaman Heian. Perayaan ini sering disebut Festival Boneka atau Festival Anak Perempuan karena berawal permainan boneka di kalangan putri bangsawan yang disebut hiina asobi (bermain boneka puteri).

Walaupun disebut matsuri, perayaan ini lebih merupakan acara keluarga di rumah, dan hanya dirayakan keluarga yang memiliki anak perempuan. Sebelum hari perayaan tiba, anak-anak membantu orang tua mengeluarkan boneka dari kotak penyimpanan untuk dipajang. Sehari sesudah Hinamatsuri, boneka harus segera disimpan karena dipercaya sudah menyerap roh-roh jahat dan nasib sial.

Kalau baca penjelasan di atas, artinya yang ikut dalam perayaan itu adalah anak2 perempuan (yang tentunya masih kecil), bukan orang dewasa 🙂 Tapi, untuk kepentingan pertukaran budaya dan merasakan budaya Jepang sesungguhnya,

maka pemerintah Kanazawa ngajak beberapa mahasiswa asing untuk ikut dalam acara ini :), di pos kali ini gw akan membahas apa aja yang gw lakukan dalam festival hina matsuri mulai dari jam 12 sampai dengan jam 4 🙂

Pertama2 kita diminta untuk memilih pola kimono dan obi (cem sabuk gitu) yang mau kita pake, panitia acara udah ngelompokin si kimono berdasarkan tinggi badan, jadi kita tinggal milih kumpulan kimono yang mengakomodir tinggi badan kita. Ini adalah kimono yang dipilih sama temen gw, May:

lalu, bagaimana dengan gw? gw suka merah dan warna2 yang cenderung gelap, kenapa? soalnya gw nya tuh udah penuh cahaya (iya boong). ini adalah pilihan kimono gw:

Yap, Dita dengan tinggi 165 siap untuk memakai kimono!! :D, walaupun gw suka dengan warna merah, gw juga suka dengan kombinasi kimono yang dikenakan oleh temen gw dari Cina yang bernama Oh, liat deh kombinasi warnanya:

Setelah kita selesai milih2 pattern dan obi, kita diminta untuk ngikutin tutorial penggunaan kimono oleh ibunya (OHH TIDAKK), gw yang sangat ga berbakat di bidang kewanitaan sempet bingung2 cakep gimanaa gitu. tapi Alhamdulillah, melihat bahwa kebanyakan kami ga paham cara pakai kimono, toh pada akhirnya kita semua dibantuin untuk pakai kimono hihihi. Di tengah2 kita lagi sibuk mempersiapkan kimono tiba2 ruangan kita DISERBU oleh wartawan media yang pengen melihat orang2 asing berkimono ( ciee bapak ciee) . Gw dengan potensi artis 30% ini berusaha untuk tetap tenang.

Plis dit, mereka juga nanti bakal ngeliatin lo karena lo ga ada rambutnya. Karena gw amat yakin kehadiran gw disitu pasti mengundang tanda tanya, maka gw pun berekspresi “ya udah aja gitu”, dan sibuk moto2in temen2 gw yang lagi pakai kimono, ini dia!!

May, temen KUSEP gw dari Thailand. warna pink itu emang dia banget!
Ri, dari Vietnam. Tipe perempuan Jepang yang kawaii~ gitu.
Ying, teman dari Malaysia. "Kayak putri tomboy"-May."Kayak putri Ninja"-gue.

Seperti yang udah gw bilang, karena gw cepet selesai, gw punya waktu untuk memperhatikan sekitar2 gw, dan gw menyadari beberapa hal. 1) Gw dan Ying adalah peserta yang tanpa make up, teman2 gw yang lain bener2 tampil total untuk perayaan ini. 2) Temen2 gw sibuk betulin rambut dan makan hiasan kepala, sementara gw ya udah aja gitu ngerasa tanpa beban harus gulung2 rambut hihi.

Allah itu Maha luar biasa banget yah, ngasih kita kewajiban yang sebenernya tuh manfaatnya buat kita juga. Gw yang males banget ngehias2, ngerasa merdeka banget ga usah milih2 jepitan rambut hihihii, simpel.

