Discovery Channel gaya Indonesia :D

投稿者: superanindita

Assalamualaikum teman2 semuanya!

senang sekali akhirnya di minggu pagi cantik ini bisa menari2 bersama keyboard lagi 🙂

Sebelumnya izinkan saya untuk mengucapkan rasa belasungkawa kepada keluarga korban bencana Merapi, Mentawai, dan Wasior.

Maaf tidak bisa kesana, tapi saya dan teman2 akan mendoakan dr sini 🙂

YA! kembali ke pos ini! haha!

Dari dulu, gak dulu juga sih.. (gak konsisten lo dit) gw suka membayangkan akan ada stasiun TV yang membahas tentang kuliner lokal indonesia, wisata antar negara dan liputan khusus tentang UKM yang fokus pada makanan& produk halal.

Mungkin ini terinspirasi dari beberapa program yang ada di Stasiun TV Discovery Travel and Living.

Di stasiun TV ini banyak acara yang menarik lho! salah satunya, LA Ink, Little People Big World, John& Kate Plus 8, dan tentunya masih BUANYAKKK lagi.

Tapi yang paling menjadi favorit saya adalah:

Anthony Bourdain! No Reservation!.

Kalo boleh curhat, di Dunia ini ada 2 TV Host yang paling membuat saya iri. Pertama jelas sekali adalah Phil Keoghan,

pembawa acara Amazing Race ini kerjaannya jalan2 mulu coyyy.

Satu Malem di India, eh besoknya harus ke Alaska! irii~ hihi

Orang kedua yang membuat saya iri adalah Anthony Bourdain, Mengapa? Karena di setiap sesi jalan2, Anthony Bourdain gak hanya menguak tempat2 kuliner oke, tetapi juga meliput kebudayaan sekitar.

Salah satu episode favorit saya (tentunya Indonesia yang paling pertama) adalah episode Arab Saudi! Disana Bapak Anthony ini melihat bahwa Islam adalah agama damai dan penganutnya ramah!

Berbalik ratus derajat dari yang dipikirkan bangsa barat sebelumnya 🙂

Kalo TLC (Travel and Living Channel) bisa buat yang seperti itu, kenapa di Indonesia tidak bisa?

Wah, kalo kita buat yang sama bukannya disebut plagiat?

Hmm, sebetulnya untuk membuat suatu business model gak harus baru 100% lho idenya.

Seperti kata tutor Marketing gw, ada 3 tahap untuk membuat suatu business Model yaitu: A T M (Amati, Tiru, Modifikasi)

Jadi intinya yang mau kita buat itu ya ga harus bener2 baru, tetapi kita tambahin hal pembeda dari yang sudah ada sebelumnya.

Oke, sekarang mari kita bayangkan bahwa kita akan membuat Business Model baru berupa stasiun TV yang mempunyai value proposition:

Stasiun Televisi yang membahas tentang keragaman budaya dan Alam di daerah Indonesia dengan cara yang paling menarik dan menyenangkan!

Stasiun Televisi ini mirip seperti discovery channel, ada pembahasan mengenai budaya, alam, satwa , kuliner dan flora. yah kira2 gambar di bawah ini bisa merangkum isi stasiun televisi ini bakal kayak gimana:


*aduh gw laper*

Yah! wisata alam lagi! yah! kuliner lagi, TENANG SAJA HEI HEI HEI, tidak seperti stasiun televisi lainnya, stasiun televisi ini akan membungkus program nya dengan cara yang unik dan interaktif.

Salah satu caranya adalah dengan membiarkan penonton memilih apa yang ingin ditontonnya. oleh karena itu setiap minggu akan dilakukan poling penentuan TEMA per minggu.

Selain itu, pemirsa juga bisa memilih siapa yang akan menjadi MC dari setiap acara di stasiun televisi ini!, apakah:

Atau mau versi Indonesia nya?!


Hihihi, ih! sebenernya tujuan saya bikin pos ini adalah untuk membahas business framework bukan ngebahas Super Junior yang dijiplak smash (masih aje )

Kira2 Stasiun televisi ini kalo dibuat business framework, ya seperti ini:



CORE CAPABILITES:

Stasiun televisi fokus pada penyajian program televisi keluargakarena sekarang ini banyak stasiun televisi yang tidak ramah kepada anak kecil. oleh karena itu jangan kaget jika terdapat sensor otomatis di dalam stasiun televisi ini, bahkan iklan pun akan kami sensor.

PARTNER NETWORK

:Stasiun Televisi ini akan bekerja sama dengan


-WIKILEAKS.dengan kehebohan yang terjadi saat ini, WIKILEAKS dipercaya bisa membantu menyebarkan siaran stasiun TV ini, bahkan sampai ke KORUT dan Pentagon!

-Youtube, Facebook, Twitter!, yap tidak salah lagi

CUSTOMER RELATIONSHIP:

Untuk mempertahankan konsumen, maka Stasiun televisi ini secara kontinu akan memberikan undian berhadiah 3 jam sekali dan paket liburan seminggu sekali.Yang lebih luar biasa, pemenang bisa mengajak 1 keluarganya untuk menikmati hadiah ini, dan setiap negara punya 1 pemenang.

Contoh hadiah nya adalah seperti ini:


DISTRIBUTION CHANNEL:

Melalui partner network seperti Wikileaks, Youtube, Facebook dan Twitter dan ditopang oleh sinyal kuat IND*S*T, maka kami mampu mendistibusikan siaran stasiun televisi ini ke daerah terpencil sekalipun di pelosok gunung yang bahkan helikopter pun tidak sanggup melakukan mobilisasi ke sana.
Siaran stasiun televisi ini juga bisa diakses oleh 15 negara dengan subtitle yang bisa disesuaikan.
Untuk mempermudah distribusi maka kami mempunyai 15 cabang kantor di seluruh dunia dan 1 cabang di setiap kecamatan di Indonesia!

*salah satu kantor cabang kami di Manchester, Inggris* eyaaa

REVENUE STREAM!

Jadi bisnis ini akan mendapatkan banyak pemasukan dari iklan- iklan yang ingin di tampilkan di acara stasiun televisi tersebut.

CUSTOMER SEGMENT!Yang terakhir adalah customer segment. target dari stasiun televisi adalah

1. 

Keluarga bahagia!Program kami yang edukatif dan sensor aktif akan membuat Orang tua merasa aman menitipkan mata anaknya pada stasiun TV kami 🙂

2.

Mahasiswa cantik yang haus akan ilmu! buat kamu- kamu yang butek dengan soal UAS dan UTS, silakan menonton stasiun tv ini!

Yap! Business Model nya berenti sampai disini, apakah kamu dan saya paham?

saya rasa tidak, masih banyak yang harus saya pelajari tentang business model.

banyak bulatan diagram yang saya isi dengan kurang tepat, tapi toh saya sudah berusaha dan sudah agak butek.

Yang jelas saya benar2 berharap adanya stasiun televisi yang bisa mengakomodir aspirasi anak2 kecil dan mahasiwa yang sekarang sudah muak dengan acara TV.

Untuk hal yang satu ini kita harus mencontoh barat saya kira. TV mereka cukup beragam dan segmentasi nya jelas, Stasiun TV dewasa memang acaranya khusus dewasa, dan acara TV anak2 total isinya adalah acara anak2.

Kamu yang sedang membaca pos ini tertarik untuk membuat stasiun televisi yang mendidik?yap! yang mendidik bukan sekedar jargon “televisi pendidikan” tapi isinya takhayul semua 🙂

Kalau kamu mau, Saya doakan ya! 😀