投稿者: superanindita

Assalamualaikum

Walaupun mata ini masih penuh dengan hapalan UTS mata kuliah Psychological and Organizational Behaviour, saya akan tetap mencoba untuk focus dengan apa yang akan saya tulis di bawah  ini

Entah kenapa saya merasa lucu dengan judul essay ini. Perlukah memaknai hidup?  Hanya orang yang tidak punya tujuan hiduplah yang akan berkata tidak.Ya kan?

Seperti yang sudah ditulis di atas, hidup kita perlu dimaknai karena dalam hidup ini kita punya tujuan. Sebagai seorang muslim, tentu saja tujuan hidup kita untuk mencari ridho Allah. Tujuan hidup itulah yang akan membuat kita untuk setidaknya mempunyai stress defense mechanism sour grape dan sweet lemon. Sweet lemon itu adalah kemampuan kita untuk mencari hikmah di setiap kejadian pahit yang kita alami, Sour grape adalah kemampuan kita untuk merelakan apa yang tidak kita dapatkan. Karena tujuan hidup kita adalah mencari ridho Allah, insya Allah apa yang akan kita hadapi, seiring berjalannya waktu akan bisa kita lalui dengan ikhlas dan tenang. Semuanya itu butuh proses untuk belajar , dan proses itu tidak singkat namun pasti

Mari ambil diri saya sendiri untuk menjadi contoh dari banyak kata tak berujung yang saya tulis di atas. Seseorang tentu harus mempunyai short-term goal dan long-term goal. Ultimate  goal saya tentu saja adalah meraih ridho Allah, tetapi Short term goal saya adalah bagaimana memanfaatkan status mahasiswa saya untuk mencoba pengalaman sebanyak-banyaknya. Kesempatan itu hanya untuk 3 tahun, ya karena SBM memang di akselerasi 3 tahun.

Goal itulah yang akhirnya membuat saya menikmati saat jiwa dan raga berada di Kampus Ganesha, menikmati semilir angin ketika melewati CC Barat, dan meyelami sensasi setiap kali menginjak GKU Timur.

Setiap goal itu harus memiliki Key Performance indicator , indicator bahwa goal saya tercapai adalah saya mengikuti banyak kegiatan di dalam Kampus sesuai dengan kapasitas saya. Oleh karena itu jika raga ini mampu, dan Allah menghendaki saya akan mencoba untuk mengikuti kepanitiaan, seperti PROKM 2009. Banyak yang bertanya apakah saya tidak merasa lelah dengan kehidupan saya di SBM dan masih berkecimpung di kepanitiaan seperti itu? Walaupun saya lelah, saya mencoba untuk menikmatinya, dan mencoba untuk tersenyum walaupun muka ini ingin sekali ditekuk 5.Karena dengan itulah saya memaknai hidup saya. Proses untuk menikmati hal yang sedang dihadapi benar-benar butuh proses, dan saya mulai belajar hal tersebut sejak kepanitiaan PANITIA PEMILU RAYA. Kepanitiaan yang saya anggap sebagai keluarga, dan 80% menjadi alasan saya untuk cepat- cepat ke kampus. Ya, semoga curhat- tidak-pada-tempatnya yang saya lakukan bisa menjadi bahan evaluasi kita bersama, terutama bagi mereka yang mempunyai waktu 4-5 tahun di kampus. Bersyukurlah!

Mari lanjutkan!( tidak ada tendensi ke salah satu calon, maaf). Alasan kedua mengapa kita harus memaknai hidup adalah karena Allah memberikan manusia hal luar biasa yang tidak dimiliki oleh makhluk lain. Yak, hal itu adalah akal. Akal itulah yang membuat manusia mempunyai kemampuan untuk berpikir. Kemampuan untuk mencari makna hidupnya dan mencari tema esai yang akan membuat orang yang disuruh benar- benar bingung untuk beberapa lama.

Karena sebagai makhluk tuhan yang baik, kita harus memanfaatkan segala hal yang difasilitasi oeh rabb kita, jadi marilah kita menggunakan akal kita untuk memaknai setiap langkah yang kita ambil, setiap oksigen yang kita hirup, setiap H2SO4 yang kalian tuang di lab.

Seprtinya saya mulai tidak focus, jadi marilah essay yang tidak berbau essay sama sekali ini diakhiri.

Jadi intinya adalah, hidup itu tentu saja harus dimaknai oleh mereka yang mempunyai tujuan hidup. Setiap muslim itu mempunyai tujuan hidup, jadi otomatis hidup seorang muslim pasti bermakna ya  kan?

Sebetulnya jangan terlalu dipusingkan, cermati kata-kata di bawah ini, semoga cukup membantu

Jika hidup adalah biola, mainkanlah

Jika hidup adalah perang, hadapilah

Jika hidup adalah cinta, nikmatilah

Jika hidup adalah PROKM, jangan lupa hari sabtu ini diklat.semangat!!!!!