Mau liat bentuk jepit2 rambut nya? ini dia:

Ying dan jepitan rambutnya (aduh ini judulnya ga bagus yah)

Kya!! akhirnya kita selesai juga pakai kimono!!!! setelah semuanya selesai, kita diberi masing2 satu boneka. Jadi pas hinamatsuri, anak perempuan bersama2 dengan keluarga mendisplay boneka, nah kita pun juga demikian diberi boneka satu2 dan nanti masing2 dari kita meletakkan boneka itu di tempat yang seharusnya di tangga- tangga display yang udah disediain di ruangan yang berbeda. Nah boneka yang gw dapet adalah:

Nah, gw kebagian udaijin (menteri kanan) yang lebih muda daripada menteri kiri yang ada disebelahnya. Dari 5 tangga boneka hinamatsuri, bapak2 ini menempati tangga ke empat. Tidak papa pak! walaupun bukan jajaran kaisar aku tetap bangga!! T,T

Sebelum kita diminta untuk menjejerkan di display yang sudah disediakan di ruangan lain, kita diminta untuk GLADI RESIK (serius yah mereka), ini dia hasil gladi resik nya:

Okeh!! semua sudah benar dan siap!! setelah gladi selesai kita diminta untuk pergi ke ruangan lain untuk momen peletakan boneka yang sesungguhnya!!, dan dan dan ketika gw mendengar kita harus pergi ke ruangan lain, itu artinya kita harus pake sendal yang super kecil ini:

yang muat cuman 1

Oke dita, bersyukur dong, setidaknya masih ada yang muat. Setelah melalui prosesi yang panjang (enggak deng cuman 7 menit), akhirnya display yang sesungguhnya selesai:

Begitu selesai display dipasang, gw kira acaranya udah selesai, tapi ternyataahh: BELOM SAUDARA2!! acara ini masih panjang!!!. setelah meletakan boneka2 ini, tiba2 kami disodori kitab berisi lagu2 hinamatsuri dan diminta untuk menyanyikan sembari di shoot media T,T. kira2 lagunya seperti ini:

Gw walaupun ga ngerti artinya, gw tetep merasa senang!! karena judulnya kan Ureshii hinamatsuri: jadi perayaan hinamatsuri yang menyenangkan :), walaupun suara2 kita ngebuat lagu ini jadi terdengar kelam.. maafkan kami yah..

Setelah selesai bernyanyi, kami digiring kembali ke ruangan semula, dan kita dibagiin beberapa snack dan oleh2. KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!

Kacang ENAK

Kacang ini istimewa!! kenapa? karena rasanya lucuuu ada yang rasanya mayonnaise, ada yang rasanya tak terdefinisikan. pokoknya seruuu hihi, dan kita ga cuman dikasih ini, tapi jugaaaa:

si manisan ini cuman ada setahun sekali, yaitu pas hinamatsuri. Alhamdulillah, beruntung gw pernah ngerasaan si manisan yang cantik ini. Penampilan pertama, rasa kerasnya ga usah dipikirin hihihi.

Selain manisan, kita juga dikasih oleh2, ini dia oleh2 nya:

Karena Kanazawa terkenal akan emasnya, maka setiap dari kita pun dikasih oleh2 berupa pajangan yang bertuliskan emas, maksudnya emang dari emas tulisannya, bukan pas lo buka ada tulisan “emas”. Dan kanji yang tertulis punya arti:”selamanya bahagia”, dan tepat di bawah tulisan kanji ada gambar wanita dan laki-laki.

Waw, apakah ini pertanda? *abaikan.

Yak, perut sudah kenyang dan sesak (karena pakai kimono), tiba saatnya untuk segera pulang dan memasak nasi (ibu2 yah). Tapi sebelum kita pulang, kita foto grup dulu dongski:

Dan, ga lengkap juga tanpa foto dengan ibu2 yang udah baik banget bantuin gw masang kimono, makasih banyak ibuu :*

SELESAI!!!

KYA!! Makasih Allah SWT untuk kesempatan luar biasa ini, terimakasih pemerintah Kanazawa yang udah mau ngajak2 kita buat ngerasain budaya Jepang yang orang2 pengen banget ngerasain 🙂

Gw ngerasa konsep “ngerasain langsung” ini bakal oke juga kalau diterapin di Indonesia, maksud gw konsep kayak cultural expo kan udah biasa, tapi kalau temanya bener2 ngerasain kayak gini kayaknya jarang ada ya 🙂

Kalau mahasiswa asing diajakin ikut sunatan masal atau ke prosesi nikahan seru juga kali yah? :)) hihi.

Oke, sampai jumpa di pos selanjutnya, wassalam.

広告

コメントを残す

以下に詳細を記入するか、アイコンをクリックしてログインしてください。

WordPress.com ロゴ

WordPress.com アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Twitter 画像

Twitter アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Facebook の写真

Facebook アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

Google+ フォト

Google+ アカウントを使ってコメントしています。 ログアウト / 変更 )

%s と連携中